The God Of Darkness The King Of The Dead

The God Of Darkness The King Of The Dead
Chapter 49



Pangeran Arthur mulai berjalan mendekati wanita tersebut dan setelah berada tepat di belakang dari wanita itu, pangeran Arthur tersenyum sambil memandangi wanita itu dan berkata.


“halo, bolehkah aku bergabung dengan kalian...?”


Wanita tersebut perlahan-lahan membalikkan badannya kemudian dia menatap ke wajah pangeran Arthur sambil berkata.


“boleh.”


Kemudian wanita itu tersenyum, Pangeran Arthur yang mendengar itu dengan santai duduk di samping wanita itu.


Setelah itu salah satu dari teman wanita itu berkata.


“wajahmu terlihat asing dan sepertinya kamu bukan berasal dari kerajaan ini.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung menjawab sambil tersenyum santai.


“itu benar, ini merupakan kedatangan ku yang pertama di kerajaan ini.”


Setelah itu Pangeran Arthur kembali berbicara.


“maaf sebelumnya, perkenalkan namaku Art.”


Sambil melihat ke arah samping, dan wanita yang berada di samping dari pada Pangeran Arthur pun berkata.


“namaku, Emi”


Pangeran Arthur memandang mata dari pada wanita itu dan berkata.


“Lama tidak jumpa Emilia.”


Serentak suasana di tempat itu menjadi hening dan kedua orang itu saling menatap satu sama lain, dunia serasa hanya berputar di antara mereka berdua.


Dalam hal ini keduanya sama-sama menggunakan penyamaran untuk menyelinap ke luar dan oleh sebab itu tidak ada satupun orang di sekitar mereka yang menyadari siapa sebenarnya mereka.


Setelah itu tiba-tiba saja salah satu dari pada teman wanita itu langsung mengeluarkan pedangnya dan langsung mengarahkannya ke arah dari pada pangeran Arthur sambil berkata.


“siapa kamu sebenarnya...?!”


Putri Emilia yang sudah ketahuan langsung berkata.


“aku tahu itu pasti dirimu.”


Sambil meneteskan air mata dan memandang ke mata dari pangeran Arthur sambil tersenyum, Pangeran Arthur yang melihat itu langsung berkata.


“sudah tiga tahun kita tidak bertemu, kamu masih sama seperti dulu.”


Teman wanita yang mengeluarkan pedang tadi merupakan pelayan pribadi dari pada Putri Emilia dan setelah dia mendengarkan perkataan dari pada Putri Emilia, dia langsung menurunkan pedangnya dan berkata.


“maaf atas kelancangan hamba.”


Sambil menundukkan kepalanya, Pangeran Arthur yang melihat itu langsung berkata.


“ini merupakan hal yang normal dan aku tidak menyalahkan dirimu sebagai pelindung dari pada Tuanmu.”


Kemudian pengawal itu pun berkata.


“terima kasih, Tuan muda.”


Setelah itu pengawal itu kembali duduk di tempat duduknya, Pangeran Arthur kembali melihat ke arah Putri Emilia sambil membelai wajahnya dengan lembut dan berkata.


“aku sudah kembali Jadi kamu tidak perlu meneteskan air matamu lagi karena itu akan menarik perhatian semua tamu yang berada di tempat ini.”


Setelah itu Putri Emilia tersenyum sambil melihat ke arah Pangeran Arthur dan berkata.


“ini adalah air mata kebahagiaan, jadi biarkan saja”


Pangeran Arthur dengan santai tersenyum dan berbicara di dalam hatinya.


“tiga tahun kah, bagiku ini sudah ribuan tahun dan akhirnya aku bisa menemukan mu kembali, pertemuan ini merupakan hal yang tidak akan aku lupakan.”


Kemudian Pangeran Arthur dan Putri Emilia kembali menikmati hidangan yang telah di siapkan untuk mereka, setelah beberapa menit kemudian, Pangeran Arthur memutuskan untuk mengantarkan Putri Emilia kembali ke kastil


kerajaan Badai Salju.


Setelah sampai di depan Kastil, Pangeran Arthur yang sedang berjalan di samping Putri Emilia sambil memegang tangannya dengan lembut dan berkata.


“kita sudah sampai, sekarang aku harus kembali.”


Putri Emilia yang mendengar itu dengan santai tersenyum dan berkata.


“baiklah, tapi kapan kita bisa bertemu lagi.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu berjalan maju di depan dari Putri Emilia dan Pangeran Arthur membelai kepala dari pada Putri Emilia dengan lembut sambil berkata.


“kita akan bertemu secepatnya, dan aku akan membawamu ke rumah kita.”


Putri Emilia yang mendengar itu melihat ke arah wajah dari Pangeran Arthur dan berkata.


“baiklah.”


**********


di tempat lain di dalam hutan, Will yang sedang berjalan menyusuri hutan bagian selatan dari kerajaan Brown dan tiba-tiba saja dia melihat sebuah cahaya yang sangat terang.


Kemudian dia memutuskan untuk untuk berjalan menuju ke arah dari pada cahaya itu sambil berkata.


“cahaya apa itu.”


Setelah dia berada di depan cahaya itu dia melihat keberadaan dari pada sebuah gua yang sangat besar dan dia langsung berkata.


“sebuah gua...?”


Will yang melihat itu langsung memutuskan untuk menghubungi pangeran Arthur melalui telepati jarak jauh, dan setelah terhubung Will langsung berkata.


“Tuan, saya menemukan sesuatu yang menarik.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“hal menarik apa yang kamu temukan..?”


Will yang mendengar itu dengan santai berkata.


“saya menemukan sebuah gua, akan tetapi ini bukanlah gua biasa melainkan sebuah portal yang berada di depan pintu masuk gua.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“hee....”


“Menarik, bagaimana jika kamu masuk dan memeriksa apa yang berada di dalam sana.”


Will yang mendengar itu langsung berkata.


“saya juga berpikir seperti itu, akan tetapi sihir dari portal ini sepertinya menolak kedatanganku.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“sepertinya portal itu memiliki kunci khusus.”


Will yang mendengar itu langsung berkata.


“maksud Tuan, ada sebuah kunci di suatu tempat yang dapat membuat kita bisa masuk ke dalam portal ini.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“mungkin saja, akan tetapi untuk mendapatkan kunci itu mungkin akan sulit karena kunci itu pasti di jaga oleh seseorang yang cukup kuat.”


Will yang mendengar itu langsung berkata.


“Tuan, bagaimana jika saya pergi dan mencari keberadaan dari kunci tersebut.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu dengan santai berkata.


“baiklah, tapi ingat jangan sampai ada orang yang tahu tentang keberadaan dari portal itu.”


Will dengan tenang menjawab.


“baik Tuan.”


**********


Penginapan ibu kota Kerajaan Badai Salju.


Pangeran Arthur yang sedang bersantai di dalam kamarnya setelah selesai berbicara dengan Will melalui telepati, dengan santai berbaring di atas tempat tidurnya sambil melihat ke atas langit-langit kamar.


Tiba-tiba saja terdengar suara dari dalam kepalanya, dan ternyata ada seseorang yang sedang berusaha menghubungi dirinya dan orang tersebut adalah temannya yaitu Kaisar Dewa Naga terdahulu.


Kaisar Dewa Naga dengan santai berkata.


“Lama tidak jumpa, Arthur...!”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“suara ini, kamu Kaisar Dewa Naga...!”


Kemudian Kaisar Dewa Naga dengan santai berkata.


“Arthur, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu dan hal ini merupakan sesuatu yang sangat penting dan kamu harus mendengarkannya dengan baik-baik.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata sambil memasang ekspresi wajah serius.


“hal penting apa yang ingin kamu sampaikan kepadaku, sampai-sampai kamu menggunakan telepati antar ruang dan waktu milikmu.”


Kaisar Dewa Naga dengan nada suara serius berkata.


“sebenarnya....”


Bersambung...