
Dalam Pertempuran.
Di tempat yang sama Penguasa Kota Liss sedang berhadapan dengan salah satu pemimpin Bandit Klan serigala Merah yang bernama Lex, pertempuran antara keduanya masih berlanjut dan ini merupakan pertempuran yang hebat karena mereka berdua memiliki level yang hampir sama.
Penguasa Kota Liss, yaitu Dion Von Liss bergerak dengan cepat bersama kudanya dan dia mengarahkan ujung tombaknya ke arah salah satu pemimpin dari Bandit Klan Serigala Merah yaitu Lex, akan tetapi serangan tersebut berhasil di hindari oleh Lex.
Lex yang berhasil menghindar dari serang tersebut mulai kembali membalas serang dari Dion Von Liss, kali ini serangan dari Lex tidak secepat serangan dari Dion Von Liss akan tetapi serangannya memiliki kekuatan yang lebih besar dari serangan milik Dion Von Liss.
Dian Von Liss yang menerima serangan dari Lex akhirnya terjatuh dari atas kudanya, di sisi lain Lex yang melihat itu langsung melompat turun dari atas kudanya dan mulai menyerang Dion Von Liss.
Di tempat lain di dalam markas milik Bandit Klan Serigala Merah, ke tiga pemimpin sedang menunggu kabar dari para pengintai yang mereka kirim untuk mengamati pertempuran.
Migel yang sedang duduk di samping kanan Rebeka, melihat ke arah Kayt dan berkata.
Ini merupakan pertempuran yang cukup menyusahkan untuk kita. “Migel”
Kamu benar, bahkan Penguasa Kota secara langsung datang dan menyerang kita. “Kayt”
Rebeka yang mendengar pembicaraan mereka langsung bereaksi dan berkata. Kalian berdua tenanglah. “Rebeka Von Liss”
Kedua orang itu langsung melihat ke arah Rebeka dan berkata.
“Pemimpin...!!”
Masalah kali ini tidak sesederhana yang kalian pikirkan. “Rebeka Von Liss”
Apa maksud anda...?? “Kayt”
Karena kali ini yang menyerang kita bukan hanya kakak ku saja, melainkan dia juga mendapatkan bantuan dari Pangeran Arthur. “Rebeka Von Liss”
Maksud Anda Pangeran Arthur, Pangeran dari Kerajaan Brown...?! “Migel”
Itu benar, dan ini bisa saja menjadi ancaman yang serius bagi kita. “Rebeka Von Liss”
Kalau begitu, bagaimana kalau Saya sendiri yang akan menunggu kedatangan dari pengintai kita dan Migel pergi bersama pemimpin melalui pintu belakang. “Kayt”
Boleh saja akan tetapi, apakah kamu yakin bisa menghadapi mereka sendirian..?? “Migel”
Aku yakin, karena itu kamu harus pergi bersama pemimpin ke tempat yang lebih aman. “Kayt”
Baiklah. “Migel”
Setelah itu Migel membawa Rebeka Von Liss beserta beberapa bawahannya dan mereka pun pergi melalui pintu belakang, di sisi lain Pangeran Arthur yang sudah mulai mendekati pintu masuk kastil sedang berjalan dengan santai tanpa bisa di hentikan oleh satu orang pun.
Pangeran Arthur dengan santai melangkah maju dan beberapa penjaga yang sedang berjaga di luar kastil mulai berusaha untuk menyerangnya, akan tetapi serangan mereka bahkan tidak bisa menggoresnya sedikitpun.
Seorang penjaga menyerang Pangeran Arthur dari arah depan menggunakan pedang dan seorang lagi menyerang Pangeran Arthur dari arah belakang menggunakan tombak, di sisi lain seorang pemanah mulai melepaskan anak panahnya dan anak panah tersebut mengarah ke arah tubuh dari Pangeran Arthur.
Pangeran Arthur bahkan tidak menggunakan kekuatan sihirnya akan tetapi dia hanya menggunakan kekuatan fisiknya, ketika anak panah tersebut hampir mengenai tubuh dari Pangeran Arthur. Tiba-tiba saja Pangeran Arthur
Kemudian anak panah tersebut berputar ke arah depan dan mengenai bandit yang sedang berada di depan dari Pangeran Arthur, di saat yang bersamaan salah satu bandit yang berusaha untuk menyerang Pangeran Arthur dari
arah belakang langsung mengarahkan tombaknya ke arah punggung dari Pangeran Arthur.
Pangeran Arthur yang melihat itu langsung menunduk dan menghindari serangan tersebut, setelah itu Pangeran Arthur langsung menendang kaki dari bandit itu dan bandit tersebut langsung kehilangan keseimbangannya
dan dia pun terjatuh.
Pangeran Arthur yang melihat itu langsung dengan cepat memenggal kepala dari bandit itu, kemudian Pangeran Arthur mengambil tombak dari bandit tersebut dan melemparkannya ke arah bandit yang menggunakan panah.
Tombak yang di lemparkan oleh Pangeran Arthur melaju dengan cepat dan mengenai dada bagian depan dari bandit tersebut, kemudian Pangeran Arthur mulai melangkah maju ke dalam kastil itu.
Di tempat lain Dion Von Liss yang sedang bertarung melawan Lex mulai menggunakan kekuatan sihirnya, Lex yang melihat itu langsung bereaksi dengan cepat dan menggunakan sihirnya juga.
Kali ini Dion Von Liss yang melakukan serangan terlebih dahulu, kecepatan yang di miliki oleh Dion Von Liss menjadi tiga kali lipat dari pada sebelumnya.
Dan hal ini membuat Lex menjadi sedikit kewalahan dalam menghadapi serangan dari Dion Von Liss, karena Lex tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk menghentikan pergerakan dari Dion Von Liss. Maka Lex hanya bisa berdiri dan berkata .
Aku akui kamu memiliki kecepatan yang luar biasa, akan tetapi kamu tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk bisa menjatuhkan ku. “Lex”
Dion Von Liss yang mendengarkan kata-kata dari Lex, hanya terdiam dan dia terus melancarkan serangan dengan cepat ke arah Lex.
Kali ini Dion Von Liss menggunakan teknik tarian pedang angin miliknya dan dia berhasil melikai lengan dari Lex, Lex yang melihat itu menjadi marah dan dia memancarkan kekuatan mana yang besar dari dalam tubuhnya.
Kali ini Lex menggunakan elemen bumi untuk menciptakan Zirah Batu pada tubuhnya, dan kali ini serangan yang di miliki oleh Dion Von Liss dapat di hentikan dengan mudah oleh Lex.
Dion Von Liss yang melihat itu langsung bereaksi dengan cepat dan diapun melompat ke arah belakang, Lex yang melihat itu langsung tersenyum dan berkata.
Kali ini kamu tidak akan bisa melukai ku lagi, karena aku tidak akan bermain-main lagi dengan mu. “Lex”
Dion yang melihat itu dengan santai melihat ke arah Lex dan berkata.
Sekuat apapun sebuah zirah, jika di serang terus menerus tentu saja akan rusak. “Dion Von Liss”
Lex yang mendengar itu dengan santai menjawab.
Jika kamu memiliki kemampuan seperti itu maka kamu bisa mencobanya sendiri. “Lex”
Kalau itu mau mu maka aku tidak perlu lagi menahan diri. “Dion Von Liss”
Tiba-tiba saja udara menjadi dingin dan Lex mulai merasakan adanya sebuah tekanan yang berbeda dari sebelumnya, Lex yang sedang berdiri di hadapan Dion mulai merasakan adanya sebuah ancaman yang sangat berbahaya dari arah Dion.
Setelah itu Dion on Liss tiba-tiba saja menghilang dan muncul di belakang Lex, Lex bahkan tidak bisa melihat gerakan dari Dion hanya bisa berdiri dan berusaha untuk bertahan dari serangan tersebut.
Serang berikutnya yang di lancarkan oleh Dion Von Liss adalah serangan yang sangat mematikan dan tiba-tiba saja serangan pedang milik Dion menembus zirah baja batu milik Lex dan mengenai jantungnya.
Bersambung...