
DEWA NAGA YANG MURKA
Ular Perak bercincin emas terjatuh ketanah....
Ketiga anak panah melesat kembali ke arah Yan Shu....
Yan Shu saat itu terduduk, kondisinya pucat energinya habis, .... Menggunakan niat petir dan niat angin didalam senjata surgawi tingkat tinggi membuat nya kehabisan tenaga....Huh kenapa setiap hal hal yang selalu meminta konsekuensi dalam penggunaannya guman Yan Shu....
Yan Shu berjalan letih tak bersemangat ke arah ular perak bercincin emas, dia mengambil ular perak tersebut, dan menyimpan nya kedalam cincin penyimpanannya.
Tanpa berniat memeriksa gua karena sudah kehabisan energi Yan Shu berjalan pelan menuju ketempat dimana dia membangun susunan array, setelah dia memasuki susunan array Yan Shu mengeluarkan pil pemulihan tingkat menengah dari Cincin Penyimpanannya kemudian dia melanjutkan dengan berkultivasi untuk mengembalikan kekuatannya.
Di tengah pemulihannya Yan Shu sadar bahwa penggunaan senjata Surgawi belum cocok untuk kultivasinya sekarang, senjata tersebut terlalu banyak menguras energinya, sama seperti seni tarung tapak naga keduanya terlalu banyak menggunakan energi bathin Yan Shu.
Disaat pemulihan Yan Shu sedang berlangsung, tiba tiba dari arah barat, indra spiritual Yan Shu menangkap pergerakan energi besar, ini sepertinya binatang buas peringkat sembilan guman Yan Shu, Yan Shu mempercepat penyerapan pil guna memeprcepat pemulihan energinya, kemudian dia menukar senjatanya dengan pedang tingkat langit akhir, Yan Shu benar beanr gugup..... binatang apa ini bathin yan shu....
Gresekkkk greesekkk binatang tersebut terbang diudara, terlihat sesosok hitam metalik dari sisik sisiknya berkilau diterpa cahaya, SIAPA YANG MEMBUNUH BAWAHAN KU teriak sosok tersebut..??
Naga peringkat dewa....... kata Yan Shu....
Mati aku...!!!
Sosok berkilau itu adalah seekor naga binatang Roh mendekati binatang suci dari legenda, tetapi karena dia terluka peringkat nya hanya pada tingkat Dewa Binatang.....
Yan Shu Panik, Naga tersebut melihat kearah Yan Shu....
Manusia pasti kamu yang membunuh ular kobra perak bercincin emas kata naga tersebut....??
Yan Shu terdiam...!!!
Karena kamu telah membunuhnya aku pasti akan membunuhmu, naga tersebut menyerang susunan Yang dibuat Yan Shu....
Brakkkkk..!!!!! dalam sekali serang susunan tersebut pecah.... ledakan energi berpencar kesegala arah, Naga tersebut tidak mengalami apa apa...gila...setelah ledakan energi dia masih tidak menderita dampak apa apa guman Yan Shu.....
Susunan seperti itu mana bisa melukai Dewa ini kata Naga tersebut seolah olah mengerti apa yang dipikirkan Yan Shu.
Yan Shu Menyalurkan energi nya ketelapak kaki dan betisnya, dikombinasikan dengan niat angin dan niat petir Yan Shu melesat..... pergi ke array pelindung buatan leluhurnya.....
Wuuuusssttt secepat kilat Yan Shu menghilang dari hadapan Naga tersebut........ Yan Shu tidak memiliki kebernaian yang cukup untuk bertempur dengan naga tersebut.......
Lari ...silahkan lari kata naga tersebut, kemanapun kamu akan pergi.... aku tetap akan membunuhmu teriak naga hitam tersebut.......Gawat guman Yan Shu, kecepatannya lebih cepat dariku .....
Jarak dua kilometer terasa seratus kilometer, naga tersebut semakin mendekat... cepatttt bathin Yan dia mengerahkan semua energi yang dimilikinya.... naga tersebut semakin dekat, tetapi beuntung setelah menggunakan tenaga dalamnya dia sampai tepat waktu kedalam susunan array pelindung yang dibangun kakeknya....
Yan Shu Kembali menelan pil pemuliha untuk memulihkan energinya, sambil berkultivasi, naga tersebut mengawasi Yan Shu dari luar susunan array naga tersebut tahu bahwa dia tidak dapat menghancurkan array tersebut dia mencari titik lemah untuk menerobos kedalam, Yan Shu telah memulihkan semua energi sepenuh nya dia melihat naga tersebut dari dalam susunan array, tiba tiba didalam pikirannya terdengar suara ..... tuan aku lapar.......
Siapa...kata Yan Shu...?
Aku tupai kecil terdengar suara didalam pikiran Yan Shu....?
Suasana sedang tidak baik kata Yan Shu ...aku sedang diburu seekor Naga peringkat Dewa kata Yan Shu lagi, kita berdua bisa terbunuh ..!!! Yan Shu mengeluarkan daging bakar dari cincin penyimpananya kemudian mecubit daging tersebut dan memasukkannya kedalam tas penyimpanannya. Sambil memandang naga tersebut Yan Shu mengunyah daging bakar....
Mau...kata Yan Shu menawari naga tersebut setengah meledeknya.....!!??
Bocah kecil...... aku akan mencabik cabik tubuh mu kemudian aku akan memakan tubuhmu....!!!
Ular kecil...!!! nanti aku akan membakarmu dan memakan mu seperti ini kata Yan Shu.....!!!
Kepa*** lakn**t kata naga tersebut... aku adalah naga.... bukan ular kecil.....!!!
Nag selalu terkenal hidup dalam kesombongannya dipanggil ular kecil oleh Yan Shu merasa sangat terhina......
Ular besar itu yang seperti ini...kata Yan Shu mengeluarkan Jasad ular kobra perak bercincin emas, kalau kamu hanya ular kecil...... buktinya kamu tdak dapat masuk kesini...sedangkan ular besar ini dapat masuk kesini meski sudah jadi mayat...!!!
Mendengar kata kata Yan Shu Naga tersebut semakin marah......Wooooiiii aku ini benar benar naga kata naga tersebut.... dia merasa olok olok Yan Shu seperti tidak mempercayai tubuhnya yang tiga ratus kaki panjang dan diameter nya lima dua puluh kaki masih dianggap ular. Oleh manusia kecil ini.
Kamu terlahir sebagai ular kecil dan akan mati sebagai ular kecil, nanti akuk akan membuat pil dari darah ularmu dan memanggang dagingmu kata Yan Shu......
Merasa kalah berdebat Ular tersebut terpancing dia mneyerang susunan arrar secara membabi buta..... Dhuarrrrrr..... ledakan energi menghantam array tetapi array tersebut menyerang balik naga tersebut, arrray tersebut berderak seolah olah akan runtuh tetapi masih baik baik saja...
Untuk membuat naga tersebut menyerang lagi Yan Shu menyempurnakan jasad ular kobra perak bersisik emas, pertama tama Yan Shu mengeluarkan inti binatang buasnya, inti binatang buas ini, terletak pada kepalanya Yan Shu mengeluarkan pedang surgawi level tertinggi tersebut kemudian dia mengeluarkan inti binatang buas tingkat tujuh tersebut, selanjutnya Yan Shu mengeluarkan empedu dan jantung ular tersebut, satu persatu bagian terpenting dari binatang buas tingkat tujuh tersebut di sempurnakan oleh Yan Shu, Selanjut Yan Shu mengeluarkan sebuah tong yang baru dibuatnya dan menguras darah ular tersebut. Yang terakhir Yan Shu mengeluarkan kantung racun dari ular tersebut.
Naga Hitam metalik yang baru saja terpental karena serangannya telah kembali dia melihat semua yang dilakukan Yan Shu. Dia benar benar marah kali ini Dia menyerang pintu yang mempunyai celah kecil tersebut dengan cakarnya. Celah kecil tersebut robek sedikit demi sedikit, Naga Hitam Metalik terus menerus merobek dan menyerang ditempat yang sama Yan Shu menjadi gugup dan panik,....Yan Shu buru bur menyimpan Jasad dan tong yang berisi darah ular kedalam cincinnya.
Robekan tersebut semakin lama semakin besar, dari satu kaki menjadi dua kaki, setiap cakaranan naga merobek susunan satu kaki, setelah menyerang dengan cakarnya sebanyak tiga puluh kali robekan susunan array sudah seperti pintu gua. Naga hitam metalik merangkak masuk...
Sambil berteriak dia berkata....!!
Katakan lagi bahwa aku adalah ular kecil ...!!!
Yan Shu mengeluarkan sebuah token.... kemudian memecahkan token tersebut..... sebuah cahaya energi muncul membentuk riak spasial, dari riak spasial tersebut menciptakan sebuah pintu antar ruang...... Ular Kecil kejar aku kalau berani kata Yan Shu sambil melompat ke dalam Pintu Spasial tersebut..
Dasar bocah....!!! Karena terpancing oleh amarahnya naga hitam metalik ikut mengejar Yan Shu ke dalam pintu Spasial tersebut........Wuuuuuuussssstttt dua sosok itu lenya didalam pintu spasial.
Yan Shu Muncul tepat didalam ngarai di tangga kesembilan puluh sembilan dari pintu spasial tersebut..... Untuk ada token warisan leluhur itu kata Yan Shu.... dia berniat melangkah keluar dari sana...
Tiba Tiba........
Bam Bam Bam Dhuar dhuar Dhuar......
Naga Hitam Metalik terjatuh tepat pada susunan tangga, Panjang tubuhnya memenuhi seluruh ngarai, ekornya tepat di depan Yan Shu sedangkan kepala nya tepat pada tangga kedua......tekanan gravitasi disini menyebabkan dia tidak dapat bergerak, akibatnya seluruh tubuhnya menekan seluruh susunan anak tangga dan itu sangat fatal bagi naga tersebut, sebanyak sembilan puluh sembilan petir menyambar tubuhnya tanpa henti, setiap petir menyambar menyebabkan tubuhnya terlempar keatas, tetapi setiap tubuhnya terlempar keatas, akan ditekan kembali kebawah oleh gravitasi disini.
Yan Shu yang sudah terbiasa dengan gravitasi disini memandan tubuh naga yang tersamabar petir....
Aku harus menarik naga ini keluar jika tidak tubuhnya akan gosong dan aku akan kehilangan manfaat guman Yan Shu, Yan Shu menarik ekor naga tersebut kearahnya sekuat tenaga, setiap satu kali hentakan dia akan menarik tiga kaki tubuh naga tersebut...dua tarikan pada ekornya naga akan tertarik mundur sebanyak enam kaki, dengan sambaran petir tidak pernah berhenti, naga tersebut hampir pingsan.
Pada tarikan yang ke seratus seluruh tubuh naga telah berkumpul didepan tangga ke sembilan puluh sembilan, tumpukan menggunung tubuh naga tersebut mengeluarkan aroma daging sangit, naga tersebut masih sadar tetapi sudah tidak memiliki kekuatan lagi karena dia telah tersambar petir ribuan kali.
Mata naga hitam metalik itu menatap kearah Yan Shu.....
Sudah aku bilang ular keciil....!!! aku akan memanggang dagingmu kata Yan Shu kepada Naga tersebut....kamu rasakan akibat melawan raja ini kata Yan Shu sombong.....
Hahhahah Aku tidak menyangka akan mati ditangan anak yang bahkan belum berusia sebelas tahun, ratap naga itu pasrah,... Yan Shu mengeluarkan pedang pusaka surgawi tingkat tinggi milik nya. Selanjutnya dia menikam tepat pada kepala naga tersebut sekuat tenaga.......darah memancar keluar dari luka tersebut, Yan Shu segera mengeluarkan semua tongnya.... dia mengambil semua darah naga tersebut.....
Untung saja esensi darah naga tersebut tidak terbakar karena sambaran petir, kalau seandainya terbakar tentu sebuah kerugian yang besar bagi Yan Shu.
Yan Shu mengumpulkan semua essensi darah naga tersebut kedalam botol giok berwarna putih, total essensi darah naga tersebut ada tujuh tetes tetapi untuk darahnya sendiri seluruh tong miliknya hampir penuh karena sebgaian telah hanguns tersambar oleh petir sehingga darah yang didapatkan Yan Shu hanya tiga perempat dari total darah naga nya.
Yan Shu membelah seluruh tubuh naga tersebut, setiap bagian dari tubuh naga ini adalah harta karun, Sisiknya ditumpuk menggunung, kemudian Yan Shu memisahkan seluruh tulang dan dagingnya, tulang naga ini mengandung sum sum untuk dibuat Pil Baik itu untuk pemurnian tubuhnya atau untuk kultivasinya semuanya bermanfaat, selanjutnya daging nya akan sangat bermanfaat untuk menguatkan otot otot, dan urat saraf, Jantungnya adalah harta terpenting selain essensi darah dan inti naga ini. Yan Shu menyimpan Inti Naga dan Jantung nya pada tempat terpisah keseluruhan panen Yan Shu hari ini mungkin akan cukup untuk mengolah tekhnik pemurnian tubuhnya sampai tingkat terakhir ata tingkat tujuh belas, Cakar nya, taring dan giginya benar benar tidak terbayangkan oleh Yan Shu. Setelah menyimpan semuanya kedalam cincin penyimpanannya Yan Shu berlari keluar, dengan menginjak batu batu susunan.....
Sesampai nya dibibir teluk yang dilakukan Yan Shu pertama tama adalah, mengeluarkan pintu Gerbang yang diamanatkan leluhurnya. Kemudian Yan Shu mengeluarkan sejumlah kayu api dan membuat api dibibir teluk tersebut, Dia memanggang daging naga tersebut sambil mengeluarkan anak tupai kecil dari tas penyimpanan....
Tuan...apakah naganya sudah lari...? kata anak tupai kecil.....
Naga nya sedang kubakar kata Yan Shu.....!! tanpa melirik tupai tersebut
Eeehhh apakah tuan membunuh naga nya kata Si tupai kecil...
Iya.... sekarang sebentar lagi kita akan makan daging naga..... kata Yan Shu sambil melirik anak tupai tersebut....anak tupai itu sekarang tumbuh semakin gemuk, pipi nya gembil dan lucu, bulu bulu ekornya merah menyala, sedangkan bulu bulu disekitar lehernya berwarna biru, warna bulu bulu tubuhnya kuning tapi tidak seperti emas, sedangkan warna kepalanya hitam, dia berbeda jauh dengan induk nya.
Tupai kecil sekarang kamu saya beri nama “Fu Fu”.....
Fu Fu... saya senang nama tuan Fu Fu terima kasih kata tupai tersebut....
Fu Fu kita akan berada disini selama setahun setelah itu kita akan memanjat naik, tidak ada jalan keluar dari sini kata Yan Shu kepada Tupai Kecil tersebut... Fu Fu suka memanjat tuan katanya..
Ingat tujuan saya disini untuk berlatih dan menjadi kuat, didalam ngarai tekanannya sangat kuat dapat menghancurkan tubuh jika kamu mau berlatih kamu bisa melatih tekhnik angin...kamu perhatikan hembusan angin disana lama lama kamu akan faham prinsip angin, niat angin dan hukum angin, disini tidak ada energi Qi Yang bisa kamu serap untuk dikultivasikan hanya tenaga dalam, dia akan membentuk lingkaran pada perutmu nanti, kumpulkan tenaga dalam sebanyak banyak nya itu akan berguna jika fu fu sudah besar nanti kata Yan Shu.
Yan Shu menjelaskan kepada Fu Fu si tupai kecil, karena dia tahu Jika Fu Fu dapat berkultivasi....!!!
Sekarang kita makan dulu....!!!
Fu Fu senang Tuan makan kata si tupai kecil tersebut, setelah makan nanti silahkan Fu Fu berlatih sendiri jangan ganggu saya, jika Fu Fu Lapar Fu Fu dapat makan sendiri kata Yan Shu Sambil meninggalkan setumpuk besar daging panggang dan buah jantung ungu , jika Fu Fu mau minum air nya ada di dalam tong kata Yan Shu.
Yan shu pertama tama berkultivasi dengan tekhnik kultivasi jiwa untuk memperkuat jiwa nya dan meningkat kan kapasitas serat jiwa nya....