The God Of Darkness The King Of The Dead

The God Of Darkness The King Of The Dead
Chapter 21. Awal Kedatangan Leluhur Iblis



Sehari setelah kepergian Pangeran Arthur dan kedua orang tuanya menuju Ke Kerajaan Badai Salju, Will yang sedang duduk di ruangannya sambil mengerjakan tugasnya sebagai kepala pelayan di kediaman Pangeran Arthur, melihat keluar jendela dan berkata.


Keluarlah... “Will”


Setelah itu sesosok bayangan muncul dari balik jendela dan sambil menundukan kepalanya dan berkata.


Tuan, aku telah menemukan tempat keberadaan dari bangsawan iblis itu. “Bayangan”


Bagus kalau begitu. “Will”


Jadi apa yang harus aku lakukan selanjutnya. “Bayangan”


Kamu hanya perlu mengawasinya dan lindungi dia sampai Yang Mulia kembali. “Will”


Baik Tuan, kalau begitu aku pergi... “Bayangan”


Setelah itu bayangan itu-pun pergi, dan Will kembali mengerjakan tugas-tugasnya.


**********


Disis lain di suatu tempat terdalam di hutan benua iblis, seorang iblis yang di sebut sebagai leluhur ke sepuluh sedang menyiapkan pasukannya untuk menuju ke Kerajaan Brown.


Leluhur ke sepulung bangsa iblis itu melihat ke arah pasukannya dan berkata.


Kita akan segera melakukan penyerangan di sebuah kerajaan yang terletak di benua manusia,oleh karena itu jangan ada yang mengecewakan aku. “Leluhur ke sepuluh ras iblis”


Setelah mendengan itu semua pasukan yang sedang berdiri sambil mendengarkan perkataan dari leluhur ke sepuluh ras iblis, langsung berteriak secara bersamaan.


Hidup leluhur ke sepuluh....!!! “Semua Pasukan Iblis”


Setelah itu tiba-tiba saja datang seorang iblis dari arah belakang Leluhur ke sepuluh dan berkata.


Tuan Leluhur, semuanya sudah siap dan kita bisa pergi sekarang. “ seorang prajurit iblis”


Kalau begitu, ayo kita pergi. “ Leluhur ke sepuluh ras iblis”


Setelah itu muncullah sebuah gebang besar di depan di depan Leluhur ke sepuluh dan pasukannya, dan mereka-pun berjalan masuk ke dalam gerbang tersebut.


Setelah mereka masuk ke dalam gerbang itu, tiba-tiba saja mereka muncul di suatu tempat di dalam hutan yang berada tidak terlalu jauh dari Kerajaan Brown.


**********


Mansion Pangeran Arthur.


Will yang sedang mengerjakan tugas-tugasnya sebagai kepala pelayan Pangeran Arthur, tiba-tiba merasakan kehadiran aura yang sangat besar di suatu tempat.


Will yang sedang santai duduk di ruang kerja miliknya melihat ke arah jendela dan berkata.


Jadi akhirnya mereka datang... “Will”


Kastil Kerajaan Brown.


Aura ini juga di rasakan oleh Pangeran Risat dan para pengawalnya, kemudian Pangeran Risat melihat ke arah kesatria kerajaan dan berkata.


Kalian pasti merasakan aura kehadiran ini-kan. “Pangeran Risat”


Ia, Yang Mulia dan aura kehadiran ini merupakan aura kehadiran yang bisa dengan mudah menghancurka sebuah kerajaan. “salah satu kesatria”


Kamu benar, segera kumpulkan semua petinggi kerajaan dan katakan kepada mereka semua kalau sekarang kerajaan kita sedang dalam keadaan yang serius dan segera umumkan kepada semua pasukan untuk mengevakuasi semua masyarakat dan juga kirimkan surat permohonan bantuan ke serikat petualang. “Pangeran Risat”


Baik Yang Mulia. “salah satu kesatria”


Ini akan menjadi perang yang panjang. “Pangeran Risat”


Disisi lain Will yang mulai berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruangan kerjanya melihat ke arah luar dan berkata.


Keluarlah. “Will”


Tuan, ada lebih dari empat ratus pasukan iblis yang sedang mendiami hutan bagian utara dan sepertinya mereka sedang bersiap untuk menyerang ke sini. “Bayangan”


Jadi mereka sudah mulai bergerak. “Will”


Dan sambil tersenyum Will melihat ke arah bayangan itu dan berkata.


Pergi dan terus awasi mereka tapi jangan halangi mereka, karena aku ingin sedikit bermain dengan mereka. “Will”


Baik Tuan. “Bayangan”


Setelah itu bayangan itu-pun menghilang, di saat bersamaan Will tersenyum dan berjalan keluar dari dalam Mansion dan berkata.


Aku harap aku bisa menemukan lawan yang bisa membuatku mengeluarkan sedikit keringatku dan aku harap aku bisa bersenang-senang dengan mereka. “Will”


**********


Di Dalam Hutan Bagian Utara Kerajaan Brown.


Leluhur ke sepuluh ras iblis melihat ke arah pasukannya dan berkata.


Hari ini adalah hari dimana kita akan meruntuhkan Kerajaan Brown, jadi kalian semua bisa mengamuk sesuka kalian dan kalian bisa membunuh berapa-pun manusia yang kalian inginkan, karena ini adalah hari bangkitnya pasukan iblis...!! “Leluhur Ke Sepuluh Ras Iblis”


Mendengar itu semua pasukan iblis langsung berteriak dengan keras.


Hidup Leluhur Iblis...!


Hidup Raja Iblis...!


Hidup Kerajaan Iblis...! “Semua Pasukan Iblis”


Setelah itu leluhur iblis ke sepuluh langsung berkata.


Sudah saatnya untuk berangkat, ayo ikutlah bersamaku dan kita akan bersama-sama hancurkan kerajaan Brown. “Leluhur Ke Sepuluh Ras Iblis”


Setelah itu leluhur ke sepuluh bangsa iblis dan pasukannya bergerak menuju ke kerajaan Brown.


**********


Salah satu penginapan di dalam wilayah ibu kota kerajaan Brown.


Seorang Wanita lari menuju kedalam salah satu kamar di dalam ruangan dan membukakan pintu sambil berkata.


Nona, pasukan iblis sudah mulai bergerak menuju ke kerajaan ini, jadi sebaiknya kita harus segera pergi meninggalkan kerajaan ini. “Seorang pelayan”


Percuma saja karena kita sudah tidak bisa lari lagi, jadi sebaiknya kita hadapi saja semuanya sekarang. “Putri Kirana”


Tapi... “Seorang Pelayan”


Tiba-tiba terdengar suara dari arah pintu masuk kamar miliknya.


Kamu tidak perlu khawatir, karena Tuanku sendiri yang akan menjamin keselamatan dirimu. “Bayangan”


Tiba-tiba saja sesosok bayangan muncul di depan mereka berdua dan hal ini membuat mereka berdua merasa penasaran, hal ini juga membuat Putri Karina menjadi gugup.


Pelayan dari sang Putri-pun mulai berdatangan dan berdiri di belakang bayangan itu untuk bersiap menyerang sedangkan yang berdiri di depan berdiri menghalagi bayangan itu sambil melindungi sang putri.


Setelah itu bayangan itu mulai kembali berbicara.


Kalian tidak perlu takut kepadaku karena aku tidak akan menyerang kalian dan perintah yang di berikan kepadaku dari Tuan-ku adalah untuk mengawasi dan melindungi kalian. “Bayangan”


Dalam keheningan Putri Kirana hanya bisa melihat banyangan itu dan merasa penasaran sambil berpikir.


Siapa sebenarnya Tuan dari bayangan ini dan kenapa sampai dia ingin melindungiku. “Putri Kirana”


Bersambung...