
• P R E V I O U S •
Fikry, Zidan, dan Anna mulai menghampiri sosok kakek tersebut. Saat mulai mendekat, sosok kakek tersebut menghilang. Mereka bertiga mengedarkan pandangan keseluruh arah, namun sosok kakek tersebut masih belum ditemukan..
"Gimana nih?" Fikry berkata dengan nada frustasi
"Kita lanjut aja gimana?" Anna bersuara untuk memberikan saran
"Kita harus cari sosok kakek tadi. Dia bisa bantu kita." Zidan berkata dengan raut wajah serius
"Terus kita harus cari kemana?" Anna bertanya setelah mendengar ucapan Zidan
Zidan tidak menjawab. Ia mulai melanjutkan langkah, hal tersebut membuat Fikry dan Anna spontan mengekor dibelakang Zidan
* * *
Setelah beberapa saat berjalan, mereka menemukan sosok kakek tersebut..
"Kek!! Tungguu kita!!" Zidan berteriak kepada kakek tersebut
Kakek tersebut hanya menoleh sebentar dan kembali melanjutkan langkahnya.
Zidan segera berlari menghampiri kakek tersebut..
"Kek, tolong bantu teman-teman saya keluar dari hutan ini.." Zidan berkata dengan wajah memelas
"Bisa masuk kok tidak bisa keluar..." Kakek tersebut berbicara dengan suara yang sangat berat
"Kek, mereka berdua orang baik.. Tolong bantu.." Zidan memohon pada sosok dihadapannya
"Baik, ikuti saya.." Sosok kakek tersebut berkata sembari melanjutkan langkahnya
Fikry, Zidan, dan Anna bergegas mengikuti langkah kaki sosok kakek tersebut.
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
Selama perjalanan, mereka semua tidak ada yang mengeluarkan suara. Hal ini membuat suasana semakin mencekam.
Saat mereka sedang hanyut dalam pikiran masing-masing, sosok kakek yang berada dibarisan paling depan menghentikan langkahnya.
Fikry, Zidan, dan Anna yang berada tepat dibelakang kakek tersebut pun segera menghentikan langkah ketika mereka semua melihat ada tiga ekor anjing liar yang berdiri dihadapan mereka. Anjing tersebut terlihat seperti sedang marah, dan yang membuat Anna dan Fikry terkejut adalah anjing dihadapan mereka bisa berbicara
"Bocah kui duwek ku" Anjing yang berada di tengah berkata sembari menggeram
"Lunga utawa getun!!! " Sosok kakek tersebut berkata dengan nada meninggi
ketiga anjing tersebut terlihat sangat marah, namun disisi lain anjing-anjing tersebut juga terlihat seperti sedang ketakutan.
Sosok kakek di depan Fikry, Zidan, dan Anna menatap tajam ketiga anjing dihadapannya. Setelah beberapa saat suasana mencengkam terjadi, dan tiba-tiba ketiga anjing liar tersebut meninggalkan mereka semua.
o o O o o
Anna dan Fikry yang mendengar ucapan Zidan tidak tahu harus berkata apa. Mereka berdua hanya diam tanpa mengeluarkan satu kata pun.
Mereka semua kembali melanjutkan perjalanan. Setelah cukup lama mereka berjalan, tiba-tiba sosok kakek dibarisan paling depan menghentikan langkah dan berkata...
"Saya hanya bisa mengantar kalian sampai disini. Selanjutnya, kalian carilah jalan keluar sendiri.."
Setelah berkata seperti itu, sosok kakek tersebut meninggalkan mereka.
Fikry, Zidan, dan Anna hanya bisa menatap kepergian sosok kakek yang telah membantu mereka. Hingga akhirnya kakek tersebut menghilang dari pandangan.
o o O o o
Anna mencoba melihat ke arah jam yang melingkar ditangannya...
"Guys udah jam 04.25!!" Anna berteriak kegirangan
"Syukurlah..." Fikry berkata dengan mata berbinar
"Sekarang kita harus cari jalan keluar dari hutan ini.." Zidan berkata dengan nada serius
Fikry dan Anna hanya mengangguk setuju dan akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan.
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
BERSAMBUNG.....
catatan :
• Bocah kui duwek ku \= Anak itu milik saya
• Lunga utawa getun!!! \= Pergi atau menyesal!!!
hay semua,
penasaran sama kelanjutan cerita mereka?
tunggu episode selanjutnya yaaa!!
💕💕💕💕💕💕