
Kastil Kerajaan Badai Salju.
Beberapa menit telah berlalu dan akhirnya pangeran Arthur bersama dengan keluarganya tiba di gerbang masuk Kastil Kerajaan Badai Salju, seorang penjaga berdiri tepat di depan kereta kuda dan penjaga tersebut berjalan mendekati jendela kereta kuda sambil berkata.
“Tuan, saya ingin melihat undangan-nya.”
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung mengeluarkan undangan yang berada di tangannya, penjaga yang melihat undangan itu langsung menundukkan kepalanya sambil berkata.
“maaf atas ke-lancangan saya, silahkan masuk Yang Mulia.”
Setelah itu Pangeran Arthur beserta Raja Dan Ratu melanjutkan perjalanan mereka, setelah beberapa menit akhirnya mereka tiba di kastil Raja Kerajaan Badai Salju.
Kereta kuda langsung berhenti di depan pintu masuk kastil, Pangeran Arthur beserta Raja dan Ratu kerajaan Brown beserta pengawal mereka mulai turun dari dalam kereta kuda dan mulai berjalan masuk ke dalam kastil tersebut.
Setelah mereka tiba di aula tengah kastil, tiba-tiba saja terdengar suara dari seorang pembawa acara.
“Keluarga Kerajaan Brown yaitu Raja, Ratu dan Pangeran Arthur telah tiba...!”
Mendengar itu semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut langsung memberi hormat atas kedatangan mereka, di sisi lain sang Raja, Ratu dan Putri Emilia berdiri dari tempat duduk mereka dan memberi salam.
Pangeran Arthur dan keluarganya juga memberi salam kepada Raja Dan Ratu Kerajaan Badai Salju, setelah itu Raja Kerajaan Badai Salju mempersilahkan Raja dan Ratu Kerajaan Brown untuk duduk di tempat yang telah di sediakan untuk mereka.
Setelah beberapa menit Raja dari Kerajaan Badai Salju berdiri sambil melihat ke arah semua tamu sambil berkata.
“malam ini merupakan malam yang sangat membahagiakan untuk kedua kerajaan, dan saya sebagai Raja Dari Kerajaan Badai Salju sangat merasa bersyukur dan senang karena pada malam ini, kita semua berada di sini untuk
menyaksikan acara penetapan hari pertunangan dari pada Putri Emilia dan Pangeran Arthur.”
“seperti yang sudah kita ketahui bersama kalau pertunangan ini merupakan sebuah tradisi yang sudah ada sejak lama.”
“bukan hanya itu saja, pertunangan antara Pangeran Arthur dan Putri Emilia adalah sebuah pertunangan yang telah di setujui oleh kedua kerajaan dan Saya sebagai Raja Kerajaan Badai Salju telah menyetujui pertunangan ini.”
“Raja Kerajaan Brown juga menjadi saksi dari pertunangan ini dan Pangeran Arthur maupun Putri Emilia juga menyetujuinya, oleh karena itu pada malam ini kita semua hadir di sini untuk membahas tentang penetapan hari pertunangan mereka.”
“oleh karena itu, semua tamu silahkan menikmati acaranya dan Saya bersama Raja Kerajaan Brown akan membahas masalah pertunangan ini setelah itu Saya akan mengumumkan hasilnya kepada kalian semua, selamat menikmati acaranya.”
Setelah itu Keluarga Kerajaan Badai Salju bersama dengan Keluarga Kerajaan Brown pergi meninggalkan ruangan acara dan mereka semua menuju ke ruangan pribadi Raja kerajaan Badai Salju.
Raja Kerajaan Badai Salju.
Nama : Frank Relight
Usia : 49 tahun
Ras : Manusia
Tinggi Badan : 176cm
Berat Badan : 56kg
Jenis kelamin : Pria
Jenis Elemen : Sihir Es dan Sihir Kristal
Jenis Senjata : Pedang Aura
Rank : S
Ratu Kerajaan Badai Salaju
Nama : Aurelia Relight
Usia : 39 tahun
Ras : Manusia
Tinggi Badan : 169cm
Berat Badan : 45kg
Jenis Kelamin : Wanita
Jenis Elemen : Sihir Es
Jenis Senjata : Panah Aura
Rank : A
Anak-anak dari Raja Frank dan Ratu Aurelia.
Anak Pertama.
Nama : Pangeran Ansel Relight (Putra Mahkota)
Usia : 19 tahun
Ras : Manusia
Tinggi Badan : 170
Berat Badan : 58
Jenis Kelamin : Pria
Jenis Elemen : Sihir Kristal
Jenis Senjata : Pedang
Rank : A
Nama : Putri Lina Relight
Usia : 16 tahun
Ras : Manusia
Tinggi Badan : 165cm
Berat Badan : 55kg
Jenis Kelamin : Wanita
Jenis Senjata : Panah
Jenis Elemen : Sihir Es
Rank : B
Anak ke tiga.
Nama : Putri Emilia Relight
Ras : Manusia
Usia : 13 Tahun
Tinggi Badan : 150cm
Berat Badan : 40kg
Jenis Kelamin : Wanita
Jenis Elemen : Sihir Es dan Sihir Kristal
Jenis Senjata : Pedang
Rank : C
********************
Ruangan Pribadi Raja Kerajaan Badai Salju.
Ke dua keluarga Kerajaan sedang duduk dan berunding tentang hari tanggal dan hari Pertunangan, di sisi lain Pangeran Arthur sedang bersama dengan Purti Emilia dan ke dua saudaranya.
Mereka ber-empat duduk di tempat yang berbeda di dalam ruangan tersebut, Pangeran Ansel Relight meliaht ke arah Pangeran Arthur sambil berkata.
“Pangeran Arthur, kamu akan menjadi bagian dari keluarga kami jadi dengan ini, saya sebagai Raja Berikutnya sekaligus kakak dari Putri Emilia, meminta agar jangan sampai kamu menyakiti perasaan adikku.”
“jika kamu sampai menyakiti perasaannya maka kamu akan menerima kemarahan dari diriku.”
Pangeran Arthur yang mendengar itu dengan santai tersenyum dan berkata.
“Anda tidak perlu melakukan itu, karena jika aku menyakiti perasaannya maka aku rela mati di tangannya.”
Putri Lina yang merupakan kakak ke dua dari pada Putri Emilia, mendengar perkataan itu dan langsung berkata.
“Aku percaya, kalau Pangeran Arthur tidak akan pernah menyakiti perasaan adikku.”
“karena aku bisa melihat ada rasa cinta yang sangat besar yang terpancar dari mata Pangeran Arthur.”
Putri Emilia yang mendengarkan perkataan dari kakaknya itu langsung tersipu malu sambil berkata.
“kakak, apa yang kamu katakan.”
Pangeran Arthur melihat ke arah Putri Emilia, wajah Putri Emilia jadi memerah kemudian Pangeran Atrhur tersenyum sambil berkata.
“kita akan segera bertunangan, jadi sekarang aku merasa sangat bahagia.”
Putri Emilia yang mendengar perkataan dari Pangeran Arthur, langsung berkata.
“Aku juga, sangat bahagia.”
Wajah Putri Emilia mulai memerah, Putri Emilia melihat ke arah Pangeran Arthur sambil tersipu malu.
Pangeran Arthur yang melihat reaksi dari pada Putri Emilia, membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
Pangeran Arthur terus menatap ke arah Putri Emilia dan dalam hatinya Pangeran Arthur berkata.
“aku sangat senang karena aku bisa kembali ke dunia ini, dan kembalinya aku ke dunia ini karena aku ingin melindungi senyumnya.”
“Aku tidak akan membiarkan siapapun di dunia ini yang berani merenggut senyum itu dariku, aku akan membalas mereka semua yang pernah menyakiti keluargaku.”
“dan kepada orang-orang yang pernah mengkhianati Ayahku, mereka semua pasti akan aku habisi.”
“bahkan jika mereka bersembunyi di ujung dunia sekalipun, aku akan mengejar mereka.”
“kali ini aku akan membuat mereka semua bahagia dan aku tidak akan membiarkan mereka meneteskan air mata, setelah penetapan tanggal pertunangan ini, orang-orang itu pasti akan bergerak.”
“tunggu saja, aku akan bermain dengan kalian semua.”
Bersambung...