The God Of Darkness The King Of The Dead

The God Of Darkness The King Of The Dead
Chapter 51



Pangeran Asur berjalan menuju ke ruangan Tahta Raja Naga, setelah beberapa menit akhirnya Pangeran Asur tiba dia ruangan Tahta Raja Naga.


Di sana sang Raja yang sedang duduk di kursi Raja miliknya melihat ke arah Pangeran Asur dan berkata.


“Selamat datang di putra ku.”


Pangeran Asur yang mendengar itu langsung membungkuk memberi hormat serta berkata.


“terima kasih Ayah karena telah mengundang ku ke sini..”


Kemudian Sang Raja dengan santai berkata.


“sebenarnya tujuanku memanggil dirimu ke sini karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu secara pribadi.”


Setelah itu Sang Raja memberikan isyarat melalui tangannya dan semua pengawal dan pelayan yang berada di dalam ruangan itu langsung pergi meninggalkan tempat itu, setelah itu sang Raja kembali melihat ke arah Pangeran Asur sambil berkata.


“kemari-lah Putra ku, duduklah di kursi-mu.”


Pangeran Asur yang mendengar itu langsung berjalan dan duduk di kursi miliknya, setelah itu sang Raja kembali berbicara.


“sebenarnya hal ini merupakan hal yang tidak boleh di ketahui oleh siapapun, akan tetapi sebagai orang yang akan meneruskan tahta kerajaan ini maka ayah telah memutuskan untuk memberitahukan hal ini kepadamu.”


Pangeran Asur duduk dengan tenang dan mendengarkan perkataan dari Ayahnya, kemudian sang Raja kembali melanjutkan pembicaraan-nya.”


“sebenarnya dunia kita akan mengalami perubahan yang besar.”


Pangeran Asur yang mendengar itu langsung berkata.


“perubahan, perubahan apa yang ayah maksudkan...?”


Sang Raja langsung menjawab dengan tenang sambil memasang ekspresi wajah yang serius.


“ini tentang sebuah pertempuran besar yang akan terjadi, tapi ayah masih belum tahu jelas kekuatan besar apa yang ingin menimbulkan kekacauan ini.”


Pangeran Asur yang mendengar itu langsung berkata.


“kekuatan besar, tapi di dunia ini tidak ada kekuatan yang lebih besar melebihi kekuatan keluarga kerajaan kita..!!”


Sang Raja yang mendengar itu langsung berkata.


“di dunia ini bukan hanya keluarga kita yang memiliki kekuatan yang besar, masih banyak orang di luar sana yang memiliki kekuatan yang besar selain keluarga kita.”


Pangeran Asur yang mendengar itu langsung berkata.


“bagaimana mungkin ada orang yang memiliki kekuatan yang lebih besar dari pada kekuatan keluarga kita.”


Sang Raja yang mendengar itu langsung berkata.


“ayah juga tidak tahu, tapi yang pasti mereka memiliki kekuatan yang besar.”


Pangeran Asur kembali melihat ke arah ayahnya sambil berkata.


“Ayah, dari mana Ayah mengetahui hal ini.”


Raja Naga yang mendengar itu langsung berkata.


“kerajaan kita memiliki sebuah artefak dan artefak itu mampu melihat kekuatan dari seseorang.”


Sang Raja Naga kembali mengambil nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan-nya secara perlahan-lahan, setelah itu Sang Raja Naga kembali berkata.


“beberapa hari yang lalu, Ayah melihat sebuah cahaya yang sangat terang dan cahaya itu berasal dari arah kerajaan Brown. Bukan hanya itu, Ayah juga melihat kalau ada kekuatan besar yang berasal dari luar dunia ini yang sedang bergerak dengan cepat ke dunia kita.”


Pangeran Asur yang mendengar itu langsung berkata.


“ayah, kalau aku boleh tahu seberapa besar kekuatan yang sedang bergerak mendekati dunia kita...?”


Raja Naga yang mendengar itu langsung berkata.


“kekuatannya sama dengan kekuatan dari dewa, dan kekuatan itu tidak bisa di ukur dengan apapun. Bahkan jika semua ras di dunia ini bersatu pun tidak akan ada yang  bisa menandingi kekuatan itu.”


Mendengar itu tubuh dari Pangeran Asur langsung gemetar dan detak jantungnya menjadi lebih cepat, Pangeran Asur hanya bisa terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun.


Raja Naga melihat reaksi dari putranya itu, langsung melihat ke arah Pangeran Asur sambil tersenyum dan berkata.


“tapi kamu tidak perlu khawatir, karena kita masing memiliki leluhur yang masih melindungi keluarga kita.”


Pangeran Asur yang mendengar perkataan dari Ayahnya mulai merasa tenang, kemudian Pangeran Asur kembali berkata.


“ayah, bagaimana kalau aku pergi dan mencari keberadaan dari orang yang memiliki kekuatan besar dari kerajaan Brown itu.”


Sang Raja yang mendengar itu langsung berkata.


“ayah juga berpikir seperti itu, untuk itu ayah memanggil dirimu untuk datang ke sini.”


Pangeran Asur yang mendengar itu kembali berkata.


Raja Naga yang mendengar itu langsung berkata.


“baiklah, tapi Ayah memiliki satu perintah untukmu.”


Mendengar itu Pangeran Asur langsung berkata.


“perintah..?”


Setelah itu sang Raja Naga langsung berkata.


“jangan pernah mencoba berpikir untuk membuat orang itu menjadi musuh kita karena itu akan membahayakan kerajaan kita, apa kamu mengerti...!”


Pangeran Asur yang mendengar itu langsung berkata.


“saya mengerti..!!”


Setelah itu Pangeran Asur kembali dan mempersiapkan beberapa pengawal-nya untuk bersiap pergi mencari keberadaan dari orang tersebut.


Nama              : Jagar Nois


Ras                 : Naga


Tinggi              :190cm


Berat               : 80kg


Jenis kelamin  : Pria


Jenis elemen  : Sihir api


Rank               : S


Jenis senjata  : Tombak Dewa Naga


********************


Kerajaan Badai Salju.


Hari mulai menjelang malam, Pangeran Arthur bersama Raja dan Ratu Kerajaan Brown sedang bersiap-siap untuk pergi menemui keluarga Kerajaan Badai Salju di Kasti Kerajaan Badai Salju.


Pangeran Arthur yang sudah selesai bersiap-siap, mulai berjalan keluar dari dalam kamarnya dan pergi menuju ruangan tengah penginapan.


Pangeran Arthur duduk dengan santai di ruangan tengah penginapan sambil menunggu kedatangan dari ayah dan ibunya, setelah beberapa menit Ayah dan Ibu dari Pangeran Arthur datang menghampiri dirinya .


Pangeran Arthur yang melihat kedatangan Ayah dan Ibunya, langsung berdiri dan memberikan salam kepada Ayah dan ibunya sambil berkata.


“Ayah, Ibu. Semuanya sudah siap.”


Raja Yang mendengar perkataan dari Pada Pangeran Arthur langsung menjawab.


“kalau begitu, ayo berangkat.”


Setelah itu Raja, Ratu dan Pangeran Arthur langsung pergi menaiki kereta mereka. Beberapa pengawal juga ikut bersama mereka, akan tetapi pengawal Pribadi dari pada Pangeran Arthur tidak mengikuti Pangeran Arthur untuk pergi ke Kastil Kerajaan Badai salju.


Empat Jam sebelum keberangkatan Pangeran Arthur menuju ke kastil kerajaan Badai Salju, Pangeran Arthur yang sedang duduk dengan santai di kamarnya di temani dengan Jun yang merupakan pengawal Pribadinya.


Pangeran Arthur melihat ke arah Jun sambil berkata.


“Jun, aku memiliki misi khusus untukmu..!”


Jun yang mendengar itu langsung berkata.


“hamba akan menjalankannya dengan sebaik mungkin.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“mulai hari ini, tugas-mu adalah melindungi dan mengawasi Putri Emilia.”


Setelah itu Pangeran Arthur kembali berkata.


“aku yakin, ada orang-orang sedang mengincar Putri Emilia dan juga mereka tidak akan membiarkan pertunangan ini berjalan dengan mudah.”


Jun yang mendengar itu langsung berkata.


“Baik Tuan, Hamba akan melakukannya dan hamba berjanji, hamba tidak akan gagal dalam misi ini.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu Langsung berkata.


“bagus...”


Bersambung...