The God Of Darkness The King Of The Dead

The God Of Darkness The King Of The Dead
Chapter 44



Pangeran Arthur dan kedua pelayannya pergi meninggalkan perkemahan dan menuju ke dalam hutan,


sepanjang jalan Pangeran Arthur dan kedua pelayannya bertemu dengan sekelompok monster liar yang mendiami hutan itu.


Di sisi lain Pangeran Arthur tidak melakukan apapun dia hanya berjalan dengan santai, sedangkan kedua pelayannya yang menghabisi monster-monster tersebut.


Setelah mereka memasuki hutan cukup dalam, tiba-tiba saja terlihat sebuah gua dari kejauhan.


Pangeran Arthur yang melihat itu langsung memutuskan untuk segera pergi dan menyelidiki gua tersebut, sedangkan ke dua pelayannya hanya mengikutinya dari belakang.


Setelah sampai di depan pintu masuk gua itu, Pangeran Arthur berhenti dan berbicara kepada mereka berdua sambil melihat ke dalam gua itu.


“Sepertinya ada sesuatu yang menarik di dalam sana, jadi aku akan masuk ke dalam dan untuk kalian berdua, tetaplah berjaga di sekitar sini.”


Kedua pelayan itu menjawab sambil memberi hormat kepada Pangeran Arthur.


“Baik, Yang Mulia.”


Setelah itu Pangeran Arthur mulai berjalan perlahan-lahan dan memasuki ruangan tersebut, di sisi lain ke dua pelayannya hanya berdiri di pintu masuk gua dan menjaga di sekitar gua.


Setelah beberapa menit Pangeran Arthur berjalan, akhirnya dia menemukan sebuah pintu besar yang berada di dalam gua itu.


Pangeran Arthur mulai melangkah maju dan membukakan pintu tersebut, setelah pintu itu terbuka Pangeran Arthur melihat ada sebuah ruangan yang di penuhi dengan tumpukan emas dan banyak sekali barang berharga di dalam sana.


Pangeran Arthur mulai memasuki ruangan tersebut dan dia melihat ke kiri dan ke kanan dari ruangan itu, di sebelah kiri ruangan terdapat banyak sekali lemari yang berisikan buku-buku.


Sedangkan di sebelah kiri terlihat banyak sekali tumpukan senjata sihir, Pangeran Arthur yang merasa penasaran terus berjalan masuk lebih dalam ke ruangan itu.


Tiba-tiba saja pintu dari ruangan itu tertutup dan terjadi sebuah getaran yang cukup besar di dalam ruangan itu, Pangeran Arthur berdiri di tempatnya dan dengan santai berkata.


“Seperti yang aku duga, tidak mungkin tempat ini tidak memiliki tingkat keamanan yang kuat.”


Tiba-tiba saja muncul sebuah anak Panah yang melaju dengan cepat dari depan ke arah Pangeran Arthur, akan tetapi Pangeran Arthur hanya berdiri dan menghentikan anak panah itu.


Setelah Pangeran Arthur menangkap anak Panah itu, Pangeran Arthur kembali melihat ke arang anak panah itu sambil berkata.


“ini adalah anak panah yang merupakan senjata sihir tingkat atas, bagaimana mungkin benda ini bisa berada di sini..?!”


Setelah itu muncul lagi dua anak panah dari arah yang sama, akan tetapi kali ini Pangeran Arthur melompat dan menghindari anak panah tersebut.


Pangeran Arthur yang melihat kejadian itu dengan santai berbicara sambil melihat ke depan.


“Aku tahu kamu sengaja melakukan itu untuk menguji kekuatan ku, sebaiknya kamu keluar saja dari pada kamu bersembunyi terus seperti itu.”


Serentak muncul dua orang yang menggunakan pakaian berwarna hitam menyerang Pangeran Arthur, Pangeran Arthur yang melihat itu langsung menghindari serangan dari ke dua orang itu.


Setelah itu Pangeran Arthur kembali melihat ke arah ke dua orang tersebut sambil berkata.


“siapa kalian, kenapa kalian menyerang ku secara mendadak seperti itu.”


Kedua orang itu hanya melihat ke arah dari Pangeran Arthur tanpa mengatakan apapun, kemudian mereka berdua mulai menyerang Pangeran Arthur.


Akan tetapi kali ini kedua musuh itu mengeluarkan senjata mereka, musuh yang di sebelah kiri menggunakan dua buah belati sedangkan musuh di sebelah kanan menggunakan sebuah pedang.


Di saat bersamaan musuh yang satunya menggunakan pedangnya dan menyerang Pangeran Arthur dari arah belakang, Pangeran Arthur yang melihat itu langsung bereaksi dengan cepat dan menghindari serangan tersebut.


Pangeran Arthur melompat mundur dan kemudian melihat ke arah mereka berdua sambil berkata.


“Kalian bukanlah manusia, melainkan kalian adalah sebuah boneka.”


Kemudian Pangeran Arthur kembali berbicara sambil tersenyum ke arah kedua boneka itu.


“Akan tetapi orang menciptakan kalian berdua sebagai penjaga di ruangan ini pasti merupakan orang yang cukup kuat.”


Kemudian Pangeran Arthur mengeluarkan pedangnya dari dalam sarungnya sambil berkata.


“Untuk ukuran boneka, kalian boleh juga.”


Pangeran Arthur tiba-tiba saja berada di belakang ke dua boneka itu dan menyerang mereka berdua, boneka yang menggunakan belati tiba-tiba saja melompat dengan cepat dan menjauh sedangkan boneka yang menggunakan pedang berhasil di tebas oleh Pangeran Arthur.


Boneka yang di tebas oleh Pangeran Arthur, langsung jatuh dan tubuhnya terbagi menjadi beberapa bagian.


Akan tetapi boneka yang menggunakan belati berhasil menghindari serangan itu.


Pangeran Arthur kembali tersenyum dan melihat ke arah boneka itu dan berkata.


“Kamu memiliki kecepatan yang bagus.”


Seketika Pangeran Arthur muncul di belakang dari boneka itu dan berkata.


“Akan tetapi di mataku kamu tidak ada apa-apanya.”


Setelah itu tebasan dari Pangeran Arthur langsung mengenainya dan bineka itu pun langsung hancur dan jatuh ke tanah, di sisi lain Pangeran Arthur yang melihat itu dengan santai berdiri dan berkata.


“Orang yang memiliki tempat ini pastinya merupakan seseorang yang cukup kuat, aku penasaran apakan masih ada kejutan yang lainnya di ruangan yang berbeda.”


Setelah itu Pangeran Arthur kembali berjalan dan masuk di dalam ruangan yang berikutnya, akan tetapi di dalam ruangan itu hanya terdapat sebuah patung naga yang berada di tengah-tengah ruangan tersebut.


Pangeran Arthur yang melihat itu langsung berjalan dan menghampiri patung naga itu, setelah Pangeran Arthur menyentuh patung itu.


Tiba-tiba saja muncul sebuah cahaya yang keluar dari mata patung itu dan mengarah ke arah dinding, dan setelah itu muncul sebuah gambar yang di tampilkan melalui sinar itu.


Pangeran Arthur yang melihat itu dengan terkejut menatap ke arah gambar itu, setelah itu muncul sebuah suara yang berbicara dengan keras di dalam ruangan tersebut.


“ini merupakan cerita mengenai penciptaan alam dari dunia ini, akan tetapi dunia ini merupakan dunia dengan peringkat ter-rendah yang ada di alam semesta.”


“dunia ini memiliki seorang dewa yang melindungi dunia ini dari ancaman dewa-dewa dunia lain, akan tetapi dewa dunia ini telah di kalahkan oleh dewa dari dunia pertama dan dewa dunia ini pun mati dalam perang.”


“hal ini merupakan cerita lama yang aku tulis untuk mengenang sejarah dari dunia ini, dan jika para dewa dari dunia lain itu datang ke dunia ini maka tolong lindungilah dunia ini dan kalahkan dewa-dewa itu.”


“tulisan ini aku tunjukkan untuk keturunan ku terkasih yang mewarisi darahku sebagai penerus ku, hanyalah mereka yang memiliki darah yang sama dengan ku yang bisa melihat pengetahuan ini.”


“aku percayakan dunia ini padamu, salam dariku Jura Von Brown.”


Bersambung...