
KELUARGA YAN
Pedang Pusaka bumi tingkat rendah mengarah ke leher Tuan Kota, tuang kota memblokir serangan pedang berbalut angin dan listrik dengan pedang nya...! Crak tak...... tak pedang tuan kota terputus menjadi dua bagian dibabat pedang Yan Shu... pedang terus meluncur kearah leher tuan kota.... Craasshhhh.....
Leher tuan kota terputus menjadi dua tanpa dia sempat menyadari ketajamana pedang Yan Shu, kepalanya jatuh kelantai... buk.... buk... tuan kota masih sempat melihat tubuhnya yang tegak berdiri tanpa kepala, darah muncrat dari lehernya membanjiri lantai.
Beberapa pelayan istana tuan kota pelabuhan yang bersembunyi di belakang tirai dan pintu menggigil ketakutan melihat tuan kota telah mati dengan cara yang kepala terpisah dari badannya, Yan Shu berteriak kepada mereka!!! Keluarlah aku tahu kalian semua bersembunyi,!!! Aku tidak akan menyakiti kalian asalkan kalian menunjukkan dimana tuan kota menyimpan hartanya selama ini kata Yan Shu.
Beberapa pelayan istana kota keluar dari persembunyiannya dengan membungkuk bungkuk dan tergopoh gopoh, di dunia dimana kekuatan adalah segala galanya ini mereka mau tidak mau harus menuruti kata kata Yan Shu.... Tuan muda jangan sakiti kami kata kepala pelayan kepada Yan Shu, !!!
Antarkan saya ke tempat tuan kota menyimpan hartanya..!!! kata Yan Shu.
Ikuti saya tuan muda kata kepala pelayan tersebut..!!, Yan Shu mengambil tas penyimpanan tuan kota dan menyimpan nya didalam Cincin spasialnya, dia juga mengambil pedang kualitas tertinggi milik tuan kota, selama ini dia hanya memiliki pedang pusaka, jadi ada baiknya dia mengambil pedang ini untuk dipergunakan saat pertarungannya, karena mengeluarkan pedang pusaka bumi terlalu mengejutkan banyak lawan.
Yan Shu mengikuti langkah kaki kepala pelayan menuju ruang pernyimpanan harta tuan kota, mereka melewati lorong yang berbentuk koridor lorong tersebut terbuat dari batu yang berwarna putih abu abu, lorong tersebut menuju kesebuah ruang bawah tanah, ruang ini biasanya dijaga oleh para penjaga istana tuan kota tapi kali ini semua penjaga telah melarikan diri dari istana tuan kota sejak kedatangan Yan Shu.
Mereka berdua tiba di ujung lorong, di ujung lorong tersebut ada sebuah pintu mekanis yang di segel menggunakan array tingkat rendah, melihat segel array tingkat rendah tersebut Yan Shu tersenyum dalam hatinya....
Kepala pelayan berkata: tuan muda disinilah biasanya tuan kota menyimpan semua barang berharga miliknya..!! terima kasih kata Yan Shu, kemudian dia mengedarkan indra spiritualnya kedalam segel array menembus lemari mekanis tersebut. Tangan Yan Shu bergerak bergerak diudara kosong, etapi beberapa saat kemudian terdengar suara braaaakkkk crang.... segel pelindung lemari besi mekanis tersebut pecah oleh Yan Shu.
Segera Yan Shu menggeser pintu besi tersebut kesamping !!! drrrrrttt terdengar suara gesekan berat saat pintu besi tersebut di geser kesamping, kemudian terlihat isi didalam lemari besi tersebut...isi lemari besi tersebut terdapat tumpukan koin emas, tanaman herbal berbagai jenis dan ada sejenis akar hitam pekat yang panjang nya lebih kurang tiga jengkal sebesar jari telunjuk, Yan Shu tidak tahu jenis akar apa ini, tetapi dar aroma akar tersebut keluar aroma air laut, hhhhmmm sepertinya harta ini berasal dari dalam laut bathin Yan Shu, dia kemudian mengambil akar tersebut serta tumpukan herbal, meski herbal herbal ini bukanlah sesuatu yang istimewa bagi Yan Shu tetapi akan sangat berguna bagi keluarga Yan untuk latihan membuat pil jadi Yan Shu mengambil semuanya.
Yan Shu mengambil lebih dari separuh koin emas di dalam lemari mekanis tersebut kemudian berkata : pak tua... ambil koin koin emas itu untuk mu dan bagikan kepada semua pelayan saya harap kalian dapat menemukan kehidupan yang lebih baik setelah ini!!! Jangan pernah mengikuti atau bekerja sama dengan orang seperti tuan kota ini lagi kedepannya kata Yan Shu kepada kepala pelayan istana tersebut.
Terima kasih tuan muda saya akan mengikuti apa yang diperintahkan tuan muda kata kepala pelayan tersebut, kemudian dia mengumpulkan semua sisa yang ada didalam lemari tersebut meski hanya sisa sisa tapi sepertiga dari sisa tersebut masih ratusan juta koin emas yang dikumpulkan kepala pelayan tersebut.
Yan Shu meninggalkan istana Tuan Kota pelabuhan tanpa diketahui oleh kepala pelayan yang sibuk mengisi koin koin emas tersebut kedalam tas penyimpanannya. Yan Shu berlari secepat kilat, setelah keluar dari gerbang kota Yan Shu memeriksa peta yang diperolehnya dari pelayan restoran, dia memeriksa arah tujuan nya sebelum memutuskan terbang, setelah melihat peta Yan Shu terbang kearah barat laut dari posisinya sekarang, arah barat laut adalah arah kekaisaran bintang merah.
Yan Shu belum pernah mengunjungi kekaisaran bintang merah, tapi tujuan Yan Shu jelas ibu kota kekaisaran bintang merah... setelah sampai di ibu kota kekaisaran Yan Shu berniat mencari klan keluarga Yan di ibu kota kekaisaran. Setelah terbang lebih kurang dari seminggu Yan Shu tiba di perbatasan gerbang ibu kota kekaisaran bintang merah dia turun di dekat hutan beberapa kilometer dari gerbang kota kemudian dia meneruskan perjalanannya dengan berjalan kaki, Gerbang kota kekaisaran Bintang merah dijaga oleh satu pleton kecil pasukan, suasana antrian sangat panjang mereke semua adalah prajurit terlatih dan rata rata pada tahap kultivasi pembentukan inti energi yang dipimpin oleh seorang komandan yang berada pada tahapan petarung inti.
Tanda pengenal kata seorang prajurit kepada Yan Shu....!?
Saat tiba giliran Yan Shu prajurit bertugas meminta tanda pengenal Yan Shu. Yan Shu memperlihatkan tanda pengenal dari sekte pedang angin petir nya, sebuah lencana murid inti... owh kamu berkunjung dari kekaisaran selatan kata prajurit tersebut kepada Yan Shu.
Iya nih jawab Yan Shu...!
Satu keping emas untuk pengunjung dari kekaisaran lain, lima ratus keping perak untuk warga kekaisaran Bintang Merah kata prajurit tersebut, Yan Shu tanpa banyak bicara meneyerahkan sepuluh keping emas kepada prajurit tersebut, Yan Shu melebihkan dari tarif masuk ibukota karena menilai prajurit tersebut baik.
Terima kasih anak muda kata prajurit tersebut, !!! dia melihat Yan Shu menggunakan topeng dari kulit harimau di wajahnya, prajurit tersebut sangat senang karena Yan Shu memberikan biaya masuk yang lebih buat nya dan teman temannya, suasana antrian dipintu gerbang sangat ramai, Yan Shu berjalan menuju pusat keramaian, dia berniat mencari penginapan sebelum mencari kediaman Klan keluarga Yan. Jalan ibu kota kekaisaran bintang merah dipenuhi dengan tanaman bunga dan pepohonan, suasana sejuk di ibu kota kekaisaran terasa.
Yan Shu mencari rerstoran untuk mencari makanan, karena selama seminggu perjalanannya dia belum makan, dia menemukan sebuah restoran yang sangat ramai...Yan Shu berguman dalama hatinya sepertinya restoran ini cukup enak karena banyak para pengunjung disana.
Selamat datang tuan muda kata seorang pelayanan laki laki kepada Yan Shu.!!! Tuan mau makan..??
Iya saya pesan satu ruang VIP dan makanan terenak restoran ini kata Yan Shu kepada pelayan tersebut.
Maaf tuan Ruang VIP semuanya penuh sekarang, kami hanya memiliki dua meja yang tersisa kata pelayan tersebut.
Tidak apa apa segera bawakan makanan kemeja tersebut kata Yan Shu sambil menyerahkan sekantong kecil koin emas pelayan tersebut mengantar Yan Shu ke mejanya dan kemudian setelah Yan Shu tiba dimejanya pelayan tersebut berlalu.
Beberapa saat kemudian setelah pelayan tersebut pergi datang dua orang perempuan yang cantik, mereka duduk disebelah meja kosong Yan Shu. Dia memperhatikan kedua wanita tersebut dengan seksama, dada Yan Shu langsung gemuruh ketika melihat kedua wanita tersebut, kedua wanita tersebut memakai baju seragam murid keluarga Yan.
Murid keluarga Yan desis Yan Shu.... dia ingin mendekati kedua wanita tersebut, disaat dia mau berangkat dari kursinya untuk menyelidiki, pelayan datang dengan membawa makanan kemeja nya, Yan Shu membaalkan niat nya dan segera menyantap hidangan yang disediakan pelayan tersebut, mata nya tidak pernah melepaskan kedua wanita tersebut.
Yan Shu dan kedua wanita tersebut menyantap hidangan di meja masing masing, saat mereka sedang menikmati makanan masing masing tiba tiba segerombolan pemuda yang terdiri dari tujuh orang laki laki masing masing mereka adalah master inti awal dan menengah.
Kakak Bao tidak ada lagi meja yang tersisa kata salah satu dari ketujuh orang tersebut, tidak apa apa kata Pemuda yang di panggil Bao kebetulan ada dua wanita disana kita bisa bergabung dengan mereka kata pemuda tersebut.
Ayo ikuti saya kata pemuda tersebut kepada keenam pemuda lainnya, mereka menuju meja murid keluarga Yan tersebut dan langsung duduk di hadapan gadis yang berusia delapan belas tahun lebih tersebut.
Pergi sana kata murid keluarga Yan tersebut, tidak kah kamu melihat bahwa kami sedang makan menganggu saja...!!! bentaknya.
Hei Nona perkenalkan kami semua murid inti dari sekte teratai emas, dan kami menginginkan nona bergabung dengan kami di meja makan ini kata lelaki yang dipanggil Bao tersebut.
Hahahaha... jika perlu nona berdua dapat menemani kami tidur malam ini kata pemuda yang lainnya.!!
Kurang ajar kalian semua!!! Kalian pikir kalian siapa...
Para pengunjung restoran satu persatu mulai keluar dari restoran tersebut, mereka tidak mau terlibat dengan murid murid inti sekte teratai emas, mereka semua tahu bahwa murid murid teratai emas selama ini sering berbuat sesuka hati mereka, menggauli gadis gadis muda bahkan istri orang sesuka hati mereka.
Nona kamu hanya lah seorang petarung suci belaka dan berani mengabaikan kami yang master inti hahahaaaa bagi ku kamu berdua adalah semut kata lelaki yang dipanggil bao tersebut.
Keluarga Yan Kami tidak akan melepaskan kalian semua kata wanita tersebut, jika kalian berani mengganggu kami berdua maka saya pastikan kalian tidak akan dapat meninggalkan ibu kota ini lanjutnya.
Saudari Yi lebih baik kita kabur saja bisik temannya yang berada disampingnya... ayo kita keluar kata wanita yang dipanggil Yi tersebut.!!!
Dia meraih lengan wanita yang dipanggil Yi tersebut, sementara keenam kawannya segera mengepung wanita kedua, ...kedua wanita tersebut pucat pasi.... gawat kita tidak dapat melawan mereka kata wanita yang dipanggil Yi kepada temannya.
Tiba tiba pengurus restoran keluar dari ruangan nya dan menemui sembilan orang tersebut sambil berkata : dilarang bertarung didalam restoran jika kalian memiliki permasalahan silahkan kalian selesaikan diluar restoran, jika kalian bertarung disini maka jangan salahkan kami jika kami bertindak tegas kata pengurus restoran tersebut, kultivasinya berada pada tingkat master bumi menengah tentu saja bukan lawan dari murid murid sekte teratai emas tersebut.
Mereka bertujuh menyeret kedua wanita tersebut keluar restoran, nona... tenang saja kami tidak akan melakukan apa apa kepada kalian berdua, tetapi kami bertujuh meminta anda berdua menemani kami malam ini saja hahahahaha...
Lepaskan... kakek ku dan ayahku tidak akan membiarkan kalian semua keluar dari kota ini kata Wanita tersebut.
Sudah lah kakak Ming Bao, seret saja mereka berdua keluar!!! Saya sudah satu minggu ini tidak memcicipi wanita kata nya lagi.
Celaka cucu patriak keluarga Yan sedang sial mereka berdua bertemu dengan murid murid inti sekte teratai emas kata salah satu pengunjung kepada yang lain.
Kedua wanita tersebut di seret keluar restoran, kemudian sesampai diluar restoran ke tujuh orang tersebut memengangi kedua wanita tersebut dan berniat membawa mereka kepengingapan tersekat, tetapi belum sempat mereka membawa kedua wanita tersebut tiba tiba salah satu murid keluarga Yan yang dipanggil Yi mengeluarkan senjata nya, senjata tersebut adalah sebuah pedang pusaka bumi tingkat rendah.
Apa.... cucu patriak keluarga Yan memiliki senjata pusaka bumi.... kata para pengunjung yang melihat kejadian tersebut di luar restoran.
Benar itu benar benar senjata pusaka bumi tingkat awal..!!! kata yang lain
Hahahah... senjata pusaka bumi saya benar benar beruntung... hahaha setelah menemanimu tidur denganku senjata pusaka bumi itu akan menjadi milikku, aku tidak menyangka keberuntungan ku hari ini sangat bagus hahahaha Ming Bao tertawa terbahak bahak.
Kali ini murid keluarga Yan yang dipanggil Yi tersebu terpaksa, menggunakan senjata pusaka bumi didepan banyak orang.... untuk melindungi dirinya, kedua wanita tersebut berniat melawan ketujuh orang tersebut dengan segala kemampuan yang mereka miliki.
Tatapan serakah dari semua orang terhadap keberadaan senjata pusaka tersebut membuat mereka tidak memikirkan konsekuensi dari keluarga Yan tetapi menghadapi ketujuh murid inti sekte teratai emas bukan lah hal sepele dan mereka tidak berani berhadapan langsung dengan ketujuh murid sekte yang dipimpin Ming Bao tersebut.
Yan Feiyi dan temannya mengeluarkan serangan pertama nya terlihat serangan pedang tersebut mengandung prinsip angin, meski seni tarung tersebut masih sangat lemah.... Yan dan banyak memiliki Cacat tapi Yan Shu tahu bahwa seni tarung itu adalah seni tarung pedang angin petir yang telah di kirimkan Yan Shu melalui salinan beberapa tahun yang lalu.
Lemah teriak ming bao, dia mengelak dari tebasan pedang Yan Feiyi dan rekannya, sambil melompat keudara tanganya mengambil serangan dengan menggunakan pukulan tangan kosong, Yan Feiyi memblokir serangan tersebut menggunakan pedang pusaka buminya, Ming Bao tidak berani mengambil resiko dia menarik serangan tangan nya tetapi kaki nya melayang kan serangan bertubi tubi kearah pinggul Yan Feiyi.
Buk buk buk... meski menggunakan pedang pusaka bumi tetapi pengalaman yang sangat kurang dan jarak kultivasi mereka terpisah sangat jauh membuat Yan Feiyi terpental dan jatuh di tanah dengan mulut mengeluarkan darah, Ming Bao melompat kearah Yan Feiyi terpemtal dan berniat mengambil pedang pusaka bumi milik Yan Feiyi, belum sempat dia bergerak menuju kearah Yan Feiyi tiba tiba terdengar suara bentakan yang menggelegar....!!!!?
Cukup, tinggalkan pedang dan mereka berdua disini.....!!!
Seorang pemuda yang menggunakan topeng kulit harimau membentak Ming Bao, Ming Bao menoleh kearah pemuda bertopeng tersebut, matanya memeriksa kultivasi pemuda beropeng tersebut, dia melihat serang pemuda tanpa kultivasi muncul dihadapannya segera tertawa terpingkal pingkal di ikuti ke enam temannya.
Hahahahaha.... sampa tanpa kultivasi hahahha hendak menghentikan dewa ini..... otak mu dimana nak...??? pulang lah sebelum aku kehilangan kesabaranku kata Ming Bao.
Yan Feiyi yang terduduk tiba tiba didatangi oleh pemuda bertopeng tersebut, pemuda bertopeng mengeluarkan Pil Penyembuhan tingkat tinggi dari tangan seraya berkata : telanlah dan serap... kalian berdua terlalu lemah kata Pemuda bertopeng yang ternyata adalah Yan Shu yang sedari tadi mengamati jalannya pertempuran berat sebelah itu.
Yan Feiyi dan temannya melihat pil tersebut sejenak, demikian juga kerumunan orang orang yang menyaksikan pertempuran tersebut, pil penyembuhan kualitas tertinggi kata Yan Feiyi diikuti kerumunan.... tunggu dulu bathin Yan Feiyi... pemuda ini menggunakan topeng kulit harimau, apakah ini orang yang diceritakan kakek dan ayah...? dia berusaha menebak... tetapi kembali terdengar suara Ming Bao : nak jangan halangi jalanku atau kamu akan mati disini kata ming bao.