The Journey Of Yan Shu

The Journey Of Yan Shu
KOBRA PERAK CINCIN EMAS



KOBRA PERAK CINCIN EMAS


HHHmmmm kata Yan Shu, Yan Shu mengeluar kan sepotong daging panggang dari cincin penyimpanannya, kemudian mecubi cubit daging panggang tersebut dan melemparkannya kepada tupai tersebut. Tupai tersebut menatap Yan Shu, mata nya berbinar seolah olah mengucapkan terima kasih kepada Yan Shu atas pemberian makanan nya. Mulut nya dipenuhi daging pipinya terlihat gembil dan lucu dia berdiri dengan kedua kakinya ditanah dan di bantu ekornya, kepala nya membungkuk kepada Yan Shu....


Yan Shu tertawa.... hahahaha.... kamu pintar....kamu lucu... kata Yan Shu kemudian tupai tersebut berlari menghilang dari pandangannya.


Dia memungut sisa sisa daging dilantai dan membawanya berlari........


Yan Shu merasa aneh dengan tingkah laku tupai itu, dia melompat mengejar tupai itu, kenapa tupai itu bisa memasuki array pelindung gua dan sekitanya...? yan shu membuntuti tupai tersebut, ternyata tupai tersebut memasuki array pelindung melalui celah pintu tempat Yan Shu biasa nya keluar untuk berburu, Yan Shu merasa tenang karena sebelumnya dia khawatir jangan jangan array nya bisa ditembus.


Yan Shu mengikuti tupai tersebut, sampai mendekati sarangnya, dia memuntahkan daging didalam mulutnya, dengan kaki depannya dia menyuapi anaknya, tupai ini sepertinya baru melahirkan dan kelaparan, setelah menyuapi anaknya dengan daging .... anak tupai tersebut mecicit, seolah olah menyatakan dia belum puas, dia masih sangat lapar,.... tupai tersebut menyelimuti anaknya dengan tubuhnya yang dibalut bulu bulu tebal, kemudian tupai tersebut menyusui anaknya.


Yan Shu meninggalkan tupai dan anaknya tersebut, kemudian Yan Shu bergegas berlari kedalam hutan, sambil mengeluarkan busur dan anak panah Yan Shu menyusuri Hutan, kadang kadang dengan indra spiritualnya dia menemukan Binatang Buas tingkat empat, dan kadang menemukan binatang buas tingkat tiga,....


Panah nya sudah berkali kali melayang, sudah berapa ekor dia membunuh binatang buas tingkat empat, tapi kali indra spiritualnya menangkap dalam jarak dua kilo meter dari posisinya sekarang ada binatang buas tingkat enam atau tujuh, Yan Shu buru bur membuat array perlindungan dan penyerangan sama persis ketika dia membunuh srigala level enam tersebut. Setelah selesai Yan Shu mendekati posisi binatang buas tersebut berada rupanya, binatang buas tersebut tinggal didalam sebuah gua kecil dari pengamatan Yan Shu dengan indra spiritualnya binatang itu adalah ular kobra perak bercincin emas. Ular tersebut sangat beracun level racun nya sampai tingkat menengah......


Ular tersebut juga berada pada level binatang buas tingkat tujuh, Yan Shu ragu ragu untuk meneruskan perburuannya dia merasa kurang yakin meski kekuatan fisiknya sudah mencapai tingkat empat tekhnik pemurnian tubuh tetapi menghadapi ular beracun tingkat tujuh mau tidak mau nyali Yan Shu menjadi Ciut.


Yan Shu berbalik arah kembali keguanya..... diperjalanan kembali kegua Yan Shu menemukan sebatang pohon dengan buah lebat berwarna ungu, Yan Shu mengindentifikasi Buah tersebut buah tersebut tidak termasuk langka tetapi masih masuk dalam kategori herbal kelas rendah karena mengandung energi spiritual didalam buah tersebut. Nama buah ini disebut buah jantung ungu karena bentuk nya seperti jantung. Yan Shu melompat kepohon tersebut dan memetik semua buah yang berwarna ungu karena buah yang berwarna ungu ini sudah matang, Yan Shu memakan buah tersebut sambil berjalan kearah gua.....mendekati pintu masuk array Yan Shu teringat akan tupai dan anaknya Yan Shu menoleh kearah sarang tupai tersebut dan mendekatinya, indu tupai tersebut sepertinya terluka parah, Yan Shu mengalirkan energi Qi nya untuk menolong induk tupai tersebut, dari luka luka nya sepertinya tupai tersebut diserang oleh binatang buas yang lebih besar...........


Induk tupai tersebut merasakan energi qi Yan Shu memasuki tubuh nya, matanya berbinar binar seolah olah senang melihat kehadiran Yan Shu dengan kedua kaki depannya dibantu mulutnya tupai tersebut menggendong anaknya dan meletakkan anaknya ditelapak tangan Yan Shu kedua mata nya mengeluarkan air, cit cit cit setelah meletakkan anaknya pada telapak tangan Yan Shu, perlahan lahan cahaya dimata tupai tersebut memudar kemudian cahaya tersebut padam. Yan Shu Membawa mayat tupai tersebut dan membawa sarang beserta anaknya kedalam susunan array, Yan Shu kemudian meletakkan sarang tupai tersebut di kursi batu.


Yan Shu melanjutkan aktivitasnya dengan mandi di kolam didalam gua tersebut, setelah mandi Yan Shu mengganti pakaiannya, disaar Yan Shu memasang armor nya terdengar suara mencicit, dari anak tupai tersebut, anak tupai tersebut mengigit susu induk nya, tetapi induk nya sudah kaku dan dingin, anak tupai tersebut menjerit jerit anehnya airmatanya pun keluar dari matanya yang masih tertutup, Yan Shu memberikan buah Jantung ungu kepada anak tupai tersebut, dengan perlahan anak tupai tersebut menggigit buah Jantung ungu, sambil menangis cit cit cit


Yan Shu berniat meningkatkan kultivasinya sampai ke tingkat Inti Roh, sebelum dia membunuh ular Kobra perak bercincin emas. Sebelum berkultivasi Yan Shu meletakkan tiga buah jantung ungu didalam sarang tupai, berharap kalau seandainya tupai itu lapar dia bisa memakan sendiri buah tersebut.


Setelah meletakkan Buah tersebut Yan Shu, mulai berkultivasi, sambil mensimulasikan langkah angin petir, Pedang Angin, dan Cakar Naga didalam kultivasinya Yan Shu segera menyerap energi qi yang melimpah disana,.... Energi Qi segera berkumpul disatu tempat, mengarah kepada Yan Shu yang sedang berkulitvasi meridian besar nya segera terbuka dan menyerap Energi qi dalam jumlah yang stabil, perlahan permainan pedang angin semakin lincah petir kecil dan hembusan angin mengelilingi Yan Shu, Yan Shu mensimulasikan pedang angin petir didalam kultivasinya, energi qi yang terkumpul segera tersedot di meridian besar, mengalir ke meridian kecilnya.


Kemudian secara perlahan lahan sebuah energi mengembun di danau kesadarannya, dari mengembun kini membentuk inti di danau kesadarannya perlahan inti rohnya mulai terbentuk sebesar telur cicak, beberapa saat berlalu perlahan lahan inti tersebut membesar sebesar telur cicak kemudian dari sebesar telur cicak inti yang terbentuk pada danau kesadarannya membesar sebesar telur tokek, kemudian sebesar telur puyuh, perlahan lahan inti roh tersebut semakin membesar menjadi sebesar telur ayam... Yan Ruo semakin focus terhadap pembentukan inti rohnya, waktu segera berganti menjadi malam, malam kemudian berganti pagi, kemudian berganti lagi menjadi malam. Tidak ada peningkatan terhadap inti roh Yan Shu, sekarang Yan Shu sudah resmi menjadi kultivator Inti Roh pada usia sebelas tahun.


Pemahaman Yan Shu terhadap prinsip petir telah meningkat menjadi niat petir tingkat awal, demikian juga dengan prinsip angin nya sudah berubah menjadi niat angin tahap awal, pisau anginnya sekarang dilapisi kilat petir dan sudah berubah menjadi Pedang Angin dan petir.


Peningkatan Yan Shu selama Kultivasi sangat signifikan. Yan Shu membuka matanya melirik sekelilingnya tapi tiba tiba seekor anak tupai mencicit dipangkuannya, anak tupai ini telah membuka matanya dan mata tersebut berkedip kedip melihat Yan Shu, Yan Shu berkata.... kamu lapar.....?


Yan Shu meletakkan kembali buah Jantung ungu kedalam sarang tersebut, kemudian meletakkan tupai tersebut kedalam sarangnya, hanya dalam sekejap satu buah sebesar, kepalan tangannya telah habis anak tupai mencicit kembali, Yan Shu meletakkan kembali dua buah jantung ungu tersebut kedalam sarang tupai... dengan lahap anak tupai memakannya, kemudian mencicit lagi..... Kali ini Yan Shu meletakkan lima buah sekaligus, kembali dalam sesaat lima buah jantung ungu yang mengandung energi spiritual habis dimakannya...mungkin karena kekenyangan anak tupai itu tertidur.


Brrrttt kemudian terdengar suara.... dari anak tupai tersebut...


Apa..... Yan Shu terkejut kaget.... anak tupai ini menerobos...... sambil tidur...?


Yan Shu kemudian buru buru mempelajari segel kontrak, dia memasuki danau kesadaran spiritualnya, dia memilah milah diantara banyak pengetahun array yang akan dipelajarinya, kemudian Yan Shu menemukan satu didalam danau kesadarannya, ini dia bathin Yan Shu


Setelah menemukannya Yan Shu segera mempelajarinya....! segel kontrak sangat mudah dibuat, Hanya perlu membuat segel nya kemudia menetes kan darahnya pada kening hewan yang akan dikontrak. Yan Shu segera mengeluarkan Kuas untuk membuat arranya, tangan nya bergerak gerak, pola pola rune kuno dan sederhana tercipta dari energi, kemudian energi tersebut, langsung masuk kedalam kepala anak tupai .... pada proses ini Yan Shu mengeluarkan pedangnya dan melukai ujung telunjuk kirinya sedikit, dan meneteskan darahnya pada anak tupai tersebut, darah tersebut terserap kedalam kepala anak tupai tersebut.


Tiba tiba Yan Shu merasakan bahwa Jiwa nya dan Jiwa anak tupai terhubung.tetapi karena anak tupai tersebut masih tidur jadi Yan Shu tidak melakukan apa apa.... Yan Shu memasukkan Sarang anak tupai tersebut kedalam Tas Penyimpannya, kemudian menguburkan induk tupai tersebut di sebelah kuburan leluhurnya. Yan Shu meneruskan rencananya untuk berburu ular kobra perak bercincin emas, Yan Shu Menyiapkan segala sesuatunya..... Jika terjadi sesuatu dilluar kendali Yan Shu dapat menyelamat kan diri, pertama tama Yan Shu memeriksa cincin nya Yan Shu berpikir untuk mengganti senjatanya dengan pedang Pusaka Surgawi milik leluhurnya, kemudian Yan Shu Mengeluar Panah dan Busur leluhurnya yang juga senjata pusaka surgawi tingkat tinggi.


Selanjutnya Yan Shu menambah anak panah lainnya dan mecelupkan beberapa anak panah tersebut kedalam racun yang didapatnya dari proses pemisahan essensi lumut racun petir, hal ini Ya Shu lakukan untuk berjaga jaga jika seandainya ada binatang buas level tujuh lainnya.


Yan Shu kemudian melirik, pintu gerbang yang diperintahkan leluhurnya untuk diletakkan di bibir terluar teluk badai petir.....aku sekarang berusia sebelas tahun jika aku memasang gerbang ini dibawah aku akan keluar dari sini disaat usiaku tiga belas tahun.


Hhhmmmmm tiga belas tahun.... gak apa apa, aku akan berburu mengumpulkan daging dan kayu bakar kemudian kembali kebawah.... bathin Yan Shu. Yan Shu melangkah keluar dari array tersebut hal pertama yang dilakukannya mengumpulkan kayu bakar untuk persediaannya selama satu setengah tahun di saat dia berada dingarai, aku juga perlu melatih niat petirku samoai titik maksimal saat dibawah nanti bathin Yan Shu.


Yan Shu mulai berpikir, sebaiknya waktu keluar nanti aku harus membawa air kesempurnaan jiwa sebanyak mungkin untuk kakek dan ibu bathin Yan Shu, Yan Shu melai menebang pohon pohon besar untuk membuat tong air....... dengan kultivasi nya sekarang menebang pohon besar hanya membutuhkan tiga kalli tebasan, Yan Shu bekerja sampai sore setelah semua persiapan nya selesai Yan Shu menyimpan semua kayu api dan tong tong air tersebut didalam cincin penyimpanannya.


Yan Shu berjalan menuju kegua yang sudah ditandainya, jarak dua kilometer dari gua tersebut Yan Shu memeriksa susunan array yang pernah dibuat nya beberapa hari yang lalu, Yan Shu mengeluarkan panah dan busurnya, Setelah Gua tersebut terlihat Yan Shu berniat menyergap ular tersebut, disaat dia melangkah mengendap endap ular tersebut terbangun dari tidurnya.....


Manusia.... ini aroma manusia bathin ular tersebut, dia keluar dari gua........sambil mendesis, melihat seorang anak manusia berusia sebelas tahun ulat kobra perak bercincin emas bersemangat, makanan lezat desisnya lagi..... tapi Yan Shu yang sudah bersiap siap untuk melepas kan anak panahnya, tiga anak panah milik leluhurnya adalah pusaka surgawi tingkat tinggi, dia menyertakan niat angin dan niat petir kedalam panah tersebut.....Kilat dan petir kecil keluar dari anak panah tersebut, angin juga juga berhembus kencang mengiringi lepas nya tiga anak panah tersebut dari busurnya.


Wussstttt wuuttt wuuuuuttt... suara anak panah yang lepas dari busurnya


Ular Kobra Perak bercincin emas yang baru saja bersemangat akan memakan anak manusia dibuat terkejut, dia bersiap memblokir anak panah tersebut, dengan ekornya satu anak panah bisa disabet nya dengan mudah...!!


Brak bummmmmmmm benturan anak panah yang mengandung niat angin dan petir meciptakan ledakan energi, ekor yang menyabet anak panah tersebut tekena sengatan petir sangat kuat, bagian ekor tersebut gosong tersambar petir, semetara tubuhnya mati rasa dalam beberapa detik.


Kondisi stunt menyebabkan ular kobra perak bercincin emas tidak dapat bergerak untuk beberapa saat, disaat itu pula sebuah panah lainnya menyusul dan menghantam telak di anatara kedua matanya..... sisik ular perak bercincin emas adalah pertahannya yang tangguh, tetapi melawan senjata surgawi tingkat tinggi sisiknya buka apa apa...anak panah tersebut menancap telak diantara kedua matanya, energi angin dan petir segera memasuki tubuhnya, seluruh meridiannya terasa gosong dan pecah pecah akibat energi angin dan petir memasuki meridiannya secara paksa, selanjutnya anak panah ketiga menancap telak di mata kanannya, biji matanya pecah, aliran angin dan petir telah merusak seluruh saraf nya.