
Kekaisaran Seribu Pedang.
Pagi hari di kediaman milik Pangeran Kris, Pangeran Kris yang sedang duduk bersantai di taman belakang kastil miliknya tiba-tiba saja mendengar suara dari seorang pelayan yang menghampirinya.
Pelayan itu memberikan kepadanya dan setelah itu dia mulai berbicara.
“Tuan, saya telah menerima surat yang di kirimkan oleh mata-mata kita.”
Mendengar itu Pangeran Kris yang sedang duduk dengan santai tersenyum sambil berkata.
“kalau begitu berikan suratnya padaku, dan kamu boleh pergi.”
Setelah itu pelayan tersebut pun berkata.
“ini suratnya, Tuan.”
Setelah itu pelayan tersebut langsung bergerak pergi dan meninggalkan tempat itu, di sisi lain Pangeran Kris yang sedang duduk sambil membaca surat itu dengan tenang.
Isi dari surat tersebut adalah informasi mengenai perjalanan yang di lakukan oleh Pangeran Arthur, akan tetapi mata-mata tersebut tidak mengetahui tentang pertempuran yang terjadi antara Pangeran Arthur dan Bandit Clan Serigala Merah, serta tentang tempat yang di temukan oleh Pangeran Arthur.
Setelah selesai membaca isi dari surat itu, Pangeran Kris langsung tersenyum dan berkata.
“sepertinya mereka tidak mengetahui kalau aku sudah menaruh seorang mata-mata di dalam grup mereka.”
Kemudian Pangeran Kris berdiri dari tempat duduknya dan berbicara sambil melihat ke arah bunga-bunga yang berada di taman itu.
“apa kalian semua sudah siap.”
Mendengar itu seorang prajurit tiba-tiba muncul di belakang Pangeran Kris sambil berkata.
“sudah, Yang Mulia.”
Mendengar ucapan itu Pangeran Kris langsung berkata.
“Bagus-lah kalau begitu, ingat jangan sampai kalian mengecewakan ku.”
Mendengar itu prajurit tersebut langsung menjawab.
“Baik Yang Mulia.”
Setelah itu prajurit tersebut langsung bergerak dan meninggalkan tempat itu, di sisi lain Pangeran Kris yang masih berdiri di tempat itu dengan santai tersenyum dan berkata.
“kali ini aku pasti akan melenyapkanmu.”
********************
Di tempat lain, di waktu yang sama Pangeran Arthur bersama Ayah dan Ibunya kembali melakukan perjalanan bersama dengan para pengawal dan pelayan mereka.
Pangeran Arthur yang sedang duduk santai sambil melihat ke arah kedua orang tuanya dan berkata.
“Ayah, Ibu, maaf kalau aku membuat kalian harus ikut bersamaku ke kerajaan Badai salju.”
Mendengar itu ibu dari Pangeran Arthur langsung berkata.
“Apa yang sedang kamu bicarakan, kami sebagai orang tuamu harus berada di sana untuk mendampingi dirimu karena kamu merupakan putra kesayangan kami.”
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata sambil tersenyum.
“Terima Kasih Ibu, tapi tetap saja aku merasa tidak enak.”
Ayah dari Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.
“Kami ingin melihat pertunangan terakhir dari putra terkecil kami, jadi kamu tidak perlu merasa seperti itu.”
Setelah itu Pangeran Arthur langsung tersenyum dan berkata.
“Terima Kasih Ayah, Terima Kasih Ibu.”
********************
Perjalanan telah memasuki waktu siang hari, Sang Raja yang melihat itu langsung memberikan perintah ke pada pasukannya untuk berhenti dan mendirikan tenda agar mereka bisa beristirahat untuk makan siang.
Setelah tenda di dirikan, Sang Raja dan Ratu langsung bergerak pergi ke tenda mereka untuk beristirahat, di sisi lain Pangeran Arthur memerintahkan Jun untuk ikut pergi bersama dengan dirinya dan berburu untuk makan siang mereka.
Pangeran Arthur bersama dengan Jun dan mereka membawa lima orang prajurit, kemudian mereka masuk ke dalam hutan.
“sepertinya buruan kita telah di tangkap oleh sesuatu.”
Jun yang mendengar itu langsung melihat ke arah Pangeran Arthur dan berkata.
“sepertinya memang begitu, tapi sosok seperti apa yang bisa berburu hewan liar seperti ini.”
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.
“yang pasti, sosok itu merupakan monster buas yang besar dan mungkin kita akan menemukannya jika kita berjalan lebih jauh ke dalam hutan.”
Jun yang mendengar itu langsung berkata.
“Tapi bukankah lebih baik jika kita memanggil sedikit bantuan.”
Setelah Jun selesai berbicara, tiba tiba saja terdengar suara retakan dari ranting pohon dan suara tersebut berasal dari belakang mereka.
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berbalik sambil berkata.
“sepertinya itu sudah terlambat.”
Semua prajurit yang berada bersama dengan Pangeran Arthur, langsung maju ke depan Pangeran Arthur dan mereka berdiri sambil mengeluarkan pedang mereka untuk melindungi Pangeran Arthur.
Sosok yang di bicarakan oleh Pangeran Arthur sebelumnya merupakan monster ular berkepala tiga dan memiliki panjang lima belas meter, ular itu memiliki tubuh berwarna hijau dan memiliki tanduk di atas hidung mereka.
Kemudian Pangeran Arthur langsung tersenyum dan berkata.
“sepertinya kita telah membangunkan raja di hutan ini.”
Di sisi lain Jun yang melihat ular itu langsung berkata.
“Itu adalah ular hijau berkepala tiga, dia biasanya tinggal di dalam sebuah gua akan tetapi kenapa dia bisa sampai berada di sini.”
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.
“karena ini sudah mendekati musim kawin, jadi dia pasti sedang mencari lawan jenisnya.”
Tiba-tiba saja ular itu langsung menyerang ke arah Pangeran Arthur, Jun yang melihat itu langsung melompat dengan cepat dan menyerang ular itu.
Melihat itu monster ular itu langsung mengeluarkan racun yang berupa cairan hijau dan racun itu mengarah ke arah Jun, Jun yang melihat itu langsung menghindari serangan itu sambil berkata.
“Kalian pergi dan bawa yang mulia Pangeran ke tempat yang lebih aman...!”
Semua prajurit yang mendengar itu langsung berbalik dan melihat ke arah Pangeran sambil berkata.
“Pangeran, sebaiknya kita pergi ke tempat yang lebih aman.”
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.
“tidak ada tempat yang lebih aman dan jika monster itu berhasil mengalahkan Jun maka dia akan dengan mudah menemukan lokasi keberadaan kita.”
Setelah itu Pangeran Arthur dengan santai berkata.
“akan lebih baik jika kita menghabisi-nya di sini dari pada kita lari dan bersembunyi.”
Setelah mendengar perkataan dari Pangeran Arthur, semua prajurit itu langsung kembali berdiri di depan Pangeran Arthur sambil berkata.
“kalau begitu kami akan bertarung sambil melindungi Anda.”
Mendengar itu Pangeran Arthur langsung berkata.
“itu baru namanya prajurit.”
Di sisi lain dalam pertarungan antara Jun dan ular tersebut berlangsung dengan sengit, Jun yang menyerang ular tersebut dengan penuh agersif membuat ular tersebut menjadi semakin marah.
Di sisi lain monster ular itu langsung mengeluarkan mulutnya dan kembali menyemburkan racun ke arah Jun, akan tetapi Jun masih bisa menghindari serangan tersebut.
Tiba-tiba saja monster ular itu langsung mengeluarkan api dari dalam mulutnya dan kali ini api tersebut langsung mengarah ke arah Jun, Jun yang melihat itu langsung menggunakan perisai sihir untuk menahan serangan dari monster ular itu.
Akan tetapi serangan dari ular itu berhasil menembus pertahanan dari Jun dan serangan itu langsung mengenai tubuh Jun.
Bersambung...