The Journey Of Yan Shu

The Journey Of Yan Shu
MEMANJAT



MEMANJAT


Benar benar seorang jenius sejati diusia muda telah mampu menggabungkan beberapa seni tarung untuk diri sendiri.


Untuk sementara waktu Yan Shu berhenti membudidayakan tekhnik pemurnian tubuhnya karena kekurangan sumber daya. Jangankan sumber daya untuk makan saja dia menggunakan lumut racun petir, Kali ini Yan Shu berniat menggabungkan prinsip petir dalam langkahnya dan gerakan cakar naga nya,Perlahan lahan Yan Shu memasukkan prinsip petir pada kaki dan tangan nya.......


Kiltan petir dibawah telapak kaki sampai betis nya menyinari batu tempat dia berdiri sekarang, Yan Shu belum melangkah tetapi membiasakan petir tersebut berada di bawah kakinya, awal nya kaki nya terasa keram dan mati rasa beberapa saat kemudian, Kaki nya sudah tidak terasa keram lagi dia mengalirkan prinsip petir ke kedua tangannya.


Sama seperti kakinya awal nya terasa kram dan mati rasa, setelah terasa normal, Yan Shu melompat ke tangga batu pertama petir berderrt di telapak kaki nya sampai betisnya.tetapi langkah terasa lebih ringan dan cepat dibandingkan hanya menggunakan prinsip angin.


Hahahhahah aku merasakanya kata Yan Shu tertawa sendiri...


Ini sangat luar biasa aku sangat cepat katanya.


Kali ini sebulan penuh Yan Shu berlatih tekhnik tersebut...


Yan Shu memberi nama terhadap langkah ini, Langka Angin petir.


Di suatu tempat di benua barat tepatnya di klan Keluarga Yan, penatua kelima yang baru pulang dari menjalankan misinya menghadap patriak klan.


Penatua kelima datang menghadap katanya...!!!


Laporkan kata patriak keluarga Yan...!!!


Patriak berdasarkan penyelidikan saya selama dua tahun ini, Tuan muda memang pernah tinggal di rumah nya di sebuah distrik kecil di kekaisaran Angin selatan, dia menyamar sebagai seorang pemburu.


Saya telah memeriksa semua, bahkan sepertinya tuan muda kecil sudah mulai berlatih fisik saat bersama tuan muda kata penatua kellima, karena saya menemukan gua tempat beristirahat tuan muda dan tuan muda kecil ditepi sungai.


Lanjutkan kata patriak !!!


Saya juga memeriksa data data penumpang kapal tersebut,... dari pemeriksaan saya memang benar bahwa tuan muda dan tuan muda kecil menaiki kapal tersebut, saya sempat bertanya kepada pelayan yang menjual tiket kapal dan mereka telah mengkonfirmasi bahwa ada penjualan tiket VIP atas nama Yan Ruo dan Yan Shu.


Demikian juga sais kereta yang mengantar mereka kepelabuhan, dia juga mengkonfirmasi telah mengantarkan tuan muda dan tuan muda kecil ke penginapan dipelabuhan.


Berdasarkan penyelidikan saya lebih lanjut, pelayan penginapan pelabuhan, mengkonfirmasi bahwa tuan muda dan tuan muda kecil sempat menginap selama dua hari dipenginapan tersebut sebelum keberangkatan kapal.


Sepertinya tujuan tuan muda dan tuan muda kecil adalah, benua barat, kemungkinan besar dia berniat pulang ke klan kata penatua kelima, tetapi entah bagaimana pihak sekte matahari merah menemukan tuan muda dikapal tersebut.


Pelindung kapal dari tiga menara benar benar telah melakukan tugasnya melindungi kapal dan isinya, tetapi mereka melawan tujuuh orang master surgawi yang mana enam orang nya master surgawi awal dan satu orang yang bertindak sebagai pemimpin ditingkat master surgawi tengah.


Selama diatas kapal tuan muda dan tuan muda kecil tidak pernah meninggalkan kamar merekan, hanya pada hari itu Sebelum pertempuran intens tuan muda dan tuan muda kecil mengunjungi restoran di kapal tersebut, dari keterangan penumpang dan pelayan restoran yang selamat, semenjak saat itu mereka tidak melihat tuan muda kecil lagi.


Deggg


Hati patriak bergetar,....


Tunggu sebentar kata patriak.... tidak ada yang melihat tuan muda kecil lagi....? tanya patriak.


Mereka tidak melihat tuan muda kecil lagi setelah itu kata penatua kelima,


Itu berarti Ruo Er telah mengetahui, akan ada bahaya dan pertempuran besar, kemungkinan yang sangat besar dia menyuruh Shu Er bersembunyi kata patriak.


Saya juga menganalisa seperti itu kata penatua kelima.


Dalam pertempuran tersebut, pelindung kapal berhasil membuat pimpinan kelompok ekte matahari merah sekarat dengan bantuan senjata kapal.


Dan Tuan Muda terakhir membunuh pimpinan yang sekarat dengan memenggal leher pemimpin tersebut dengan pedang nya lanjut penatua kelima.


Tunggu dulu .. kata patriak...


Kapan Ruo Er muncul kata patriak, ..?


Tuan muda muncul setelah pemimpin mereka sekarat, tiga anggota mereka meninggal,.....


Kenapa Ruo Er muncul...? kenapa dia tidak terus bersembunyi kata patriak lagi...?


Tuan muda muncul pada saat ketiga orang yang tersisa ingin menghancurkan senjata terakhir yang terletak diburitan kapal....... terang penatua kelima.


Kemungkinan besar Shu Er bersembunyi diburitan kapal, artinya tidak mungkin Ruo er menyerahkan nyawanya kalau Shu Er tidak terancam kata patriak....!


Lanjutkan kata nya.....


Tuan muda terpaksa membunuh pemimpin yang sekarat karena ketiga orang tersebut memaksa ingin menghansurkan kapal dan menyerang buritan kapal, tetapi tuan muda dan pelindung kapal berhasil membunuh salah satu dari tiga orang tersebut, itu terjadi setelah tuan muda menipu mereka dengan menyerahkan tas penyimpanan yang tidak berisi kitab seni bela diri kuno.


Menghadap kemana muka Ruo Er disaat dia meninggal, tanya patriak...?


Tuan muda menghadap keburitan kapal, sebelum tuan muda meninggal menurut hasil konfirmasi yang selamat mulut nya bergerak gerak seperti mengatakan sesuatu, tetapi tidak ada kata kata yang keluar, hanya bibirnya saja yang bergerak kemudian tuan muda tersenyum.


Shu Er...


Shu Er pasti sembunyi diburitan kapal, bibir Ruo Er yang bergerak gerak pasti mengatakan sesuatu untuk Shu Er, untungnya tidak ada yang memperhatikan detail ini kata patriak...!!


Selanjutnya ketika kedua orang tersebut merasa tertipu oleh tuan muda, mereka menghancurkan senjata terakhir yang berada diburitan kapal, itu terjadi sesaat sebelum kapal tenggelam kata Penatua.


Evakuasi dari tim penyelamat tiga menara mengkonfimasi bahwa sejak saat itu pelindung kapal menghilang termasuk Tuan muda kecil tidak ditemukan kata penatua kelima.


Tetapi lima bulan setelah kejadian pertempuran itu, disaat saya memeriksa lokasi pertempuran, saya merasakan aura samar yang mirip dari tuan muda, karena tuan muda telah telah meninggal tidak mungkin mengeluarkan aura lagi, sayangnya saya tidak tahu di posisimana aura tersebut berasal.


Saya merasakan bahwa aura itu berasal dari aura keluarga Yan kita... dan saya yakin itu adalah aura tuan muda kecil jelas penatua kelima.


Tunggu bukankah lima bulan setelah pertempuran itu tiba tiba muncul cahaya diseluruh langit lima benua dan disaat bersamaan muncul aura kuno kata patriak..?


Benar kata penatua kelima, saat itu saya juga merasakan sangat dekat dengan cahaya dan aura kuno tersebut...tetapi karena saya dalam misi mencari tuan muda kecil saya tidak focus terhadap aura kuno itu, saya hanya focus terhadap aura tuan muda kecil.


Cukup... penatua kata patriak...


Shu Er sekarang masih hidup katanya,... dan sepertinya dia membuka kitab seni bela diri kuno itu kata patriak sambil tersenyum.


Dia sangat yakin cucunya masih hidup.


Kembali ke teluk bada petir.


Saat ini Yan Shu telah menyelesiakan latihanya, dengan empat ratus lima puluh lingar energi ini aku akan memanjat keluar dari ngarai ini kata Yan Shu. Tapi sebelum itu aku membutuhkan persiapan, siapa tau lumut yang tumbuh pada diding batu ini diatas sudah berkurang bathin Yan Shu.


Dengan kecepatanya sekarang mengumpulkan lumut untuk mengisi satu tas saja butuh satu hari, tapi meski begitu Yan Shu tetap melakukan nya, selama tujuh hari Yan Shu memanen lumut, tas Tas tersebut adalah tas penyimpanan tingkat rendah dimensi nya hanya satu meter kubik, tapi mengikis lumut dibatu dan mengumpulkan nya adalah pekerjaan tersulit.


Karena Yan Shu tidak tau berapa lama dia membutuhkan waktu untuk memanjang dinding terjal ini, lebih baik berjaga jaga dari pada dia celaka pikirnya.


Selanjutnya Yan Shu memenuhi tong dengan air yang berasal dari parit tersebut dengan air kesempurnaan jiwa, dia mengisi seluruh tempat air minum yang biasa dipakai ayahnya berburu.


dahulu sebelum, aku kehabisan bekal air ini air yang ditampung ayah bisa menghidupiku sampai enam bulan, jika aku mengisi penuh tong ini ditambah tempat penampungan ayah mungkin kalau untuk makan dan minum setidaknya cukup untuk empat tahun.


Semoga saja didinding tak berujung ini bisa dilewati kurang dari itu bathin Yan Shu.


Setelah semua persiapan matang nya terkumpul, Yan Shu menyimpan nya dalam satu tas dan menggantungnya dipinggannya, saat nya latihan memanjat teriak Yan Shu bersemangat seperti orang gila.


Yan Shu melesat tanpa beban melewati sembilan puluh sembilan tangga dibawah tekanan gravitasi, dengan mengerahkan energi nya serta menggabungkan prinsip angin dan prinsip petir sekaran dia bisa sampai di ujung tangga ke sembilan puluh sembilan hanya dalam waktu setengah jam saja.


Jika itu dia yang sebelumnya butuh waktu dua jam , itu disebabkan karena Yan Shu meletakkan tong diatas kepalanya.


Yan Shu perlahan memanjat dinding terjal tersebut dengan hati hati, memilih meraih tonjolan batu untuk pegangan tanganya, dan meletakkan kakinya pada tonjolan dibawah nya, ini semua nya terasa sulit diawal kata yan shu, tetapi saya yakin setelah menjadi rutinitas, saya akan terbiasa.


Satu meter, dua meter langkah nya perlahan menuju puncak tebing, Yan Shu harus hati hati karena lumut yang menutupi batu dapat menyebakan dia terjatuh kebawah.


Menit demi menit yan shu lewati, kadang selama memanjat dia hampir meyerah, sepeti saat itu pada hari kesepuluh dia memanjat, dia merintih, kenapa ibu belum menjemputku... katanya lirih.


Dia menggapai sebuah tonjolan batu lagi diatasnya, kemudian dia melihat kearah samping kanan nya terlihat sebuah tonjolan yang datar selebar empat kaki dan panjang delapan kaki, Yan Shu memutuskan untuk bergerak menyamping seperti kepiting, jarak darinya ke tonjolan tersebut, sekitar tiga puluh kaki... perlahan Yan Shu bergerak hati hati setelelah dua puluh menit bergerak miring kesamping yan shu mencapai tempat tersebut’


Yan Shu berencana untuk beristirahat disana sambil berkultivasi, cukup lama Yan Shu berencana berkultivasi disini, karena setelah sepuluh hari yan shu memanjat dia tidak bisa beristirahat untuk berkultivsasi, karena tidak menemukan tempat untuk beristirahat.


Dia hanya beristirahat dengan apabila menemukan tempat untuk kedua kaki nya berpijak dan kedua tangan nya memegang. Kali ini Yan Shu berkultivasi selama dua hari penuh.


Lingkar energi diperutnya, telah bertambah setengah dari empat ratus lima puluh menjadi empat ratus lima puluh setengah.


Sebelum berkultivasi, Yan Shu Makan persediaan lumut nya dan minum air, racun dari lumut petir semakin menumpuk didalam daran dan sum sum nya seandai nya Yan Shu tidak memiliki air kesempurnaan jiwa tentu dari dua tahun yang lalu dia sudah mati.


Air kesempurnaan jiwa ini sekain berfungsi sebagai penguat dan menyempurnakan jiwa, juga berfungsi sebagai katalis yang menjadi kan racun tersebut mneyatu dalam darah dan sum sum Yan Shu tanpa membahayakan jiwa dan tubuhnya.


Seorang alkemis akan dapat membuat racun dan pil kultivasi dengan satu jenis bahan ini saja, tetapi harus dapat memisahkan antara essensi racun dan essensi energi nya, karena lumut racun petir mengandung energi petir.


Setelah dua hari berkultivasi Yan Shu merasa tubuhnya sudah sangat baik, energi nya sudah pulih seratus persen dia mengakhiri kultivasinya disini dan menerus kan untuk naik terus.


Yan Shu kembali meraih tonjolan demi tonjolan pada dinding tersebut, sesekali dia menemukkan celah kecil pada dindin batu tersebut, tidak lupa Yan Shu akan beristirahat jika menemukan tempat untuk beristirahat.


Mengandalkan semangat yang besar dan niat yang kuat untuk bertemu keluarganya membuat Yan Shu berjuan tak kenal lelah, jika seandainya orang lain yang terperangkap di teluk badai petir tentu sudah gila, karena tidak ada jalan keluar selain memanjat dinding terjal tersebut.


Hari demi Hari di lalui Yan Shu dengan meraba raba celah, memegang tonjolan batu, meraih dan menjangkau mengandal kan kekuatan fisik dan energi yang besar di perut nya, membuat Seni tarung Cakar naganya semakin kuat, jari jari tanganya sudah sekeras besi baja.


Sementara sendi sendi tungkai kedua tangan dan kedua kakinya semakin kuat.Yan Shu mendapatkan banyak manfaat tanpa dia sadari.


Yang Yan Shu rasakan semakin tinggi dia memanjat tekanan dari gravitasi semakin ringan sehingga semakin cepat pergerakan dia memanjat. Hari ini adalah bulan kelima Yan Shu memanjat, semakin tinggi dia memanjat suasana semakin terang itu menandakan sebentar lagi akan melihat cahaya matahari.


Semakin bergairah Yan Shu memanjat, semakin terang suasana disekitarnya, Yan Shu merindukan matahari, telah lebih dari dua tahun dia tidak melihat matahari.


Yan Shu sadar jika tidak ada kecelakaan dia akan segera keluar dari celah ngarai tersebut, hari ini enam bulan bulan Yan Shu telah memanjat tebing tersebut suasa lebih terang dari sebelumnya, matanya nelihat sinar remang remang.


Akhir nya dia mencapai dinding tebing yang terakhir........menandakan tidak adalagi dinding yang mengurung nya selama ini.


Yan Shu mengayun tubuh nya dan bersalto keatas.........


Wussssshhhhhh


Kaki nya meminjak tepi bibir ngarai, aku keluaaaaarrrr teriak Yan Shu kegirangan.


Dia beristirahat sebentar dan memandang sekeliling nya untuk memeriksa, sepertinya aku berada didalam hutan ..... Yan Shu tidak tahu dimana dia berada, selain dia belum mempunayi pengalaman dia juga tidak memiliki peta.


Yan Shu melangkah mencari tanah datar, dia duduk dan berkultivasi, dengan tidak meninggalkan kewaspadaanya karena Yan Shu khawatir ada binatang buas disini.


Tapi disaat berkultivasi Yan Shu sekarang telah merasakan keberadaan energi Qi....dia membatalkan kultivasinya karena disini dia merasakan energi Qi. Dia memeriksa sekelilingnya dan menemukan sebuah gua yang cukup besar, Yan Shu melangkah ke gua tersebut.


Dia mencoba memeriksa apakah gua tersebut ada binatang buas atau tidak, semakin kedalam Yan Shu melangkah, Yan Shu semakin yakin bahwa di gua ini tidak ada bahayanya, tepat saat dia berada di kedalaman gua dia melihat sebuah tengkorak manusia, tengkorak tersebut duduk disebuah kursi didekat tempat tidur.


Kerangka tersebut masih memakai pakaiannya, dari model pakaiannya Yan Shu menyimpulkan bahwa manusia yang belum diketahui jenis kelaminnya ini hidup pada zaman yang berbeda dari yan Shu.


Yan Shu membungkuk memberi hormat kepada kerangka tersebut, kakek.....ewh.. orang tua..... eee senior kata Yan Shu tergagap, mohon maaf kan junior ini, bukan maksud junior ini untuk lancang mengganggu istirahat senior tapi junior ini tersesat kata Yan Shu.


Kerangka tersebut diam tak bergerak dari tempatnya, sekarang Yan Shu yakin bahwa orang tersebut memang benar benar telah meninggal dunia.


Yan Shu memeriksa seluruh isi gua, selain kerangka tersebut ada satu kursi batu dan tempat tidur batu didalamnya tidak ada hal lain didalam gua tersebut. Semoga saja senior ini meninggalkan hal baik untuk ku guman Yan Shu, Yan Shu memeriksa isi kocek kerangka tersebut, pindah ke saku sebelahnya, pindah lagi Yan Shu memeriksa ke saku celana nya tapi yan Shu tidak menemukan apapun.


Apakah senior ini begitu miskin bathin Yan Shu, kenapa senior ini mati disini bathin Yan Shu... kenapa tidak ada yang menguburnya ...?


Ah sebaiknya aku mengubur senior ini, karena gua ini adalah rumah terakhirnya, mungkin senior ini ingin dikubur disini. Yan Shu kemudian keluar dari gua tersebut mencari kayu dan batu untuk menggali tanah, dengan kekuatan nya sekarang Yan Shu tidak kesulitan menebang pohon dengan menggunakan energi nya.


Dia membawa kayu dan batu yang akan dipergunakan untuk menggali tanah.


Hanya butuh waktu sepuluh menit santai Yan Shu telah selesai menggali tanah tersebut, disaat dia melangkah untuk mengangkat kerangka tersebut, Yan Shu melihat sebuah cincin yang melekat pada jari tangan kerangka tersebut.


Ha... cincin...apakah ini semacam cincin spasial yang dikatakan ayah gumam Yan Shu...?


Tangan nya meraih cincin tersebut dan melepaskan nya dari jari kerangka itu.... kemudia Yan Shu memakai cincin tersebut ke jari manis tangan kanannya, aneh nya cincin itu menyesuaikan dengan besar jari Yan Shu.


Disaat cincin sudah melekat ke jari tangan kanan Yan Shu, tiba tiba sebuah sinar keluar dari cincin, dan sinar terang berwarna hijau tersebut masuk kedalam kepala Yan Shu, tidak ada keanehan lain yang terjadi seperti disaat sinar kitab seni bela diri kuno memasuki kepala nya dua tahun setengah yang lalu. Sekarang hanya da jutaan informasi yang masuk kekepala Yan Shu secara paksa.


Kesadaran Yan Shu ditarik secara paksa menuju sebuah tempat, seolah olah Yan Shu sedang menonton sebuah cakram disk, saat ini Yan Shu melihat pertempuran kuno yang sedang berlangsung.


Yang dilihat Yan Shu sekarang adalah medan perang kuno yang dipenuhi jutaan mayat, darah mengalir dimana mana, nyawa manusia benar benar tidak berharga di medan perang ini.


Ini adalah akhir pertempuran dari peristiwa ratusan juta tahun lalu, ini pertempuran besar antar galaxy, seorang prajurit melaporkan kepada seorang pria.


Komandan Galaxy Apsintus telah mengundurkan diri, dan galaxy Arcamax telah memenangkan pertempuran ini kata pria tersebut.


Mari kita kumpulkan harta rampasan perang dulu, kemudian mari kita urus mayat mayat ini, baik itu mayat kawan maupun mayat lawan mereka adalah prajurit yang gagah berani dan gugur dimedan pertempuran ini kata lelaki yan bertindak sebagai komandan tersebut.


Komandan tersebut melihat sekelilingnya, jutaan mayat tersebar di sekitarnya, dia mengeluarkan satu buah kuas kemudian membentuk sebuah rune array dengan kuas tersebut, tiba tiba muncul pola pola energi yang membentuk rune array raksasa, array tersebut melingkupi luas wilayah perang, menarik lepas semua cincin prajurit yang gugur dimedan perang, semua bentuk dan jenis harta rampasan perang, senjata dan lain lain terhisap rune array raksasa tersebut dan mengumpul disuatu tempat.