
BERLATIH FISIK
Keesokan harinya........
Untuk menjadi kuat Shu er harus tidak boleh cengeng dan mengeluh, harus memiliki keyakinan dan keingingan yang kokoh.... hanya dengan keinginan yang kokoh lah Shu Er akan menjadi kuat, dan hanya dengan menjadi kuatlah Shu er dapat bertemu dengan ibumu...
Ingat dengan menjadi kuatlah Shu Er dapat bertemu ibumu,....
Kata kata sepele dari Yan Shu tersebutlah yang merubah segalanya beberapa tahun kedepan. ( Hanya dengan menjadikuat lah Shu Er dapat bertemu ibumu ).
Mari kita kepasar dulu untuk menyiapkan segala kebutuhan, karena kita akan tinggal dihutan selama beberapa bulan kata Yan Ruo
Mereka berdua berjalan kepasar, Pagi itu jalanan sudah mulai ramai karena beberapa orang telah memulai aktivitas, Yan Ruo membeli beberapa potong kain dan sebuah tenda berukkuran kecil, Juga membeli busur baru dan anak panah. Tidak lupa juga tombak dan pedang.
Setelah selesai yang terakhir Yan Rou membeli beberapa potong tas penyimpanan, Tas penyimpanan ini adalah tas Spasial yang berfungsi untuk menyimpan barang barang termasuk hasil buruan tetapi luas di dalam nya tidak lebih dari lima meter kubik.
Cincin Spasial adalah sebuah harta karun langka di Planet ini, meski ada hanya beberapa buah.
Yan Ruo mengajak Yan Shu berjalan kaki menuju hutan tempat biasa dia berburu, hutan tersebut banyak sekali binatang buasnya, sejauh ini belum ada yang orang yang berani berburu sampai ketengah hutan, karena semakin kedalam hutan tersebut semakin banyak binatang buas tingkat tinggi nya.
Ayah menurut ayah tadi malam Tahapan kultivasi itu banyak sekarang ayah ada di tahap apa dan tingkat berapa... ? kata Yan Shu ditengah perjalanan mereka..
Ayah saat ini berada di tahap Master Bumi menengah, Sedangkan kakekmu beberapa tahun yang lalu berada ditahap master Langit Awal, mungkin sekarang kakekmu sudah ditahap master langit menegah atau master langit akhir.
Perjalanan mereka terasa sangat lamban karena langkah langkah kaki kecil Yan Shu belum bisa mengimbangi kaki ayahnya.
Diperjalanan menuju hutan Yan Rou menceritakan tentang tingkatan Binatang Buas, termasuk perkiraan binatang buas penghuni hutan, mulai binatang buas biasa, binatang Roh, Binatang Spiritual maupun binatang Suci.
Jadi kita tidak boleh memasuki hutan terlalu dalam, karena dikedalaman hutan ini kemungkinan sudah ada Binatang Roh nya.
Setelah setengah hari perjalanan mereka berdua memasuki pinggiran hutan, pepohonan besar dan kecil memenuhi habitat hutan disini, nuansa hutan ini meski dipinggiran sudah menampilkan kesan seram bagi anak seusia Yan Shu.
Hutan ini disebut Hutan berbatasan dengan hutan terlarang sedangkan hutan terlarang berbatasan dengan hutan seribu kematian.
Hutan ini di bagi menjadi tiga bagian lingkaran luar disebut Hutan Pinggir, setelah ketengah disebut hutan bagian tengah dan bagian dalam disebut hutan inti.
Yan Ruo mengajak anaknya mencari Gua yang biasa digunakan Yan Ruo sebagai tempat beristirahat disaat dia berburu, Gua tersebut relatif aman dan juga berada di tepian sungai jadi kemungkinan binatang buas bagian hutan luar tidak mungkin kesini karena terlindung oleh tebing terjal dan sungai.
Setelah meletakkan semua peralatan yang mereka bawa, Yan Ruo menebang beberapa pohon untuk dijadikan tempat tidur didalam gua tersebut.Gua tersebut tidak terlalu dalam tetapi cukup besar, kedalamnya sekitar dua ratus kaki dengan lebar mulut gua sepuluh kaki dan ketinggian mulut gua berkisar delapan kaki.
Di kedalaman seratus kaki gua tersebut cukup lebar dengan ketinggian setara lima puluh kaki.
Shu Er silahkan istirahat dulu, ayah akan membuat pintu di untuk merapikan gua kata Yan Ruo kepada anaknya,
Yan Ruo meninggal kan Yan Shu sendirian di dalam gua karena dia sudah terbiasa di gua ini jadi kemungkinan gangguan binatang buas kepada anaknya sangat kecil.
Yan Ruo menebang beberapa pohon kemudian memasang nya di depan mulut Gua untuk mengantisipasi serangan binatang buas disaat mereka sedang berisitirahat.
Setelah dua batang dupa Pekerjaan Yan Ruo memasang pintu gua sudah selesai, dia bergegas memasuki gua untuk memeriksa Yan Shu, terlihat Yan Shu tertidur pulas di tempat tidur yang dibangunya tadi karena kelehan berjalan kaki selama setengah hari.
Yan Ruo hanya menggelengak kepala nya, kemudian membangunkan Yan Shu.
Shu Er Bangun .... Kata nya
Yan Shu bangun sambil mengucek ucek matanya.
Seberapa banyak ayah.. Kata Yan Shu...?
Shu Er Kumpulkan sebanyak mungkin...! karena itu akan melatih menggerakkan tulang dan otot mu tegas nya lagi.
Yan Ruo kemudian berkelabat ....
Swuuutttt
Dalam sekejap mata Bayangan Yan Ruo telah menghilang dari sekitar gua.
Yan Shu kemudian bergegas keluar gua dan melangkah turun menuju sungai, dia menyeberangi sungai dengan menginjak batuan yang ada didalam sungai tersebut, diseberang sungai banyak sekali ranting ranting kayu yang terjatuh dari pepohonan, meski perlahan tangan tangan kecil tersebut mulai mengumpulkan satu demi satu ranting pohon, dan membawanya masuk kedalam gua.
Yan shu terus melakukan itu sampai sore, menjelang hari terbenam Yan Ruo pulang menemui Yan Shu dengan membawa seekor Rusa dan banyak tanaman herbal kelas rendah, tanam herbal ini meski kelas rendah sangat berguna untuk meningkat kan kekuatan fisik anak anak.
Yan Ruo memerintahkan Yan Shu untuk membersihkan dirinya disungai, sementara dia memasak rusa dicampur herbal yang dia petik tadi.
Malam harinya Yan Ruo menjelas kan jenis jenis herbal yang dia ketahui kepada Yan Shu.
Ke esokan hari nya.....
Apakah kamu lelah tanya Yan Ruo kepada Yan Shu...?
Kemarin saya cukup lelah ayah kata yan Shu tapi setelah makan malam dan istirahat pagi ini saya tidak lelal lagi.
Ingat Kamu tidak boleh menyerah... Jalur kultivasi itu sangat panjang dan berliku, sekali tekadmu lemah maka hasilnya pasti perkembangmu kedepan akan sangat mengecewakan......................
Mari kita kita keluar, ayah akan menunjukkan sesuatu, kemudia mereka berdua keluar gua tersebut dan menuju pohon besar di seberang sungai.... Shu Er kamu lihat pohon itu.......!!! Yan Ruo menunjukkan sebatang pohon sebesar pelukan Yan Shu....
Perhatikan baik baik, Yan Ruo mengalirkan energi Qi nya ke dalam kedua tangan nya kemudia, mengarahkan kedua tangan tersebut kebatang pohon ....
Energi Qi yang sangat besar keluar dari telapak tangan nya..... Wussssshhhhh.....
Energi Qi membentuk sebuah sinar panjang menghantam batang pohon tersebut .....
Braaaakkkk braaakkkkk Bhuam..............
Dalam sekali pukul pohon sebesar pelukan anak berusia enam tahun langsung putus dan tumbang
Hebat...... ayah kuat sekali kata Yan Shu.......
Yan Ruo menoleh kepada Yan Shu, itu sedikit dari kekuatan ayah, tetapi kalau menurut mu ayah kuat kenapa kita bersembunyi sampai saat ini.....?
Itu arti nya orang orang yang menginginkan kematian ayah masih lebih kuat dari ayah.... dan kamu dapat membayangkan sedikit demi sedikit, kata Yan Shu sambil memotong sebuah dahan kayu sebesar lengan orang dewasa sepanjang empat kaki.
Potongan kayu tersebut diserahkan kepada Yan Shu.... sambil berkata.... mulai sekarang kamu pikul potongan kayu tersebut, dan berlari dari sini kegua kembali lagi kesini.....
Jangan berhenti sebelum setengah hari...., perhatikan pijakan kakimu dibatu, jika kamu tidak hati hati kamu bisa terjatuh, memikul beban sebesar itu sambil berlari akan membuat sendi sendimu terbiasa dan otot ototmu akan menguat.
Mendengar kata kata otot ototnya bakal menguat, Yan Shu bersemangat, dia mengambil potongan kayu tersebut dan memikulnya, tetapi dengan fisik anak usia enam tahun memikul beban seperti itu tentu bukan lah hal mudah.
Yan Shu berlari menyeberangi sungai dengan memabawa kayu di bahu nya, sorot matanya memancarkan keinginan yang kuat, meski kadang kadang dia terjatuh tetapi dia tetao melakukan nya.
Yan Ruo mengawasi Yan Shu sebentar, kemu