The God Of Darkness The King Of The Dead

The God Of Darkness The King Of The Dead
Chapter 47



Pertarungan di dalam hutan masih terus berlanjut, Jun yang terkena serangan dari monster ular itu langsung terlempar ke arah belakang.


Semua pasukan yang melihat itu langsung mengambil inisiatif untuk menyerang monster ular itu dan mengalihkan perhatian dari monster ular tersebut, di sisi lain Jun yang terlempar dan terjatuh ke tanah mulai berusaha untuk berdiri dan kembali menyerang monster ular itu.


Di saat bersamaan semua pasukan yang berada di tempat itu langsung mengarahkan pedang mereka sambil berlari ke arah monster ular itu, monster ular yang melihat itu langsung berbalik dan menyerang pasukan-pasukan dengan menggunakan ekornya.


Semua pasukan yang melihat itu langsung bereaksi dengan cara menangkis serangan tersebut, akan tetapi monster ular itu berhasil mengibaskan ekornya dan membuat semua pasukan itu terlempar jauh ke belakang.


Di sisi lain Jun mulai bergerak dengan cepat ke arah monster ular itu, kali ini jun menyerang menggunakan kekuatan sihir yang di alirkan ke pedangnya.


Serangan Jun dengan cepat mengarah ke arah kebala bagian tengah dari monster ular itu, akan tetapi serangannya di hentikan ulah monster ulat itu dengan menggunakan tubuh yang di penuhi dengan sisik yang sangat keras.


Jun yang melihat itu langsung bereaksi dengan cepat dan melompat ke belakang, di sis lain semua pasukan yang tadinya terjatuh mulai berdiri dan berjalan ke arah belakang Jun.


Jun yang melihat semua itu langsung berkata kepada mereka.


“kalian tidak perlu mengkhawatirkan diriku, sebaiknya kalian kembali ke tempat Pangeran dan lindungi dia.”


Semua pasukan yang melihat itu langsung berjalan kembali ke tempat Pangeran Arthur berdiri dan mereka kembali berdiri di depan sang Pangeran untuk melindunginya, di saat yang bersamaan Jun mulai berlari dengan cepat ke arah monster ular.


Monster ular yang melihat itu langsung mengeluarkan sihir api dari dalam mulitnya, akan tetapi Jun yang melihat itu langsung melompat ke arah sebelah kanan dan menghindari serangan tersebut.


Monster ular yang melihat itu langsung melancarkan serangan sihir apinya kembali secara berturut-turut, di sisi lain Jun mengandalkan kecepatannya dengan cepat menghindari serangan-serangan tersebut.


Setelah serangan dari monster ular itu berhenti, Jun langsung mengambil inisiatif dan dengan cepat menyerang monter ular tersebut.


Jun mengarahkan pedangnya ke arah monster ular itu dan langsung menebas tubuh dari monter ular tersebut, setelah itu Jun langsung melompat kembali ke belakang untuk menyiapkan serangan berikutnya.


Di sisi lain serangan dari Jun kali ini mengakibatkan sedikit luka sayatan pedang pada tubuh dari ular tersebut, akan  tetapi tiba-tiba saja luka tersebut menghilang dengan sendirinya.


Jun yang melihat itu langsung bereaksi dan dia mulai berbicara di dalam hatinya.


“sepertinya monster ular ini memiliki tiga jenis kekuatan sihir.”


“yang pertama racun pada kepala bagian tengah, yang ke dua kekuatan sihir api pada kepala sebelah kanan dan yang terakhir adalah kekuatan sihir penyembuh pada kepala sebelah kiri.”


“kalau begitu aku akan menyerang kepala bagian kiri terlebih dahulu agar dia tidak dapat menyembuhkan dirinya.”


Setelah selesai menyusun strateginya, Jun langsung bergerak dengan cepat dan kali ini dia memfokuskan serangannya ke kepala sbelah kiri dari monster ular itu.


Jun tiba-tiba saja menghilang dan muncul di belakang dari monster ular tersebut, monster ular yang merasakan keberadaan dari Jun langsung memutuskan untuk berbali dan menyerang Jun.


Akan tetapi Jun sudah terlebih dahulu menyerang kepala sebelah kiri dari pada monster ular tersebut, kemudian serangan dari pedang milik Jun berhasil mengenai mata dari monster ular tersebut.


Setelah itu Jun langsung mengalirkan sihir angin dan menghancurkan kepala dari monster ular itu, di sisi lain monster ular yang menerima serangan itu langsung mengeluarkan racun dari dalam mulutnya dan mengarahkannya ke arah Jun.


Jun yang melihat itu langsung melompat ke belakang dan menghindari serangan tersebut, kepala sebelah kiri dari pada monster ular itu telah hancur dan hal itu membuat monster ular menjadi semakin ganas.


Dia mengebaskan ekornya dan menghancurkan semua pepohonan yang berada di sekitar tempat itu, Jun yang melihat itu langsung melompat menjauh dari tempatnya berdiri.


Di sisi lain Pangeran Arthur dan parajurit yang mengawalnya langsung berpindah ke tempat yang lebih aman dan menjaga jarak dari monster ular itu, Jun yang melihat kalau monster ular itu telah kehilangan kendali dan mulai melancarkan serangannya ke berbagai arah.


“ini merupakan kesempata yang bagus untuk mengakhiri pertarungan ini.”


Setelah itu Jun langsung bergerak dengan cepat ke arah monster ular tersebut dan mengarahkan serangan menggunakan pedangnya ke arah monster ular tersebut.


Monster ular yang melihat kedatangan Jun dengan cepat menggerakan ekornya dan mengebaskannya ke arah Jun, Jun yang melihat serangan itu dengan cepat berusaha bereaksi untuk menghindari serangan tersebut.


Akan tetapi serangan tersebut mengenai tubuhnya dan Jun langsung terlempar jauh ke belakang, Jun terjatuh dan berbaring di tanah, tubuhnya di penuhi dengan luka dan dia memuntahkan darah dari dalam mulitnya.


Akan tetapi dia masih terus berusaha untuk berdiri dan melawan monster ular tersebut, di sisi lain monster ular itu mulai berjalan maju dan mendekat ke arah Jun.


Semua prajurit yang melihat itu mulai menggenggam pedang mereka dengan erat dan mereka semua bersiap untuk maju dan menyerang monster ular itu, di sisi lain Pangeran Arthur yang melihat itu langsung berkata.


“kalian semua, apa yang ingin kalian lakukan.”


Medengar perkataan dari Pangeran Arthur membuat semua prajurit itu langsung berhenti seketika, setelah itu Pangeran Arthur kembali berkata.


“dia sudah berusaha dengan sangat keras, jadi sekarang saatnya aku menyelamatkannya.”


Di sisi lain monster ular itu telah berada tepat di hadapan Jun, Jun yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan berkata.


“maaf tapi sepertinya aku akan mati di sini.”


Setelah itu monster ular itu langsung membuka mulutnya dan langsung menyerang ke arah Jun, akan tetapi tiba-tiba saja monster ular itu terlempar jauh ke arah belakangnya.


Jun yang melihat semua itu langsung berkata.


“apa yang sedang terjadi.”


Setelah itu terdengar suara dari arah belakangnya dan suara itu adalah suara dari Pangeran Arthur yang dengan santai berdiri sambil berkata.


“sekarang saatnya untuk pembalasan.”


Semua prajurit yang melihat itu mulai saling bertatapan dan berkata.


“apakah kalian melihat itu.”


“ya, aku melihatnya.”


“monster ular itu terlempar jauh dan Pangeran Arthur tiba-tiba saja berada di belakang kapten Jun.”


“apakah Pangeran kita sekuat itu.”


“apapun itu kita semua akhirnya selamat.”


Di sisi lain Pangeran Arthur yang dengan santai berdiri di belakang Jun dengan santai berjalan ke arah dari monster ular itu sambil berkata.


“terima kasih atas kebaikan mu karena sudah merawat pelayanku.”


Bersambung...