The God Of Darkness The King Of The Dead

The God Of Darkness The King Of The Dead
Chapter 48



Pangeran Arthur dengan santai tersenyum dan langsung berlari dengan cepat ke arah dari monster ular itu, di sisi lain monster ular yang terlempar itu mulai kembali berdiri dan melihat ke arah Pangeran Arthur.


Akan tetapai monster ular itu tidak dapat melihat pergerakan dari pada Pangeran Arthur, di sisi lain Pangeran Arthur tiba-tiba saja muncul di belakang dari monster ular tersebut.


Monster ular yang sedang berdiri dan mencari keberadaan dari pada Pengeran Arthur mulai merasa kebingungan karena dia tidak dapat mendeteksi keberadaan dari pada Pangeran Arthur.


Pangeran Arthur yang sedang berdiri di belakang monster ular itu, langsung melancarkan serangan dengan menggunakan sihir petir miliknya dan serangan tersebut langsung menghancurkan tubuh dari pada ular tersebut.


Di sisi lain para prajurit yang melihat pertarungan itu langsung berkata.


“Pangeran mengalahkan monster ular itu dengan satu serangan.”


“Pangeran sangat kuat.”


“dengan begini kita semua selamat.”


Semua prajurit mulai bersorak dan berteriak atas kemenangan Pangeran Arthur, setelah itu semua prajurit langsung bergerak pergi dan mengambil kapten Jun.


Setelah itu Pangeran Arthur bersama dengan semua prajuritnya meninggalkan hutan dan kembali ke perkemahan mereka, setelah sampai di perkemahan Pangeran Arthur melirik ke belakang dan berkata.


“kalian pergi dan bawa kapten Jun ke tempatnya untuk di rawat.”


Mendengar itu semua prajurit langsung berkata.


“baik, Yang Mulia.”


Setelah itu Pangeran Arthur kembali ke tenda miliknya dan mulai beristirahat sambil menyantap makanan yang telah di siapkan untuknya.


Setelah selesai menyantap hidangannya, Pangeran Arthur dan semua orang yang berada di tempat tersebut mulai beristirahat sejenak.


Satu Jam telah berlalu, Pangeran Arthur dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Pangeran Arthur yang duduk dengan santai di dalam kereta kuda melihat ke arah sang Raja dan berkata.


“ayah, kapan kita akan sampai di kerajaan Badai salju.”


Sang Raja yang mendengar perkataan dari Pangeran Arthur dengan santai menjawab.


“sebentar malam kita akan segera tiba di sana.”


Ibu dari Pangeran Arthur tersenyum dan berkata.


“sepertinya ada yang tidak sabar untuk bertemu dengan tunangannya.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“bukan seperti itu, aku hanya ingin tahu kalau kapan kita akan tiba di sana.”


Sang Raja melihat ke arah Pangeran Arthur dan berkata.


“setelah kita tiba di sana, kita akan langsung mencari sebuah penginapan untuk menginap jadi keesokan harinya baru kita bisa pergi ke kerajaan untuk bertemu dengan keluarga kerajaan Badai Salju.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu dengan tersenyum berkata.


“tapi apa aku bisa jalan-jalan setelah sampai di sana.?”


Sang Raja yang mendengar itu menjawab.


“tentu saja, jika kamu tidak merasa kelelahan.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“Terima Kasih, Ayah.”


Di tempat lain Will yang sedang duduk sambil mengerjakan dokumen-dokumen milik Pangeran Arthur dengan santai menikmati secangkir kopi di tangan kanannya.


Setelah itu Will menaruh kembali gelas yang berisikan kopi tersebut dan kemudian dia melihat ke arah depan dan berkata.


“apakah ini adalah dokumen terakhir hari ini.?”


Seorang pelayan pria yang berusia lima puluh tahun dengan santai menjawab.


“iya, Tuan.”


Setelah itu Will kembali berkata.


“kalau begitu setelah ini aku ingin kamu pergi dan menyiapkan kuda untuk ku.”


Setelah mendengar itu pelayan tersebut langsung berkata.


“baik, Tuan.”


Setelah itu pelayan tersebut langsung berjalan meninggalkan ruangan tersebut dan langsung pergi mempersiapkan segalanya yang di perlukan oleh Will.


Will kembali dengan santai mengerjakan sisa-sisa dari dukumen miliknya, setelah dua puluh menit Will kembali berdiri dari tempat duduknya dan langsung keluar dari ruangan kerja miliknya.


Will mulai berjalan menuju ke pintu keluar dan setelah sampai di sana Will langsung membukakan pintu dan langsung keluar dari dalam Mansion milik Pangeran Arthur.


Di sisi lain pelayan yang telah selesai menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan oleh Will, langsung pergi dan menghadap Will.


Setelah sampai di sana pelayan tersebut langsung berkata.


“Tuan, semuanya telah di siapkan.”


Will yang melihat itu langsung berkata.


“bagus, kalau begitu aku bisa langsung pergi.”


Kemudian Will kembali melihat ke arah palayan itu dan berkata.


“jika ada orang yang datang untuk mencariku, bilang saja kalau aku sedang keluar untuk melakukan sebuah tugas yang penting.”


Pelayan yang mendengar itu lagsung berkata.


“Baik Tuan.”


Setelah itu Will langsung mengendarai kuda miliknya dan pergi meninggalkan Mansion milik Pangeran Arthur.


**********


Benua Monster.


Hari mulai menjelang malam di dataran benua monster, benua ini merupakan rumah utama bagi para monster dan benua ini memiliki lima raja mosnter yang menguasai tempat ini.


Monster yang berada di tempat ini juga memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dari pada monster yang berada di benua manusia maupun di benua iblis, raja dari para monster di benua ini memiliki kawasan mereka masing-masing.


Wilayah barat merupakan daerah kekuasaan dari Raja kera putih yang merupakan monster Rank S yang memiliki tinggi lima meter, dia memiliki sebuah tanduk yang berwarna putih pada bagian testa.


Monster ini tidak terlalu suka bertarung dan lebih cenderung hidup dengan santai, Raja kera Putih memiliki kekuatan sihir berelemen tanah dan memiliki pertahanan yang sangat kuat di bandingkan keempat raja lainnya.


Wilayah timur di kuasai oleh Raja laba-laba neraka berkaki delapan, monster ini memiliki kelincahan dan sangat suka bertarung dan cenderung menyerang musuhnya di saat mereka sedang lengah.


Monster memiliki tinggi empat meter dan panjang kakinya satu meter, dia juga memiliki benang yang berwarna emas dan benang miliknya tidak bisa di hancurkan dengan mudah.


Dia merupakan monster berelemen kegelapan dan lebih suka tinggal di dalam gua, monster ini juga memiliki pasukan yang lebih banyak di bandingkan dengan monster yang lainnya, monster ini merupakan monster Rank S.


Wilayah utara di kuasai oleh Raja harimau perak, monster ini memiliki tinggi tiga meter dan berelemen petir, moster ini adalah monster Rank S.


Raja harimau perak memiliki kecepatan yang sangat cepat bahkan kecepatannya setara dengan kecepatan sambaran petir.


Wilayah selatan di kuasai oleh Raja monster elang api yang memiliki tinggi dua meter, monster ini merupakan monster Rank S dan juga memiliki penglihatan yang sangat tajam.


Elemen api yang di miliki oleh Raja Elang api dalah api yang sangat langkah yaitu api biru yang dapat membakar dan menghancurkan segalanya.


Wilayah tengah di kuasai oleh raja banteng merah, monster ini merupakan monster Rank S yang memiliki dua jenis elemen yaitu Air dan Api.


Monster ini memiliki tinggi dua meter dan sangat pandai dalam menghindari serangan musuh, monster ini juga sangat jarang terlihat dan dia hanya akan terlihat ketika musim kawin.


Monster ini memiliki kemampuan kamumflase yang membuat dia dapat berubah menjadi monster lainnya yang berada di dekatnya, akan tetapi dia memiliki bentuk tubuh yang lebih kecil dari monster lainnya.


Kelima monster ini merupakan monster yang menjaga keseimbangan kekuatan di benua monster, dalam sejarahnya para raja monster tidak pernah bertarung satu sama lainnya karena jika mereka saling bertarung maka akan terjadi kehancuran besar-besaran di benua monster.


 


**********


Hari mulai menjelang malam dan suasana tiba-tiba berubah menjadi dingin, Pangeran Arthur melihat ke arah Raja dan berkata.


“Ayah, apakan kita sudah dekat dengan kerajaan Badai salju...?”


Sang Raja yang mendengar itu langsung berkata.


“kamu benar, kamu pasti bisa merasakan kalau suasana di sekitar kita menjadi dingin.”


Setelah itu sang Raja melihat ke arah luar jendela dan berkata.


“Lihatlah ke luar, kamu pasti akan melihat sesuatu yang menarik.”


Setelah itu Pangeran Arthur langsung melihat ke luar jendela dan ternyata benar, daerah di sekitar mulai turun salju.


Ada sebagian pohon yang di penuhi dengan salju akan tetapi ada juga pohon yang tidak di benuhi dengan salju, Pangeran Arthur yang merasa penasaran langsung berbalik dan melihat ke arah sang Raja dan berkata.


“Ayah sebenarnya apa yang sedang terjadi di tempat ini.”


Sang raja yang mendengar itu langsung berkata.


“Sejarah dari Kerajaan Badai Salju sendiri bisa di bilang cukup rumit dan ada kaitannya dengan para dewa.”


Kemudian sang raja kembali berkata.


“tapi, baiklah ayah akan menceritakan sebagian kecil dari sejarahnya.”


“kerajaan Badai Salju merupakan kerajaan yang memiliki musim salju yang tidak pernah berakhir dan tentu saja ini ada kaitannya dengan dewa pencipta.”


“di katakan bahwa Raja pertama dari Kerajaan Badai Salju merupakan keturunan dari para Dewa dan dia juga memiliki beberapa kekuatan sihir yang berada di atas manusia pada umumnya.”


“dia merupakan pria yang baik dan juga penyayang, bukan hanya itu dia juga merupakan teman dekat dari leluhur kita.”


“leluhur kita merupakan orang yang sangat kuat, bahkan di katakan dalam sejarah kalau leluhur kita mampu bertarung melawan salah satu leluhur dari bangsa iblis.”


“pada saat perang terjadi antara bangsa Iblis dan bangsa manusia, Leluhur kita ikut dalam perang dan dia merupakan salah satu jenderal perang dari bangsa manusia.”


“dan yang merupakan wakil dari Jenderal adalah Raja pertama dari Kerajaan Badai Salaju.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“ayah, kenapa seorang raja menjadi wakil jenderal dan bukannya jenderal.”


Setelah mendengar itu sang raja langsung berkata.


“itu karena pada saat itu dia masih belum resmi menjadi seorang raja.”


Kemudia sang raja melanjutkan pembicaraannya.


“perangpun berlangsung dan pada saat itu raja pertama dari kerajaan Badai Salju sedang menghadapi salah satu leluhur dari para iblis.”


“tentu saja pada awalnya dia bisa mengatasi leluhur iblis itu, akan tetapi ada dua leluhur iblis lainnya yang datang membantu dan raja pertama dari Kerajaan Badai Salju mulai terpojok.”


“pada saat itulah dia menggunakan kekuatan yang hanya di miliki oleh keturunan langsung dari para Dewa, dan Dewa itu merupakan Dewa Salju yang memiliki kekuatan yang sangat kuat.”


“berkat kekuatan ini pula bangsa manusia terbebas dari ancaman bangsa iblsi, dan pada saat yang bersamaan leluhur kita juga mengalahkan leluhur pertama dari bangsa iblis.”


“akan tetapi sangat di sayangkan, manusia memiliki hidup yang sangat singkat berbeda dengan bangsa iblis dan juga bangsa yang lainnya.”


“leluhur kita juga pernah menyelamatkan raja pertama dari kerajaan Badai Salju pada saat kerajaan tersebut di serang oleh Para iblis.”


“dari situlah pertemanan dari kedua kerajaan menjadi lebih erat bahkan kerajaan kita memiliki pernikahan dengan kerajaan Badai Salju dan ini sudah di lakukan sejak dahulu.”


Kemudian sang Raja kembali berkata.


“kamu pasti sudah melihat istri dari Penguasa Kota Adlis.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“maksud Ayah.”


Di saat yang bersamaan sang Raja langsung berkata.


“itu benar, istrinya merupakan anak dari bangsawan di kerajaan Badai Salju.”


 **********


Tiga puluh menit telah berlalu, Pangeran Arthur yang sedang duduk di dalam kereta kudanya tiba-tiba melihat sebuah cahaya dari arah depan.


Cahaya itu merupakan cahaya yang di keluarkan oleh sebuah kristal yang berwarna putih bening, setelah itu Pangeran Arthur langsung berbalik dan melihat ke arah ayahnya dan berkata.


“Ayah, apakah produksi lampu kita juga berasal dari kerajaan Badai Salju.”


Sang raja yang mendengar itu langsung menjawab.


“Kamu benar, semua lampu yang kita miliki di kerajaan kita itu di berikan oleh kerajaan Badai Salju.”


Beberapa nenit kemudian akhirnya Pangeran Arthur dan keluarganya tiba di kerajaan Badai Salju, setelah melakukan pemeriksaan di gerbang depan mereka langsung menuju ke penginapan terbaik di kerajaan Badai Salju untuk melakukan check in.


Setelah selesai Check in, Pangeran Arthur langsung memutuskan untuk melakukan perjalanan di malam hari, suasana di Ibukota Kerajaan Badai Salju sangat berbeda dengan kerajaan lainnya karena di sana sangat dingin dan semua orang di kerajaan itu menggunakan pakaian yang tebal.


Pangeran Arthur mulai berjalan menuju ke pasar malam yang berada tidak jauh dari penginapan itu, Pangeran Arthur juga mengajak Jun dan tiga orang pengawal.


Setelah itu mereka pergi untuk menikmati hidangan hangat di pasar malam kota tersebut, setelah sampai di sana Pangeran Arthur duduk di dengan santai dambil menikmati hidangannya.


Sementara itu Jun dan ke tiga pengawal itu menempati meja belakang dari tempat milik Pangeran Arthur, Pangeran Arthur melihat ke arah depan sambil memakan makanan yang di siapkan untuknya.


Di saat yang bersamaan Pangeran Arthur melihat ada seorang gadis yang di temani oleh lima orang temannya yang sedang duduk di depan dari Pangeran Arthur, gadis itu sangat familiar dan Pangeran Arthur memutuskan untuk berkenalan dengan gadis tersebut.


Di sisi lain gadis tersebut sedang menikmati hidangannya bersama dengan kelima temannya, salah satu temannya melihat ke arah belakang dan dia melihat pangeran Arthur yang sedang berjalan menghampiri mereka.


Lalu gadis itu pun berbalik dan melihat ke arah temannya dan berkata.


“Nona, sepertinya ada orang yang berjalan menghampiri kita.”


Gadis yang satunya lagi berkata.


“Nona, sebaiknya biarkan aku saja yang menangani pria itu.”


Akan tetapi wanita muda itu beebicara dengan santai.


“biarkan saja, aku ingin lihat apa yang dia inginkan dariku.”


Bersambung...