Summer Night's Dream

Summer Night's Dream
Episode 8 - Happy for Awhile



Chul Goo juga beristirahat dari pekerjaan menerjemahnya. Ia menoleh ke kanan, dimana Nara duduk tenang dan hanya diam sejak Chul Goo menerjemahkan acara itu. Mulut Nara sedikit terbuka dan sepertinya pikiran gadis itu sedang melayang sementara ia hanya menatap kosong kelayar TV. Chul Goo melambaikan tangannya di depan wajah Nara untuk mengembalikan kesadaran gadis itu. Namun tidak ada respon. Pikiran Nara benar-benar sedang melayang.


 


"Ya!! Nara?" memanggilnya juga tidak berhasil. Nara masih saja melamun selama hampir semenit. Namun kemudian tiba-tiba ia melompat girang di tempat duduknya, membuat Chul Goo terkejut dan hampir terjengkal ke samping. Nara berbalik lalu berkal-kali memukul lengan Chul Goo sambil berteriak senang.


 


Ji-Ho benar-benar menggunakan pemberiannya! Meskipun Ji-Ho mengatakan ia menggunakannya karena hadiah itu dari penggemarnya dan ia ingin menghargai penggemarnya, fakta bahwa Ji-Ho menggunakan barang itu saja sudah membuat Nara sangat senang. Yah, untuk saat ini Nara akhirnya menyadari, kalau ia masih melihat Ji-Ho hanya sebatas idola, bukan seorang lelaki. Karena jika ia melihat Ji-Ho sebagai seorang lelaki, pastinya ia akan merasa sedih - meskipun hanya secuil rasa sedih- bahwa Ji-Ho hanya menganggapnya satu dari berjuta penggemarnya, tidak ada yang spesial, meskipun kenyataannya memang seperti itu.


 


"Kau kenapa? Sakit ya?" tanya Chul Goo dengan tatapan aneh sambil meletakkan telapak tangannya di dahi Nara.


 


Nara hanya menyeringai senang lalu menepis tangan Chul Goo. Baru saja ia akan menjawab pertanyaan itu, bunyi pesan masuk dari ponsel menghentikannya. Ia meraih ponsel di atas meja di hadapannya dan mendapati sebuah pesan masuk dari Ji-Ho.


 


“Maaf, aku terlambat membalas. Aku sedang syuting acara langsung sekarang. Tentu saja, makanan laut segar dari Sokcho akan terasa meleleh di tenggorokanmu, sangat enak! Aku benar-benar merekomendasikannya!”


 


Sebelumnya, mereka sedang membicarakan tentang tempat-tempat yang terkenal dengan makanan lautnya yang segar. Dan salah satu tempat itu adalah Sokcho, sebuah kota nelayan di korea selatan. Nara selalu tergiur setiap kali melihat atau menonton orang korea makan makanan laut segar, karena itulah ia juga ingin mencobanya.


 


"Nama acara yang kita nonton tadi judulnya apa?" tanya Nara pada Chul Goo sebelum mengetikkan balasan.


 


"Idol Live Show. Kenapa?" sedetik kemudian Chul Goo mengerucutkan bibir menyadari Nara tidak menanggapinya. Gadis itu malah kembali sibuk dengan ponselnya setelah mendapatkan informasi Chul Goo.


 


“Aku tau, Idol Live Show, kan? Aku sedang menontonnya sekarang,” Nara mengirimkan balasannya.


 


Acara itu kembali dimulai setelah jeda iklan selesai. Bisa dipastikan Ji-Ho tidak akan bisa membalas pesan Nara untuk sementara waktu. Jadi Nara kembali meletakkan ponselnya dan kembali memusatkan perhatiannya pada layar TV dengan Chul Goo sebagai penerjemah. Setelah beberapa pembicaraan mengenai album baru mereka serta rencana di masa depan, acara tersebut pun ditutup dengan 7Season menyanyikan lagu baru mereka 'Toy'.


 


"Terima kasih untuk terjemahannya, Seo Chul Goo!!!," Nara menepuk-nepuk pelan bahu Chul Goo.


 


"Berhenti menyentuhku. Kau akan membuat seluruh badanku memar-memar," Chul Goo bergerak menjauhi Nara dengan tangan disilangkan di depan dada, seperti berusaha melindungi dirinya.


 


Nara baru teringat. Ia sudah memukuli lengan Chul Goo tadi karena kelewat senang. Karena rasa bersalah, Nara pun mengelus lengan tempat ia memukul Chul Goo sebelumnya, lalu meniup-niupnya seperti yang seorang ibu lakukan ketika anaknya terjatuh dan seolah hal itu bisa menghilangkan nyerinya. "Mianhae ," ucapnya berulang kali di sela tiupan.


 


Chul Goo terkekeh melihat tingkah Nara dan kemudian mendorong kepala gadis itu menjauh. "Kau sudah makan?" ia mematikan TV saat acara tersebut telah benar-benar selesai dan digantikan oleh acara selanjutnya. Nara menggeleng sebagai jawaban.


 


"Mau makan diluar tidak?" ajak Chul Goo.


 


Ajakan itu terdengar menggoda sampai bunyi pesan masuk kembali mengalihkan dunia Nara. Ia mengambil ponselnya, sudah bisa menebak pesan itu pasti dari Ji-Ho. Ji-Ho sudah selesai syuting, jadi mungkin sekarang ia akhirnya punya waktu untuk membalas pesan. Jadi Nara bangkit dari sofa, hendak berjalan masuk ke kamarnya. "Maaf, hari ini aku tidak bisa, aku perlu mengurus sesuatu. Maafkan aku juga harus meninggalkanmu disini, tapi harus masuk. Sampai jumpa, Seo Chul Goo," tanpa mendengar balasan Chul Goo, Nara melambaikan tangan dan berjalan cepat memasuki kamarnya.


 


Chul Goo kembali mengerucutkan bibir setelah Nara meninggalkannya sendiri. Sekarang ia tidak tau harus melakukan apa. Alasan utama ia datang ke rumah ini adalah untuk bertemu Nara. Tapi sekarang Nara sibuk, jadi ia  bingung harus melakukan apa. Temannya, Juno, saat pasti juga tidak sedang di rumah. Ia pasti sedang berada di club dengan para peserta program lainnya. Bergabung dengan mereka di club juga bukan ide bagus. Minum bir ataupun minuman alkohol lain serta bergoyang di lantai dansa sama sekali bukan tipenya. Mungkin sebaiknya ia pulang saja sekarang.


 


X-X-X


 


Nara menyandarkan bantal pada punggung tempat tidur. Setelah mengambil earphone dan mengubungkannya pada ponsel, ia naik ke atas tempat tidur dan duduk bersandar di bantal tadi ditemani selimut yang menupi kaki hingga pahanya. Ia mengetuk layar ponsel, membuka playlist musiknya, dan menyumpal earphone ke telinga sebelum akhirnya membuka pesan Ji-Ho.


 


“Ya benar, acara itu! Sungguh? Kau menontonnya? Bagaimana menurutmu?”


 


“Kalian hebat, tentu saja,"


 


“Syukurlah! Awalnya aku sangat khawatir karena sudah lama kami tidak muncul pada acara bincang-bincang. Belum lagi acara siaran langsung,”


 


“Kau bisa bernafas lega sekarang. Kalian semua berbicara dengan sangat percaya diri, bahkan Jae Hyo oppa, maaf tapi kadang aku merasa Jae Hyo oppa sangat pendiam saat muncul di acara TV, dan acara TV tidak cocok untuknya. Tapi tadi dia sangat bagus,”


 


“Kau memanggil Jae Hyo oppa sedangkan aku tidak? :(“


 


“Hahaha... ini hanya teks. Kalau bertemu langsung pun pasti aku akan memanggilnya Jae Hyo-ssi. Aku terlalu malu untuk memanggil kalian oppa,”


 


 


“Oke baiklah, aku tidak akan memaksa. Dan terima kasih sudah berkata jujur tentang Jae Hyo. Hahaha. Tapi btw, kau menonton acara kami pasti dengan bahasa korea kan? Memangnya kau mengerti?”


 


“Tidak. Aku sama sekali tidak mengerti, Lol. Tapi seorang teman tadi menemaniku dan menerjemahkannya untukku,”


 


Nara menguap. Badannya mulai merosot, setengah di bantal sandaran dan setengah merapat di kasur.


 


“Oh ya? Siapa dia? Dia sangat baik,”


 


Tak lama, kini badan Nara sudah sepenuhnya terlentang di atas kasur.


 


“Iya, dia salah satu panitia programku. Namanya Seo Chul Goo...”


 


“Laki-laki? Hanya kalian berdua?”


 


X-X-X


 


Sementara itu. Pada waktu yang sama. Gedung NBS. Ruang tunggu 7Seasons.


 


Meja di depan Ji-Ho menjadi korban tendangannya. In Pyo yang sedang duduk di kursi sampingnya sambil memainkan ponsel tersentak kaget dengan tingkah leader-nya itu. "Ada apa, hyung?" In Pyo yang terkenal memang sangat perhatian terhadap anggota grupnya menatap Ji-Ho khawatir.


 


Ji-Ho menutup matanya sebentar, berusaha meredam rasa kesal, yang sesungguhnya gagal ia lakukan. "Bukan apa-apa, kakiku hanya terpeleset,"


 


In Pyo dapat mendengar nada kekesalan dari suara Ji-Ho tadi. Ia meluruskan badan, lalu kembali menunduk pada ponselnya, tidak berani bertanya apa-apa lagi. Tidak ada anggota grup yang berani berada di dekat Ji-Ho saat laki-laki itu sedang kesal. Ji-Ho bisa berubah menjadi seperti orang lain. Ia bisa menjadi sangat kasar dan bisa tiba-tiba mengamuk dalam waktu dekat. Jadi daripada nanti ia harus menerima amukan Ji-Ho, In Pyo memilih untuk pelan-pelan bangkit dan berjalan keluar ruangan meninggalkan Ji-Ho sendiri sebelum leader-nya itu menyadarinya.


 


Ji-Ho sendiri masih dengan ekspresi wajah masam mengingat Nara yang berkata padanya bahwa malam ini teman-teman di tempat tinggal mereka akan keluar, jadi Nara akan sendirian di rumah mereka. Tapi apa-apan itu? Ia sedang menonton bersama temannya? Seo Chul Goo? Jadi mereka hanya berdua? Jadi ia sendirian bersama seorang laki-laki dalam rumah itu? Memikirkannya saja membuat Ji-Ho gusar. Ia jadi tidak tenang.


 


"Ji-Ho ayo, mobilnya sudah datang," Park Kyung muncul dari balik daun pintu, terpilih sebagai orang yang harus memanggil Ji-Ho untuk pulang. Anggota 7Seasons lain tidak cukup berani untuk mengambil tugas itu setelah mendengar cerita In Pyo. Karena itulah mereka memilih untuk menentukan dengan bermain gunting, batu, kertas. Dan karena Park Kyung kalah, ialah yang terpilih.


 


"In Pyo bilang kau sedang kesal. Ada apa?" Park Kyung akhirnya memilih masuk dan ikut duduk karena kelihatannya Ji-Ho tidak berniat bergerak sedikitpun untuk keluar dari ruangan.


 


Ji-Ho menghela nafas sekali sebelum akhirnya mengutarakan segala keluh kesahnya pada Park Kyung. Tentang Nara dan Seo Chul Goo.


 


"Mungkin temannya itu juga menyukai Nara, karena itulah ia datang saat tau Nara hanya sendirian di rumah. Yah untuk menemaninya," bukannya menenangkan, Park Kyung hanya menambahkan minyak ke api yang sudah terbakar.


 


"Apa?!" Ji-Ho mendelik, semakin kesal.


 


"Oh my God, aku mencium bau rasa cemburu yang terbakar disini," dengan iseng Park Kyung mengayunkan tangan di depan hidung, bertingkah seperti sedang mencium bau tidak enak.


 


Ji-Ho menahan diri untuk tidak meninju Park Kyung saat ini juga."That's why you need to step up your game," lanjut Park Kyung saat melihat ekspresi Ji-Ho yang sudah bertambah kesal.


 


"Maksudmu?"


 


"Kembali ajak dia kencan,"


 


X-X-X