
Beberapa menit kemudian.
Pangeran Arthur yang sedang duduk di dalam tenda miliknya mendengar suara dari luar tenda.
Tuan, aku telah kembali. “Will”
Mendengar suara Will yang berbicara dari luar tenda, Pangeran Arthur langsung berkata.
Masuklah. “Pangeran Arthur”
Setelah itu Will mulai berjalan masuk ke dalam tenda milik Pangeran Arthur, di sana Will melihat ke arah Pangeran Arthur yang sedang duduk dengan santai dan Will menundukan kepalanya dengan sopan.
Pangeran Arthur melihat ke arah Will dan berkata.
Duduklah. “Pangeran Arthur”
Will langsung duduk dengan perlahan-lahan, setelah Will duduk Pangeran Arthur yang melihat tingkah aneh Will dengan santai bertanya.
Apa yang terjadi, kenapa kamu terlihat tidak senang...? “Pangeran Arthur”
Setelah mendengar itu Will dengan perlahan-lahan berbicara.
Sebenarnya mungkin aku telah membuat sebuah kesalahan yang tidak dapat di maafkan oleh Tuan. “Will”
Pangeran Arthur yang mendengar itu dengan tenang berbicara sambil melihat ke arah Will.
Jadi kesalahan apa yang sudah kamu perbuat...? “Pangeran Arthur”
Will dengan tenang berbicara sambil menundukan kepalanya.
Sebenarnya dalam perjalanan kembali aku bertemu dengan Raja Iblis dan aku bertarung dengannya tapi aku terlalu ceroboh dan membiarkannya berhasil melarikan diri. “Will”
Pangeran Arthur melihat ke arah Will dan tersenyum sambil berkata.
Angkat kepalamu, aku tidak pernah menyalahkanmu jadi kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu. “Pangeran Arthur”
Will yang mendengar itu langsung mengangkat kepalanya sambil berkata.
Tapi tetap saja Tuan, aku harus di hukum karena tidak bisa menangkapnya. “Will”
Tentu saja aku akan menghukummu tapi tidak sekarang. “Pangeran Arthur”
Setelah itu Pangeran Arthur mengambil secangkir teh yang berada di depannya dan dengan santai meminum air yang berada di dalam cangkir itu, setelah itu Pangeran Arthur kembali meletakan cangkirnya di meja dan kembali bertanya.
Jadi Will, ada hal penting apa yang ingin kamu sampaikan kepadaku selain si Raja Iblis itu...? “Pangeran Arthur”
Will melihat ke arah Pangeran Arthur dan dengan tenang berbicara.
Tuan, ini mengenai pergerakan dari para iblis di hutan utara. “Will”
Hoo...
jadi apa kamu telah menemukan sesuatu yang menarik. “Pangeran Arthur”
Itu benar Tuan. “Will”
Jadi apa itu. “Pangeran Arthur”
Will dengan ekspresi wajah yang serius menjawab.
Para iblis itu mengejar seorang bangsawan iblis yang melarikan diri dari kerajaan iblis dan bangsawan itu sekarang berada di Kerajaan Brown. “Will”
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung bereaksi dan dia kembali mengingat kejadian yang terjadi di masa lalu.
Jadi itu yang terjadi, kenapa sampai kerajaan Brown dulunya di serang oleh bangsa iblis dan hampir mengalami kehancuran. “Pangeran Arthur”
Will yang melihat ekspresi serius yang di tunjukan oleh Pangeran Arthur, itu membuat Will menjadi penasaran dan berkata.
Tuan, jadi apa yang harus aku lakukan...? “Will”
Pangeran Arthur dengan senyum menjawab.
Baik Tuan. “WIll”
Pangeran Arthur kembali berbicara.
Dan juga bagaimana dengan misi khusus yang aku berikan kepadamu...? “Pangeran Arthur”
Soal itu, Tuan tidak perlu khawatir karena aku telah menyiapkan pasukan bayanganku yang sangat kuat untuk misi itu. “Will”
Bagus kalau begitu, tapi aku ingin kamu mempersiapkan dua orang untuk menjadi pelayan pribadi tunanganku. “Pangeran Arthur”
Kalau begitu bagaimana kalau Tuan saja yang memilih dua orang dari mereka. “Will”
Baiklah, sekarang panggil mereka. “Pangeran Arthur”
Baik Tuan. “Will”
Will berdiri dan berjalan ke belakang kursinya dan kemudian dia berkata.
Keluarlah para pelayanku. “Will”
Tiba-tiba muncul sepuluh bayangan wanita yang telah di siapkan oleh Will dan mereka muncul dengan menggunakan jubah yang berwarna hitam.
Tuan, sekarang Tuan bisa memilih lima orang dari mereka. “Will”
Pangeran Arthur yang dengan santai melihat ke arah para banyangan itu melihat ke tengan-tengah mereka dan berkata.
Aku ingin dari barisan ke tiga sampai tujuh dan yang lainnya bisakah kamu menyuruh mereka untuk pergi dan mencari keberadaan dari bangsawan iblis yang bersembunyi di kerajaanku. “Pangeran Arthur”
Mendengar itu Will langsung menyuruh bayangannya yang lainnya untuk melakukan apa yang di perintahkan oleh Pangeran Arthur.
Setelah itu Pangeram Arthur meliahat ke arah lima bayangan yang tersisa dan berkata.
Mulai sekarang aku ingin kalian berlima menjadi bayangan yang akan melindungi tunanganku dan kalau sampai kalian gagal maka aku akan memusnahkan kalian semua. “Pangeran Arthur”
Dengan tatapan yang tajam dan penuh intimidasi Pangeran Arthur melihat ke arah ke lima bayangan itu, dan kelima bayangan itu tidak dapat bergerak bahkan hal itu juga membuat Will merasa ketakutan.
Setelah itu Pangeran Arthur melepaskan tekanan miliknya dan suasana menjadi berubah, semua bayangan yang berada di dalam ruangan itu masih merasa ketakutan, melihat itu Pangeran Arthur dengan santai berkata.
Tapi kalau kalian melakukan semuanya dengan baik maka aku juga akan memperlakukan kalian dengan baik juga. “Pangeran Arthur”
Mendengar itu semua banyangan langsung menjawab.
Baik, kami mengerti Yang Mulia. “Para Bayangan”
Kalau begitu aku ingin memilih dua orang dari kalian untuk menjadi pelayan pribadi tunanganku “Pangeran Arthur”
Pangeran Arthur kembali melihat ke arah para bayangan itu dan berkata.
aku ingin kalian berdua menjadi pelayan pribadi tunanganku. “Pangerang Arthur”
Kedua bayangan yang melihat itu langsung menjawab.
Baik Yang Mulia. “kedua Byangan”
Sekarang kalian boleh pergi. “Pangeran Arthur”
Setelah itu semua bayangan menghilang dan Pangeran Arthur yang melihat ke arah Will dengan tenanga berkata.
Hari sudah menjelang sore jadi katakan kepada semua prajurit untuk bersiap dan kita akan kembali ke Kerajaan. “Pangeran Arthur”
Baik Tuan. “Will”
Setelah itu Will berjalan keluar dari dalam tendan dan pergi mengumpulkan semua pasukan untuk membersihkan barang-barang mereka dan bersiap untuk kembali ke kerajaan Brown.
Setelah semuanya selesai, Pangeran Arthur dan pasukannya kembali ke Kerajaan Brown.
Bersambung...