The God Of Darkness The King Of The Dead

The God Of Darkness The King Of The Dead
Chapter 55



Depan Pintu Keluar Penginapan.


Pangeran Arthur dengan santai berjalan menuju keluar penginapan, di saat bersamaan Kapten Jun berlari dari arah belakang sambil berbicara.


“Tuan, anda mau pergi ke mana.”


Pangeran Arthur yang mendengar suara Kapten Jun dari arah belakang, langsung berhenti berjalan dan kemudian berbalik ke arah Kapten Jun sambil berkata.


“aku akan pergi menuju ke Guild Petualang, aku ingin mendaftarkan diriku untuk menjadi seorang petualang.”


Kapten Jun yang mendengar perkataan dari pada Pangeran Arthur, langsung berkata.


“Tuan, apakah Anda yakin dengan keputusan Anda dan apakah Yang Mulia Raja dan Ratu telah memberikan izin untuk Anda.”


Pangeran Arthur yang mendengar perkataan dari pada Kapten Jun, langsung berkata.


“tentu saja, aku telah mendapatkan izin dari Raja dan Ratu.”


“jadi sekarang aku ingin pergi dan mendaftarkan diriku ke sana.”


“jika kamu mau, kamu juga bisa mendaftar bersama dengan diriku.”


Kapten Jun yang mendengar itu langsung berkata.


“saya adalah pengawal Anda, dimanapun Anda berada maka saya juga akan berada di situ.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu dengan santai berkata.


“kalau begitu, ayo kita pergi bersama.”


Pangeran Arthur dan Kapten Jun mulai berjalan menuju ke Guild petualang, mereka berdua tidak menggunakan kereta kuda melainkan mereka berdua berjalan kaki menuju ke Guild Petualang.


Setelah beberapa menit akhirnya Pangeran Arthur dan Kapten Jun tiba juga di depan Guild Petualang, Kapten Jun yang sedang berjalan di belakang Pangeran Arthur, dengan santai berkata.


“Tuan, apakah orang-orang itu tidak akan mengetahui penyamaran kita ini...?”


Pangeran Arthur yang mendengar perkataan itu langsung menjawab.


“tentu saja mereka semua tidak akan mengetahuinya, karena kita menyamar dengan sempurna.”


“dan mulai sekarang namaku adalah Art, sedangkan kamu adalah Sebas.”


Kapten Jun yang mendengar itu langsung berkata.


“baik, Tuan.”


Pangeran Arthur dan Kapten Jun yang telah memutuskan untuk mengganti nama mereka dalam penyamaran mereka, mulai berjalan masuk ke dalam Guild Petualang dan menuju ke meja pendaftaran.


Setelah sampai di depan meja pendaftaran, seorang wanita yang merupakan staf Guild Petualang langsung menyambut mereka berdua dengan senyum di wajahnya.


“Selamat datang di Guild Petualang, perkenalkan nama saya Suri dan saya merupakan staf pengawas untuk para pemula di Guild ini.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“namaku adalah Art, dan ini temanku Sebas.”


“kami berdua ingin mendaftar sebagai seorang Petualang di Guild ini.”


Suri yang mendengar itu langsung berkata.


“oke, kalau begitu kalian berdua silahkan letakkan tangan kalian di kedua bola kristal ini.”


“tujuannya adalah untuk mengetahui apakah kalian pernah melakukan kejahatan ataukah tidak, dan jika kalian berdua pernah melakukan kejahatan maka kalian tidak akan bisa di terima di sini.”


“bukan hanya itu, kalian berdua juga akan di tangkap dan akan di masukan ke dalam penjara untuk di hukum.”


Pangeran Arthur dan Kapten Jun yang telah menggantikan nama mereka menjadi Art dan Sebas, mulai meletakkan tangan mereka ke atas bola kristal itu dan ternyata tidak terjadi apapun yang artinya mereka berdua bukanlah seorang kriminal.


Suri yang melihat itu langsung berkata sambil tersenyum.


“baiklah, sekarang kalian berdua bisa memulai prosedur kedua.”


Suri mengambil dua kertas dan memberikannya kepada Art dan Sebas, masing-masing dari mereka menerima satu kertas.


Setelah itu mereka berdua kembali mengisi data diri mereka di lembaran kertas tersebut, kemudian mereka menyerahkannya kembali kepada Suri.


Suri yang menerima kedua kertas itu langsung berbicara sambil tersenyum.


“sekarang kalian bisa ikut denganku ke ruangan ujian untuk mengikuti ujian bertarung, dan ini merupakan penentu bagi Rank kalian.”


Setelah itu Art dan Sebas mulai berjalan mengikuti Suri menuju ke ruangan ujian, beberapa menit kemudian mereka tiba di dalam ruangan ujian.


Disana terlihat dua orang pria bertubuh kekar yang sedang menunggu kedatangan mereka, Suri yang berjalan di depan Art dan Sebas dengan santai berkata.


“masing-masing dari kalian akan memilih lawan kalian dan mereka berdua yang akan menjadi lawan kalian.”


“Art kamu terlebih dahulu, silahkan pilih lawanmu.”


“di sebelah sana ada senjata, kamu bisa memilih senjata apa yang akan kamu gunakan.”


Art dengan santai berjalan menuju ke tempat persenjataan dan mengambil sebuah belati, kemudian Art kembali berjalan ke atas arena dan berkata.


“aku memilih pria dengan rambut yang panjang.”


Mendengar itu, pria dengan rambut yang panjang langsung berjalan naik ke atas arena sambil tersenyum dan berkata.


“sebelum bertarung, bagaimana kalau kita saling memperkenalkan diri kita.”


“namaku adalah Nik dan aku akan menjadi pengujimu.”


Art yang mendengar perkataan itu langsung berkata.


“namaku adalah Art, mohon bimbingannya.”


Suri mulai berjalan naik ke samping arena dan kemudian berkata.


“aku akan menjadi wasit untuk ujian ini dan juga dalam ujian ini kalian hanya diperbolehkan menggunakan senjata kayu dan dilarang keras untuk membunuh, jika ada di antara kalian yang menyerah maka itu merupakan akhir dari pertarungan ini.”


“Baiklah mari kita mulai ujian ini.”


Mendengar itu Nik langsung menyerang ke arah Art, Nik menggunakan belati dan dia bergerak dengan tepat ke arah Art.


Art yang melihat pergerakan dari Nik langsung bergerak dengan cepat ke arah Nik, mereka berdua menggunakan belati dan langsung bertarung menggunakan kecepatan yang mereka miliki.


Nik yang menggunakan kekuatan penuh, menyerang menggunakan belati ke arah dada Art, Art yang melihat itu langsung menangkis serangan tersebut menggunakan belati-nya.


Art yang melihat adanya sebuah kesempatan langsung menendang menggunakan kaki kanannya ke arah pinggang dari Nik, akan tetapi Nik berhasil menangkis serangan itu menggunakan kaki kirinya.


Kemudian mereka berdua langsung melompat ke arah belakang, setelah itu Nik tersenyum sambil berkata.


“kamu memiliki pergerakan yang bagus, akan tetapi ini hanya merupakan awal dari ujian yang sebenarnya.”


Tiba-tiba suasana di atas arena jadi berubah, Nik mulai serius dan menggunakan kekuatan sihir miliknya.


Nik melihat ke arah Art, sambil tersenyum dan berkata


“kali ini cobalah untuk tidak mengecewakan ku.”


Nik langsung menyerang dengan kekuatan penuh ke arah Art, kali ini Nik menyerang menggunakan kecepatan yang di tingkatkan menggunakan kekuatan sihir petir.


Kecepatan Nik menjadi semakin cepat dan kecepatan ini merupakan kecepatan yang sangat sulit untuk di lihat oleh seseorang, akan tetapi Art masih bisa melihat kecepatan itu.


Nik memutuskan untuk langsung menyerang dari arah belakang dan dia langsung menggunakan belati miliknya dan mengarahkan belati itu ke arah punggung bagian kanan dari Art, akan tetapi Art yang melihat serangan itu langsung bergerak dengan cepat dan menyerang balik Nik dengan kecepatan yang lebih cepat dari pada kecepatan milik Nik.


Akan tetapi serangan itu sia-sia karena yang menyerang dari arah belakang adalah bayangan dari Nik, kemudian Nik tiba-tiba muncul dari arah atas Art dan langsung menyerang ke arah Art, sambil tersenyum dan berkata.


“ini kemenanganku...!”


Bersambung...