The God Of Darkness The King Of The Dead

The God Of Darkness The King Of The Dead
Chapter 54



Pintu Belakang Kastil Kerajaan Badai Salju.


Jun dan beberapa prajurit sedang menunggu kedatangan dari pada para penyusup yang masuk ke dalam Kastil, setelah beberapa menit berlalu. Seorang prajurit datang dari arah belakang dan menghampiri mereka.


Prajurit itu dengan tenang bertanya kepada Jun.


“Kapten, saya telah kembali dan saya telah menyampaikan semuanya kepada Yang Mulia Pangeran Arthur.”


Kapten Jun dengan santai melihat ke arah prajurit itu sambil berkata.


“bagus, dengan begini kita bisa melakukan pekerjaan berikutnya dengan tenang.”


Setelah itu kapten Jun kembali berkata.


“semuanya dengarkan aku, kali ini misi kita adalah menemukan lokasi dari pada para penyusup ini dan jangan sampai ada sesuatu yang terlewat-kan.”


“apa kalian mengerti.”


Semua prajurit menjawab dengan isyarat, yaitu menundu-kan kepala mereka.


Setelah beberapa saat terlihat sekelompok orang yang mengenakan pakaian pelayan, keluar melalui pintu belakang Kastil.


Jun yang melihat itu langsung memberikan perintah kepada para bawahannya.


“kalian, perhatikan mereka dengan teliti.”


“jangan sampai ada di antara kalian yang membuat kesalahan, kalian mengerti.”


Semua prajurit langsung menganggukkan kepala mereka.


Setelah beberapa menit, para pelayan tersebut langsung mengganti pakaian mereka dan bergegas pergi dari kastil.


Jun yang melihat itu langsung memberikan perintah kepada pasukannya.


“saatnya bergerak, kita akan mengikuti mereka dan jangan sampai ada di antara mereka yang menyadari keberadaan kita.”


“ayo bergerak.”


Setelah itu Jun dan pasukannya langsung bergerak pergi meninggalkan Kastil dan mengikuti para penyusup itu, di sisi lain para penyusup itu sama sekali tidak mengetahui kalau mereka sedang di ikuti oleh Kapten Jun dan pasukannya.


********************


Aula Utama Kastil Kerajaan Badai Salju.


Acara telah berjalan lebih dari dua jam dan Raja Frank Relight dengan santai berdiri kembali dari tahtanya dan kemudian mengucapkan beberapa patah kata.


“malam sudah semakin larut, dan saya yakin semua tamu undangan sudah merasa kelelahan.”


“oleh karena itu acara malam ini kita akhiri sampai di sini dan setelah ini kita akan mengadakan pertunangan antara Pangeran Arthur dan Putri Emilia di kerajaan Brown.”


“akhir kata, saya sebagai Raja Kerajaan Badai Salju mengucapkan terima kasih untuk para tamu undangan yang telah menyempatkan diri untuk datang menghadiri acara malam ini.”


Setelah itu Raja Frank Relight kembali duduk di tahtanya, para tamu undangan satu per satu mulai mengucapkan selamat tinggal dan pergi meninggalkan Kastil Kerajaan Badai Salju.


Setelah lebih dari satu jam, akhirnya semua tamu undangan meninggalkan Kastil dan sekarang hanya tersisa keluarga dari ke dua kerajaan.


Raja Kerajaan Brown dan keluarganya mulai pamit dan mereka di antar oleh keluarga Kerajaan Badai Salju untuk meninggalkan Kastil, sesampainya di luar Raja Kerajaan Brown beserta Ratu dan Pangeran Arthur langsung berjalan menuju kereta kuda mereka dan mereka langsung kembali ke penginapan.


Tiga puluh menit telah berlalu, akhirnya Pangeran Arthur dan ke dua orang tuanya tiba juga di penginapan tempat mereka menginap.


Setelah turun dari kereta kuda, Pangeran Arthur langsung memberi salam kepada kedua orang tuanya dan setelah itu Pangeran Arthur pergi menuju ke kamarnya.


Di saat yang bersamaan kedua orang tuanya juga berjalan menuju ke kamar mereka, setelah beberapa menit Pangeran Arthur akhirnya tiba di dalam kamarnya.


Pangeran Arthur yang sedang berbaring dengan santai di atas tempat tidurnya dengan santai tersenyum dan berkata.


“akhirnya selesai juga, dan kali ini tidak ada penyusup yang mengganggu acara ini.”


“akan tetapi mereka pasti tidak akan tinggal diam melihat semua ini berjalan dengan lancar, aku ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.”


********************


Setelah beberapa menit akhirnya mereka tiba di markas mereka, markas mereka merupakan sebuah bangunan tua yang berada di sebelah timur dari Kerajaan Badai Salju.


Bangunan itu berada di luar kerajaan dan bangunan itu juga berada di dalam hutan bagian timur kerajaan Badai Salju, Kapten Jun yang melihat itu langsung memberikan isyarat kepada semua pasukannya untuk tidak mengikuti mereka lebih jauh.


Semua pasukan berhenti, setelah itu Kapten Jun dengan santai berkata.


“ayo kembali, yang penting sekarang kita telah mengetahui keberadaan mereka jadi akan lebih mudah untuk kita mengawasi pergerakan mereka.”


Setelah itu Kapten Jun dan pasukannya kembali ke Penginapan, karena sudah sangat larut maka Kapten Jun memutuskan untuk beristirahat dan besok pagi baru dia akan melaporkan kejadian ini kepada Pangeran Arthur.


Keesokan harinya di pagi hari yang cerah, Pangeran Arthur bangun dan langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi dan membersihkan tubuhnya.


Setelah itu Pangeran Arthur mengganti pakaiannya dan keluar dari kamarnya, Pangeran Arthur mulai berjalan menuju ruangan pribadi dan setelah sampai di sana Pangeran Arthur langsung duduk dengan santai di sebuah sofa yang berada di ruangan itu.


Beberapa menit kemudian, seorang pelayan membawa secangkir teh hangat dan beberapa kue ke dalam ruangan itu dan menyajikannya kepada Pangeran Arthur.


Pangeran Arthur dengan santai mencicipi hidangan tersebut dengan santai, di saat yang bersamaan Kapten Jun sedang berdiri di luar ruangan tersebut.


Kapten Jun mengetuk pintu ruangan itu sambil berkata.


“Pangeran, saya Kapten Jun.”


“saya ingin menemui Anda.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung menjawab.


“masuklah.”


Setelah itu Kapten Jun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut. Kapten Jun berjalan perlahan-lahan mendekati Pangeran Arthur.


Setelah sampai di hadapan Pangeran Arthur, Kapten Jun langsung memberi hormat dan dengan santai berkata.


“Pangeran, saya telah menemukan tempat persembunyian dari pada para penyusup itu.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung menjawab.


“bagus, dengan ini keta bisa mengawasi pergerakan mereka.”


Kemudian Pangeran Arthur melihat ke arah Kapten Jun sambil berkata.


“aku ingin agar kamu terus mengawasi mereka, tapi jangan menyerang mereka.”


“akan lebih baik jika kita membiarkan mereka untuk saat ini, dan pada saatnya nanti kita bisa menyingkirkan mereka dengan mudah.”


“Kapten Jun, kembalilah dan laksanakan perintahku.”


Kapten Jun yang mendengar perkataan dari Pangeran Arthur, langsung menjawab dengan tenang.


“Baik, Yang Mulia Pangeran...!”


Setelah itu Kapten Jun langsung memberi hormat dan meninggalkan ruangan tersebut, Pangeran Arthur yang sedang duduk dengan santai sambil menikmati hidangan di dalam ruangan tersebut melihat ke arah depan sambil berbicara di dalam hatinya.


“jika bisa, aku ingin sekali menghajar orang-orang itu.”


“akan tetapi jika aku bergerak sekarang, mereka pasti akan langsung mengubah semua rencana mereka.”


“jadi untuk sekarang, aku ingin sedikit bermain dengan mereka.”


Pangeran Arthur mulai berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju arah jendela, setelah sampai di jendela. Pangeran Arthur dengan santai tersenyum sambil melihat pemandangan dari dalam ruangan dan dengan santai berkata.


“cuaca hari ini cukup bagus.”


Bersambung...