The God Of Darkness The King Of The Dead

The God Of Darkness The King Of The Dead
Chapter 53



Malam hari di luar kastil Kerajaan Badai Salju, Jun yang sedang mengawasi dari luar Kastil tiba-tiba saja melihat sekelompok orang yang sedang bergerak secara diam-diam mendekati kastil Kerajaan Badai Salju.


Jun yang melihat semua itu memutuskan untuk bergerak mengawasi mereka, orang-orang itu bergerak menuju ke belakang kastil.


Sesampainya di sana mereka semua berkumpul dan membagi tim untuk masuk secara diam-diam ke dalam Kastil, Jun yang melihat itu hanya mengawasi mereka dari jauh.


Orang-orang itu mulai menyamar mengenakan pakaian pelayan dan mereka mulai berjalan masuk ke dalam Kastil Kerajaan Badai Salju, Jun yang melihat itu langsung berbicara kepada salah satu prajurit yang sedang bersamanya.


“musuh telah ditemukan, mereka menggunakan pakaian pelayan dan jumlah mereka ada enam orang.”


Mendengar itu salah satu prajurit berkata.


“Tuan, apa yang akan kita lakukan sekarang.”


Jun yang mendengar itu menjawab dengan tenang.


“untuk sekarang kita hanya akan mengawasi mereka, dan kamu pergi dan sampaikan hal ini kepada Pangeran Arthur.”


Mendengar itu prajurit tersebut langsung menjawab.


“baik Tuan.”


Setelah itu prajurit tersebut langsung bergegas pergi menemui Pangeran Arthur, di sisi lain pembicaraan di dalam ruangan pribadi Raja Frank Relight akhirnya selesai dan kedua keluarga kerajaan kembali ke aula utama untuk melanjutkan acaranya.


Setelah kedua keluarga kerajaan tiba di aula utama, semua tamu undangan yang melihat kedatangan mereka langsung berbalik dan memberikan hormat kepada mereka.


Setelah itu Raja Frank Relight mulai berjalan naik ke atas tahtanya dan setelah tiba di sana dia langsung berbalik ke arah semua tamu undangan, dengan senyum di wajahnya dia berkata.


“Kami kedua keluarga kerajaan yaitu Kerajaan Badai Salju dan Kerajaan Brown, telah memutuskan tanggal pertunangan antara Pangeran Arthur Van Brown dan Putri Emilia Relight.”


“Pertunangan mereka akan di adakan di Kerajaan Brown dan tanggal pertunangan-nya adalah tanggal 20 bulan ke 11.”


Semua tamu undangan yang mendengar itu langsung bertepuk tangan bersama-sama, di sisi lain prajurit dari Kekaisaran Seribu Pedang telah masuk ke dalam kastil dan berbaur bersama para pelayan.


Mereka mendengar semua perkataan dari Raja Frank Relight, salah satu dari mereka mulai mendekati teman mereka yang lainnya dan kemudian berkata.


“tanggal pertunangan telah di tetapkan, kamu pergi dan beritahukan hal ini kepada rekan kita yang lainnya dan segera kirimkan surat kepada Pangeran Kris.”


Mendengar itu prajurit yang satunya berkata.


“baiklah.”


Setelah itu prajurit tersebut langsung bergerak pergi meninggalkan tempat itu, di sisi lain Pangeran Arthur yang sedang berdiri di samping Putri Emilia, melihat kedatangan dari salah satu bawahannya.


Prajurit itu melihat ke arah Pangeran Arthur dari kejauhan sambil memberi hormat, Pangeran Arthur yang melihat itu langsung melihat ke arah Putri Emilia dan berkata.


“aku harus pergi sebentar.”


Putri Emilia yang mendengar itu langsung berkata.


“apa aku boleh ikut bersamamu.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung menjawab.


“sebaiknya kamu tetap disini untuk menemani para tamu undangan, tenang saja aku tidak akan lama.”


Putri Emilia yang mendengar itu langsung berkata.


“baiklah.”


Setelah itu Pangeran Arthur langsung bergerak menuju ke arah prajurit itu, setelah sampai di sana Pangeran Arthur dan Prajurit itu langsung berjalan menuju ke arah luar aula.


Sesampainya di luar aula, Pangeran Arthur melihat ke arah sekitar dan setelah itu Pangeran Arthur langsung berkata.


“apa yang terjadi, apa kalian telah menemukan sesuatu yang menarik.”


Mendengar itu prajurit itu langsung berkata.


“Yang Mulia, kami telah menemukan keberadaan dari pada para penyusup itu.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu dengan santai berkata.


“jadi mereka sudah mulai bergerak.”


Setelah itu Pangeran Arthur kembali berbicara dengan tenang sambil melihat ke arah prajurit itu.


“jadi, dimana mereka sekarang.”


Mendengar itu Prajurit tersebut langsung berkata.


“Yang Mulia, para musuh itu telah menyusup masuk ke dalam kastil dan mereka menyamar sebagai pelayan, jumlah mereka ada enam orang.”


Mendengar itu Pangeran Arthur langsung berkata.


“jadi begitu, untuk sekarang kamu kembali dan katakan kepada Kapten Jun untuk terus mengawasi mereka dan juga jangan lupa untuk temukan tempat persembunyian mereka.”


Mendengar itu prajurit tersebut langsung berkata.


 “Baik, Yang Mulia.”


Setelah itu prajurit tersebut langsung memberi hormat dan bergerak pergi menuju Kapten Jun, di sisi lain Pangeran Arthur langsung berbalik dan berjalan menuju ke dalam aula utama.


Setelah sampai di dalam, Pangeran Arthur langsung berjalan menghampiri Putri Emilia. Putri Emilia yang melihat kedatangan dari Pangeran Arthur, mulai tersenyum dan berkata.


Pangeran Arthur yang mendengar itupun menjawab.


“sudah.”


Setelah itu Putri Emilia kembali berbicara.


“kalau begitu, apa kamu bisa meluangkan waktumu untuk diriku.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“apa maksudmu, aku selalu memiliki waktu utuk bersamamu.”


Mendengar itu Putri Emilia-pun berkata.


“kalau begitu, ikutlah bersamaku.”


Pangeran Arthur mulai berjalan mengikuti Putri Emilia, Putri Emilia membawa Pangeran Arthur menuju ke arah taman kerajaan Badai Salju.


Setelah sampai di sana, ada beberapa pengawal yang berjaga di sekitar taman tersebut. Pangeran Arthur bersama Putri Emilia duduk di sebuah kursi santai yang berada di taman tersebut.


Putri Emilia melihat ke arah langit dan berkata.


“kamu lihat ada banyak bintang yang terlihat malam ini, dan bintang-bintang itu bersinar dengan terang.”


Kemudian Putri Emilia kembali berkata.


“tempat ini merupakan tempat favorit nenekku ketika dia masih hidup, dia merupakan orang yang sangat spesial dalam hidupku.”


“tapi sekarang dia telah tiada, setelah dia tiada aku sering bermain ke sini.”


“dan suatu hari aku melihat seorang pria yang sedang duduk sambil berusaha menyembuhkan seekor burung kecil yang sedang terluka di sini.”


“dan pada saat itu aku langsung menyukai pria itu.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“Jadi, wanita yang bersembunyi di balik bunga itu adalah dirimu.”


Putri Emilia langsung menjawab.


“iya, itu aku.”


“pada saat itu aku belum berani untuk bertemu denganmu, jadi aku hanya bisa bersembunyi dan menghindar darimu.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“sebenarnya, pada saat aku di jodoh-kan dengan dirimu, aku sama sekali tidak setuju.”


“akan tetapi setelah beberapa kali pertemuan kita, aku mulai menyukai dirimu.”


“mungkin ini terdengar aneh akan tapi setiap kali aku melihat senyum di wajahmu, aku menjadi lebih tenang dan hatiku menjadi damai.”


“apa kamu ingat ketika kamu terjatuh saat kita berlarian di taman.”


Putri Emilia yang mendengar itu langsung menjawab.


“ya, aku masih mengingatnya.”


“kalau tidak salah itu merupakan pertemuan kita yang ke lima.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“itu benar, dan pada saat itu umur kita masih tujuh tahun.”


“pada saat itu kamu terjatuh dan menangis, ketika aku melihat dirimu menangis hatiku terasa sangat sakit.”


Putri Emilia yang mendengar itu langsung berkata.


“pada saat itu kamu sangat panik sampai-sampai kamu berteriak dengan keras dan membuat semua pelayan berlarian ketakutan.”


Pangeran Arthur kembali berbicara sambil tersenyum.


“itu karena pada saat itu aku sudah sangat menyukai dirimu dan aku takut terjadi sesuatu kepadamu.”


Mendengar itu Putri Emilia langsung berkata.


“aku juga, aku sangat menyukai dirimu.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berbalik dam memegang tangan Putri Emilia dengan erat dan berkata.


“sekarang kita akan bersama, dan sekarang aku sangat mencintai dirimu.”


Putri Emilia tersenyum dan berkata.


“aku juga, aku sangat mencintai dirimu.”


Mereka berdua saling mengungkapkan perasaan mereka yang selama ini mereka pendam, di bawah sinar bintang malam mereka berdua berjanji akan selalu bersama dalam suka maupun duka.


Bersambung...