
Penguasa Kota Liss bersama dengan Raja Brown dan Pangeran Arthur mulai sepakat untuk meninggalkan tempat pertemuan dan pergi menuju ke sebuah ruangan rahasia yang berada di dalam penginapan tersebut.
Mereka bertiga di pandu oleh pemilik penginapan dan dikawal oleh beberapa pengawal, setelah sampai di depan pintu ruangan tersebut pemilik penginapan membuka-kan pintu tersebut dan beberapa pengawal masuk ke dalamnya dan memeriksa di dalam ruangan tersebut.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan dan tidak di temukan apapun yang mencurigakan di dalam ruangan tersebut maka para pengawal tersebut keluar dan melapor kepada sang Raja,
Setelah itu sang Raja beserta Pangeran Arthur dan Penguasa Kota Liss mulai berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut, semua orang di larang masuk dan para penjaga hanya bisa menjaga di depan pintu masuk ruangan tersebut.
Ketika mereka bertiga masuk ke dalam ruangan tersebut mereka melihat hanya ada empat buah sofa yang di atur saling berhadapan berbentuk persegi empat, dan juga di samping tembok terdapat beberapa lemari yang di isi dengan buku-buku.
Kemudian mereka bertiga mulai berjalan menuju sofa tersebut dan mereka mulai duduk bersama.
Sang Raja duduk menghadap ke depan, sedangkan Pangeran Arthur dan Penguasa Kota Liss duduk di sebelah kiri dan kanan.
Pangeran Arthur dan Penguasa Kota Liss yang duduk saling berhadapan melihat ke arah Raja, Sang Raja Yang duduk dengan tenang dan berkata.
Baiklah karena sudah tidak ada lagi yang akan mendengarkan pembicaraan kita, maka mari kita mulai membahas tentang penyerangan ini. “Raja Brown”
Seperti yang sudah saya katakan, karena saya sudah mengambil inisiatif untuk ikut dalam penyerangan kali ini maka saya sudah selesai menyiapkan beberapa pasukan untuk penyerangan ini. “Pangeran Arthur “
Kalau Pangeran sudah menyiapkan pasukan untuk penyerangan ini berarti, sejak awal Pangeran ingin melakukan penyerangan secepat mungkin. “Dion Von Liss”
Seperti yang di harapkan dari seorang Penguasa Kota, Anda dapat mengetahui keinginanku hanya dengan mendengar sebuah kalimat yang saya ucapkan. “Pangeran Arthur”
Sang Raja yang duduk dengan tenang dan mendengarkan percakapan dari kedua orang tersebut dengan santai berbicara.
Jadi begitu, lalu bagaimana pendapat Anda sebagai seorang Penguasa Kota. “Raja Brown”
Kalau Pangeran Arthur sudah menyiapkan pasukannya maka kita tidak perlu menunda lagi, dan alangkah baiknya jika kita menyerang mereka malam ini. “Dion Von Liss”
Kalau begitu penyerangan ini akan di pimpin oleh Arthur putra ku dan Tuan Dion. “Raja Brown”
Mendengar itu Pangeran Arthur dan Penguasa Kota Liss langsung menjawab secara bersamaan.
Kami siap menjalankan perintah...!!
Setelah mereka selesai berdiskusi, mereka bertiga mulai keluar dari dalam ruangan tersebut dan mereka mulai berjalan kembali menuju ruangan semula.
Di sana semua orang sedang menunggu kedatangan dari ke tiga orang tersebut, sang Raja yang masuk duluan ke dalam ruangan tersebut di ikuti oleh Pangeran Arthur dan Penguasa Kota Liss.
Sang Raja berjalan menuju ke tempat duduknya sedangkan Pangeran Arthur dan Penguasa Kota Liss duduk di tempat yang berbeda, setelah itu jamuan makan malam pun di mulai.
Setelah selesai jamuan maka Raja memberikan beberapa patah kata, setelah itu Raja pun menutup jamuan tersebut.
Di sisi lain Penguasa Kota dan keluarganya bersiap-siap untuk meninggalkan Penginapan dan mereka di antar langsung oleh Pangeran Arthur dan para pengawalnya menuju ke kereta kuda.
Pangeran Arthur yang sedang berjalan bersama dengan Penguasa Kota Liss dan mereka berdua sedang membahas perihal Penyerangan nanti malam.
Setelah mereka tiba di depan kereta kuda, Penguasa Kota Liss beserta keluarganya memberi salam perpisahan dan merekapun meninggalkan penginapan tersebut.
Pangeran Arthur yang berdiri dan melihat kepergian mereka hanya tersenyum dan melambaikan tangannya, setelah itu Pangeran Arthur kembali masuk ke dalam Penginapan dan dia mulai mempersiapkan semua pasukannya.
Semua Pengawal miliknya di ikut sertakan dalam pertempuran ini, Jun yang merupakan seorang kapten berdiri di sebelah kiri dari Pangeran Arthur. Pangeran Arthur yang berdiri di depan semua Pasukannya mulai berbicara dengan tenang.
Saya hanya memiliki beberapa patah kata untuk kalian semua, yang pertama jangan mati dan yang kedua bunuh semua musuh yang tidak menyerah...!! “Pangeran Arthur”
Setelah mendengar kalimat itu semua pasukan langsung menjawab secara bersamaan.
Siap Yang Mulia...!!
Di sisi lain Penguasa Kota Liss telah selesai mempersiapkan pasukannya, dan dia mulai menyuruh mereka untuk mulai bergerak menuju ke tempat yang telah di tentukan sebagai tempat pertemuannya dengan Pangeran Arthur.
Sesampainya di tempat tersebut Penguasa Kota Liss melihat bahwa Pangeran Arthur sudah lebih dulu berada di sana dan sedang menunggu kedatangannya, Penguasa Kota Liss berjalan di depan pasukannya dan dia mulai berjalan untuk menghampiri Pangeran Arthur.
Setelah dia berada di depan Pangeran Arthur, dia pun langsung berbicara kepada Pangeran Arthur.
Pangeran sekarang semua pasukan ku sudah tiba di sini jadi bagaimana kalau kita mulai saja Penyerangan ini. “Dion Von Liss”
Pangeran Arthur yang mendengar perkataan dari Penguasa Kota Liss dengan santai menjawab.
Kita bisa saja menyerang, akan tetapi ada satu hal yang ingin aku tunjukkan kepadamu...?! “Pangeran Arthur”
Mendengar itu Penguasa Kota Liss yang merasa penasaran langsung bertanya.
Jadi hal apa yang ingin di tunjukkan oleh Yang Mulia Pangeran kepada saya...?? “Dion Von Liss”
Kamu bisa Lihat sendiri di depan sana ada seseorang yang mungkin saja kamu kenal dengan baik... “Pangeran Arthur”
Penguasa Kota Liss yang merasa penasaran akan perkataan dari Pangeran Arthur langsung berjalan ke depan dan mengambil teropongnya dan melihat ke arah tempat Bandit Klan Serigala Merah berada, pada awalnya dia tidak melihat apa pun yang mencurigakan akan tetapi sedikit demi sedikit dia mulai melihat seorang wanita muda yang sedang berdiri di depan dan memerintah bandit tersebut.
Penguasa Kota Liss yang melihat hal itu menjadi terkejut dan dia tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya bisa melihat adiknya yang merupakan seorang wanita yang sangat di kagumi oleh banyak bangsawan menjadi pemimpin dari para bandit tersebut.
Dia yang melihat semua itu hanya bisa terdiam sambil menurunkan teropong tersebut, kemudian dia berjalan menuju ke tempat Pangeran Arthur.
Di sisi lain Pangeran Arthur yang berdiri sambil melihat kedatangannya hanya bisa merasa prihatin akan apa yang di lakukan oleh adik dari Penguasa kota tersebut.
Setelah Penguasa kota tiba di depan dari Pangeran Arthur, dia pun langsung berkata.
Yang Mulia Pangeran izinkan aku untuk menangkap dan memberi hukuman atas apa yang di lakukan oleh adikku itu. “Dion Von Liss”
Baiklah karena ini merupakan wilayah mu maka kamu yang akan menghukumnya sendiri, kalau begitu ayo kita mulai penyerangan-nya... “Pangeran Arthur”
Bersambung...