
Ledakan besar terjadi dan hal itu mengakibatkan kerusakan yang besar pada area di sekitarnya, Jun yang mengira kalau dia akan segera mati karena tidak bisa menghindari serangan tersebut hanya terdiam dan siap untuk menerima kematiannya.
Akan tetapi tiba-tiba saja muncul seseorang yang berdiri di depannya dan melindunginya, orang itu adalah Pangeran Arthur.
“Jun apa kamu baik-baik saja...?”
Kata Pangeran Arthur sambil melirik ke arah Jun.
Jun yang menyaksikan kejadian itu langsung terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun, Jun tidak pernah menduga kalau Pangeran Arthur bisa dengan mudah menahan serangan dari ledakan itu.
Jun terlihat kebingungan sambil menjawab.
“Yang mulia, aku baik-baik saja.”
Setelah itu Pangeran Arthur mulai berbalik dan berjalan ke arah jun, Pangeran Arthur dengan santai berjalan dan berkata.
“Pertempuran telah usai dan saatnya untuk kembali.”
Mendengar itu Jun mulai berdiri dan pergi membawa beberapa pasukannya untuk menangkap bandit yang tersisa, di sisi lain Penguasa kota Liss baru saja tiba di belakang kastil dari para bandit.
Penguasa Kota Liss yaitu Dion Von Liss mulai berjalan ke arah Pangeran Arthur, setelah sampai di sana Dion Von Liss langsung memberi salam kepada Pangeran Arthur.
Pangeran Arthur yang melihat itu langsung berkata.
“Kamu tidak perlu Khawatir, saya tidak akan menahan adik mu.”
Dion yang mendengar itu langsung berkata.
“Terima Kasih Yang Mulia Pangeran Arthur atas kemurahan hatinya.”
Kemudian Pangeran Arthur kembali berkata sambil tersenyum.
“Sekarang Adikmu sedang berada di sebelah sana, kamu bisa pergi dan menemui-nya.”
Setelah itu Dion Von Liss langsung bergegas pergi ke tempat adiknya di rawat, di sana terdapat banyak penjaga yang sedang menjaga adiknya.
Setelah sampai di sana Dion Von Liss langsung berkata ke pada para penjaga itu.
“Aku akan menjaganya jadi kalian bisa pergi sekarang, dan sebenarnya apa yang terjadi padanya...?”
Salah satu Penjaga menjawab.
“Pangeran Arthur berkata bahwa wanita ini merupakan seorang sandera yang di bawah oleh Para Bandit.”
"Oh, jadi seperti itu...?"
Dion Von Liss berkata dengan ekspresi wajah yang di penuhi dengan kelegaan.
Setelah itu pasukan penjaga yang di tugaskan oleh Pangeran Arthur langsung pergi dan meninggalkan tempat itu, kemudian di gantikan dengan pasukan milik Penguasa Kota.
Setelah semuanya selesai kedua pasukan mulai berjalan pergi meninggalkan tempat itu, Pangeran Arthur dan pasukannya kembali ke Penginapan sedangkan Dion Von Liss dan pasukannya kembali ke kediaman Liss.
********************
Kediaman Keluarga Liss.
Pagi hari di kediaman Liss, Dion yang merupakan kepala Keluarga dari Keluarga Liss. Sedang duduk di sebuah kursi di kamar milik adiknya.
Rebeka Von Liss yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidurnya perlahan-lahan mulai membukakan matanya, Dion yang melihat itu merasa lega karena adiknya sudah sadarkan diri.
Setelah itu Rebeka yang merasa kebingungan langsung melihat ke arah Dion sambil berkata.
“Apa yang sedang terjadi, mengapa aku berada di sini..!”
Dion yang melihat itu langsung menjawab dengan tegas.
“Rebeka, apakah kamu tahu kalau kamu sudah membuat sebuah masalah yang sangat besar untuk keluarga ini...!!”
Rebeka yang mendengar itu langsung gemetar di tempatnya sambil berkata.
“Kakak, sebenarnya masalah apa yang kamu maksud..?”
Dion yang menjadi marah langsung berkata dengan tegas.
“Kamu telah mendirikan sebuah organisasi bandit dan membuat berbagai kejahatan, apa kamu mencoba untuk menutupi semua itu...!!”
Rebeka jadi terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun, di sisi lain Dion yang melihat itu langsung berkata.
“Untungnya Pangeran Arthur telah bermurah hati dan memaafkanmu jika tidak ini akan menjadi aib bagi keluarga kita..!!”
“Sebentar siang Pangeran Arthur beserta Raja dan Ratu akan melanjutkan Perjalanan mereka, jadi sebelum mereka pergi Kamu harus ikut bersama ku untuk berterima kasih kepada Pangeran Arthur.”
Rebeka yang mendengar itu langsung menjawab.
“Baik, kakak.”
Setelah itu Dion kembali berkata.
“Dan satu hal lagi, mulai hari ini sampai lima tahun ke depan kamu tidak akan mendapatkan dana keuangan dalam bentuk apapun dan kamu juga harus bekerja keras dan membantu semua warga yang membutuhkan bantuan. “
Rebeka yang mendengar itu langsung menjawab.
“Terima kasih, kakak.”
********************
Penginapan.
Di siang hari Pangeran Arthur dan keluarganya sedang bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka, Pangeran Arthur yang sedang berada di kamarnya melihat ke luar jendela dan berkata.
“Tinggal dua hari dan aku akan bertemu dengannya, aku harap dia masih sema seperti dulu.”
Di tempat yang sama Jun sedang berjalan menuju ke kamar dari Pangeran Arthur, setelah sampai di depan pintu kamar dari Pangeran Arthur. Jun langsung mengetuk Pintu danl berkata.
“Pangeran, semuanya sudah siap dan sekarang kita bisa langsung berangkat.”
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung menjawab.
“Baiklah..!!”
Pangeran Arthur mulai membukakan pintu kamarnya dan mulai berjalan keluar, Jun yang berada di sana berjalan mengikuti belakangnya.
Jun yang masih merasa penasaran akan kekuatan yang di miliki oleh Pangeran Arthur, dia mulai bertanya dengan lembut.
“Tuan, terima kasih karena Anda telah menyelamatkan hidup saya.”
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata dengan santai.
“Itu bukanlah masalah yang besar, lagi pula kamu merupakan pengawal pribadi ku jadi aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi kepadamu.”
Mendengar itu Jun kembali bertanya.
“Tuan, kalau aku boleh tahu, seberapa besar kekuatan yang di miliki oleh anda.”
Pangeran Arthur yang mendengar itu dengan santai menjawab.
“Kamu tidak akan pernah bisa mengukur seberapa besar kekuatan yang aku miliki, tapi aku bisa melatih dirimu dan membuat dirimu menjadi jauh lebih kuat.”
Mendengar itu Jun langsung berkata.
“Saya sangat berterima kasih atas kebaikan hati Tuan.”
********************
Pintu Gerbang Penginapan.
Pangeran Arthur dan Jun akhirnya tiba di luar penginapan, di sana Raja dan Ratu sedang menunggu kedatangan dari Pangeran Arthur.
Di sisi lain terlihat juga penguasa kota Liss dan saudari perempuannya, Sang Penguasa Kota Liss bersama dengan saudarinya mulai berjalan ke arah Pangeran Arthur.
Setelah sampai di sana Sang Penguasa kota Liss memberi hormat dan setelah itu dia pun berkata.
“Pangeran, terima kasih atas kebaikan anda, saya datang bersama dengan adik saya untuk mengucapkan selamat jalan kepada anda sekeluarga.”
Pangeran Arthur melihat ke arah Rebeka dan berkata.
“Kamu memiliki kakak yang sangat baik, jadi jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.”
Rebeka yang mendengar itu langsung menundukkan kepalanya dan berkata.
“Terima Kasih Pangeran, sampai kapanpun saya tidak akan melupakan perkataan Anda.”
Setelah itu Pangeran Arthur langsung berjalan menuju ke kereta kuda dan masuk ke dalam kereta tersebut, di sisi lain Penguasa Kota Liss bersama saudarinya melihat kepergian dari Pangeran Arthur dan keluarganya.
Bersambung...