The God Of Darkness The King Of The Dead

The God Of Darkness The King Of The Dead
Chapter 31. Kompetisi Sebelum Pembantaian



Di Dalam Lapangan Latihan.


Semua orang yang berada di dalam lapangan tersebut melihat ke arah pangeran Arthur dan salah satu dari mereka berkata.


Baiklah kalau begitu aku yang akan menjadi lawan pertama-mu. “Regas”


Pria itupun langsung berjalan ke atas arena dan berkata.


Namaku adalah Regas dan aku adalah Petualang Rank B. “Regas”


Mendengar itu Pangeran Arthur hanya tersenyum dan berkata.


Sebaiknya kamu mengajak temanmu yang tadi itu agar pertarungan ini jadi menarik. “Pangeran Arthur”


Mendengar kalimat yang di ucapkan oleh Pangeran Arthur, itu membuat Regas mahar dan langsung berlari ke arah Pangeran Arthur dengan kecepatan tinggi.


Setelah Regas berhasil mendekati Pangeran Arthur, Regas langsung mengarahkan pedangnya ke arah leher dari Pangeran Arthur.


Tapi sayangnya sebelum pedang Regas menyentuh leher dari Pangeran Arthur, tiba-tiba saja Regas terlempar keluar dari dalam arena.


Senyum orang yang melihat itu hanya bisa terdiam dan tidak bisa melihat apa yang baru saja terjadi.


Setelah itu Pangeran Arthur dengan santai berjalan ke tepi arena dan berkata.


Sebaiknya kalian semua turun ke sini dan jangan hanya melihat, jika kalian tidak ke sini maka


aku yang akan ke sana. "Pangeran Arthur"


Pangeran Arthur tiba-tiba saja menghilang dan muncul di hadapan semua petualang, mereka semua yang melihat itu tidak bisa bereaksi apa-apa.


Kemudian Pangeran Arthur kembali menghilang dan muncul di atas arena.


Setelah itu Pangeran Arthur dengan santai dan berkata.


Ayo-lah, karena aku sudah berada di sini jadi sebaiknya kalian semua turun dan bertarung denganku. “Pangeran Arthur”


Akan tetapi semua petualang yang mendengar semua itu hanya bisa terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Pangeran Arthur yang mulai merasa bosan mulai berjalan ke arah tepi arena, dan tiba-tiba saja sebuah tekanan mana yang sangat kuat membuat semua petualang yang berada di dalam ruangan itu tidak dapat bergerak.


Jangankan bergerak, mereka bahkan tidak dapat bernapas dengan dengan benar di dalam tekanan yang di berikan oleh Pangeran Arthur.


Setelah itu satu persatu petualang mulai terjatuh ke tanah, mereka di penuhi dengan rasa ketakutan yang membuat tubuh mereka gemetar tanpa henti.


Setelah itu Pangeran Arthur tersenyum ke arah mereka dan berkata.


Ini hanya merupakan peringatan dariku dan jika ada di antara kalian yang tidak senang maka kalian bisa saja datang dan bertarung denganku. “Pangeran Arthur”


Setelah mendengar perkataan dari Pangeran Arthur, satu persatu petualang mulai merangkak keluar dari dalam ruangan latihan.


Wajah mereka pucat dan tidak bisa berkata apa-apa, mereka hanya bisa merangkak keluar dan tidak bisa berdiri.


Setelah sampai di luar mereka semua berlarian pergi dari gedung tersebut, Resepsionis yang melihat kejadian itu langsung bertanya ke mereka akan tetapi tidak ada satupun dari mereka yang berani berbicara.


Melihat itu, Resepsionis itu langsung berlari ke arah salah satu petualang dan memegang tangannya sambil berkata.


Apa yang terjadi kenapa kalian semua berlarian keluar dari dalam sana. “Resepsionis”


Petualang itu mulai membuka mulutnya dan berbicara sambil gemetar.


Ada seorang monster yang berada di dalam sana. “Seorang Petualang”


Setelah itu orang tersebut langsung berlari pergi dan meninggalkan tempat itu, Resepsionis yang merasa curiga akan kejadian itu langsung bergegas pergi ke ruangan Master Guild.


Setelah sampi di depan ruangan dari Master Guild, Resepsionis tersebut langsung mengetuk pintu dan bergegas masuk ke dalam.


Melihat itu sang Master Guild langsung melihat ke arah Resepsionis dan berkata.


Apa yang terjadi, kenapa kamu terlihat ketakutan. “ Fargas Sang Master Guild”


Saya meminta maaf atas ketidak sopanan saya, tapi sepertinya ada sesuatu yang sedang terjadi di dalam ruangan latihan. “Resepsionis”


Mendengar itu Fargas Sang Master Guild berjalan ke arah jendela dan berkata.


Sebenarnya aku juga merasakan sesuatu dari dalam ruangan latihan, akan tetapi aku tidak bisa mengatakan apapun mengenai hal itu. “Fargas Sang Master Guild”


Maksud anda...?? “Resepsionis”


Kamu benar, itu adalah tekanan mana yang sangat kuat walaupun aku hanya merasakannya sedikit tapi sepertinya orang yang melakukan semua ini merupakan orang yang sangat kuat dan aku harus menemuinya. “Fargas Sang Master Guild”


Bersambung...