Summer Night's Dream

Summer Night's Dream
Episode 1 - Start



2 Bulan kemudian...


Bandara Incheon, Korea Selatan. Tipikal hari di musim panas.


 


Pesawat yang ditumpangi Nara mendarat dengan mulus di bandara Incheon tepat pukul 9 pagi. Gadis itu menghela nafas pelan sambil mengatupkan kedua tangannya. "Ayo Nara, kau akan baik-baik saja, tenanglah!" bisiknya pada dirinya sendiri sebelum akhirnya berdiri dan bergerak mengambil koper kecilnya yang ia letakkan di cabin pesawat. Dengan langkah pelan ia keluar dari pesawat dan langsung berjalan melewati lorong-lorong bandara menuju pengecekan imigrasi.


 


Langkahnya terhenti saat matanya menangkap bayangan kerumunan orang yang berbaris rapih dari balik kaca yang menghubungkan tempatnya berdiri saat ini dengan lokasi pengecekan imigrasi. Ia merasakan nafasnya tercekat dan peluh-peluh keringat mulai terbentuk di dahinya. Dengan tangan gemetar ia membuka tas selempangnya, mengambil kotak persegi kecil berwarna transparan, mengeluarkan sebutir tablet putih, dan segera meminumnya.


 


Setelah menenangkan diri sesaat yang ia lakukan dengan menarik dan menghembuskan secara teratur, Nara pun memantapkan hatinya dan melangkah melewati pintu kaca untuk masuk ke ruang pengecekan imigrasi. Ia berdiri di barisan sejumlah warga asing yang juga datang ke korea. Antriannya terlihat sangatttt panjang dan sepertinya akan memakan waktu cukup lama, jadi ia mengeluarkan ponselnya dan mulai mencari jaringan wi-fi yang disediakan bandara. Satu pesan muncul saat ia sudah terhubung dengan jaringan internetnya.


 


Pesan dari Seo Chul Goo, salah satu panitia dari program yang diikutinya. "Halo, Nara, aku yang ditugaskan untuk menjemputmu. Aku sudah sampai di bandara, dan aku akan menunggumu di luar. Jadi kabari aku kalau kau sudah sampai,"


 


Nara tersenyum kecil membaca pesan itu. Ia senang yang menjemputnya adalah Seo Chul Goo. Sejak awal ia diterima di program ini, Chul Goo-lah yang selalu berhubungan dengannya. Memberikan segala informasi tambahan mengenai program yang akan dijalankannya, memberi tahu apa-apa saja yang perlu Nara lakukan sebelum berangkat dan yang perlu Nara bawa, serta hal-hal lain yang masih membingungkan bagi Nara, ke Chul Goo-lah ia berkonsultasi. Jadi bisa dikatakan selama 2 bulan sebelum berangkat ia cukup dekat dengan Chul Goo karena cowok itu sangat menyenangkan untuk diajak bicara dan banyak membantunya. Dan sama halnya dengan Nara, Chul Goo juga merupakan mahasiswa tahun ketiga, bedanya ia mengambil mengambil jurusan Psikologi. Mungkin karena itulah juga Nara bisa nyambung dengan Chul Goo, karena mereka seumuran.


 


Nara membalas, "Aku sudah sampai. Sekarang sedang di pengecekan imigrasi. Maaf ya membuatmu menunggu,"


 


Tak lama kemudian balasan Chul Goo juga muncul, "Tidak apa-apa, santai saja,"


 


Setelah kurang lebih 1 jam mengantri, akhirnya pengecekan imigrasinya selesai. Nara pun berjalan keluar setelah mengambil bagasinya. Ia mengedarkan pandang ke sekeliling depan pintu kedatangan, mencari tanda-tanda dari Chul Goo. Meskipun sering berbicara dengannya dan sudah merasa dekat, Nara tidak pernah melihatnya secara langsung. Ia hanya pernah melihat Chul Goo dari foto sosial medianya atau foto profil di kolom chatnya.


 


"Nara!!" seseorang meneriakkan namanya. Nara mengedarkan pandangannya kesana kemari untuk mencari asal suara dan berhenti saat melihat seorang lelaki melambaikan satu tangan sementara tangan lainnya memegang kertas yang bertuliskan namanya.


 


Nara tersenyum cerah sambil menarik kedua kopernya mendekati orang itu. "Kau pasti Seo Chul Goo," Nara menjulurkan tangannya.


 


"Ya benar, senang bertemu denganmu, Nara," Chul Goo menyambut tangan gadis di depannya sambil ikut tersenyum.


 


Chul Goo terlihat persis dengan yang dilihat Nara di foto profilnya. Ia memiliki tinggi seperti pria korea pada umumnya, sekitar 180 centimeter menurut perkiraan Nara. Wajahnya sedikit chubby, tidak seperti tubuhnya yang sesungguhnya sama sekali tidak gemuk. Tapi ia memiliki senyum yang sangat menawan yang membuatmu tidak bisa menahan diri untuk ikut tersenyum seperti sebuah virus yang menular. Dan seperti di foto profilnya, saat ini Chul Goo juga mengenakan topi baseball-nya yang berwarna putih.


 


"Jadi, kita pergi sekarang?" tanya Nara setelah menghentikan pengamatannya terhadap Chul Goo.


 


"Astaga, maafkan aku, aku lupa memberi tahumu sebelumnya," Chul Goo menepuk jidadnya. Raut wajahnya pun berubah, terlihat merasa bersalah. "Sebenarnya kita sedang menunggu seseorang lagi datang. Pesawatnya akan tiba pukul 11. Tidak apa-apa kan kita menunggu?"


 


"Oh, tentu saja tidak apa-apa, jangan khawatir," Nara mengangkat tangan berusaha menenangkan Chul Goo. "Tapi siapa orangnya?"


 


"Juno, Choi Juno. Dia yang dari Amerika, Los Angeles. Kau tau dia kan?"


 


"Astaga!!" Nara menjerit ketika nama itu disebut, "Choi Juno!! Tentu saja aku tau dia!! Dia yang akan menjadi partner-ku untuk mengisi acara penyambutan kami besok kan? Kesempatan bagus, kami bisa langsung latihan di mobil nanti. Selama ini kami hanya latihan lewat telpon atau video call. Hehehe," kali ini Nara tertawa canggung setelah merasa dirinya berbicara terlalu menggebu-gebu. Belum lagi Chul Goo menatap kedua matanya sambil tersenyum lebar dan...menawan, membuatnya entah kenapa ciut dan jadi tersipu malu. Okay, senyum Seo Chul Goo ternyata selain menular seperti virus bisa juga mengintimidasi. Ia baru menyadarinya sekarang.


 


Nara terlalu bersemangat mengetahui orang yang mereka tunggu dan akan ikut dengan mereka adalah Choi Juno. Selain Chul Goo, Juno juga salah seorang yang dekat dengannya bahkan ketika mereka berdua belum pernah bertemu. Dari group chat peserta lain yang ikut, ia dan Juno ditunjuk menjadi sala satu perwakilan dari peserta untuk mengisi acara penyambutannya besok. Mereka diminta untuk membawakan lagu Korea, karena itulah ia dan Juno ditunjuk, karena diantara peserta hanya mereka berdualah yang suka dan bisa menyanyikan lagu berbahasa Korea.


 


Untuk beberapa menit suasana diantara Nara dan Chul Goo berubah menjadi keheningan yang canggung. Tiba-tiba mereka berdua kehilangan bahan untuk dijadikan pembicaraan. "Um...jadi mau tunggu di cafe atau suatu tempat tidak? Atau kau ingin makan sesuatu?" tawar Chul Goo akhirnya, sekaligus memecahkan keheningan diantara mereka.


 


"Boleh. Tempatnya terserah kau saja," Nara mengangguk setuju kemudian menarik koper cabin-nya mengikuti Chul Goo yang membawa koper besarnya.


 


"Tadi kau bilang mau latihan di mobil, memangnya tidak malu?" Chul Goo kembali memulai percakapan saat mereka telah selesai memesan dan saat ini sudah duduk di sebuah cafe dekat pintu kedatangan.


 


Nara tertawa kecil sebelum menjawab. "Hanya ada kau dan Juno kan? Ya, itu lebih baik dibandingkan karena kurang kompaknya aku dan Juno, kami malah tampil memalukan dihadapan semua peserta dan panitia yang datang besok," terangnya sambil mengangkat bahu.


 


"Terima kasih," ucap Chul Goo pada pelayan yang membawakan pesanan mereka disela-sela anggukannya atas jawaban Nara. "Jadi lagu apa yang akan kau nyanyikan dengan Juno?"


 


"Kami nyanyi 'Okey Dokey' ," Nara menyesap Iced Americano-nya.


 


"Okey Dokey?" Chul Goo tampak terkejut. "Lagu Ji-Ho dan Song Mino?" ia menyebutkan nama dari penyanyi lagu yang dimaksud Nara. Nara mengangguk membenarkan.


 


"Daebak !! Kau bisa nge-rap?"


 


"Hahaha. Kenapa? Tidak boleh ya?" Nara tertawa melihat ekspresi Chul Goo yang tampak semakin terkejut.


 


"Ah, bukan begitu. Cuma...aku tidak pernah membayangkan kau orang yang suka lagu hip-hop bahkan bisa rap. Apalagi rap korea. Ya, belum lagi kau terlihat seperti cewek manis, feminin, dan," wajah Nara kembali memerah bahkan sebelum Chul Goo sempat menyelesaikan kalimatnya. "So, I make you blushing again," Chul Goo yang sadar bahwa Nara malu mendengar kata-katanya melanjutkan kalimatnya dengan menggoda Nara . Dibarengi dengan senyumannya yang menawan terkembang lebar.


 


"Aish, jinjja !! Don't tease me Seo Chulgu-ssi!" Nara menutup wajahnya dengan tangan, membuat Chulgu tertawa senang.


 


"Ok, ok, maaf. Jadi kau akan mengambil bagian Mino atau Ji-Ho?"


 


 


"Aku tau. Dia teman masa kecilku. Dia bahkan sudah sangat bagus sejak kami masih di sekolah dasar,"


 


"Apa?" mata Nara membulat mendengar perkataan Chul Goo. Ia baru tau kalau Juno dan Chul Goo berteman. Kebetulan yang sempurna! Seperti dalam novel saja. Ia bahkan baru tau kalau Juno adalah orang korea. Pantas saja rap-nya sangat bagus, dan pelafalan bahasa Korea-nya juga seperti native. Dan pantas saja namanya dimulai dengan 'Choi', Nara baru menyadari fakta-fakta itu sekarang. "Jadi dia asli Korea?"


 


"Yup, benar. Dia lahir dan tinggal disini sampai lulus sekolah dasar, kemudian dia dan keluarganya harus pindah ke Amerika. Kami dulu sering nge-rap bersama. Kami berdua cukup bagus untuk seukuran anak sekolah dasar. Kurasa sekarang dia akan lebih hebat lagi karena sudah mendapatkan bumbu-bumbu Amerika dimana hip-hopnya terkenal,"


 


"Astaga tunggu! Ternyata kau juga bernyanyi rap?" Nara kembali mendengar hal baru ini.


 


"Iya. Kenapa? Kau tidak percaya?"


 


Nara menggeleng cepat. "Tidak, bukan itu. Hanya saja kau terlihat seperti cowok manis dan cute dan..." Nara berusaha membalas godaan Chul Goo sebelumnya.


 


Tapi ternyata Chul Goo tidak termakan godaan itu. Ia mendadak berdiri dari tempat duduknya. "I'll show you."


 


Mata Nara membulat dan melebar selebar-lebarnya melihat hal itu. Ia terkejut, bahkan kehilangan kata-kata dan tidak tau harus melakukan apa melihat tindakan Chul Goo yang tiba-tiba. Bukan itu maksud perkataannya tadi, dan ia juga tidak merasa di kata-katanya ada tersirat bahwa ia ingin melihat kemampuan Chul goo. Apa yang lelaki ini lakukan?


 


"Yo! Yo! Yo! Seo Chulgu in the building!" sebelum memulai aksinya, Chul Goo  berusaha menarik perhatian orang-orang di sekitar mereka dengan 'perkenalan'.


 


"Ya! Apa yang kau lakukan?!! Duduklah!" Nara panik dan berusaha menghentikan Chul Goo. Tapi bukannya duduk, ia hanya membalas Nara dengan seringaian.


 


"Raep handamyeon dadeul han jullo seogil. Ijebuteo neoneneun naega daseuril. Yeol bul naeji malgo naege matseo. Nal ssipgi jeone meorisaekbuteo ppaegil!" Chul Goo memulai rap-nya dengan suara keras membuat semua orang yang ada di ruangan menatap mereka.


 


"Ya!! Stop it!! Oh my god!!" Nara kembali berusaha menghentikan Chul Goo. Memang sih, suara Chul Goo yang agak serak terdengar keren saat ia nge-rap, tapi tetap saja ini memalukan. Kini Nara mencoba menarik-narik baju pria itu untuk membuatnya berhenti dan duduk.


 


"On deulgo isseo manheun Wack MCdeuri, raep handapsigo kkapchineun neone geurim, nae miganen jureum japhigo, nae kkume kwollitireul natchwonwa agree5?!" akhirnya Chul Goo selesai dengan rap singkatnya. Beberapa orang di dalam cafe itu bertepuk tangan melihat penampilan tadi, dan sebagian hanya menatap bingung ke arah mereka.


 


Chul Goo membungkuk menunjukkan tanda terima kasih kemudian mengalihkan pandangannya ke Nara. Gadis itu menjatuhkan wajahnya ke atas meja karena tidak sanggup lagi dengan rasa malu yang dirasakannya.


 


"Bagaimana penampilanku?" Chul Goo mencolek bahu Nara untuk membangunkannya.


 


"Anda siapa ya? Saya tidak mengenal anda. Tolong pergi," Nara tidak mau mengangkat wajahnya. Hal itu membuat Chul Goo kembali tertawa keras sampai suara pesan masuk di ponselnya menyela. Dengan sisa-sisa tawanya ia mengecek ponsel.


 


Pesan dari Juno. "Aku sudah tiba. Aku sedang di pengecekan imigrasi sekarang. Antriannya benar-benar gila! Sepertinya aku akan selesai dan keluar sekitar 30 menit,"


 


Chul Goo mengetik balasan kemudian kembali berbalik ke Nara dan mencolek bahunya lagi. "Juno sudah tiba. Ayo,"


 


"Kau pergi saja duluan, aku akan mengikutimu kalau kau sudah keluar. Aku tidak mengenalmu,"


 


"Hahahahaha ok, baiklah. Aku pergi duluan ya," Chul Goo menarik koper Nara dan berjalan keluar. Nara mengikutinya 5 menit kemudian dan mereka pun menunggu Juno keluar.


 


"There he is!! Choi Juno!!" Chul Goo melambaikan tangannya ke arah lelaki yang baru saja keluar melewati pintu kaca. Laki-laki itu balas melambai sambil setengah berlari ke ara Chulgu dan Nara. Gaya berpakaiannya tampak seperti artis idola Korea. Ia mengenakan oversize hoodie berwarna abu-abu dengan topi snapback, kacamata hitam, dan sneakers hitam. Nara takjub melihat gaya lelaki itu.


 


"Whassup, bro!! It's been a long time!" Juno menangkap tangan Chul Goo lalu menghempaskan bahunya ke bahu Chul Goo dengan gaya swag ala-ala cowok gaul.


 


"Tentu saja baik," seperti biasa, Chul Goo menampilkan senyum manis cerahnya.


 


Juno memalingkan kepalanya dan melihat Nara berdiri dengan tenang disamping Chul Goo. "Kau pasti Nara, kan?" ia mengangkat jari telunjuknya mengarah ke Nara.


 


Gadis itu mengangguk. "Hello, partner!" sapanya dengan tangan terangkat.


 


Juno tersenyum dan melakukan yang tadi ia lakukan kepada Chul Goo. Ia menangkap tangan Nara dan menghempaskan bahunya ke bahu Nara membuat gadis itu terkejut.


 


"Apa yang kau lakukan? Dia perempuan, Juno-ya !" Chul Goo menarik lengan Juno untuk menjauhkannya dari Nara.


 


"Kenapa? Tidak apa-apa kan, Nara?"


 


"Sudah, hentikan. Ayo kita pergi!" Chul Goo memotong percakapan itu sebelum Nara sempat menjawab.


 


"Baiklah, ayo!"


 


X-X-X