
"Tau gak perbedaan lu sama kulkas? Kalau kulkas nyegerin, kalau lu nyebelin!"
Sesampainya di mall yang terletak di pertengahan Jakarta, Aletha turun dari mobil begitu pula dengan Arkan. Mereka berdua berjalan masuk ke dalam mall, entah tak ada tujuan, mereka hanya berjalan lurus dan kemudian naik menggunakan eskalator.
"Arkan, nonton yuk!" Ajak Aletha dengan bibir melengkungkan senyum.
"Hmm, ganti!" balas Arkan dengan membuang muka ke arah bawah. Sontak Aletha kesal dengan sikap Arkan yang begitu dingin dan menyebalkan.
"Oke fine!" Ucap Aletha dengan nada yang tinggi, membuat sekelilinginya menengok ke arah Aletha, Aletha hanya menunduk saat dirinya menjadi bahan tontonan.
Aletha dan Arkan berhenti di depan toko pakaian wanita, mata Aletha tertuju pada celana jeans berwarna biru muda dan swether berwarna pink bertulis 'Hai bitch'.
"Arkan, lu tunggu sebentar di sini." Ucap Aletha yang langsung masuk sebelum Arkan mebalas ucapanya.
Aletha dengan cepat mengambil celana jeans dan swether yang mencuri perhatianya, Dan lalu cewek berbadan tinggi itu berjalan ke arah meja kasir.
"Jadi lima juta kak. cash atau debit?"
"Debit mba."
Aletha menenggelamkan tangan kananya ke dalam tas yang bernilai puluhan juta rupiah mengambil dompet berwarna putih yang terdapat delapan ATM fasilitas yang di berikan oleh papahnya. Aletha mengambil satu kartu dan di berikanya kepada pegawai kasir, pegawai kasir langsung menekan angka demi angka hingga tertulis lima juta rupiah.
"Pinya kak." Ucap pegawai kasir sembari memberikan benda berbentuk segi empat, dengan perlahan jemari lentik Aletha yang dihiasi oleh kutek berwarna merah mulai mengetik pin kartu ATM.
Setelah transaksi berhasil, pegawai kasir langsung memberikan kartu ATM milik Aletha beserta belanjaan Aletha. Aletha menerima berlanjaanya dan langsung keluar dari dalam toko.
"Arkan, sekarang kita nyari toilet."
"Hmm,"
Dengan menghebuskan napas sembari menahan sabar menghadapi cowok kulkas. Masih mending kulkas nyegerin, dia nyebelin!
"Sabar let sabar, untung ganteng lu. kalau gak, udah gue mutilasi lu." batin Aletha.
Aletha dan Arkan berjalan mencari letak toilet berada, dan dapat! Aletha menemukan simbol bergambar toilet yang menunjukkan ke arah samping.
"Tunggu sebentar, gue cepet kok ganti bajunya."
Aletha kembali berjalan mengikuti pertunjuk siimbol toilet dan Alerha masuk ke dalam pintu bertuliskan 'Women', Dengan cepat Aletha mengganti celana pendek dengan celana yang barusan dia beli. Tak perlu waktu lama, Aletha keluar dari kamar mandi. Saat keluar dari kamar mandi.
"Gue udah selesai, ya udah yuk!" Ucap Aletha.
Aletha melihat ke sekililing dari tempat saat ini dia berdiri, dia sama sekali tak menemukan keberadaan Arkan. Aletha menyalakan handponenya mencari nomor Arkan dan mulai mengetik pesan.
Me:
Arkan, lu dimana? Gue udah keluar dari kamar mandi, kok lu gak ada sih. nyebelin!
Read
Menyebalkan! ini baru pertama kalinya Aletha di tinggal dan di cuekkan dengan lelaki, sebelumnya dia di perlakukan selayaknya ratu.
Aletha lalu menggentak-gentakkan kakinya ke lantai, setelah melihat bangku yang berada tak jauh dari posisinya sekarang duduk di bangku yang tak jauh dari posisinya sekarang, Aletha mendekat dan duduk di atas bangku berwarna cokelat. Benar-benar moodnya sudah hancur, Aletha hanya cemberut dan menahan tangisnya yang dari tadi ingin keluar sambil menatap layar ponselnya.
"Sorry."
Aletha menengok ke arah sumber suara, dan mendapati sosok lelaki yang sudah membuat moodnya ancur.
"Chat gue kenapa di read, balas kek. singkat juga gak papa, asal gue tau lu kemana!" ketus Aletha.
"Nih buat lu, hapus lipstick merah lu. Tau gak lipstick warna merah tuh, pantasnya buat ibu-ibu rempong." Ucap Arkan sembari memberikan lipstick berwarna peach kepada Aletha, Aletha membulatkan matanya jika saat ini dia sedang berada di tempat yang sepi mungkin dia sudah berteriak sekencang-kencangnya.
"Makasih, oke gue hapus." Ucap Aletha yang langsung mengambil tissue yang sengaja di selipkan di casing handponenya dan menghapus lipstick yang ada di bibirnya, setelah berhasil di hapus Aletha menatap kaca handponenya yang di pegunakan sebagai penggabti kaca dan lalu Aletha melapisi bibirnya menggunakan lipstick pemberian dari Arkan.
Mungkin lipstick ini hanya akan dia pajang, dan tak akan pernah di pakai. Aletha bukan tidak mau memakainya, hanya saja lipstick ini akan menjadi kenangan terindah dalam hidup Aletha.
"Arkan, buruan! nanti keburu malam."
"Hmm, iya."
Aletha dan Arkan berjalan dan kembali menggunakan eskalator, karena bioskopnya terletak di lantai tiga. Saat setelah menggunakan eskalator, Aletha dan Arkan berjalan lurus dan masuk ke dalam bioskop.
"Gue yang pesen tiketnya, lu tunggu sini." Ucap Arkan yang perlahan berjalan menajuh dari posisi Aletha berdiri.
Mata Aletha hanya memendangi belakang tubuh Arkan dengan wajah yang terus tersenyum, senyum kebahagiaan yang baru dia peroleh dari Arkan si cowok kulkas.
Sekitar sepuluh menit Arkan kembali menghampiri Aletha yang sedang melamun dan menyengir tidak jelas, hingga pada akhirnya Aletha sadar dengan kedatangan Arkan.
"Ehh Arkan, kita nonton apa?" Tanya Aletha setelah melihat Arkan memegang dua tiket.
"Film Danur." balas Arkan.
"Eee A-pa D-danur?" Tanya Aletha dengan terbata-bata, Aletha memang penakut dalam menonton film horor, karena waktu dia kecil dia menonton film horor yang berakibat terbawa mimpi sampai seminggu dan kebetulan Aletha mempunyai mata batin, yang kadang dia melihat makhluk halus yang tak bisa di lihat manusia biasa..
"Kenapa? Takut?"
Aletha menggelengkan kepala
"Ya udah buruan, filmnya udah di mulai."
Arkan menarik pergelangan tangan Aletha, membawa Aletha ke dalam studio. Jantung Aletha berdegub lebih cepat daripada biasanya, Aletha berusaha rileks namun usahanya gagal.
Di pertengahan film Aletha perlahan memberanikan diri membuka matanya melihat ke arah layar, Aletha juga kebetulan membawa earphone dan Aletha menggunakanya ke dua telinga. Walaupun sudah memutar lagu sampai volume full, tetap saja suara film terdengar di kuping Aletha. Aletha melihat ke arah samping, melihat Arkan begitu mengamati film.
Dan tiba-tiba scene dimana semua hantu menyeramkan hadir di film danur, dan suara soundtrack seperti lagu horor mulai menambahkan kesereman di film Danur.
"Arkan..." Ucap Aletha kepada Arkan dengan suara lirih, namun Arkan tidak menengok ke arahnya.
"Arkan.... gue takut..."
"Aletha! Tunggu gue!" Teriak Arkan ketika melihat Aletha berlari dengan ekspresi ketakutan.
Dan pada akhirnya napas Aletha terengah-engah, dia memberhentikan larinya menangis ketakutan. Hingga pada akhirnya ada jaket yang menyelimuti belakang tubuh Aletha, Aletha sontak kaget siapa yang menyelimutinya. Aletha menoleh ke belakang dan mendapati Arkan yang sedang menatapnya.
"Arkan.." panggil Aletha dengan suara lirih, Air matanya tetap mengalir membasahi pipinya.
Arkan tiba-tiba menarik tubuh Aletha membiarkan Aletha menangis dalam pelukanya, sedangkan Arkan mengelus helaian rambut Aletha yang lembut.
Aletha hanya gugup saat ini posisinya sangat dekat dengan tubuh Arkan, sampai detak jantung Arkan terdengar di telinga Aletha.
"Let, lu kenapa?" Tanya Arkan yang lalu melepaskan Aletha dalam pelukanya.
"Gue takut film horor, karena gue takut kebawa mimpi dan gue punya mata batin. Gue takut Ar, kalau ngelihat mereka."
"Shutt! mending sekarang lu bangun, malu diliatin banyak orang."
Aletha langsung bangun dari duduknya mengusap air matanya, berjalan keluar bioskop. Dan Aletha kembali kesal, yang lagi-lagi Arkan membuatnya kesal.
"Perhatianya sebentar banget, takut ketahuan kalau sebenarnya lo suka sama gue?" Batin Aletha.
Aletha hanya mempercepat langkahnya menyamai langkah Arkan, Aletha menatap wajah Arkan secara dalam, hingga pada akhirnya Arkan sadar cewek yang ada di samping sedari tadi sedang memperhatikanya.
"Ga usah gitu juga kali natapnya!" Ketus Arkan.
Mendengar ucapan Arkan, Aletha terus berjalan dengan bibir cemberut. Dia masih saja binggung kenapa dinginya Arkan bisa mengalahkan dinginya kutub utara. Jangan-jangan waktu ngidam hamilnya Arkan, ibunya sering makanin es batu makanya anaknya jadi dingin.
"Ar, kok kita langsung pulang?" Tanya Aletha saat sudah sampai di luar mall, dan menampakkan langit yang sudah gelap sudah tak ada lagi cahaya matahari.
Arkan masih saja fokus berjalan tak menghiraukan pertanyaan Aletha, dan pada akhirnya Arkan mengeluarkan kunci mobil dan membuka pintu mobilnya.
"Cepet masuk!"
Arkan dan Aletha masuk secara bersamaan, dan keduanya lalu sibuk memasangkan sabuk pengaman. Arkan menyalakan mesin mobil dan menancapkan gas, dan kemudian Arkan mengemudikan mobil dengan perlahan-lahan.
Di perjalanan Aletha tertidur pulas di mobil, hari ini Aletha sangat lelah yang membuat Aletha dengan cepat tertidur pulas. Arkan menatap Aletha yang tertidur, dan tak lama kemudian bibir Arkan melengkungkan senyum.
Dan sesampainya di tempat tujuan Arkan, Arkan memarkirkan mobilnya di pinggiran jalan mematikan mesin mobil dan melepaskan sabuk pengaman. Arkan menepuk-nepuk bahu Aletha, agar Aletha bangun dari tidurnya.
"Aletha, bangun..'' Ucap Arkan.
"Hmm, udah sampai?" Tanya Aletha sambil menguletkan tanganya sampai menepis wajah Arkan, Arkan hanya menggeleng melihat tingkah laku Aletha.
"Turun, makan dulu."
Dengan kondisi setengah nyawa, yang setengahnya lagi masih tertinggal di alam mimpi. Aletha lalu membuka pintu mobil dan keluar, mengejar Arkan yang sudah keluar terlebih dahulu.
"Kita makan di lestoran?" Tanya Aletha dengan mata yang masih meram.
"Buka matanya."
Aletha perlaham membuka matanya dan melihat Arkan sedang duduk di warung pinggir jalan, Aletha sontak kaget melihat selera makan Arkan yang rendahan. Dengan menghebuskan napas panjang, Aletha perlahan berjalan dan tak sengaja Aletha menginjak berbatuan kecil yang membuat terjatuh, akibat dia kehilangan keseimbangan.
"Aww..." Ucap Aletha meringis kesakitan. Arkan yang melihat Alerha terjatuh Arkan mengulurkan tangan kananya kepada Aletha. Aletha menerima uluran tangan, namun sepertinya kainya keseleo akibat high heels yang di gunakan terlalu tinggi.
"Kaki lu gak kenapa-napa?" tanya Arkan.
"Lihat sendiri dong! Tangan gue mana lecet lagi, Ar kayaknya kaki gue keseleo." Ucap Aletha sembari mengambil high heels yang terletak di sampingnya, dan Alerha terkejut saat melihat high heels yang bernilai jutaan rupiah harus patah.
"Yah segala rusak lagi, terus gue nyeker gitu. ahhh gak banget!"
"Daripada bawel, lu mending duduk dulu."
Aletha lalu duduk diatas bangku plastik berwarna merah, sembari memegangi kakinya yang terasa sangat sakit.
"Pak saya pesan dua yah, sama jus jeruk dua." Ucap Arkan memesan menu makan malam hari ini.
"Baik mas, Silahkan di tunggu." balas penjual pecel lele.
"Gue pergi dulu,"
"Kemana? gue ikut!"
"Kaki lu ajah kayak gitu, udah diem sebentar doang."
Arkan lalu berlari menjauh dari posisi Aletha duduk, Arkan berlari meuju warung yang tak jauh dari tempat makan pecel lele.
Tak lama kemudian Arkan datang menenteng plastik berwarna hitam, dan Arkan meletakkan palstik itu ke atas meja. "Itu sendal buat lu, kalau lu mau pake sendal murahan, kalau ga buang ajah." Ketus Arkan.
Ucapan Arkan tadi membuat Aletha mencemberutkan bibirnya, mungkin Arkan pikir Aletha hanya mau menggunakan barang branded?
Dengan terpaksa Aletha membuka plastik sandal dan memakai sepasang sandal berwarna biru ke kakinya yang mulus.
Jam menunjukkan pukul 22.00, Aletha dan Arkan saat ini sedang di perjalan menuju pulang. Aletha hanya menatap ke arah samping sedangkan Arkan fokus menyupir, Aletha hanya malas mengajak Arkan mengobrol. Aletha tahu Arkan hanya menyindir atau tidak merespon. Sesampainya di apartemen robinson, Aletha turun dari mobil tanpa mengucapkan terima kasih atau apapun. Aletha lalu masuk ke dalam apartemn dan naik ke lantai 12 menggunakan lift, sesampainya di lantai 12 Aletha berdiri dan mengetuk pintu pada pintu bernomor 1021. Dan pintu terbuka, Aletha mendapati kedua temanya sedang fokus menonton drama korea.
"bitch! lu kemana ajah sih? gak bilang-bilang!" Ucap Alice dengan suara yang sedikit marah.
"Habis jalan-jalan sama Arkan."
"Jalan-jalan?! What?! Ehh, muka lu kenapa kok cemberut, harusnya lu senang dong?" tanya Alice dengan heran saat melihat wajah Aletha yang sendu.
"Gak kenapa-napa kok."
Hai guys apa kabar? baik kan? jagan lupa share, like and coment ❤❤❤❤❤❤