SIN

SIN
Chapter 1| Awal mula



Suasana kelas yang berisik membuat cowok berambut hitam malas berada di kelasnya, cowok tersebut memilih keluar dan menuruni anak tangga.


"Hai Arkan!"


Arkan hanya membalas dengan senyuman, yang membuat semua cewek melihatnya meleleh.


Cowok berambut hitam berjalan menuju kantin, dengan satu tangan tenggelam di saku. sebelah tanganya lagi sibuk menggeser layar ponsel mencari kontak temanya.


"Lu bertiga ada di mana?" Ujarnya ketika panggilan di jawab.


"Meja biasa, ouh ya gc ke sini ada aksi yang menghebohkan tuh." Arkan menjauh ponsel itu dari telinganya , hanya satu kalimat yang terdengar dari temanya sebelum sambungan terputus.


Arkan berjalan cepat, mencari tahu apa yang membuat Vino sampai harus tergesa-gesa menutup telpon. Ditambah, anak-anak laki yang berlari mendahuluinya terlihat menuju ketempat yang sama. Walaupun Arkan padahal mempunyai sifat yang tidak pedulian, tetapi dengan rasa penuh penasaran yang tiba-tiba datang pada akhirnya Arkan mengikuti lagkah semua anak laki.


Sesampainya di kantin Arkan melihat ketiga temanya yang sedang mengambil foto dari sebuah aksi Aletta yang naik di atas meja dan menunjukkan badan seksinya. Mengibas rambut ke atas, kebawah, dn kesamping dan membuka rompi sekolahanya mengangkat ke dua tanganya ke atas dan memperlihatkan badanya yang ideal.


"Arkan, lu kemana ajah sih? behh ada sarapan gratis nih buat laki-laki." Ujar Vino yang masih menvidiokan aksi Aletta.


Arkan masih terdiam sambil menatap layar ponselnya, jika di kelas tidak ramai dia lebih memilih di kelas di bandingkan harus ada di tempat cewek murahan melihatkan badanya.


"Oke, udahan gue capek. girls lets go!" Ucap Aletha yang kembali turun dari atas meja.


"Yah kok udahan sih let? kan bel masuk juga masih lama, ayuk lah let." Ujar Vino


"Berani bayar gue berapa lo?" tanya Aletha dengan menatap tajam ke arah Vino.


"Sejuta," balas Vino.


"Sejuta? gue bisa habisin itu uang dalam waktu 1 menit. udah lah kalian ga bakal mampu, ayuk girls cabut."


Aletha, Aghata dan Alice berjalan menjauhi kantin, sedangkan semua anak laki-laki masih belum puas melihat aksi Aletha. "Ahh elah, tuh cewek kenapa ga ngadain konser ajah sih. gue borong dah tiketnya, ya ga?" Ucap Vino kepada ke tiga temanya.


"Yoi bro." balas Yoga dan Matthew secara kompak.


"Ar," panggil Vino yang melihat satu temanya masih menatap layar ponselnya.


"Hm, apa?" balas Arkan memberhentikan menaaap layar ponselnya.


"Lu seriusan ga suka atau kagun sama cewek itu?" tanya Vino.


"Buat apa gue kagum sama cewek murahan, yang kerjaanya cuman tebar pesona dan cari perhatian sama semua anak laki. kerjaanya juga suka dugem di club,"


"Haa dugem di club? club mana? kok lu bisa tau?"


Malas menjawab pertanyaan dari ketiga sahabatnya, Arkan memilih berjalan menjauhi ke tiga temanya. "Ehh *** lu kan, asal ninggalin kita. kasih tau lah tempat Aletha suka dugem dimana?"


"Penting banget kayaknya buat lo?"


"Penting lah, sapa tau gue bisa dugem bareng dia."


"Tau ga lu? lu tuh udah di kasih racun sama cewek itu, udah gue mau pergi ke perpus dulu."


Arkan berjalan dan berbelok ke arah kanan masuk ke dalam satu ruangan yang di penuhi tumpukan buku yang berjejer di dalam lemari.


Aletha dan kedua temanya saat ini sedang duduk di bangku yang sudah di sediakan oleh sekolah, tak lama kemudian tiba-tiba Daniel melintas di depan mereka bertiga duduk. Aletha sontak langsung menarik pergelangan tangan Daniel, memepetkan tubuh Daniel ke tembok.


"Maksudlu waktu itu apa? asal meluk-meluk gue, awas ajah kalau lu sampai berani nyentuh gue. hidup lo ga bakal aman, pegang omongan gue bagsat?!"


"Shutt, sayang ga boleh galak kayak gitu ah. nanti tambah tua loh, mau?" ucap Daniel.


Daniel lalu mendekat ke wajah Aletha, Aletha sontak kaget apa yang ingin Daniel lakukan kepadanya. Dan tiba-tiba bibir Daniel menyentuh bibir mungil Aletha,  Aletha membrontak memukul-mukul tubuh Daniel sambil meneteskan air mata. dan tiba-tiba ada pukulan yang melayang pada pipi Daniel, sontak Aletha kaget dan menengok ke arah siapa yang memukul Daniel barusan.


"Mau ngapain lo? ikut campur urusan kita berdua?"


"Oke siapa takut."


"Dan satu lagi jangan bawa teman,"


"Oke,"


Daniel lalu pergi meninggalkan Aletha, Aghata, Alice dan Arkan. setelah semuanya selesai Arkan mengambil bukunya yang sempat dia taro di lantai. "Tunggu!" teriak Aletha sambil mengingat bahwa cowok ini yang menolongnya pada malam sabtu kemarin.


"Mau apa lagi?"


"Makasih, udah nolongin gue barusan."


"Hmm, gue saranin ke lu ga usah tebar pesona ke semua anak laki."


"Apa urusan lu? suka-suka gue lah, mau gue tebar pesona kek mau ga itu hobbi gue."


"Seterah, kalau lu mau di gangguin sama anak laki."


"Itu emang tujuan gue,"


"Lu kehabisan obat? atau lagi sakit?"


"Ga, gue sehat. ouh ya lu waktu itu nolongin gue waktu dia club, kan?"


"Mimpi lo, gue gak pernah nolongin lu sebelumnya dan untuk apa gue pergi ke club."


"Ga usah bohong, walaupun waktu itu mabok gue masih bisa liat lu."


Arkan pergi meninggalkan Aletha yang masih mendumel tidak jelas, daripada melademi Aletha Arkan lebih memilih kembali ke kelasnya.


"Ihh, gue belum selesai ngomong!" teriak Aletha.


"bitch, lu masih inget ga sih waktu gue mabok yang bawa gue ke apartemen lu siapa?" tanya Aletha.


"Ga tau, gue kan juga mabok." balas Aghata sambil menggelengkan kepalanya.


"Masa lu ga liat, gue ajah yang minumnya lebih banyak daripada lu gue yakin kalau itu cowok yang nganterin kita."


Kring..kring..kring..


"Udah lah let, bel udah bunyi loh." Ujar Alice.


Dengan menghela napas Aletha berjalan lurus menuju tangga dan lalu menaiki puluhan anak tangga, dan setelah itu masuk ke dalam kelasnya.


Entah kenapa dari tadi pikiran Aletha selalu memikirkan cowok yang sudah menolonginya tadi, dan Aletha selalu yakin bahwa cowok tersebut yang membawanya ke apartemen milik Aghata. "Woy let, jangan bengong! kesambet baru tau rasa lo,"


"Gue masih yakin ta, kalau cowok tadi yang bawa gue ke apartemen lu."


"Gue rasa cowok kayak gitu, gak mungkin datang ke tempat club deh."


"Iya juga sih,"


                             ****


Sepulang sekolah Aletha berniat untuk menginap di apartemen Aghata dan Alice selama seminggu, Aletha mengambil baju seragam sekolahnya dan di masukkan ke dalam tas kecil. Setelah semuanya selesai Aletta mengganti baju seragamnya dengan baju sabrina dan di padukan dengan rok jeans di bawah lutut yang melihatkan paha putihnya.


Aletha juga tak lupa menggunakan aksesoris kalung leher berwarna jitam bermotif love. Setelah selesai bersiap-siap Aletha keluar dri kamarnya dan lalu mengambil kunci mobilnya dan setelah itu langsung keluar dari rumahnyaenuju halaman rumahnya menyalakan mobilnya masuk ke dalam mobil sambil sibuk memasangkan sabuk pengaman, dan setelah itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Jangan lupa vote & coment oke 🦄🦄🦄