
Pangeran Arthur yang mendengar nama itu langsung terdiam, setelah itu Pangeran Arthur memutuskan Untuk meninggalkan tempat itu.
Akan tetapi sebelum Pangeran Arthur pergi meninggalkan tempat itu, Pangeran Arthur memanggil beberapa pasukan bayangan dan menempatkan mereka di dalam gua tersebut.
Setelah itu Pangeran Arthur mulai berjalan keluar dari dalam gua itu, setelah sampai di depan pitu masuk gua. Pangeran Arthur melihat ke arah dua pelayannya dan berkata.
“ini merupakan tempat yang bagus, dan kalian berdua tidak boleh menyebarkan tentang keberadaan tempat ini.”
Mendengar perkataan itu, kedua pelayan itu langsung menjawab dengan tegas.
“Baik, Yang Mulia...!”
Setelah itu Pangeran Arthur bersama ke dua pelayannya langsung berjalan dan meninggalkan tempat itu, Pangeran Arthur yang masih merasa penasaran dengan nama dari orang yang meninggalkan pesan di dalam gua itu, mulai berbicara di dalam hatinya.
“aku ingin tahu, siapa sebenarnya orang itu dan kenapa sepertinya dia mengetahui tentang rahasia dari alam semesta ini.”
Setelah dua puluh menit, akhirnya Pangeran Arthur tiba di Perkemahan mereka. Pangeran Arthur melirik ke belakang dan berkata kepada ke dua pelayannya.
“aku akan pergi untuk menemui Raja dan Ratu, jadi kalian berdua bisa kembali ke tempat kalian sekarang dan jangan lupa untuk terus mengawasi mata-mata itu.”
Ke dua pelayan yang mendengar iru langsung menjawab secara bersamaan.
“Baik, Yang Mulia..!”
Setelah itu Pangeran Arthur langsung berjalan menuju tenda milik Raja dan Ratu, sesampainya di sana Pangeran Arthur mulai berjalan mendekati tenda milik Raja dan Ratu.
Akan tetapi ketika Pangeran Arthur hendak melangkah maju, tiba-tiba saja terdengar suara dari seseorang yang memanggilnya dari arah belakangnya.
“Arthur.”
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berbalik dan melihat ke arah belakang dan ternyata orang yang memanggilnya adalah sang Raja yang sedang berjalan-jalan karena merasa bosan, Pangeran Arthur langsung memberikan salam kepada sang Raja.
Setelah itu Pangeran Arthur mulai berbicara.
“Ayah, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan Ayah.”
Raja yang mendengar itu langsung berbicara sambil tersenyum.
“hal apa yang membuat putra ku sampai memasang wajah serius seperti ini..?!”
Setelah itu Pangeran Arthur kembali berbicara.
“ini merupakan hal yang sangat penting, dan saya tidak bisa mengatakannya di sini.”
Sang Raja yang mendengar itu langsung berkata.
“bagaimana kalau kita berbicara di dalam tenda milikmu saja, karena ibumu sepertinya dia kelelahan dan harus tidur lebih awal.”
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung menjawab.
“baik Ayah.”
Setelah itu Pangeran Arthur dan sang Raja langsung berjalan bersama dan pergi menuju ke tenda milik Pangeran Arthur, sesampainya di sana Pangeran Arthur berbalik ke belakang dan berbicara ke arah pengawal milik Raja.
“Kalian semuanya jaga di luar tenda dan jangan biarkan siapapun mendekati tenda ini.”
Mendengar itu semua pengawal itu langsung berkata.
“Baik Yang Mulia Pangeran.”
Setelah itu Raja dan Pangeran Arthur langsung masuk ke dalam tenda dan kemudian mereka berdua duduk saling berhadapan satu sama lain, setelah itu Pangeran Arthur melihat ke arah ayahnya dan berkata.
“Ayah, apakah di dalam keluarga kita ada orang yang bernama Jura Von Brown...?”
Sang Raja yang mendengar itu langsung berkata.
Kemudian Sang raja kembali berkata.
“Akan tetapi ayah memiliki sebuah cerita tentang awal mula kerajaan Brown berdiri dan mungkin ini bisa di jadikan petunjuk untuk ke depannya.”
Setelah itu sang Raja langsung bercerita tentang awal mula berdirinya kerajaan Brown dan cerita ini juga dia dengar dari kakek-nya ketika sang Raja masih sangat muda, kemudian sekarang dia menceritakan cerita yang sama kepada Pangeran Arthur. Dan setelah itu sang Raja pun berkata.
“Beginilah ceritanya.”
Pada saat itu keluarga Brown hanya merupakan keluarga dari kalangan bawah dan keluarga itu memiliki tiga orang putra, dan ke tiga orang itu melakukan perjalanan mereka masing-masing.
Saudara yang tertua pergi ke arah timur benua, saudara yang ke dua pergi ke arah barat benua, dan saudara yang ke tiga pergi ke arah selatan benua.
Walaupun mereka berjauhan mereka tetap saling terhubung satu sama lain, akan tetapi setelah dua puluh tahun berlalu.
Tiba-tiba saja terjadi peperangan yang mengguncang dunia, ini merupakan peperangan pertama antara bangsa iblis dan bangsa manusia.
Perang yang semakin hari, semakin besar mengakibatkan terjadinya pertumpahan darah yang tidak ada habisnya. Dan untuk menghentikan perang tersebut bangsa naga turun ke medan perang dan mengambil alih serta menghentikan pertempuran itu.
Setelah itu bangsa iblis dan bangsa manusia mulai menggelar perjanjian damai dan bangsa naga sebagai saksi-nya, dan kurang lebih sudah tiga tahun berlalu akan tetapi saudara tertua tidak menerima pesan surat dari kedua
adiknya.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, dan setelah saudara tertua mendirikan sebuah kerajaan akan tetapi dia tidak lagi mendengar kabar tentang kedua saudaranya itu.
Dan tujuan sebenarnya saudara tertua mendirikan dan menggunakan nama kerajaan Brown adalah supaya ke dua saudaranya yang mendengar nama itu langsung datang dan menemui dirinya, akan tetapi sampai akhir hidupnya, dia tidak dapat melihat ke dua saudaranya itu.
Setelah itu sang raja pun berkata.
“ini merupakan kisah yang di ceritakan turun-temurun dari leluhur kita dan cerita ini harus terus di turunkan ke generasi berikutnya.”
Setelah Pangeran Arthur mendengar itu dia langsung berkata.
“ayah, mungkin saja orang ini merupakan keturunan dari saudara kakek leluhur kita...?”
Mendengar itu sang Raja langsung berkata.
“Kamu benar, dan mungkin ini merupakan tugas untuk dirimu agar kamu bisa menemukan jawabannya sendiri.”
Setelah itu Pangeran Arthur langsung berkata.
“Ayah benar, mungkin ini merupakan takdir dari diriku agar bisa menemukan semua keturunan keluarga yang telah hilang.”
Setelah itu sang Raja langsung berdiri dan berkata.
“sudah mulai larut, Ayah harus kembali ke tenda dan kamu juga harus tidur karena besok pagi kita akan melanjutkan perjalanan kita.”
Setelah itu Pangeran Arthur langsung berdiri dan memberi hormat kepada sang Raja, kemudian Sang Raja langsung berbalik dan berjalan pergi meninggalkan tenda milik Pangeran Arthur dan kembali ke tendanya.
********************
Pagi hari di dalam hutan.
Persiapan untuk perjalanan telah selesai, Pangeran Arthur bersama Raja dan Ratu telah menaiki kereta kuda mereka dan melanjutkan perjalanan mereka.
Di sisi lain Pangeran Arthur yang masih merasa penasaran mengenai cerita yang di ceritakan oleh ayahnya, dia duduk dan berpikir dengan tenang di dalam keretanya.
"mungkin saja setelah aku menemukan keberadaan dari pada mereka, aku mungkin akan menemukan gua atau mungkin sebuah labirin di luar sana yang memiliki keterkaitan dengan keluarga Brown."
Bersambung...