SIN

SIN
DESA GAIB



• P R E V I O U S •


Mereka menuruti ucapan Ningsih tanpa lupa pesan yang diberikan oleh Zidan.


Anna mengeluarkan sedikit air yang telah ia minum melalui ujung bibir sebelah kanan..


Fikry mengeluarkan air dengan pura-pura tersedak..


Sedangkan Andi menelan semua air yang telah ia minum. Ningsih selalu memperhatik-kan nya, hal itu membuat ia tidak berani untuk mengeluarkan sedikit air dari mulutnya.


* * *


 


Setelah memberikan jamuan kepada Andi, Fikry, Zidan, dan Anna, Ningsih menawarkan keempat sahabat tersebut untuk beristirahat.


"Sudah malam, kalian lebih baik istirahat dulu.." Ucap Ningsih dengan nada yang sangat lembut


Andi, Fikry, Zidan, dan Anna hanya bisa mengiyakan tawaran Ningsih.


 


o o O o o


 


Jam menunjukan pukul 00.35. Andi dan Anna telah terlelap, namun Fikry dan Zidan masih memikirkan cara supaya bisa keluar dari desa tersebut dengan selamat. Setelah beberapa saat terhanyut dalam pikiran nya, Fikry pun ikut terlelap.


 


X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X


Anna berusaha membangunkan Fikry ketika tersadar bahwa Andi dan Zidan tidak berada di ruangan yang mereka gunakan untuk istirahat.


 


"Fik, bangun.. Andi sama Zidan ngga ada." Anna berkata sembari mengguncangkan tubuh Fikry


"Ke kamar mandi mungkin.." Fikry menjawab perkataan Anna dengan mata yang masih terpejam


"Ngga ada, gue habis kesana.." Anna berkata dengan nada panik


Fikry tidak menjawab ucapan Anna, namun ia teringat suatu hal tentang Zidan. Fikry bergegas bangun dari tidurnya dan memutuskan untuk segera mencari mereka berdua. Anna yang terkejut melihat tingkah Fikry hanya bisa mengekor dibelakang nya.


Ketika Fikry dan Anna sedang berjalan menuju pintu rumah tersebut, tiba-tiba Zidan datang dari arah luar dengan sedikit berlari..


"Gawatt.." Zidan berkata dengan nada panik


"Kenapa Dan?" Fikry dan Anna melontarkan pertanyaan yang sama secara bergantian


"Anna lo tunggu disini, jangan kemana-mana. Gue mau omong berdua sama Fikry.." Zidan berkata dengan nada yang masih terlihat sangat panik


Fikry menyetujui ucapan Zidan dan akhirnya mereka berdua sedikit menjauh dari Anna..


" Ada apa dan? " Fikry bertanya sembari menghentikan langkahnya


"Andi dibawa sama Ningsih. Kita harus keluar dari sini secepatnya.." Zidan berkata dengan suara sedikit bergetar


"Lo inget kan air yang tadi di kasih Ningsih? Itu bukan air biasa, air itu bisa bikin kita ngikutin semua ucapan Ningsih.. Makanya tadi gue suruh kalian buang sedikit airnya." Zidan berusaha menjelaskan kepada Fikry apa yang ia ketahui


"Ngikutin ucapan Ningsih?" Fikry kembali meminta penjelasan karena dirinya masih belum terlalu paham


"Jadi sebenernya ini desa gaib.. Semua penduduk yang ada disini udah meninggal, termasuk Ningsih.. Mereka selalu bunuh manusia yang masuk ke desa ini supaya bisa jadi bagian dari mereka.." Zidan menjelaskan dengan detail supaya Fikry paham apa yang sebenarnya terjadi


"Pasti Andi minum semua air yang tadi dikasih Ningsih, makanya dia ngikutin semua ucapan Ningsih.." Zidan melanjutkan ucapannya


"Jadi kita harus cari Andi kemana?" Fikry yang sudah paham akan apa yang sedang terjadi ikut panik dan khawatir


"Kita ngga bisa cari Andi. Andi udah dibawa ke tempat ritual mereka, bahaya kalo mau cari sampai kesana.." Zidan berkata dengan nada lirih


"Ahhh, gue ngga bisa tinggalin Andi disini!" Fikry berkata sembari mengacak rambutnya kasar


"Gue minta maaf ngga bisa jagain kalian.." Zidan berkata dengan nada bersalah


"Udahlah.. Ayo kita balik, kasian Anna sendirian.." Fikry meninggalkan Zidan dengan langkah gontai


Zidan yang melihat Fikry seperti orang frustasi merasa begitu sedih dan sangat menyesal.


o o O o o


Fikry menghampiri Anna dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak..


" Hey, lo kenapa? " Anna bertanya sembari mendekati Fikry


Fikry tidak menjawab pertanyaan Anna, ia hanya terisak sembari melangkah untuk mengambil carrier nya


"Fikry, jawab gue!!" Anna berkata sembari menarik tangan Fikry


Fikry yang masih terisak segera membalikkan badannya...


"Anna, gue ngga kuat. Semua temen kita mati. Pertama Rere, kedua Ronald, terus sekarang Andi, bahkan..." Ucapan Fikry terputus oleh kehadiran Zidan


"Kita harus keluar dari desa ini sekarang!!" Zidan berkata sembari menatap Fikry dan Anna secara bergantian


Fikry bergegas meninggalkan kedua sahabatnya untuk mengambil carrier.


"Zidan, maksud ucapan Fikry apa? Andi kenapa?" Anna bertanya dengan nada yang mulai panik


"Nanti kamu pasti tau.." Zidan berkata sembari tersenyum untuk menenangkan Anna


Anna hanya menganggukkan kepalanya. Anna tau pasti ada suatu hal yang sedang terjadi, namun untuk saat ini ia hanya bisa menuruti ucapan Fikry dan Zidan. Anna tidak mau memperburuk keadaan...


X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X


BERSAMBUNG...


hay teman-teman..


penasaran sama kelanjutan cerita mereka?


tunggu episode selanjutnya..


💕💕💕💕💕💕