
• P R E V I O U S •
Suasana masih tetap hening. Tidak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan suara, hingga tiba-tiba..
"Anna, aku minta maaf.." Zidan berkata dengan suara lirih
"Untuk apa?" Anna menjawab pertanyaan Zidan
Zidan lagi-lagi terdiam, hal ini membuat Anna semakin kesal.
"Fik, ayo lanjutin perjalanan." Anna berkata sembari menarik tangan Fikry
Fikry yang kebingungan pun segera menoleh ke arah Zidan. Ketika Zidan menganggukan kepala nya, Fikry bergegas melangkahkan kaki untuk melanjutkan perjalanan..
* * *
Perjalanan kali ini terasa sangat membosankan. Anna masih terlihat kesal karena kejadian tadi. Zidan yang merasa bersalahpun memutuskan untuk diam, begitu pula dengan Fikry, ia tidak berani untuk mengeluarkan suara walaupun hanya sepatah kata.
Mereka telah berjalan cukup lama, dan tiba-tiba Zidan berkata..
"Sudah hampir sampai.." Zidan berkata dengan suara sedikit bergetar
" Kalian harus melanjutkan perjalanan.. " Zidan melanjutkan perkataan nya lagi
Anna menatap bingung ke-arah Zidan
"Tanpa saya.." Zidan lagi-lagi berkata dengan suara yang semakin bergetar
"Zidan, maksud kamu apa sih?!" Anna bertanya dengan sedikit berteriak
Fikry hanya bisa menundukkan pandangan dengan mata yang mulai berair.
"Anna.. Maaf.." Zidan berkata dengan suara lirih
"Kamu kenapa sih?" Anna bertanya seraya meraih tangan Zidan
Zidan yang berada di hadapan Anna bergegas menghindar, dan berkata..
"Anna, dunia kita sudah berbeda.." Zidan berkata pelan
Anna yang belum paham akan apa yang sedang terjadi hanya bisa membelalakkan matanya
"Fikry tolong jaga Anna.." Zidan berkata sembari menatap lekat ke manik mata Fikry
"Zidan!! Harusnya kamu yang jagain aku!! Kenapa kamu malah suruh Fikry jagain aku?!" Anna berkata dengan suara meninggi
"Maaf saya telah menghancurkan hubungan kalian.." Zidan berkata sembari tersenyum kecut
Fikry dan Anna menatap bingung ke arah Zidan
"Zidan, kamu omong apa sih?" Anna bertanya bingung
"Saya akan jujur pada kalian. Mungkin kalian akan kecewa, tapi saya tidak bisa pergi dengan membawa beban seperti ini.." Zidan berkata lirih
FLASHBACK ON
Zidan's POV
Kring.. Kriingg... Kriiinggg....
Suara bel berbunyi dengan nyaring, yang menandakan jam istirahat telah tiba..
Aku berniat menghampiri kedua sahabatku sebelum menuju ke kantin sekolah.
Aku bergegas menuju kelas XII IPA 4 untuk menghampiri mereka.
"Fikry!! Putra!! Buruan, gue udah laper.." Aku berteriak didepan kelas mereka berdua
Tak lama aku menunggu, akhirnya Fikry dan Putra keluar..
Kami bertiga bergegas menuju kantin sekolah..
o o O o o
Setelah sampai di kantin, aku dan kedua sahabatku memilih untuk duduk di kursi yang berada di paling pojok.
"Lo berdua mau makan apa? Biar gue aja yang pesenin" Aku berkata dengan suara santai
"Gue mau soto aja.." Putra berkata menjawab pertanyaanku
"Lo apa Fik?" Aku bertanya kepada Fikry yang terlihat gelisah
"Hah? Oh.. Sama-in aja.." Fikry menjawab pertanyaanku
Aku bergegas memesan makanan karena sudah sangat lapar..
"Pak Tejo, pesen nasi soto 3 ya.."
"Siap mas Zidan, nanti soto nya biar saya yang antarkan.." Pak Tejo berkata dengan senyum tulus
Setelah memesan makanan, aku bergegas kembali menuju ke tempat Fikry dan Putra berada.
"Put, gue mau nembak Rianna.." Suara Fikry terdengar sedikit berbisik
"Serius lo? Ngga takut ganggu ujian?" Putra berkata menanggapi ucapan Fikry
"Gue serius.. Lusa, gue mau nembak dia.." Fikry berkata antusias
"Kenapa harus lusa?" Putra bertanya penasaran
"Itu hari ulang tahun dia.." Fikry menjawab pertanyaan Putra
Sebelum Putra menjawab, aku bergegas bergabung dengan mereka
"Woy, pada ngomongin apaan nih? Serius amat?" Aku bertanya seolah tidak tahu apapun
Saat Fikry akan menjawab pertanyaanku, tiba-tiba Pak Tejo datang membawa pesanan yang telah kami tunggu...
Kami segera menyantap makanan yang telah dibawakan Pak Tejo..
Kring.. Kriingg... Kriiinggg....
Bel masuk berbunyi
Aku dan kedua sahabatku bergegas kembali ke kelas..
Saat berada didalam kelas, aku tidak bisa berhenti memikirkan ucapan yang dilontarkan Fikry kepada Putra.
"Fik.. Apa iya Rianna yang lo maksud adalah Rianna siswi kelas 12 IPS 1? Gue harap bukan, karena gue juga suka sama dia.." Aku berkata dalam hati sembari bergulat dengan pikiranku
o o O o o
19.15
Aku berada didalam kamar. Setelah beberapa saat berpikir, aku memutuskan untuk menghubungi Rianna..
tutt.. tuuttt.. tuuutttt...
Suara telpon yang tersambung membuat hatiku semakin tak menentu..
"Hallo.. Zidan?" Rianna berkata dengan suara lembut
"Hallo.. Rianna, aku mau ngomong serius bisa?" Aku berkata dengan agak gugup
"Boleh, silahkan.." Rianna menjawab ucapanku
"Rianna, aku suka sama kamu.. Kamu mau ngga jadi pacar aku?" Aku berkata dengan nada santai
"Hah?" Rianna terkejut
"Please Ri.." Aku berkata dengan suara memelas
"Aku pikirin dulu ya.." Rianna menanggapi ucapanku dengan suara canggung
"Aku mau jawaban sekarang." Aku berkata dengan sedikit memaksa
"Yaudah, kita jalanin dulu.." Rianna menjawab seadanya
o o O o o
2 hari telah berlalu
Hari ini sepulang sekolah aku dan Rianna akan pergi ke mall yang berada tidak jauh dari sekolahan.
Setelah bel pulang berbunyi, aku bergegas menuju kelas Rianna. Namun saat aku sudah berada didepan pintu kelas Rianna, aku melihat Fikry berada didalam ruangan bersama Rianna..
"Rianna, dari kelas 10 aku ada perasaan sama kamu.. Kamu mau ngga jadi pacarku?" Fikry berkata sembari meraih kedua tangan Rianna
"Fikry, sebenernya aku juga suka sama kamu.. Tapi aku ngga bisa, dua hari yang lalu Zidan nembak aku.." Suara Anna terdengar lirih
Hal yang membuat ku terkejut adalah Rianna ternyata juga menyukai Fikry.
Aku bergegas menuju ke tempat parkir sekolah, aku mengirim pesan kepada Rianna bahwa aku telah menunggu nya tempat parkir..
Setelah Rianna datang menghampiri ku, aku bergegas menyalakan motorku.. Aku bertingkah seolah aku tidak tahu apa yang sedang terjadi..
FLASHBACK OFF
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
BERSAMBUNG..
hay semua..
penasaran sama kelanjuta ceritanya?
tunggu episode selanjutnya!!
💕💕💕💕💕💕