SIN

SIN
DUKA (2)



18.05


Hari sudah mulai petang, hal yang tidak mereka ingin kan terjadi kembali.. 


"Ahhh, sakiiitt!!"


Andi, Fikry, dan Anna seketika menoleh ke arah sumber suara


"RONALD!!" Mereka berteriak bersamaan dan bergegas menghampiri Ronald


"Jangan sentuh gue!!" Ronald berteriak ketika Anna dan Fikry menyentuh tubuhnya


"Gimana nih? Kok luka Ronald jadi parah lagi?" Andi bertanya dengan suara panik


"Gue juga bingung.." Anna berkata dengan suara lirih


"Fik, lo bantuin gue iket Ronald di pohon, Anna lo siapin obat buat dia ya.." Andi berkata dengan sedikit tegas


Fikry dan Anna hanya mengiyakan perintah Andi dan bergegas melaksanakan tugas


o o O o o


Andi dan Fikry telah berhasil mengikat tubuh Ronald di pohon, hal ini membuatnya agak sedikit tenang.


Tak selang berapa lama, Anna selesai membuat obat racikan yang diminta oleh Andi. Anna segera memberikan obat tersebut kepada Fikry karena ia takut mendekati Ronald.


Setelah Fikry mengoleskan obat tersebut, Ronald menjadi sangat tenang.. Andi, Fikry, dan Anna merasa sedikit lega


Namun tiba-tiba....


"AKHHHH"


Suara tersebut keluar dari mulut Ronald.. Andi, Fikry, dan Anna terkejut ketika menoleh ke arah Ronald. Mereka bertiga tidak bisa mengeluarkan kata-kata sama sekali.


Andi menghampiri Ronald dan berkata kepadanya


"Lo bodoh Ron.." Andi berbisik tepat di samping Ronald


"Gue ngga kuat Ndi.. Sakit banget.. " Ronald berkata dengan suara lirih


Setelah perkataan tersebut Ronald memejamkan matanya.


"Ronald!!!" Anna menangis histeris sembari menghampiri Ronald dan memeluknya


Fikry merasa ada yang aneh dengan kejadian yang baru saja mereka alami. Bagaimana tidak, Ronald tiba-tiba menusuk dirinya sendiri dengan pisau, padahal posisi terakhir Ronald terikat disebuah pohon.


"Kok Ronald bisa pegang pisau?" Fikry bertanya membuat Andi dan Anna seketika menoleh ke arahnya


"Ini kan pisau lipat yang selalu Rere bawa.." Andi berkata sembari melihat pisau yang masih tertancap di tubuh Ronald


"Ngga bisa Ann.." Andi berkata dengan suara lirih


"Kenapa ngga bisa?!" Anna berkata dengan sedikit emosi


"Anna.. Kita masih belum nemu jalan keluar.. Kalo kita bawa Ronald pergi dari sini percuma, dia udah kehilangan banyak darah. Malah bisa jadi dia nambah beban buat kita!" Andi berkata dengan suara pelan


Anna dan Fikry hanya diam, mereka masih mempertimbangkan akan membawa Ronald atau tidak


"Kita lanjut jalan, bertiga.." Fikry berkata sambil menghembuskan napas panjang


X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X


18.55


Malam ini mereka bertiga memutuskan untuk tidak membuat tenda. Mereka melanjutkan perjalanan dibawah gelapnya malam.


Setelah beberapa saat berjalan Andi melihat sesosok wanita sedang memikul kayu bakar.


 


"Eh ada cewek.." Andi berkata sembari menunjuk kearah wanita tersebut


"Lo jangan bikin gue takut dong!" Anna berkata sambil memukul pelan lengan Andi


"Kaya nya ini penduduk sekitar deh.. Lagi mikul kayu bakar.." Andi menatap Anna


"Lo serius?" Fikry bertanya dengan nada tidak percaya


"Serius.. Tadi dia jalan ke arah sana.." Andi menunjuk ke arah wanita tadi pergi


"Terus gimana?" Anna bertanya karena tidak tahu harus bagaimana


"Kita ikutin lah, siapa tau kita bisa tanya jalan keluar.." Andi berkata dengan sedikit berharap


"Yauda, lo duluan.." Fikry berkata sambil mempersilah kan Andi melanjutkan langkahnya


X X X X X X X X X X X X X X X X X X X


BERSAMBUNG.....


hay semua..


penasaran sama kelanjutan ceritanya?


tunggu episode selanjutnya ya!!


💕💕💕💕💕💕