
Siang hari di sebuah bangunan di pinggiran kota Liss terdapat lima orang pemimpin Klan Serigala Merah yang sedang duduk sambil memulai pertemuan mereka, dan salah satu dari pemimpin itu mulai berbicara.
Hari ini kita semua berada di sini untuk membicarakan kejadian yang terjadi semalam. “Lex”
Kamu benar, kejadian semalam telah membuat kita semua kehilangan muka di hadapan bawahan dan kolega kita. “Ains”
Tepat sekali, kali ini kita akan membuat mereka membayar atas apa yang telah mereka lakukan kepada kita. “Migel”
Tapi masalahnya kita tidak tahu siapa sebenarnya lawan kita. “Kayt”
Mendengar itu Pemimpin tertinggi dari Klan Serigala Merah mulai berbicara.
Soal masalah itu biar aku sendiri yang menyelidikinya. “Rebeka Von Liss”
Setelah mendengar itu keempat pemimpin itu langsung menjawab secara bersamaan.
Baik ketua. “Empat Pemimpin”
Tapi sebelum itu aku ingin mengatakan satu hal untuk kalian. “Rebeka Von Liss”
Mendengar itu salah satu dari pemimpin itu menjawab.
Apa itu...?? “Lex”
Seperti yang kalian ketahui, kalau kemarin rombongan dari Ibu Kota Kerajaan Brown sudah tiba di sini, jadi aku tidak ini sampai mereka mengetahui pergerakan kita di kota ini. “Rebeka Von Liss”
Baik ketua. “Keempat Pemimpin”
Dan satu hal lagi, kalian jangan pernah bertingkah ceroboh dan gegabah dalam menghadapi masalah ini, itu saja saatnya bubar. “Rebeka Von Liss”
Mendengar itu keempat pemimpin itu langsung berdiri dan meninggalkan tempat tersebut, tapi pemimpin yang satunya masih tetap duduk santai dan berkata.
Sepertinya ini akan menjadi sedikit menarik. “Rebeka Von Liss”
Kediaman Keluarga Liss
Seorang pria sedang duduk di dalam ruangan kerja miliknya dan dengan santai sedang menyelesaikan dokumen-dokumen yang sedang berada di atas meja.
Pria tersebut melihat ke arah depan dan berkata.
Apakah semuanya sudah dia atur. “Dion Von Liss”
Kepala pelayan yang mendengar itu langsung berkata.
Semuanya sudah siap, Tuan. “Kurt. Kepala Pelayan Keluarga Liss”
Kalau begitu sebentar lagi kita akan bersiap untuk pergi ke penginapan dan bertemu dengan Raja Dan Ratu. “Dion Von Liss”
Setelah itu pria itu kembali bertanya kepada pelayannya.
Apakah adikku sudah kembali. “Dion Von Liss”
Kepala pelayan yang mendengar itu langsung menjawab dengan tenang.
Nona muda masih belum kembali, tapi mungkin sebentar lagi Beliau sudah kembali. “Kurt”
Baiklah, kalau begitu setelah dia kembali, segeralah menyuruhnya untuk menemuiku. “Dion Von Liss”
Di tempat lain Pangeran Arthur yang sedang santai di kamarnya tiba-tiba saja menerima pesan telepati dari Will.
Tuan ini saya Will. “Will”
Ada apa Will. “Pangeran Arthur”
Seperti yang Tuan minta, saya telah membawa Putri dari bangsawan iblis ketempat yang lebih aman. “Will”
Bagus, sekarang kamu hanya perlu mengawasi dan menjaga mereka agar tidak ada musuh yang mengetahui keberadaan mereka. “Pangeran Arthur”
Baik Tuan, kalau begitu saya undur diri. “Will”
Setelah selesai berbicara dengan Will melalui telepati, Pangeran Arthur mulai berjalan dan keluar dari dalam kamarnya.
Disaat yang bersamaan Raja dan Ratu Kerajaan Brown Juga baru keluar dari kamar mereka, setelah itu Pangeran Arthur langsung menyapa mereka.
Ayah, Ibu. “Pangeran Arthur”
Sang Ratu-pun menjawab.
Ada apa nak. “Ratu Kerajaan Brown”
Saya ingin pergi latihan pedang di arena latihan jadi saya ingin meminta ijin sebelum saya pergi. “Pangeran Arthur”
Mendengar itu sang Ratu dengan lembut menjawab.
Baiklah, tapi setelah latihan kamu harus langsung kembali ke sini. “Ratu Kerajaan Brown”
Baik ibu. “Pangeran Arthur”
Setelah itu Pangeran Arthur langsung berjalan meninggalkan ayah dan ibunya dan langsung bergegas pergi ke arena latihan.
Sesampainya di sana Pangeran Arthur yang di temani oleh lima orang pengawalnya dengan santai berjalan masuk ke dalan ruangan resepsionis untuk menyewa lapangan latihan.
Setelah selesai menyewa lapangan latihan Pangeran Arthur dan kelima pengawalnya mulai berjalan ke atas arena latihan untuk berlatih.
Akan tetapi tiba-tiba saja terdengar suara seorang pria yang sedang berdiri di belakang mereka yang berbicara dengan keras.
Kalian lihatlah bocah itu, dia terlihat santai tapi sebenarnya dia sedang ketakutan. “Milion. Petualang Rank C”
Semua orang yang mendengar itu langsung tertawa dan memandang rendah Pangeran Arthur.
Hahahahaha.......“(....)”
Mendengar itu salah satu pengawal dari Pangeran Arthur tiba-tiba saja telah berada di belakangnya dan menidungkan sebuah belatih di leher pria itu.
Jika kamu berani berbicara ataupun bergerak sedikit saja, maka aku akan mengiris lehermu dengan belati ini. “Pengawal Pangeran Arthur”
Melihat kejadian tersebut tiba-tiba saja suara keributan yang berada di dalam ruangan itu jadi hening seketika, setelah itu Pangeran Arthur dengan santa berbicara ke arah semua orang yang menertawakannya.
Aku akan buat sebuah kompetisi di sini, jika ada salah satu dari kalian yang bisa mengalahkan aku maka aku akan memberikan seribu koin emas untuk orang tersebut, bagaimana apa kalian tertarik. “Pangeran Arthur”
Mendengar itu semua orang yang berada di dalam ruangan itu langsung melihat ke arah Pangeran Arthur dan para pengawalnya dengan tatapan yang dingin.
Bersambung...