The God Of Darkness The King Of The Dead

The God Of Darkness The King Of The Dead
Chapter 33. Master Guild Petualang Kota Liss



Guild Petualang Kota Liss.


Fargas sang Master Guild Petualang beserta asistennya berjalan menuju ke ruangan latihan, setelah sampai di sana Fargas melihat ke arah seorang pria muda yang sedang duduk santai sambil melihat ke arah sekelompok orang yang sedang latihan.


Fargas yang merasa penasaran mulai berjalan menghampiri pria tersebut, disisi lain Pangeran Arthur yang melihat kedatangan Fargas yang mulai bergerak menghampirinya dengan santai melihat ke arah Fargas.


Setelah Fargas mulai mendekati Pangeran Arthur, seketika itu muncul seorang pengawal dari Pangeran Arthur yang berdiri di depan Fargas sambil menatapnya dengan tatapan yang dingin.


Melihat itu asisten dari Fargas yang bernama Gibs berjalan maju ke depan dan langsung langsung berbicara ke arah Pengawal dari Pangeran Arthur.


Maaf sebelumnya, perkenalkan namaku Gibs dan aku merupakan asisten dari Master Guild Petualang. “Gigs”


Pangeran Arthur yang melihat keramahan dari Gibs dengan santai tersenyum dan berkata.


Jun, biarkan mereka lewat karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mereka. “Pangeran Arthur”


Jun yang merupakan pengawal dari Pangeran Arthur mulai bersikap ramah dan memperkenalkan dirinya.


Perkenalkan namaku adalah Jun dan aku adalah kepala Pengawal dari Tuan Muda. “Jun”


Setelah Jun selesai memperkenalkan dirinya, dia langsung mempersilahkan kedua orang itu untuk bergabung dengan Pangeran Arthur.


Kedua orang tersebut langsung berjalan menuju ke arah Pangeran Arthur dan dengan santai menghampirinya.


Pangeran Arthur yang melihat itu langsung menatap ke arah Fargas dan berkata.


Anda pasti merupakan Master Guild Petualang di Kota ini...? “Pangeran Arthur”


Mendengar itu Fargas langsung menjawab.


Bagaimana Anda bisa tahu kalau saya merupakan Master Guild di sini, soalnya sejak awal saya belum memperkenalkan diri saya. “Fargas”


Pangeran Arthur yang mendengar itu dengan santai menjawab.


Aku bisa langsung tahu kalau Anda merupakan Master Guild, karena Anda memiliki aura yang berbeda dari pada semua orang yang berada di Guild ini. “Pangeran Arthur”


Hoo, jadi seperti itu. “Fargas”


Setelah itu Fargas kembali lagi melihat ke arah lapangan dan berkata.


Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan Anda, karena ini merupakan suatu hal yang penting jadi saya ingin mengundang Anda ke ruangan saya untuk membicarakan hal tersebut. “Fargas”


Mendengar ucapan Fargas, Pangeran Arthur langsung berdiri dan berkata.


Baiklah, mari kita pergi ke ruanganmu. “Pangeran Arthur”


Kalau begitu, silahkan lewat sini. “Fargas”


Setelah itu Fargas mulai memandu Pangeran Arthur beserta Jun untuk pergi menuju ke ruangan pribadinya. Setelah sampai di dalam ruangan pribadinya, Fargas mempersilahkan Pangeran Arthur untuk duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengannya.


Akan tetapi Jun yang merupakan Kepala Pengawal dari pangeran Arthur hanya berdiri di belakang kursi sang Pangeran sambil tersenyum dan melihat ke arah Fargas.


Fargas yang mulai merasa curiga terhadap identitas sebenarnya dari Pangeran Arthur dengan santai bertanya sambil memasang wajah serius.


ada satu hal ingin saya tanyakan, akan tetapi saya berharap agar Anda bisa menjawab dengan jujur pertanyaan saya. “Fargas”


pangeran Arthur yang mendengar itu dengan santai menjawab.


Oke, saya akan menjawab pertanyaan anda dengan jujur, akan tetapi saya tidak akan menjawab pertanyaan yang bersifat pribadi, karena itu saya harap anda tidak bertanya soal itu. “Pangeran Arthur”


Kalau begitu, saya akan langsung bertanya. “Fargas”


Silahkan. “Pangeran Arthur”


Fargas mulai dengan tenang bertanya.


Aku ingin tahu, apakah Anda yang telah mengalahkan semua Petualang yang berada di aula latih...?


Pangeran Arthur yang mendengar itu dengan santai menjawab.


Kalau begitu saya ingin tahu yang sebenarnya apa yang terjadi di aula latihan itu...? “Fargas”


Itu karena mereka semua menertawakan diriku, jadi aku sedikit bermain dengan mereka. “Pangeran Arthur”


Mendengar itu, Master Guild Petualang memasang wajah serius dan berkata.


Jadi begitu, tapi menurutku anda terlalu berlebihan...?! “Fargas”


Apa maksudmu dengan berlebihan, bagiku itu bukanlah sesuatu yang berlebihan. “Pangeran Arthur”


Tapi bukankah masih ada banyak cara untuk menyelesaikan masalah tanpa harus dengan cara kekerasan seperti itu. “Fargas”


Pangeran Arthur yang mulai curiga dengan perkataan dari Fargas dengan santai berkata.


Jadi menurut anda jika seseorang memandang rendah diri kita, maka kita hanya harus menerima semua perkataan mereka. “Pangeran Arthur”


Bukan itu maksudku...?! “Fargas”


Aku tahu maksud anda, tapi bagi mereka yang suka merendahkan orang lain ini merupakan cara yang bagus bukan...? “Pangeran Arthur”


Itu ada benarnya, lalu yang berikutnya saya ingin tahu siapa yang telah melepaskan aura tekanan yang sangat mengerikan itu...? “Fargas”


Maksudmu tekan yang seperti ini...!? “Pangeran Arthur”


Tiba-tiba saja sebuah tekanan aura yang sangat kuat dan kental menutupi ruangan tersebut, akan tetapi tekanan itu hanya di rasakan oleh Fargas dan asistennya.


Tekanan aura yang di keluarkan oleh Pangeran Arthur membuat Fargas dan asistenya tidak bisa bergerak dan mereka berdua mulai berkeringat dingin.


Tubuh mereka bergetar dengan hebat, jantung mereka berdetak dengan cepat dan mereka berdua seakan-akan mulai kehilangan kesadaran mereka.


Seketika mereka berdua mulai merasa lemas, tiba-tiba saja tekanan aura yang di keluarkan oleh Pangeran Arthur mulai berkurang sedikit demi sedikit.


Kesadaran dari mereka berdua mulai kembali akan tetapi tubuh mereka masih bergetar dan mereka berdua tidak bisa mengatakan apapun.


Melihat itu Pangeran Arthur dengan santai berbicara.


Apakah yang kamu maksud adalah tekanan yang seperti itu...? “Pangeran Arthur”


Mendengar itu Fargas yang kesadarannya mulai perlahan-lahan kembali, dia mulai berbicara ke pada Pangeran Arthur. Akan tetapi suara yang dia keluarkan dari mulutnya yang masih gemetar membuat dia tidak bisa berbicara dengan jelas.


Melihat itu Pangeran Arthur dengan santai berkata.


Kalau kamu masih belum bisa berbicara dengan benar maka jangan di paksakan, lagi pula aku harus segera kembali karena waktu sudah mulai gelap. “Pangeran Arthur”


Mendengar perkataan dari Pangeran Arthur, Fargas hanya bisa menganggukan kepalanya.


Setelah itu Pangeran Arthur mulai berdiri dan berbicara ke pada Fargas.


Kalau begitu saya harus segera kembali karena masih banyak hal yang harus saya kerjakan. “Pangeran Arthur”


Dengan berat hati Fargas hanya bisa mengeluarkan satu kata dari dalam mulutnya.


Baiklah. “Fargas”


Setelah itu Pangeran Arthur berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan meninggalkan ruangan pribadi dari Master Guild, Pangeran Arthur yang santai berjalan ke arah luar dari Guild petualang dengan santai berkata ke arah Jun.


Jun, apakah semuanya sudah selesai. “Pangeran Arthur”


Sudah, Tuan. “Jun”


Kalau begitu ayo kita kembali ke penginapan. “Pangeran Arthur”


Siap Tuan, “Jun”


Setelah itu Pangeran Arthur mulai berjalan ke arah kereta kuda miliknya dan mereka semua langsung berjalan menuju penginapan tempa Pangeran Arthur dan keluarganya menginap. Disisi lain sang penguasa kota Liss beserta kerabatnya yang sedang dalam perjalanan menuju ke tempat penginapan yang merupakan tempat menginap Pangeran Arthur dan kedua orang tuanya.


Bersambung...