The God Of Darkness The King Of The Dead

The God Of Darkness The King Of The Dead
Chapter 29. Bandit Klan Serigala Merah



Sebuah lorong di Kota Liss


Tolong..!! Siapa saja tolong aku...!! “(....)”


Terlihat dari dalam kegelapan lorong seorang wanita yang sedang berusaha melepaskan dirinya dari lima orang pria yang ingin melecehkannya.


Tiba-tiba saja muncullah lima orang pria misterius yang menggunakan topeng dan berpakaian hitam, kemudian salah satu dari pria itu berkata.


Lepaskan wanita itu, jika tidak maka kalian akan tau akibatnya. “Pria Berpakaian Hitam”


Mendengar itu salah satu dari para pria yang ingin melecehkan gadis itu berkata.


Tuan ini bukan urusanmu jadi sebaiknya kalian pergi saja. “Para Bandit”


Dalam hal ini para pria misterius yang muncul dan berusaha menyelamatkan gadis itu adalah para pengawal dari Pangeran Arthur yang di perintahkan untuk melihat situasi di dalam lorong itu, tapi karena mereka sedang dalam tugas rahasia jadi mereka menggunakan topeng dan pakaian serbah hitam.


Kemudian salah satu pengawal dari Pangeran Arthur dengan santai menjawab.


Aku dengar kalau kota ini merupakan kota yang aman tapi tidakku sangkah kalau masih ada banyak bandit yang berkeliaran di kota ini. “Pengawal Pangeran Arthur”


Setelah itu salah satu dari pengawal Pangeran Arthur mergerak maju ke depan dan berkata.


Untuk membersihkan orang-orang ini, aku sendiri saja sudah lebih dari cukup. “Pengawal Pangeran Arthur”


Setelah mendengar ucapan dari pengawal itu, kelima bandit tersebut langsung melepaskan wanita itu dan mereka berjalan maju ke arah pengawal dari pangeran Arthur.


Melihat itu sang pengawal hanya berdiri santai dan mulai berjalan ke arah para bandit itu, akan tetapi keempat pengawal yang berada di belakangnya mereka hanya santai dan meliht teman mereka.


Ketika kelima bandit itu dan salah satu dari pengawal pangeran Arthur berhadapan tiba-tiba saja kepala dari salah satu bandit itu jatuh ke tanah, melihat akan hal itu keempat bandit lainnya langsung secara bersamaan menyerang pengawal itu.


Tapi tetap saja sang pengawal hanya berdiri dan mengayunkan pedangnya, kemudia terdengan suara teriakan yang sangat besar dari ke empat bandit itu.


Dan akhirnya ke tiga bandit lainnya mati dengan cara mengenaskan dan hanya tersisa satu orang yang masih hidup tapi tubuhnya tidak bisa lagi di gerakkan.


Bandit yang terletak di tanah itu sambil tersenyum ke arah pengawal pangeran Arthur dan berkata.


Setelah kamu menghabisi semua teman-temanku, jangan pernah berpikir kalau kamu akan hidup lama. “Bandit”


Karena kami adalah Bandit Serigala Merah dan pemimpin kami pasti akan menghabisimu.... “Bandit”


Tiba-tiba saja kepala dari bandit itupun jaruh ke tanah, kemudian pengawal itupun berbalik dan berjalan menuju ke arah teman-temannya.


Setelah itu mereka semua langsung berjalan menuju ke tempat di mana Pangeran Arthur berada, sesampainya mereka di sana Pangeran Arthur yang sedang duduk santai sambil menikmati makanan yang baru saja di belinya di sebuah tempat jajanan malam dengan santai melihat ke arah mereka dan berkata.


Tuan Muda, Kami menemukan beberapa Bandit dari Klan Serigala Merah dan kami sudah membersihkan mereka semua. “Pengawal”


Bagus, tapi Klan Serigala Merah adalah salah satu bandit yang kejam dan mereka juga sangat pintar dalam hal melacak, jadi sebaiknya kalian bersiap karena setela aku selesai makan kita akan pergi berburu serigala. “Pangeran Arthur”


Tapi Tuan Muda, bukannya kita tidak tahu dimana pastinya letak wilayah mereka...?? “Pengawal”


Mendengar itu Pangeran Arthur dengan santai menjawab.


Kalian pasti tahu kalau kota ini memilik tingkat pertahanan yang sangat kuat, bahkan pertahanan kota ini hampir setara dengan ibu kota kerajaan. “Pangeran Arthur”


Mendengar perkataan dari Pangeran Arthur, salah satu pengawalnya langsung menjawab dengan tenang.


Maksud Tuan Muda, Kota ini merupakan sarang mereka...?? “Pengawal”


Mendengar itu Pangeran Arthur langsung berkata.


Benar sekali, coba kalian pikir bagaimana bisa para bandit itu masuk ke dalam kota yang memiliki tingkat keamana super ketat seperti kota ini, jika mereka tidak memiliki orang dalam yang merupakan pendukung sekaligus pemimpin mereka. “Pangeran Arthur”


Tuan Muda benar, aku juga merasakan hal yang sama. “Pengawal”


Karena itu mereka pasti berada di suatu tempat di dalam kota ini, tapi sebelum kita bertarung dan menangkap mereka, alangkah baiknya jika kita menyusun rencana ini matang-matang. “Pangeran Arthur”


Kalau begita kapan kita bisa mulai melakukan penyerangan...?? “Pengawal”


Mendengar itu Pangeran Arthur dengan santai menjawab.


Karena kita akan tinggal di sini selama tiga hari jadi, mulai besok kita akan mencari informasi tentang mereka di kota ini. “Pangeran Arthur”


Setelah itu Pangeran Arthur memakan makanannya dengan cepat dan menghabiskan semuanya, dan Pangeran Arthur mulai berdiri dari tempat duduknya sambil berkata.


Sebaiknya kita kembali ke penginapan karena sudah sangat larut dan pastinya semua orang disana sedang menunggu aku untuk kembali. “Pangeran Arthur”


Mendengar itu semua pengawalnya langsung berkata.


Siap, sesuai perintah. “Para Pengawal”


Dan akhirnya Pangeran Arthur dan para pengawalnya kembali ke penginapan untuk beristirahat, setelah sampai di penginapan Pangeran Arthur langsung berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.


Akan tetapi mereka tidak mengetahui kalau Pemimpin dari bandit Klan Serigala Merah adalah seorang wanita yang sangat terobsesi dengan harta dan kedudukan, dan wanita itu merupakan seseorang yang sangat mereka kenal dengan baik.


Bersambung...