The Journey Of Yan Shu

The Journey Of Yan Shu
TELUK BADAI PETIR



TELUK BADAI PETIR


Sementara itu ditengah lautan didekat benua selatan, semua penumpang selamat didalam sekoci atau pelampung sudah dievakuasi, pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah Pihak tiga menara, Pihak tiga menara mengirimkan kapal lain untuk melakukan evakuasi terhadap penumpang yang selamat proses itu berlangsung selama tiga minggu.


Waktu tersebut terlambat dikarenakan pertempuran berada jauh dari bibir pantai, dan sudah berada dua minggu perjalanan kapal ditengah laut, dan satu minggu lainnya dipergunakan untuk menyisir sisa sisa korban pertempuran yang mengguunakan pelampung.


Mulai saat itu sekte Matahari Merah merupakan musuh seluruh kelompok ini, khusus nya pihak tiga menara.


Dari semua proses evakuasi itu ada keributan karena pelindung kapal yang terluka bagian internalnya tidak ditemukan.


Dari semua proses evakuasi tersebut hanya beberapa tong air yang tidak diangkat kekapal, tong tersebut hanyut dilaut lepas mengikuti arus dan gelombang kemana membawanya. Tiba tiba tong yang didalamnya ada sosok anak kecil tersebut tersebot arus yang kencan, sebuah pusaran angin menyapu membawa tong tersebut ke tengah badai samudra,....


Gelombang samudra setinggi empat puluh meter menciptakan Tsunami yang besar, gelombang tsunami tersebut tetap menyapu tong dan menghantarkannya ratusan ribu mil ke kesebuah teluk , tong tersebut terdampar dipasir teluk. Meski gelombang angin dan tsunami ditengah lautan terus berlanjut, tetapi teluk kecil ini hanya lah sebuah celah dari dindin batuan.


Gelombang Tsunami disini telah berlaku selama ratusan juta tahun, demikian juga badai angin nya, seolah olah tempat disini adalah tsunami dan badai abadi, situasi ini tercipta dengan sendirinya selama ratusan juta tahun dan belum pernah ada orang yang masuk keteluk ini selamat dari badai dan gelombang Tsunami.


Gelombang Tsunami yang berasal dari badai tersebut berada ratusan ribu mil ditengah lautan dan berakhir di tepi teluk ini.


Yan Shu tiba tiba terbangun dari pingsannya, dia mersakan seluruh tubuh dan tulang nya melepuh dan tubuhnya sullit digerakkan. Dan bahkan untuk membuka tutup tong saja dia kesulitan, masih berada didalam tong Yan Shu memeriksa seluruh tas penyimpanan nya, dia mengeluarkan air minum yang biasa dibawah ayah nya berburu.


Setelah itu dia memakan beberapa persediaan didalam tas tersebut dan meminum air nya dia memeriksa beberapa pil, dari pengalamanya bersama ayahnya dia tahu bahwa ada pil penyembuhan tingkat menengah yang biasa nya disimpan ayah nya didalam tas penyimpanan.


Setelah memakan pil penyembuhan tingkat menengah, dia merasakan tubuh nya sedikit demi sedikit mulai membaik.


Yan Shu mulai berkultivasi untuk meningkatkan penyembuhan nya, tetapi anehnya setelah beberapa saat berkultivasi dia tidak merasakan aliran Energi Qi disini. Meski dia memaksakan untuk merasakan Energi Qi disini , Yan Shu benar benar gagal merasakan Qi disini.


Apakah disini tidak ada Energi Qi kata Yan Shu...setengah bertanya.....?


Karena tidak adanya Energi Qi disini secara alami penyembuhan luka luka nya terasa lambat, untung saja luka luka nya hanya bagian kulit luar nya saja, kalau seandainya itu bagian internal nya sudah pasti sangat lama sembuhnya, dengan mengandalkan pil tingkat menegah dan makan serta minum setelah satu minggu berada didalam tong Yan Shu merasa dia telah sembuh sepenuhnya.


Perlahan dengan menggunakan tenaga fisiknya dia berusaha membuka tutup tong tersebut, dan merangkak keluar dari tong.


Disaat dia keluar dari tong, Yan Shu terkejut dan Kaget....


Dia melihat sekelilingnya dia berada di tepi sebuah teluk, dengan dinding batu yang ketinggian dinding batu tersebut tidak bisa dilihat dengan mata telanjang nya, demikian juga dengan lautannya,


Yang dilihat dan dirasakannya adalah hembusan angin kencang yang menciptakan helai helai pisau dan pedang angin yang menggores semua yang berada disana......


Yan Shu menyimpan tong tersebut dengan kesusahan ke dalam tas penyimpanannya,........


Disaat dia melangkah baru beberapa langkah menginjak pasir di teluk, tiba tiba hembusan angin demikian kencang yang membawa pisau pisau angin seolah olah akan merobek dan mencabik tubuuh kecilnya.


Repleks Yan Shu melompat dan berlari kebagian tengah teluk untuk menghidari sambaran pisau angin yang berasal dari hantaran badai dan tsunami ditengah laut.


Tubuh kecil yang tidak mempunyai energi tersebut dipaksa berlari untuk menghindari sambaran angin, pisau pisau angin itu tiba tiba berhenti, tetapi beberapa saat kemudian hembusan angin itu mengancam lagi Yan Shu melompat kebelakan sebuah batu besar akhir nya selamat dari sambaran pisau angin tersebut.


Sambil berlindung dibelakang batu dia mulai berpikir, situasi nya benar benar aman jika dia tetap berada dibelakang batu tersebut.


Untuk sementara dia mendapatkan solusi aman untuk hidup nya, dia mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, kebersamaan yang hangat bersama ayahnya, perjalanan mereka sampai pertempuran singkat ayah nya yang menewaskan ayahnya.


Bibir kecil nya bergetar muka nya mengeras.......


Ayah.... hanya itu desisan yang keluar dari bibirnya....


Ayah sudah meninggal.... ayah meninggal untuk menyelamatkan aku, aku harus memenuhi perintah ayah, aku harus menjadi kuat, ayah berkata ibu pasti menjemput ku,..... air matanya semakin mengalir deras.....


Ibu pasti menjemputku, ibu pasti menjemputku, aku percaya ibu akan menjemputku bathin nya berulang ulang.


Yan Shu memasuki kondisi gangguan mental yang kuat, kebencian, kerinduan dan amarahnya menjadi satu.


Aaaayyyyyyyyyyaaaaaaaaaahhhhhhh....... dia berteriak keras kemudian tidak sadarkan diri.....


Setelah beberapa jam tidak sadarkan diri, Yan Shu terjaga.... pikirannya telah stabil........aku harus menjadi kuat untuk membalaskan dendam ini.....


Aku akan berlatih keras, tidak peduli apapun aku akan membalas kepada sekte matahari merah........


Yan Shu memeriksa sekelilingnya, dengan mengitip dari belakang batu dia mengedarkan pandangannya, dia memeriksa gerakan dari pisau angin tersebut, ada jeda sekitar lima detik setiap hembusan angin dan gelombang air itu bathin nya jadi dia bisa menyelinap dari batu kebatu......


Anak berusia enam setengah tahun telah mampu memeriksa, menganalisa dan menyimpulkan kondisi lingkungan hanya beberapa detik, itu merupakan daya tangkap dan pemahaman yang luar biasa.


Selanjutnya dia menganalisa energi Qi disni, jika disini tidak ada energi Qi aku akan meningkatkan fisikku apapun caranya, dia mengingat awal latihan fisiknya bersama ayahnya, awalnya ayah meyuruhku menyeberangi sungai yang berbatu dan mengumpulkan ranting kayu, kemudian ayah meyuruhku berlari memikul kayu, setiap satu minggu ayah selalu mengganti kayu yang lebih besar untuk ku.


Owwwhhh aku tahu guman Yan Shu.


Latihan fisik itu diawali dengan yang lebih ringan dulu kemudian ditambah dengan yang lebihi berat, Yan Shu melihat ke arah gelombang air di tepi pantai, dan melihat gerakan pisau angin ...... benar gumanya....


Lima detik setiap pergerakan angin dan air itu...aku bisa berlari selama lima detik dan bersembunyi selama satu lima detik bathinnya, Yan Shu segera keluar dari punggung batu dan melompat ke tengah tengah pasir yang tidak berbatu, berlari lima detik, menghindar lima detik.


Selama satu hari penuh Yan Shu melakukan itu, berlari lima detik bersembunyi lima detik, membuat tubuhnya mulai terbiasa dengan pisau pisau angin tersebut.


Malam harinya dia mencoba untuk berlutivasi, tetapi semakin kuat dia mencoba merasakan energi, semakin dia putus asa karena disini benar benar tidak ada energi Qi yang dirasakannya, tetapi setelah mengingat semua penderitaanya, keinginan nya untuk memenuhi keinginan ayah nya Yan Shu kembali termotivasi.


Dihari kedua Yan Shu mencoba berlari diluar perlindungan batu batu tersebut, selama enam detik dan hasil nya baju nya sobek dipercobaan pertama, percobaan kedua bajunya masih sobek sobek, baru dipercobaan ke seratus dia mampu mengindari samabaran pisau angin tersebut, selama enam detik.


Setelah satu minggu latihan fisik menghidari sambaran pisau angin dan lidah gelombang dan ditengah kultivasi nya dimalam hari Yan Shu samar samar merasakan keberadan Energi, meski energi ini bukan energi Qi tetapi Yan Shu dapat merasakan nya.


Yan Shu tersenyum, hahah tertawa dalam hatinya, meski aku tidak tau energi apa ini tapi aku akan mencoba menyerap energi ini.......


Dia semakin fokus dalam berkultivasi, perlahan namu pasti energi tersebut mulai terkumpul disekitarnya, awal nya hanya sedikit yang memasuki meridian besarnya....... menjelang pagi Yan Shu membuka matanya dan merasakan tubuhnya sangat bergairah.


Hari ini misinya adalah bertahan dari sapuan pisau angin dan air selama tujuh detik, seperti sebelum nya di awal awal baju nya robek robek tersambar pisau angin ada yang tersambar lidah air, tetapi pada sore hari nya dia berhasil bertahan melewati ujicoba hari ini dan mendapatkan peningkatan.


Setelah makan persediaan nya, Yan Shu berniat berkultivasi lagi... perlahan dia merasakan riak kecil energi disekitarnya, kemudian dia menyerapnya dengan perlahan dan mengalirkan nya kemeridian Besarnya, hasil nya energi tersebut perlahan membentuk lingkaran di perutnya, lingkaran tersebut sebesar kacang hijau dan bentuk nya pun awal nya hanya transfaran tetapi menjelang pagi hari bentuk perlahan lingkaran tersebut membentuk sempurna...


Sebuah lingkaran terbentuk dengan diameter sebesar kacang hijau..... Yan Shu Cukup puas dengan hasil nya hari itu.


Pagi harinya seperti biasa dia memakan persediaannya tetapi kali ini tidak ada lagi persediaan, dia hanya memiliki persediaan daging mentah dan dan air, adapun daging tersebut adalah daging yang disiimpan oleh ayahnya dari hasil perburuan.


Dia belum berani untuk memeriksa kedalaman teluk, Yan Shu mengkhawatirkan bahaya tersembunyi disana, keputusan Yan Shu sudah bulat dia akan tetap melanjutkan latihan nya disini, disinilah satu satunya tempat yang paling aman bagi Yan Shu.


Disini tidak ada kayu untuk menciptakan api, tidak ada makluk hidup lainnya, tidak ada tumbuhan yang ada hanyalah sedikit hamparan pasir, bebatuan, pisau angin, lidah air yang tercipta dari ujung gelombang tsunami yang juga membentuk pisau, serta energi aneh yang telah diserapnya sebesar kacang hijau dan itu tersimpan dalam perutnya.


Terpaksa hari hari selanjutnya Yan Shu hanya mengkonsumsi daging mentah dan menghemat airnya, karena dia belum menemukan air tawar disini atau sesuatu yang bisa dimakannya.


Hari hari berlalu, latihan intens yang dilakukan Yan Shu meningkat kan kekuatan fisiknya secara eksponensial, energi yang dikultivasikannya pun sudah sebesar telur burung puyuh di dalam perutnya.