
Perjalanan menuju Ke Kerajaan Badai Salju masih berlanjut, Pangeran Arthur yang sedang duduk di dalam kereta kuda bersama dengan ayah dan ibunya sedang membahas tentang perjalanan mereka.
Pangeran Arthur melihat ke arah ayahnya dan berkata.
“Ayah, kapan kita akan tiba di Kerajaan Badai Salju.”
Sang Raja yang mendengar itu langsung menjawab.
“Butuh dua hari perjalanan untuk sampai ke sana dan kali ini kita harus beristirahat di hutan karena sudah tidak ada lagi kota di sekitar sini.”
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.
“Kalau begitu bukannya akan lebih baik jika kita menyuruh beberapa pasukan pergi terlebih dahulu untuk menemukan tempat yang cocok agar kita dapat beristirahat.”
Sang Raja yang mendengar itu berkata.
“Itu ada benarnya, akan tetapi ada banyak monster yang mendiami hutan ini dan akan lebih baik jika kita semua berada dalam kelompok yang besar.”
********************
Malam Hari, Ibu Kota Kerajaan Brown.
Will sedang duduk dan bekerja di ruangan pribadi miliknya, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari arah luar ruangan dan suara dari seorang pelayan yang berkata.
“Permisi, Tuan Will..!”
Will yang mendengar itu langsung berkata.
“Masuklah."
Setelah pelayan itu masuk, Will dengan lembut bertanya padanya.
“Apa yang terjadi, kenapa kamu datang mencari ku..?”
Pelayan itu langsung menjawab dengan tenang dan berkata.
“Tuan, saya membawakan surat untuk Anda.”
Will melihat ke arah pelayan itu dan berkata.
“Siapa yang mengirimkan surat itu untuk ku..?”
Pelayan itu kembali berkata.
“Tuan, surat ini di kirim oleh Ketua Guild Serikat Petualang.”
Will kembali berkata.
“Letakkan saja di meja ku dan kamu boleh pergi.”
Pelayan itu langsung meletakkan surat tersebut di atas meja dan dia langsung memberi hormat kepada Will, setelah itu dia langsung pergi meninggalkan ruangan itu.
Will yang merasa penasaran akan surat tersebut dengan santai mengambil surat itu dan kemudian dia membuka surat tersebut dan membacanya, isi dari surat tersebut adalah undangan pribadi kepada Will dan undangan tersebut merupakan undangan pribadi.
Will yang telah selesai membaca isi dari surat tersebut dengan santai meletakkan kembali surat itu ke meja dan dia langsung berdiri dari tempat duduknya, setelah itu Will mulai berjalan menuju ke jendela dan melihat keluar sambil berkata.
“Kerajaan ini mungkin saja akan menghadapi masalah yang baru.”
*******************
Beberapa Jam Sebelumnya di Dalam Hutan.
Pangeran Arthur melihat ke arah Sang Raja dan berkata.
“Ayah, hari sudah mulai sore, jadi sebaiknya kita mencari tempat dan mendirikan tenda untuk berkemah.”
Raja yang mendengar itu langsung berkata.
“Kamu benar, suruh semuanya berhenti dan mendirikan tenda di sekitar sini.”
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung melihat ke arah jendela dan membukakan jendela tersebut dan berkata ke arah Jun yang sedang mengendarai kuda di sebelah jendela itu.
“Jun, suruh semua orang berhenti dan segera dirikan tenda di sekitar sini...!”
Jun yang mendengar perkataan itu langsung memberhentikan pasukannya dan mulai bersiap untuk mendirikan tenda, setelah mereka mendirikan tenda Jun langsung berjalan ke arah kereta kuda milik sang Raja dan berkata.
“Yang Mulia Raja, Ratu dan Pangeran. Hamba sudah selesai mendirikan tendanya.”
Sang Raja Yang mendengar itu langsung berkata.
“Bagus, dan juga Per-ketat semua penjagaan di sekitar area ini.”
Jun yang mendengar itu langsung menjawab.
“Baik Yang mulia..!”
Setelah itu Jun mulai berjalan meninggalkan kereta kuda tersebut dan dia pergi untuk mempersiapkan penjagaan di sekitar tempat itu, Pangeran Arthur beserta Raja Dan Ratu turun dari dalam kereta kuda dan mereka mulai berjalan menuju ke tenda mereka masing-masing.
Setelah Raja dan Ratu masuk ke dalam tenda milik mereka, Pangeran Arthur pun juga masuk ke dalam tenda miliknya dan dia melihat ke arah penjaga yang menjaga tenda miliknya dan berkata ke pada penjaga tersebut.
“Kamu pergi dan Panggil-kan Jun untuk menemui ku.”
Mendengar itu Penjaga tersebut langsung segera pergi dan memanggil Jun, Jun yang mendengar itu langsung berjalan menuju ke tenda dari Pangeran Arthur.
Setelah sampai di sana Jun langsung memberi salam dan berkata.
“Tuan, saya di sini dan saya siap mendengar permintaan Tuan.”
Jun masih berdiri di luar tenda, Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.
“Masuklah."
Jun yang mendengar itu langsung masuk ke dalam tenda tersebut dan setelah berada di dalam tenda tersebut, Pangeran Arthur yang melihatnya langsung menyuruhnya untuk duduk di depan Pangeran Arthur.
Setelah itu Pangeran Arthur kembali berkata.
“Jun, aku memiliki sebuah permintaan untukmu.”
Jun yang mendengar itu langsung berkata.
“Hamba siap melaksanakannya”
Pangeran Arthur kembali berbicara dengan santa sambil melihat ke arah Jun.
“Ada beberapa pelayan Wanita yang di bawah dari istana, akan tetapi ada dua pelayan wanita yang aku bawa secara pribadi.”
Kemudian Pangeran Arthur melihat ke arah luar tenda dan berkata.
“Pelayan Wanita yang aku bawah, mereka berdua memiliki kekuatan tempur yang cukup hebat dan aku ingin pergi bersama mereka untuk berburu di sekitar sini Jadi kamu harus menjaga tempat ini dengan ketat dan Juga jangan beritahukan hal ini ke pada Raja dan Ratu karena mereka akan mengkhawatirkan ku.”
Jun yang mendengar itu langsung berkata.
“Hamba mengerti.”
Setelah itu Pangeran Arthur langsung meminta Jun untuk pergi dan mempersiapkan segalanya, di sisi lain Kedua Pelayan wanita itu sedang berada di luar tenda milik Pangeran Arthur.
Pangeran Arthur yang melihat kehadiran dari mereka berdua langsung berkata.
“masuklah..!”
Ke dua Wanita itu langsung berjalan masuk ke dalam tenda milik Pangeran Arthur, setelah mereka masuk ke dalam tenda tersebut mereka berdua langsung membungkuk dan memberi salam kepada Pangeran Arthur.
Pangeran Arthur yang melihat itu langsung berkata kepada mereka.
“Bagaimana, Apa kalian sudah menemukannya...?”
Kedua Pelayan tersebut langsung menjawab secara bersama.
“Sudah, Yang Mulia”
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.
“Tidak salah jika aku memberikan tugas pengawasan untuk melindungi Raja dan Ratu kepada kalian berdua.”
Salah satu Pelayan itu berkata.
“Terima kasih atas pujian Anda Yang Mulia.”
Pangeran Arthur kembali berbicara sambil tersenyum ke arah mereka berdua.
“Lalu bagaimana dengan mata-mata yang menyusup sebagai pelayan di sini..?”
Salah satu dari Pelayan itu menjawab.
“Untuk mata-mata itu sendiri, sudah di konfirmasi kalau dia merupakan mata-mata dari Kekaisaran Seribu Pedang dan dia menyusup masuk dengan cara membunuh salah satu pelayan yang berada di sini.”
Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berbicara dengan tenang.
“Untuk sekarang kalian hanya perlu mengawasinya, dia sekarang mungkin belum bisa melakukan apa-apa dan mungkin dia sedang menunggu perintah selanjutnya dari atasannya.”
Pangeran Arthur kembali berdiri dari tempat duduknya dan berkata.
“Untuk sekarang aku ingin kalian berdua menemani ku untuk berburu di sekitar sini, jadi kalian berdua bisa pergi dan bersiap.”
Mendengar itu kedua pelayan itu langsung berkata.
“Baik Yang Mulia.”
Setelah itu mereka berdua pun pergi dan meninggalkan tenda milik Pangeran Arthur, Pangeran Arthur yang berdiri sambil melihat ke arah luar tenda dengan tenang tersenyum dan berkata.
“Aku ingin lihat, kejutan apa yang akan dia berikan untukku.”
Bersambung...