
• P R E V I O U S •
Andi, Fikry, dan Anna sedang membuat api untuk membakar rotan muda, Ronald memilih bersantai ditepi jurang dan menghisap rokoknya.. Sedangkan Rere, dia hanya diam dan menyendiri..
Hingga tiba-tiba...
"AAAHHHHHHHH" Suara Ronald terdengar sangat memilukan
* * *
Andi, Fikry, dan Anna langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Ronald..
"REREEEE!!!" Anna berteriak ketika melihat Rere jatuh kearah tebing
Andi dan Fikry bergegas berlari ke arah Ronald, sedangkan Anna diam mematung sembari menitikan air mata
"Ron!! Rere kenapa??" Andi bertanya kepada Ronald sembari melihat ketepian jurang dihadapan nya
"Tenang dulu.. Ron, mending sekarang lo menjauh dari tebing dan jelasin semuanya ke kita." Fikry berkata dengan nada sangat lirih
"Fik!! Rere jatuh! kita harus cari dia!!!" Andi mencengkram bahu Fikry dengan sangat kuat
"Gue tau!! Tapi lo liat dong!! Tebing ini tinggi banget! Kita ngga bisa gegabah!!" Fikry menanggapi perkataan Andi dengan emosi membara
o o O o o
Andi, Fikry, dan Ronald menjauh dari tepi tebing dan menghampiri Anna yang terlihat kacau
"Anna, lo jangan sedih.. Kita akan cari dia sampe ketemu.." Fikry berusaha menenangkan Anna
"Rere jatuh Fik!! Mustahil kita bisa nemuin dia.." Anna berkata dengan terisak
Fikry tidak menjawab pertanyaan Anna..
"Ron lo berantem sama Rere?" Andi bertanya dengan menahan emosi yang sudah memuncak
"Gue ngga tau apa-apa!!" Ronald berkata dengan nada ketus
"Terus pipi lo kenapa?" Fikry bertanya setelah menyadari pipi Ronald mengeluarkan
darah segar yang cukup banyak
"Tadi Rere tiba-tiba lari ke arah gue, dan parahnya dia bawa pisau lipat.. Gue shocked banget.. Waktu gue coba ngehindar, Rere jatuh ke jurang.." Ronald menjelaskan apa yang telah terjadi
Andi, Fikry, dan Anna terkejut mendengar penjelasan Ronald...
"Jangan-jangan itu bukan Rere.." Anna berkata sembari menghapus air matanya yang terus mengalir
"Menurut gue juga gitu.. Rere ngga mungkin mau celakain temen sendiri.." Andi melanjutkan ucapan Anna
"Sorry.." Ucapan ini keluar dari mulut Ronald, membuat ketiga temannya terkejut
"Jangan merasa bersalah.. Semua udah terlanjur.. Mending lo bersihin dulu luka lo, takut infeksi.." Fikry berkata dengan ekspresi sedih yang terlukis jelas di wajahnya
Anna membantu Ronald membersihkan luka tanpa sepatah kata pun.. Pikirannya masih terisi penuh oleh kejadian yang merenggut nyawa sahabat tercinta
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
"Kita harus cari tubuh Rere.." Andi berkata dengan tegas
Ucapan Andi langsung disetujui oleh Fikry, Ronald, dan Anna
o o O o o
Fikry bergegas mencari jalur yang cukup aman untuk menuruni jurang dihadapan nya..
"Gimana Fik?" Anna bertanya dengan suara pelan
"Susah Ann.. Terjal banget.." Fikry menjawab pertanyaa Anna tanpa menghadap ke arahnya
"Gimana nih! Kita ngga bisa lama-lama disini!!" Andi berkata dengan sedikit bergidik
"Iya.. Gue ngga mau bermalam disini.." Ronald membuka mulutnya
Fikry kebingungan melihat tingkah kedua temannya...
"Terus gimana sekarang?" Fikry bertanya dengan nada pasrah
"Fik.. Kalo emang ngga bisa, jangan dipaksa.. Nanti setelah keluar dari sini, kita cari bantuan.." Anna mencoba menenangkan Fikry
"Oke kalo gitu, kita lanjut." Fikry berkata dengan suara parau
Andi menyetujui perkataan Fikry dan mulai melangkah kan kakinya.. Langkah kaki Andi diikuti oleh ketiga teman nya..
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
15.45
Mereka melanjutkan perjalanan dengan suasana hati yang sangat buruk. Bagaimana tidak, dalam satu hari, kedua teman mereka menghilang..
Saat mereka sedang berada dalam lamunan masing-masing, Anna mendengar suara yang tidak asing menurutnya..
" Annaaa.. Kok kamu tega tinggalin aku... "
DEG.....
"Suara Rere..." Anna berkata dengan suara berbisik
"Itu bukan Rere.." Fikry yang berada di belakang Anna berkata dengan suara yang sangat pelan
Mendengar Fikry berkata seperti itu, Anna kembali meneteskan air matanya dalam diam.
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
BERSAMBUNG...
kira-kira ada kejadian apa lagi ya setelah ini?
penasaran?
tunggu episode selanjutnya!!
💕💕💕💕💕💕