The Grand Duchess Aldrich

The Grand Duchess Aldrich
Bab 23. Pesta Penyambutan Perwakilan Kekaisaran Timur



“Bagaimana kabar anda, Putri?” tanya Aimee.


Margaret membalasnya dengan senyum tulus. “Sangat baik. Grand Duchess, aku sangat merindukanmu! Kita sudah lama sekali tidak bermain bersama di Istana.”


“Grand Duchess sudah terlalu dewasa dan sibuk untuk bermain dengan putri kecil sepertimu, Margaret.” Kaisar menggoda putrinya, membuat Margaret mendengus kecil dan menjawab,”Yang mulia, umur saya dengan Grand Duchess setara! Saya bukan anak kecil.”


Setelah Margaret menjawab demikian, seluruh tamu undangan tertawa. Kecuali Althaf, pria itu hanya tersenyum tipsi, tidak lebih.


“Apa kabar, Grand Duchess? Kita bertemu lagi.” Suara laki-laki yang tidak asing di telinga Aimee terdengar, ketika Aimee menoleh, dia melihat Xiao Li berdiri sambil tersenyum ke arahnya. Althaf yang mendengar suara Xiao Li pun langsung mencari sosok pria itu dengan cepat dan segera menembakkan tatapan dingin yang menusuk, namun Xiao Li yang menyadari tatapan tidak bersahabat dari Althaf tidak menggubrisnya dan tetap fokus berkomunikasi dengan Aimee.


“Pangeran Li. Saya baik, bagaimana dengan anda? Apa anda menikmati tinggal di Istana?” tanya Aimee balik.


Xiao Li mengangguk. “Ya, saya sangat menikmatinya. Saya senang berada di sini, orang-orang Ventumia sangat ramah dan sopan, saya juga senang saat diajak berdiskusi oleh putra mahkota dan pangeran kedua.”


“Pangeran Li memiliki wawasan yang luas, kami berdiskusi sangat sering dan lama bahkan sampai larut malam.” Issac tiba-tiba muncul dan bergabung dalam pembicaraan.


“Apa yang dikatakan oleh Putra mahkota benar, Grand Duke harus sesekali ikut bergabung dalam diskusi kami. Anda pasti akan ikut kagum dan senang sepanjang diskusi.” Kini suara Elston terdengar, pria itu juga tiba-tiba muncul dan ikut bergabung.


Seluruh orang segera merasakan aura panas yang saling bergesekan secara diam-diam saat melihat Putra mahkota dan pangeran kedua berdiri bersama. Seluruh orang menyadarinya kecuali Margaret, wanita itu dengan polos menyelip ke tengah-tengah kedua kakak laki-lakinya dan merangkul lengan keduanya.


“Pangeran Li, aku juga mau ikut bergabung berdiskusi!” ujar Margaret, senyumnya cerah dan tulus untuk Xiao Li.


Xiao Li yang melihat Margaret bertingkah seperti anak kecil padahal umurnya yang sudah bisa dibilang dewasa seperti Aimee pun terkekeh kecil dan mengangguk. “Tentu, Putri.”


“Tidak bisa.” Tiba-tiba Issac kembali bicara, membuat Margaret mengerutkan keningnya kesal ke arah Issac. “Memangnya kenapa? Aku kan juga sudah dewasa, mau sampai kapan kakak menganggapku sebagai anak kecil?”


“Sikap seorang wanita dewasa tidak seperti ini,” balas Issac, hal ini berhasil membuat Margaret mendengus kesal. “Memangnya sikap wanita yang sudah dewasa seperti apa?”


Issac kemudian melirik Aimee sambil berkata,”Grand Duchess. Lihatlah beliau, ia tidak bersikap seperti yang dirimu lakukan.” Margaret dengan cepat kembali menatap Aimee, kemudian melepaskan pegangannya di kedua lengan kakak laki-lakinya dan beralih ke Aimee.


Margaret berdiri di samping Aimee dan bertanya,”Grand Duchess, apa menurutmu aku—“ belum selesai Margaret bicara, suara dingin Althaf membuat mulutnya terbungkam rapat.


Issac menahan tawa saat melihat raut wajah ciut Margaret muncul, kemudian dia segera berjalan ke arah Margaret dan menarik wanita itu ke dalam pelukannya. “Segera minta maaf, Margaret.”


Margaret menunduk dalam, dia benar-benar takut dengan Althaf. Dengan hati-hati, Margaret mengangkat kepalanya untuk menatap Althaf dan Aimee, kemudian berkata,”Maafkan aku ….”


Aimee tersenyum sangat dalam saat melihat tingkah polos Margaret, ia segera menggenggam tangan Margaret dan berkata,”Tidak masalah, putri. Anda tidak perlu memikirkan ucapan Grand Duke terlalu serius, suamiku memang sangat kaku.” Althaf yang mendengar Aimee malah membela Margaret ketimbang dirinya mengerutkan kening kesal. Dia … cemburu?


“Sudah-sudah, lebih baik kita fokus ke acara utamanya,” ucap Kaisar, lalu kemudian acara kembali dilaksanakan saat sebelumnya sempat terhenti karena kedatangan Althaf dan Aimee.


Di tengah menikmati minuman yang disediakan oleh Istana, tiba-tiba Margaret menjatuhkan gelasnya dan mengeluh pusing. Kaisar yang melihat ini bergegas berdiri dan berjalan mendekati putrinya. Raut wajah pria tua itu terlihat sangat khawatir, dia dengan nada tinggi memerintahkan pelayan untuk membawa kembali putrinya ke Istana tempat putrinya tinggal dan memanggil dokter Istana.


Kaisar terlihat sangat gugup dan khawatir, namun dia tidak bisa meninggalkan acar begitu saja karena dia adalah Kaisar. Tidak sopan jika dia meninggalkan acara ini begitu saja.


Aimee juga yang ingin ikut menemani Margaret tidak bisa, karena dia sendiri harus mendampingi Althaf di acara ini. Dia jarang bergaul dengan para pergaulan sosialita wanita bangsawan, jika hari ini dia meninggalkan acara dan tidak menghabiskan waktunya untuk bersosial, rumor buruk akan semakin menyebar. Itu tidak baik, sebagai wanita pergaulan sosialita kelas atas juga tak kalah penting, hal ini juga memiliki pengaruh besar di mata lingkungan.


“Aku benar-benar tidak bisa meninggalkan tempat ini sepertinya ...” gumam Aimee.


“Kau baik-baik saja?” Althaf yang tadi sedang sibuk mengobrol dengan para elit bangsawan, tiba-tiba muncul di belakangnya dan berbisik.


Aimee melirik Althaf sekilas, dia sedikit terkejut. Sejujurnya Aimee masih belum terbiasa jika mereka berdua melakukan kontak sangat dekat seperti ini. “Iya, tetapi aku mengkhawatirkan Margaret.”


Althaf mengangguk singkat, pertanda dia mengerti, kemudian mengelus pelan kedua bahu Aimee dari belakang dan berkata,”Anak itu baik-baik saja, Kaisar juga tidak akan membiarkan putrinya dalam bahaya. Pasti beliau sudah melakukan sesuatu untuk Margaret.”


Aimee balas mengangguk juga, entah mengapa dia merasa sedikit tenang saat Althaf bicara demikian untuk menenangkannya. Interaksi mereka berdua sedari tadi diperhatikan oleh seluruh orang termasuk Kaisar, mereka sebelumnya memang sudha dikenal memiliki hubungan baik oleh seluruh orang, namun tidak pernah melihat mereka melakukan kontak seperti itu di depan umum. Terlebih lagi, raut wajah Althaf selalu terlihat melunak saat berbicara dengan Aimee, padahal sebelumnya pria itu tidak pernah menunjukkan raut wajah seperti itu di depan umum bahkan jika sedang berbicara dengan Aimee.


Issac yang melihat interaksi Althaf dan Aimee juga sedikit bingung, dia merasakan ada sesuatu yang berbeda dari Althaf. Melihat Althaf yang terlihat menjadi lebih lengket pada Aimee seperti tadi benar-benar membuat bulu punggunya merinding. Sejak kapan pria itu bersikap baik dan sok menunjukkan kasih sayang seperti itu? Sepertinya memang Issac belum mengetahui apa yang sudah terjadi di antara keduanya.


Elston Cielo, pangeran kedua. Hanya satu-satunya orang yang memandang dengan tatapan yang agak aneh ke arah Althaf dan Aimee yang semakin dekat. Pria itu diam-diam mencengkeram gelas wine yang tengah ia pegang, namun tidak berani menggunakan tenaga lebih karena takut pecah dan membuat tamu terkejut.


Xiao Li, pria itu hanya menatap Aimee. Bibirnya tidak bisa berhenti tersenyum, namun ketika matanya melihat Althaf, pria itu segera menundukkan kepalanya dan senyuman teduhnya berubah menjadi senyuman biasa yang hambar. Pria itu diam-diam merasakan sesuatu yang tidak dapat dirinya jelaskan, dia ingin mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran dan hatinya, namun … dia rasa terlalu tabu dan mustahil untuk diungkapkan.