
Mencari cinta yang sempurna adalah keserakahan seorang manusia dalam menentukan pilihan
"bitch, ngemall yuk! bosen gue, kalau ga ke club lagi ajah. mau yah?"
"Gue sih mau-mau ajah let, Alice gimana mau ga?"
"Oke, sekalian beliin lu tas."
"Ouh ya gue baru inget, kalian kan janjiin beliin gue tas."
"Ahh bego si lu lice! kalau Aletha lupa kan, lumayan bisa buat keperluan kita."
"Ya maaf, keceplosan hehehe."
"Ya udah yuk, langsung turun ajah. ga usah siap-siap,"
"Ya udah sebentar, gue mau ambil tas."
Setelah mengambil tas Aletha, Aghata dan Alice keluar dari dalam kamar dan berjalan menuju lift setelah itu menunggu setelah menunggu pintu lift terbuka mereka bertiga lalu masuk memencet tombol bertuliskan 'Lobby'. Setelah sampai di lobby mereka kembali turun menggunakan lift untuk sampai ke parkiran. sesampainya di parkiran mereka bertiga lalu masuk ke dalam mobil Aghata. Alice dan Aletha duduk di bangku penumpang, sedangkan Aghata yang menyupir mobilnya.
"Ke mall mana?" tanya Aghata kepada Aletha yang sedang fokus menatap layar ponselnya.
"Deket sini, ada?"
"Ada, paling cuman 1 kilometer dari sini."
"Ya udah kita kesitu ajah."
Aghata lalu menyalakan mesin mobil dan perlahan mengendarai mobilnya dengan kecepatan standar. "Ngendarainya pelan banget sih lu?!" protes Aletha.
"Yee daripada lu, bawa mobil kayak mau ngajak mati bareng." balas Aghata sambil sibuk mengendarai.
"Iya tapi kalau kaya gini, kapan sampainya?"
"Lama ga papa, daripada ngebut terus tiba-tiba kecelakaan. lu mau isdet?"
"Ya gak lah! ya udah, iya pelan ajah."
"Udah deh let, ga usah rewel." Ujar Alice.
"Hmm,"
Di pertengahan jalan tiba-tiba terdapat lampu merah, yang membuat mobil Aghata berhenti. Lalu beberapa detik kemudian Aletha melihat sosok laki-laki yang sudah tidak asing lagi bagi dirinya. "bitch, itu yang tadi pagi nolongin gue kan?!" tanya Aletha dengan nada yang tinggi.
"Bisa ga sih lo, kalau ngomong pelan?!"
"Ga! jawab dulu pertanyaan gue! ya kan lice?"
"Iya let, dia cowok yang nolongin lo tadi pagi."
"STOP!" Teriak Aletha yang sontak membuat Aghata kaget sampai tidak sengaja menyentuh klakson.
"ALETHA! Ada apa sih anjing?!" tanya Aghata sambil menahan amarahnya.
"Gue yang nyupir," Ujar Aletha.
"Gak!" tolak Aghata karena dia tahu Aletha pasti mengendarai dengan kecepatan tinggi.
"Please, nanti kalian berdua ga usah beliin gue tas. gimana?"
"Ya udah,"
Dengan pasrah Aghata menyerahkan mobilnya ke Aletha, demi uang jajanya aman. daripada harus mengeluarkan uang jajanya untuk membeli satu tas untuk Aletha, mending dia gunakan untuk keperluanya. Aletha lalu membuka pintu mobil begitu pula dengan Aghata, Aletha lalu masuk ke dalam mobil menggantikan posisi Aghata. Aletha melihat sosok cowok itu yang terdapat tepat di depan mobil, cowok tersebut menggunakan jaket berwarna bomber berwarna merah dengan helm fullface dan mengendarai motor berwarna hitam.
Tak lama kemudian lampu hijau menyala yang membuat Aletha langsung bersiap mengendrai mobilnya dan mengikuti cowok tersebut dari belakang.
"Let," panggil Alice yang berada di belakangnya.
"Apa?"
"Mallnya kan ke kiri, kita kenapa ke kanan?"
"Kita ga usah ke mall,"
"Lah kok gitu?"
"Shutt, kalian diem-diem yah. nanti gue traktir lu berdua makan sepuasnya di lestoran."
Setelah mengikuti hampir setengah jam, pada akhirnya cowok tersebut berhenti tepat di sebuah tempat yang cukup sepi.
"kayaknya ada tuh, Alice coba lu ambil koper kecil di belakang."
Alice lalu mengambil koper berwarna hijau, membuka koper yang terdapat jaket, kaos, dan rok.
"Nih jaketnya, nyonya Aletha." ucap Alice sambil memberi jaket berwarna hitam ke Aletha di depanya.
Tanpa membuang waktu Aletha langsung menggunakan jaket milik Aghata, setelah itu mengambil handpone miliknya. "Kalian tunggu sini yah, gak lama kok."
"Lu yakin sendirian? tempatnya lumayan serem loh?" tanya Aghata saat melihat tempat yang sudah lusuh, kumuh dan tua yang ada di sebelah kananya.
"Yakin, bye!" Aletha lalu turun dari dalam mobil, menutup pintu mobil. setelah itu berjalan ke arah tempat tersebut
Aletha lalu masuk ke dalam menaiki anak tangga, tempat yang bisa di bilang menjijikan banyak sampah, bau darah, dan tembok yang warnanya sudah pudar. Dengan penuh berani Aletha masuk ke tempat yang terdapat anjing besar.
guk..guk..guk..
"Shutt, diem yah." ucap Aletha menenangkan anjing tersebut agar tidak menggonggong lagi.
Aletha perlahan membuka pintu yang terbuat dari besi, sesampainya di dalam Aletha lalu menyempil di tengah-tengah keramaian penonton. hingga pada akhirnya mata Aletha tertuju pada cowok berambut keriting dan hitam yang saat ini sedang tanding di atas ring.
"Arkan! lo pasti bisa!" Seru semua penonton yang melihat aksi tinju Arkan saat ini di atas ring, Arkan kembali meninju salah satu tubuh lawanya.
"Arkan, nama yang bagus." gumam Aletha dengan senyumnya setelah tahu siapa nama cowok itu sebenarnya.
Setelah pertandingan selesai Aletha keluar dari tempat kumuh itu, lalu duduk di atas motor Arkan. Sudah hampir 15 menit Aletha menunggu kedatangan Arkan, namun Arkan tak kunjung datang. Dan pada akhirnya cowok tersebut datang, Arkan sempat aneh siapa sebenarnya oeang yang sedang duduk di atas motornya.
"Lu siapa?" tanya Arkan sambil menoleh pundak orang tersebut.
Aletha menoleh kearah sumber suara dan Aletha mendapati cowok tersebut dengan terdapat luka lebam di area wajahnya.
"Kenalin nama gue Aletha anindia purnama, lu Arkan kan?"
"Sejak kapan lu tau nama gue?"
"Barusan pas di dalem."
"Lu ngapain sih ngikutin gue?"
"Gue tadi gak sengaja lewat,"
"Alasan lo, Ga masuk akal. lu ngapain duduk diatas motor gue. turun gak?!"
"Iya-iya, gue turun."
"Mau lo sebenarnya apaansih?!"
"Gue mau besok lu jemput gue, kita berangkat ke sekolah bareng."
"Gak, gue gak mau!"
"Yakin ga mau? Lu tau ga? gue bisa ngeluarin lu dari sekolah kapan ajah, kalau lu gak mau ya udah ga masalah. nanti gue tinggal bilang ke guru bk, kalau lu petinju ilegal."
"Iya oke,"
"Yess! gue tunggu besok, baby!"
Setelah keinginanya di setujui oleh Arkan, Aletha berjalan ke arah mobil Aghata. dan lalu masuk ke dalam mobil.
"Lama banget sih lo?!" ketus Aghata.
"Iya maaf, gue tadi udah tau siapa nama cowok itu dan gue minta besok jemput gue. gue sama dia bakal berangkat bareng! mimpi ga sih gue?!" jawab Aletha dengan penuh semangat.
"Lu udah kasih tau alamat apartemen gue?"
"Ouh iya, gue lupa. yah terus gimana dong? yah dia udah pergi lagi!"
"Mampus! kasian besok ga jadi boncengan berdua di atas motor, romantis tau let."
"Sans, gue tinggal besok minta antarin pulang."
"Ya udah, jadi kita kemana?" tanya Aghata
"Ke mall, cari ajah deket sini. Alice dari tadi tidur?" jawab Aletha. Aletha lalu menoleh ke arah belakang dan mendapati Alice sedang tertidur, pantas saja tidak ada suara Alice dari tadi.
"Iya, lama katanya nungguin lu dan akhirnya dia lebih milih tidur."
HAI GUYSSSSSSSS! JANGAN LUPA LIKE AND COMENTNYA OKE?!