
Wilayah Belakang Kastil Bandit Serigala Merah.
Rebeka berteriak ke arah pasukannya dan semua pasukannya mulai bergerak dan menyerang, di sisi lain Jun yang melihat itu dengan santai mengangkat pedangnya dan berkata.
Serang....! “Jun”
Semua pasukan milik Jun mulai bergerak dan menyerang para bandit, sedangkan Jun yang merupakan pemimpin hanya berdiri di tempat sambil melihat ke arah Migel dan Rebeka.
Migel yang melihat itu langsung berjalan ke arah Rebeka dan berkata.
Pemimpin, saya akan menahannya dan saya harap pemimpin bisa pergi dari sini dengan selamat. “Migel”
Rebeka yang mendengar itu dengan santai menjawab.
Tentu saja, karena tugas kalian adalah untuk melindungi ku. “Rebeka Von Liss”
Kalau begitu saya akan mengantar pemimpin ke tempat yang lebih aman. “Migel”
Setelah itu Migel mulai berjalan di depan Rebeka dan di belakangnya ada beberapa pasukan bandit yang mengawalnya. Di sisi lain Jun yang melihat pergerakan dari mereka, mulai berlari ke arah Migel.
Jun berlari dengan cepat ke arah Migel dan sambil memegang pedangnya, Migel yang melihat itu langsung berteriak ke arah pasukan bandit.
Kalian pergi dan antar pemimpin kita ke tempat yang lebih aman...! “Migel”
Setelah itu Migel mulai melihat ke arah Jun dan dia mulai berlari dengan cepat ke arahnya, ketika mereka berdua bertemu dan saling bertarung satu sama lain.
Rebeka yang merupakan Pemimpin tertinggi dari pada para Bandit Klan Serigala Merah mulai bergerak dan naik ke atas kudanya, akan tetapi pada saat dia hendak naik ke atas kudanya tiba-tiba saja muncul seseorang dan memegang tangannya.
Rebeka yang merasakan hal itu langsung berbalik dan melihat ke arah belakang dan ternyata orang yang memegangnya adalah Pangeran Arthur dan dengan santai Pangeran Arthur berkata.
Sepertinya pertempuran akan segera usai, akan tetapi kenapa kamu ingin pergi secepat itu. “Pangeran Arthur”
Tiba-tiba saja Rebeka merasa pusing dan dia langsung pingsan setelah melihat wajah dari Pangeran Arthur, Pangeran Arthur yang tersenyum sambil melihat ke arah pengawal dari Rebeka. Mengangkat tangannya dan berkata.
Matilah...!! “Pangeran Arthur”
Serentak semua pasukan bandit yang sedang mengawal Rebeka langsung terjatuh ke tanah tanpa bisa berbuat apa-apa, setelah itu Pangeran Arthur kembali melihat ke arah Rebeka dan berkata.
Kamu sangat beruntung karena memiliki kakak yang sangat menyayangi mu, jadi aku akan memaafkan perbuatanmu dan menyerahkan masalah ini pada kakakmu. “Pangeran Arthur”
********************
Di tempat yang sama Jun dan Migel sedang bertarung, Jun yang menyerang dengan agresif dan tidak memberikan sedit peluang kepada Migel untuk membalas.
Migel yang mulai terpojok tiba-tiba saja melompat ke arah belakang dan mengeluarkan sebuah pil dan langsung memakannya, serentak tubuh Migel menjadi lebih besar dan pakaiannya mulai sobek.
Jun yang melihat adanya perubahan dari Migel dengan tenang berpikir.
Pil apa itu....??
Jangan-jangan itu merupakan Pil yang dapat meningkatkan kekuatan seseorang menjadi dua kali lipat. “Jun”
Tiba-tiba saja Migel menghilang dan berdiri di belakang Jun, Jun yang melihat itu langsung berbalik dengan cepat dan menyerang Migel dengan menggunakan pedangnya.
Akan tetapi Migel yang telah mengkonsumsi Pil penambah kekuatan, menjadi lebih kuat dan dengan santai menangkis serangan tersebut.
Akan tetapi Jun terhempas jauh ke belakang, walaupun dia tidak mengalami luka yang serius akan tetapi Jun bisa merasakan kalau kali ini kekuatan Migel telah bertambah kuat.
Jun mulai berdiri dengan tegak dan dan dia mulai menyerang Migel, akan tetapi Migel yang melihat hanya berdiri dan dengan santai menahan serangan itu.
Jun sudah mengetahui kalau Migel akan dengan santai menahan serangan dari pedang miliknya, akan tetapi dia terus melakukan serangan tersebut dan membuat Migel menjadi kelelahan.
Jun yang melihat bahwa Migel mulai terengah-engah menarik nafasnya, langsung memanfaatkan kesempatan itu dan melukai pergelangan tangan dari Migel.
Migel yang melihat itu langsung bereaksi dengan cepat dan menahan serangan tersebut, di sisi lain Jun mulai melompat kembali ke belakang dan berdiri sambil melihat ke arah Migel dan berkata.
Mungkin kamu memiliki kekuatan yang besar, akan tetapi kekuatan mu itu hanya sebatas penggunaan obat untuk memperkuat kemampuan mu. “Jun”
Migel yang mendengar perkataan Jun, langsung berbicara sambil melihat ke arah Jun.
Aku tahu, kekuatanku tidaklah besar akan tetapi dengan menggunakan Pil maka aku akan menjadi jauh lebih kuat. “Migel”
Tiba-tiba saja Migel menyerang dengan cepat ke arah Jun, dan Jun yang melihat itu langsung menghindari serangan Pedang dari Migel.
Jun bereaksi dengan cepat, akan tetapi Migel masih jauh lebih cepat dari pada Jun.
Migel Mulai melancarkan serangannya yang berikutnya, kali ini dia menggunakan pedangnya dan mengarahkannya ke arah leher milik Jun.
Akan tetapi Jun yang melihat itu langsung menangkis serangan itu dan kali ini Jun menahan serangannya tanpa terhempas seperti sebelumnya, Migel yang melihat itu menjadi tidak percaya dan dia langsung memegang pedangnya menggunakan ke dua tangannya dan memaksa Jun untuk mundur.
Di sisi lain Jun yang melihat itu dengan santai tersenyum dan berkata.
Aku mungkin tidak sekuat Tuan ku, akan tetapi aku masih jauh lebih kuat dari mu. “Jun”
Tiba-tiba saja kekuatan Jun meningkat dan membuat Migel menjadi bergetar, Migel yang merasakan tekanan itu langsung berteriak dan berkata.
Ini tidak mungkin...!!
Aku telah menggunakan Pil penambah Kekuatan, akan tetapi aku masih belum bisa mengalahkan mu..!! “Migel”
Jun yang mendengar perkataan dari Migel, dengan santai berkata.
Kamu mungkin terlalu banyak menggunakan kekuatan dari Pil-Pil tersebut dan karena itulah efek dari penggunaan Pil tersebut menjadi melemah. “Jun”
Serentak Jun mulai menggerakkan pedangnya dan menyerang Migel dengan kecepatan yang tinggi, Migel yang melihat itu mulai menggunakan kecepatannya dan mulai melawan balik kecepatan Jun.
Akan tetapi kemampuan Migel mulai menurun dan efek dari penggunaan Pil akan segera habis, Migel yang merasakan hal itu mulai bergerak dengan menggunakan sisa-sisa dari kekuatannya dan mulai menyerang Jun.
Di sisi lain Jun yang mulai merasakan pergerakan dari Migel mulai menurun, langsung memutuskan untuk menyerang dan membuat migel tidak dapat bergerak untuk membalas serangannya.
Migel dengan cepat bertindak untuk menutupi kekurangannya dengan cara mencari kesempatan dan berusaha menghindari serangan Jun, akan tetapi Jun tidak memberikan kesempatan kepada Migel untuk bergerak.
Migel mulai merasa tertekan dan tiba-tiba saja pedang milik Jun langsung mengarah ke bahu kiri dari Migel, Migel yang sudah tidak bisa lagi menghindari serangan itu. Mulai melompat ke belakang dan berdiri sambil melihat ke arah Jun dan berkata.
Aku mungkin akan kalah, akan tetapi aku akan mati bersama mu....!! “Migel”
Tiba-tiba saja tubuh Migel mengeluarkan cahanya dan migel berlari dengan cepat ke arah Jun, Jun yang melihat itu langsung bereaksi dengan cepat dan menggunakan sihirnya untuk menciptakan sebuah penghalang.
Bersambung...