
Setelah dua hari perjalanan menuju Kerajaan Badai Salju, Pangeran Arthur dan ke dua orang tuanya akhirnya tiba di kota Perbatasan Kerajaan Brown, yaitu Kota Liss.
Kota Liss
merupakan salah satu kota di perbatasan Kerajaan Brown dan kota ini masih merupakan bagian dari Kerajaan Brown, Kota Liss juga merupakan kota dengan tingkat pertahanan yang kuat karena memiliki karena memiliki seorang Jenderal Rangking S dan empat Jenderal Rangking A.
Akan tetapi siapa yang tahu kalau kota dengan tingkat kekuatan militer yang memadai seperti ini memiliki tempat perdagangan budak yang tersembunyi di bawah tanah.
Dari dalam kegelapan seorang pria berjalan perlahan-lahan sambil tersenyum dan berkata.
Jika aku bisa menangkap beberapa elf lagi maka aku akan menjadi lebih kaya. “(.....)”
Penginapan.
Kembali ke kerajaan Brown, Will yang sedang berjalan menuju ke sebuah penginapan akhirnya dia-pun tiba di penginapan itu.
Sambil berjalan masuk Will melihat ke arah seorang gadis yang sedang duduk bersama dengan para pengawalnya di bagian pojok belakang dari tempat makan penginapan itu.
Kemudian Will dengan santainya berjalan menghampiri putri itu dan para pengawalnya, setelah sampai di sana Will langsung dengan santai menyapa mereka semua.
Selamat malam semuanya perkenalkan nama saya Will dan saya merupakan pelayan dari Yang Mulia Arthur.... “Will”
Putri itu pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan berkata.
Perkenalkan nama saya Mesya Loran Putri dari Bangsawan Iblis Loran.... “Mesya Loran”
Setelah itu sang Putri mempersilahkan Will untuk duduk di kursi yang berhadapan langsung dengannya, dan setelah Will duduk sang Putri mulai berbicara kembali kepada Will dengan tenang.
Tuan Will, aku sebagai Putri dari Bangsawan Iblis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena anda sudah mengetahui keberadaan kami akan tetapi anda tidak melaporkan kami ke pasukan kerajaan. “Purti Mesya”
Will tersenyum halus dan berkata. Sebenarnya ini bukan keinginanku tapi melainkan keinginan dari tuanku dan aku hanya menjalankan perintahnya. “Will”
Putri Mesya yang mendengar itu dengan santai menjawab. Akan tetapi aku akan tetap berterima kasih ke pada anda dan Tuan anda. “Putri Mesya”
Will yang mendengar itu langsung tersenyum dan dengan santai berkata.
Kalau begita sebaiknya kita harus segera pindah ke tempat yang lebih aman agar kita bisa membicarakan semua pembicaraan yang penting tanpa di lihat oleh orang lain. “Will”
Tapi kami tidak memiliki tempat yang bisa menampung kami semua dan sebetulnya kami sudah hampir kehabisan uang. “Putri Mesya”
Kalau masalah tempat tinggal aku sendiri sudah menyiapkannya jadi kalian tidak perlususah-susah untuk mencarinya lagi. “Will”
Putri Mesya yang mendengar itu langsung berdiri dan berkata sambil menundukan kepalanya.
Dan sekali lagi Will berkata sambil tersenyum
Sama-sama. “Will”
Setelah itu Putri Mesya dan para bawahannya pergi dan menyiapkan barang bawaan mereka, setelah semuanya selesai merekapun mengikuti Will untuk pergi ke tempat tinggal mereka yang baru.
Kota Perbatasan Liss.
Di dalam sebuah penginapan kelas satu, Pangeran Will dan kedua orang tuanya menginap di penginapan tersebut, Penginapan tersebut bernama Penginapan Bulan Perak.
Pangeran Will dan kedua Orang tuanya menginap di penginapan tersebut tetapi mereka tidak menunjukan siapa mereka sebenarnya melainkan mereka menyamar menjadi keluarga pedagang.
Hal ini dilakukan agar tidak timbul kekacauan atau keributan di dalam kota maupun di luar kota, karena keberangkatan Pangeran Arthur dan kedua orang tuanya sangat di rahasiakan keberadaannya.
Pangeran Arthur yang mulai merasa bosan di kamarnya berjalan keluar dan pergi menuju ke ruangan orang tuanya.
Setelah sampai di depan pintu ruangan orang tuanya, Pangeran Arthur dengan santan mengetuk pintu dan berkata.
Ayah, ibu, aku ingin keluar sebentar karena aku merasa bosan. “Pangeran Arthur”
Ayah pangeran Arthur yang mendengar itu langsung menjawab.
Baiklah tapi kamu harus membawa beberapa pengawal untuk menemanimu. “Raja Kerajaan Brown”
Baik ayah. “Pangeran Arthur”
Setelah itu Pangeran Arthur mulai berjalan keluar dari dalam penginapan dan Pangeran Arthur di kawal oleh sepuluh orang pengawal.
Pangeran Arthur berjalan bersama para pengawalnya dan menuju ke pasar malam, disaat yang bersamaan terdengan teriakan dari dalam sebuah lorong yang gelap.
Tolong....!! “(....)”
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berbalik dan berbicara kepada para pengawalnya.
Kalian berlima pergi dan lihat apa yang sedang terjadi di sana....!! “Pangeran Arthur”
Mendengar itu kelima pengawal dari Pangeran Arthur langsung bergegas dan menuju ke arah datangnya suara itu, sedangkan yang lainnya menunggu perintah dari Pangeran Arthur.
Bersambung...