SIN

SIN
TEBING



• P R E V I O U S •


07.45


Mereka bergegas melanjutkan perjalanan.


 


Ketika mereka mulai berjalan menjauh dari curug, mereka semua menghentikan langkah karena ada sesuatu yang membuat mereka terkejut.


* * *


"Lahh, kok ada jalan bercabang lagi?" Zidan yang berada di posisi paling depan lagi-lagi kebingungan


"Gimana nih?" Rere bertanya dengan suara yang sangat pelan


"Ini semua gara-gara lo Fik!!" Ronald berkata sembari menunjuk wajah Fikry


Fikry tidak menanggapi ucapan Ronald, yang ia lakukan hanya menatap tajam ke arah Ronald.


"Ron lo apa-apaan sih?! Fikry ngga tau apa-apa!!" Anna menanggapi perkataan Ronald dengan sedikit emosi


"Baguss.. Belain aja terus!!" Ucap Zidan sembari bertepuk tangan


"Zidan.. Aku tuh belain orang yang bener!!" Anna menjawab sindiran dari sang kekasih dengan suara meninggi


"Heh! Kalo dari awal orang ini bilang kita salah jalur, semua nya ngga akan kacau kaya gini!!" Zidan berkata sembari mendorong tubuh Fikry pelan


"UDAH CUKUP!! Kita semua ngga tau! ngga usah saling menyalahkan!!" Anna menanggapi ucapan Zidan dengan emosi yang sudah memuncak


"Alah basi lo berdua!!" Zidan berkata sembari menunjuk kearah Anna dan Fikry bergantian.


Setelah berkata seperti itu, Zidan langsung meninggalkan kelima temannya. Dia berjalan ke arah paling kiri dari tiga cabang jalan didepan nya.


Andi, Fikry, Ronald, Rere, dan Anna mengikuti arah perginya Zidan.. Namun ada hal yang membuat mereka semua kebingungan...


"Zidan dimana nih? Kok ngga ada??" Andi bertanya dengan nada panik


"Gue juga bingung.. Padahal gue yakin banget tadi dia jalan ke arah sini.." Fikry menimpali ucapan Andi


"Kita lanjut aja. Mungkin Zidan lari, jadi kita ketinggalan jauh.." Anna mencoba menenangkan teman-temannya


Sungguh, Anna merasa sangat khawatir saat ini.. Tetapi, ia tidak mau membuat Andi, Fikry, Ronald, dan Rere semakin cemas...


X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X


11.25


 


Mereka telah menyusuri jalanan setapak cukup jauh.


 


"Kita cari tempat istirahat dulu ya.." Andi berkata dengan sedikit berteriak, supaya perkataannya dapat terdengar oleh Fikry yang berada di barisan paling belakang


"Kita kesana aja.." Rere berkata dengan ekspresi datar dan tangan menunjuk ke arah samping kanan


"Dimana Re?" Anna bertanya kepada Rere karena arah yang ditunjuk Rere hanya terdapat bebatuan besar


Rere tidak menanggapi ucapan Anna, namun ia kembali menunjuk ke arah yang sama


"Lo jangan bercanda anj*ng!! Gue capek!! " Ronald menanggapi tingkah aneh Rere dengan sedikit emosi


"Lo tunjukin aja Re jalannya, kita ikutin lo dari belakang.." Andi berbisik kepada Rere


Rere melangkah mendekati bebatuan besar tersebut. Ketika didekati, di antara bebatuan tersebut ada celah yang hanya bisa dilewati oleh satu orang, dan itupun harus memiringkan badan.


Setelah mereka semua telah melewati celah tersebut, mereka semua kecuali Rere saling bertatapan tak percaya..


"Kok ada tebing?" Anna bertanya kepada teman-temannya


"Anj*ng.. Indah banget.." Ronald berkata sembari melihat ke bawah tebing tersebut



"Indah sih, tapi serem ah.." Anna menanggapi ucapan Ronald dengan sedikit bergidik


"Kita istirahat disini aja, lumayan luas juga tempatnya.." Andi berkata sembari meregangkan tubuhnya


Mereka tidak mendirikan tenda karena mereka hanya beristirahat sebentar dan mengisi perut..


Andi, Fikry, dan Anna sedang membuat api untuk membakar rotan muda, Ronald memilih bersantai ditepi jurang dan menghisap rokoknya.. Sedangkan Rere, dia hanya diam dan menyendiri..


Hingga tiba-tiba...


"AAAHHHHHHHH" Suara Ronald terdengar sangat memilukan


X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X


BERSAMBUNG.....


wah ronald kenapa tuh?


penasaran?


tunggu episode selanjutnya!!


💕💕💕💕💕💕