The God Of Darkness The King Of The Dead

The God Of Darkness The King Of The Dead
Chapter 50



Kaisar Dewa Naga dengan mulai berbicara dengan Pangeran Arthur.


“Sebenarnya sekarang di alam dewa telah terjadi beberapa perubahan dan perubahan-perubahan ini mulai mempengaruhi alam semesta.”


Pangeran Arthur yang mendengar perkataan itu langsung berkata.


“sebenarnya perubahan apa yang sedang kamu bicarakan.”


Kaisar Dewa Naga dengan tenang menjawab.


“ada beberapa dewa yang telah di ganti dan salah satunya adalah Raja Para Dewa.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“sepertinya masalah ini semakin serius, jadi siapa yang menggantikan posisi Raja Dewa.”


Kaisar Dewa Naga dengan santai berkata.


“dia adalah dewa perang yang baru dan merupakan anak dari Raja Dewa.”


Setelah itu Pangeran Arthur kembali berbicara dengan tenang.


“jadi anak itu yang menggantikan dirinya.”


Mendengar itu Kaisar Dewa Naga kembali berkata.


“dan sekarang posisi ku juga sudah di ganti oleh cucu ku, bukan hanya itu posisi mu juga sudah di gantikan oleh dewa yang baru.”


Mendengar itu Pangeran Arthur langsung berkata.


“aku tidak tertarik dengan gelar milikku, aku hanya ingin melakukan hal yang aku sukai dan juga sekarang aku sudah hidup kembali sebagai seorang manusia.”


Mendengar itu mantan Kaisar Dewa Naga dengan santai berkata.


“bagus-lah kalau begitu dan juga ada hal penting lainnya yang ingin aku sampaikan padamu...?!”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“hal apa lagi yang ingin kamu sampaikan padaku..?”


Mantan Kaisar Dewa Naga menarik nafas-nya dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan-lahan kemudian dia pun berkata.


“ada tiga dewa yang di tugaskan untuk mengejar dan menangkap dirimu, jadi kamu harus berhati-hati.”


Kemudian Mantan Kaisar Dewa Naga kembali berkata.


“dan Juga salah satu dari dewa itu adalah cucu ku, jadi tolong perlakukan mereka dengan lembut.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung menjawab.


“baiklah, akan aku ingat.”


Setelah itu Mantan Kaisar Dewa Naga kembali berkata.


“kalau begitu, sampai jumpa lagi temanku.”


Mendengar itu Pangeran Arthur langsung menjawab.


“sampai jumpa lagi.”


Setelah selesai berbicara dengan mantan Kaisar Dewa Naga, Pangeran Arthur kembali menutup matanya dan mulai tertidur.


Keesokan paginya Pangeran Arthur sedang duduk bersama Ayah dan Ibunya di ruangan pribadi yang mereka sewa di Penginapan, ruangan itu di jaga dengan ketat dan tidak ada orang yang di izinkan untuk masuk di dalam.


Semua penjaga hanya bisa berjaga di depan pintu serta di koridor penginapan, Pangeran Arthur yang duduk dengan santai melihat ke arah ke dua orang tuanya dan berkata.


“Ayah, Ibu, kapan kita akan pergi untuk menemui keluarga kerajaan Badai Salju..?”


Mendengar itu Ayah dari Pangeran Arthur langsung berkata.


“sebentar sore, karena ada banyak hal yang harus mereka siapkan dan juga Ayah telah mengirim surat resmi untuk pertemuan ke dua keluarga.”


Kemudian Ibu dari Pangeran Arthur pun berkata.


“sepertinya ada yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan tunagan-nya...?!”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“apa yang ibu katakan itu benar, aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya.”


Setelah itu ayah dari Pangeran Arthur kembali berkata.


“tenanglah sebentar lagi kalian akan segera bertemu.”


Pangeran Arthur yang mendengar itu langsung berkata.


“baiklah, Ayah.”


**********


Wilayah Kekaisaran Seribu Pedang.


Pangeran Kris sedang duduk di ruangan kerjanya sambil mengerjakan tugas-tugasnya, tiba-tiba saja dia mendengar suara ketukan dari arah pintu.


“tok...tok....”


Mendengar itu Pangeran Kris langsung berkata.


“masuklah..!”


Seorang pelayan yang mendengar itu langsung membukakan pintu dan bergerak masuk, setelah sampai di depan meja dari pangeran Kris, pelayan tersebut langsung berkata.


“Pangeran, ada surat yang di kirimkan untuk Anda.”


“taruh saja suratnya di atas meja dan setelah itu kamu boleh pergi.”


Pelayan itu langsung meletakkan surat itu di meja kerja milik Pangeran Kris dan kemudian dia menundukkan kepalanya kemudian pelayan tersebut langsung pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah itu Pangeran Kris langsung mengambil surat itu kemudian membaca isi dari surat itu, dan isinya adalah tentang pertemuan yang akan di adakan oleh ke dua keluarga kerajaan.


Pangeran Kris membaca surat itu dengan teliti dan kemudian setelah selesai membaca surat itu Pangeran Kris melihat ke arah depan dan berkata.


“apakah semuanya sudah di siapkan...?!”


Tiba-tiba saja muncul seorang pelayan dengan pakaian hitam dan memakai topeng sambil berkata.


“sudah, Yang Mulia.”


Mendengar itu Pangeran Kris kembali berkata.


“kirimkan surat dan katakan kepada mereka, jika penetapan tanggal pertunangan sudah di tetapkan maka pada saat itu kalian akan beraksi untuk menculik Putri Emilia.”


Setelah itu pelayan itu langsung berkata.


“baik Yang Mulia.”


Kemudian pangeran Kris kembali berkata.


“kali ini jangan sampai gagal, pertunangan mereka harus di gagalkan.”


Mendengar itu Pangeran Kris kembali berkata.


“Emilia hanya boleh menjadi milikku bukan yang lainnya, pergilah dan langsung laksanakan perintahku.”


Pelayan itu langsung berkata.


“baik Yang Mulia.”


Kemudian pelayan itu pun pergi dan meninggalkan ruangan itu, Pangeran Kris berdiri dari tempat duduknya kemudian dia berjalan ke arah jendela sambil berkata.


“jika kamu tidak menjadi milikku maka tidak ada yang bisa memiliki dirimu.”


**********


Siang hari di wilayah Kerajaan Naga.


Putra tertua dari Raja Naga sedang berlatih di ruangan latihan bersama dengan ke dua pengawal-nya.


Putra pertama Raja Naga.


Nama: Pangeran Asur Nois


Ras                   : Naga


Tinggi                : 188cm


Berat badan      : 80kg


Jenis kelamin    : Pria


Jenis elemen    : Sihir api


Rank                 : A


Jenis senjata    : Tombak Api Hitam


Pangeran Pertama memiliki kekuatan yang sangat sihir yang sangat kuat bahkan dia merupakan pemimpin langsung dari pasukan pengadilan keluarga kerajaan Naga, bukan hanya itu karena di akademi dia juga merupakan murid peringkat pertama dan dia sama sekali belum pernah di kalahkan.


Kedua pengawal-nya menyerang secara bersamaan, yang berada di sebelah kanan menyerang menggunakan pedang sedangkan di sebelah kiri menyerang menggunakan tombak.


Pangeran Asur menahan kedua serangan itu menggunakan pertahanan perisai api miliknya, kedua serangan itu merupakan serangan yang kuat akan tetapi tidak dapat menembus pertahanan dari pada Pangeran Asur.


Pangeran Asur yang melihat itu langsung mengayunkan tombak-nya ke arah ke dua pengawal itu, serangannya sangat cepat bahkan kedua pengawal itu tidak mampu melihat gerakannya.


Setelah itu Pangeran Asur dengan santai berkata.


“latihannya sampai di sini, karena kalian berdua sudah sampai pada batasan kalian.”


Kemudian kedua pengawal itu langsung membungkuk dan berkata.


“terima kasih Pangeran.”


Setelah itu Pangeran Asur langsung pergi dan meninggalkan ruangan latihan, setelah meninggalkan ruangan latihan. Pangeran Asur langsung bergegas pergi ke kolam pribadi miliknya untuk menghangatkan tubuhnya.


Beberapa menit setelah selesai be-rendam dan membersihkan tubuhnya, dia kembali berjalan menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian.


Setelah selesai berganti pakaian, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu.


“tok....tok....tok...”


Setelah itu Pangeran Asur langsung berkata.


“siapa di sana..?”


Mendengar itu seorang pelayan pria langsung menjawab.


“Tuan, Yang Mulia Raja ingin bertemu dengan Anda dan beliau sekarang sedang berada di Ruangan Tahta, mohon agar Yang Mulia Pangeran segera menghadap Yang Mulia Raja.”


Mendengar itu Pangeran Asur langsung berkata.


“baiklah aku akan segera ke sana.”


Setelah itu pelayan tersebut langsung pergi meninggalkan tempat itu, kemudian Pangeran Asur kembali berjalan menuju ke ruangan Tahta Sang Raja Naga.


Bersambung...