SIN

SIN
LEMBARAN BARU



Mengapa harus aku,Tuhan? Aku bingung harus menyebut ini sebuah anugrah atau kutukan..


Mungkin sebagian orang merasa spesial memiliki kemampuan seperti ini. Namun, aku pribadi masih belum bisa menerima kemampuan ini sepenuhnya.


Kalian mungkin bingung dengan apa yang sedang aku bicarakan. Yah, singkatnya.. Aku mempunyai kemampuan untuk melihat makhluk tak kasat mata. Bukan hanya itu, bahkan aku bisa merasakan energi dan aura manusia-manusia disekitarku..


Aku sangat terganggu dengan semua ini. Jujur saja, terkadang aku merasa sangat lelah...


Namun, selama empat tahun belakangan aku berusaha menerima kemampuanku.. Bahkan aku melatih kemampuan yang aku miliki supaya bisa berguna untuk makhluk di sekitarku.


kring.. kriingg.. kriinggg...


Suara telpon dihadapan Anna berhasil membuyarkan lamunannya.


"Hallo, Pak Carrel? Ada yang bisa saya bantu?" Anna mengangkat telpon dari atasannya


"Jam delapan malam saya harus menghadiri acara salah satu kolega saya.. Saya akan memberi daftar apa saja yang saya butuhkan dan tolong kamu siapkan semuanya.." Carrel memberi perintah kepada Anna


"Baik, Pak.." Anna menjawab tanda paham


"Satu lagi, Kamu temani saya nanti malam. Bisa kan?" Carrel bertanya tanpa rasa canggung


"Bi.. bisa, Pak.." Anna menjawab gugup


"Tenang saja, saya akan menganggap itu lembur dan saya akan kasih upah lembur untuk kamu.." Carrel menjelaskan supaya Anna tidak merasa canggung


"Eh.. Baik, Pak.." Anna kembali menjawab ucapan Carrel


Setelah itu Carrel langsung memutuskan sambungan telpon..


⚪️⚫️⚪️⚫️


13.15


Gumpalan awan gelap menghiasi langit di kota Jakarta. Hujan turun dengan begitu deras disertai dengan angin yang cukup kencang. Anna bahkan menaikkan suhu di ruang kerja nya karena merasa sangat dingin.


Author's POV


Lima tahun telah berlalu setelah kejadian memilukan yang menimpa Anna dan kelima sahabatnya. Saat ini, Anna bekerja di salah satu perusahan ternama di kota Jakarta. Dia bekerja sebagai personal assistant Carrel (Direktur Utama Perusahaan).


Hubungannya dengan Fikry masih terjalin hingga saat ini. Bahkan, Fikry lah yang selalu memberi semangat ketika Anna sedang menghadapi masalah.


Satu tahun setelah kejadian na'as yang menimpa Anna dan kelima sahabatnya, Anna hampir depresi karena tiba-tiba dia bisa merasakan kehadiran makhluk tak kasat mata. Bahkan, tak jarang dari makhluk tersebut yang menampakkan wujud nya yang menyeramkan.


Anna telah berlatih selama empat tahun. Saat ini, kemampuan yang Anna miliki sudah melebihi kemampuan Fikry. Kemampuan yang Fikry miliki adalah bisa melihat dan sedikit berkomunikasi dengan makhluk tak kasat mata. Sedangkan Anna, ia dapat melihat dan berkomunikasi dengan lancar dengan beberapa para makhluk tak kasat mata.


Kalian pasti bertanya-tanya, bagaimana mungkin kemampuan Anna bisa melebihi kemampuan Fikry. Pada awalnya Anna pun bingung, Namun setelah ia dan Fikry bertanya kepada "orang pintar" mereka berdua menemukan penjelasan yang cukup masuk akal. "Orang pintar" tersebut berkata bahwa Anna orang yang baik, jiwanya bersih. Hal tersebut dapat memicu kemampuan yang Anna miliki saat ini.


⚪️⚫️⚪️⚫️


tingg..


Suara pesan masuk berhasil mengusik Anna yang tengah fokus pada pekerjaannya.


Fikry : "Nanti mau dijemput, tuan putri?"


Anna membaca pesan Fikry sembari mengukir senyum simpul diwajahnya.


Anna : "Ngga usah, pangeran kodok.."


Fikry : "Balik bareng siapa?"


Anna : "Hari ini Pak Carrel ada acara, aku disuruh nemenin dia.."


Fikry : "Harus ya?"


Fikry : "Aku ngga suka sama bos kamu itu.."


Anna : "Astaga, Fikry.. Kenapa sih?"


Fikry tidak membalas pesan terakhir yang dikirim oleh Anna. Anna pun tidak mau ambil pusing, ia bergegas melanjutkan pekerjaannya.


⚪️⚫️⚪️⚫️


16.10


Anna melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Udah jam empat, gue harus siapin kebutuhan Pak Carrel.." Anna berkata seraya meraih tas nya


Anna bergegas menuju boutique langganan Carrel yang berada di salah satu mall di Jakarta untuk mengambil jas yang telah dipesan oleh Carel untuk acara nanti malam.


Setelah selesai dengan keperluan Carrel, Anna bergegas membeli kebutuhan untuk nya. Anna tidak mempunyai gaun yang dirasa pantas untuk mendampingi Carrel, maka dari itu dia memutuskan untuk membeli gaun baru.


BERSAMBUNG...