The God Of Darkness The King Of The Dead

The God Of Darkness The King Of The Dead
Chapter 37



Pangeran Arthur yang bersiap untuk menyerang para musuh berbalik dan melihat ke arah Jun dan berkata.


Jun pergi bersama beberapa pasukan ke arah pintu belakang dan menunggu kedatangan mereka, jika mereka berusaha untuk melawan maka habisi saja mereka akan tapi sisakan beberapa untuk di bawa ke penjara. “Pangeran Arthur”


Baik yang mulia. “Jun”


Pangeran Arthur bersama penguasa kota Liss memimpin beberapa pasukan dan mulai menyerang musuh, adik perempuan dari penguasa kota melihat kedatangan dari banyaknya pasukan yang tiba-tiba saja muncul dan menyerang membuatnya berteriak ke arah bawahannya.


Ada serangan musuh semuanya bersiap untuk bertempur..!! “Rebeka Von Liss”


Serentak semua bandit yang mendengar itu langsung berlarian dan segera mengambil senjata mereka, di sisi lain Pangeran Arthur dan Penguasa Kota Liss yang mengendarai kuda perang bergerak di depan pasukan dan ada banyak sekali pasukan yang berada di belakang mereka.


Pasukan bandit yang sudah mengambil senjata mereka mulai bersiap di tempat mereka dan menunggu perintah dari pemimpin mereka, di saat yang bersamaan pemimpin dari para bandit yang bernama Lex dan Ains memimpin beberapa pasukan berkuda dan mulai melakukan perlawanan balik.


Pangeran Arthur yang melihat kedatangan dari para bandit berteriak dengan kencang ke arah pasukannya.


Dengar semuanya, jangan biarkan salah satu dari mereka melarikan diri dari tempat ini...!!


Bunuh mereka semua...!! “Pangeran Arthur”


Mendengar itu semua pasukan kuda milik Pangeran Arthur mulai bergerak dengan cepat ke depan Pangeran Arthur dan mulai menyerang musuh, pasukan bandit yang di pimpin oleh ke dua pemimpin bandit mulai mendekat di saat bersamaan pasukan dari Pangeran Arthur mulai mengarahkan senjata mereka ke arah bandit. Sama halnya dengan para bandit, mereka juga mengarahkan senjata mereka ke arah Pasukan dari Pangeran Arthur.


Kedua pasukan mulai bertemu satu sama lainnya dan terjadi pertempuran besar di tempat itu, bunyi benturan antar pedang membuat suara bising yang sangat besar di malam hari.


Kedua pemimpin dari bandit mulai bergerak ke arah Pangeran Arthur dan Penguasa Kota Liss, pemimpin bandit yang bernama Lex menuju ke arah Penguasa Kota Liss sedangkan Yang bernama Ains menuju ke arah Pangeran Arthur.


Pangeran Arthur yang melihat pergerakan dari salah satu pemimpin bandit yang mulai bergerak


menuju ke arah-nya membuat Pangeran Arthur langsung menggerakkan kuda miliknya dan bergerak dengan cepat ke arah pemimpin bandit itu.


Setelah keduanya bertemu dan berhadapan, Pangeran Arthur dan pemimpin bandit yang bernama Ains langsung bertarung tanpa mengucapkan sepatah kata-pun.


Ain mulai melakukan serangan pertamanya menggunakan sebuah pedang di tangannya dan pedang tersebut mengarah ke Wajah dari pangeran Arthur, Pangeran Arthur yang melihat itu langsung menghindari serangan tersebut.


Melihat itu ain langsung melancarkan serang ke duanya akan tetapi Pangeran Arthur yang bergerak dengan cepat melompat dari kudanya dan menyerang Ains tidak bisa menghindar dan terjatuh dari kudanya.


Setelah terjatuh ke tanah, Ains pun mulai berdiri dan langsung berlari ke arah Pangeran Arthur. Kali ini dia menyerang menggunakan sihir yang di alirkan ke dalam pedangnya, hal itu membuat kekuatan dari serangannya menjadi tiga kali lipat dari serangannya yang sebelumnya.


Di sisi lain Pangeran Arthur menangkis serangan tersebut dengan santai bahkan Pangeran Arthur tidak menggunakan Pedang melainkan hanya menggunakan jari telunjuk-nya untuk menangkis serangan itu.


Ains yang melihat itu langsung bereaksi dan melompat mundur ke belakang, Ains yang merasa tidak percaya akan hal itu langsung berteriak ke arah Pangeran Arthur.


Ini tidak mungkin...!!


Bagaimana bisa kamu menangkis serangan ku hanya dengan satu jari...!! “Ains”


Pangeran Arthur hanya berdiri tersenyum dan berkata.


Itu karena kamu tidak cukup kuat untuk mengalahkan ku. “Pangeran Arthur”


Itu tidak benar, walaupun aku tidak cukup kuat akan tetapi orang yang menerima serangan ku pasti akan terluka walaupun hanya sedikit. “Ains”


Itu mungkin untuk lawanmu yang lainnya, tetapi berbeda dengan diriku. “Pangeran Arthur”


Apa maksudmu...?! “Ains”


Dan jika kamu bisa membuatku bergerak sedikit saja dari tempatku maka aku akan mundur dan membawa semua pasukan ku kembali. “Pangeran Arthur”


Ains yang mendengar itu langsung mengeluarkan semua kekuatannya, kekuatan yang di miliki oleh Ains tidaklah sedikit. Karena Ains merupakan mantan petualang yang memiliki Rank A oleh karena itu semua pasukan yang berada di sekitar merasakan tekanan dari mana yang di keluarkan oleh Ains.


Berbeda dengan Pangeran Arthur yang memasang ekspresi kecewa dari wajahnya dan berkata.


Jika hanya ini kekuatanmu maka aku akan menggunakan satu persen dari kekuatanku. “Pangeran Arthur”


Ains yang mendengar itu langsung berteriak dengan keras sambil berkata.


Itu tidak mungkin, berhentilah merendahkan ku. “Ains”


Ains langsung bergerak dengan sangat cepat ke arah Pangeran Arthur dan dengan cepat mengarahkan serangannya ke arah Pangeran Arthur, akan tetapi Pangeran Arthur dengan mudah menahan serangan tersebut.


Ains yang melihat hal itu menjadi kesal dan mulai melancarkan serangan kedua dan ketiganya akan tetapi hasilnya sama saja.


Dengan ekspresi yang di penuhi dengan kekecewaan membuat Ains hanya bisa terdiam dan tidak bisa berpikir apapun lagi.


Pangeran Arthur yang berdiri di tempat tanpa menerima luka sedikitpun dengan santai berkata.


Sepertinya ini adalah kekalahan mu. “Pangeran Arthur”


Akan tetapi karena kamu mengeluarkan semua kekuatanmu maka aku juga akan menghormati itu dan aku juga akan menggunakan lima persen dari kekuatanku. “Pangeran Arthur”


Pangeran Arthur mulai mengeluarkan tekanan mana yang sangat besar akan tetapi tekanan itu hanya bisa di rasakan oleh Ains, tekanan tersebut sama seperti tekanan yang pernah dia keluarkan Aula Latihan Guild Petualang.


Hal ini menyebabkan Ains tidak bisa bergerak bahkan dia tidak bisa bernafas, Ains yang berdiri tanpa bisa melakukan apapun mulai berkeringat dingin.


Pangeran Arthur mulai berjalan ke Arah Ains sambil berkata.


Aku tahu kamu memiliki kekuatan yang besar, tapi di mataku semua kekuatanmu itu hanya seperti sebuah debu dan itu hanya membuatku merasa kasihan kepadamu karena tidak bisa melihat sekuat apa musuhmu. “Pangeran Arthur”


Setelah Pangeran Arthur tiba di depan Ains, Pangeran Arthur mulai mengarahkan jari telunjuk-nya dan menunjuk ke dari kepala Ains.


Kemudian Pangeran Arthur dengan santai berkata.


Ini merupakan sebuah kehormatan karena kamu akan melihat sebagian kecil dari kekuatanku. “Pangeran Arthur”


Di saat bersamaan muncul sebuah cahaya dari ujung jari dari Pangeran Arthur, cahaya tersebut mengeluarkan sinar berwarna emas.


Di sisi lain Ains yang melihat itu hanya bisa terdiam dan mulai menutup matanya dan berkata.


Aku mungkin akan mati tapi setelah kematianku kalian semua juga akan mati di tempat ini. “Ains”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


Matilah dengan tenang. “Pangeran Arthur”


Setelah itu sinar tersebut langsung menembus kepala Ains dan Ains langsung meninggal di tempatnya, tubuhnya perlahan-lahan mulai terjatuh ke tanah.


Bersambung...