
• P R E V I O U S •
"Kenapa ada disini, cah bagus?" Wanita tersebut berkata sembari menatap tajam ke arah Andi
Andi, Fikry, dan Anna tidak menjawab pertanyaan tersebut karena mereka ketakutan dengan ekspresi yang ditunjukan oleh wanita dihadapan nya saat ini.
"Apakah saya menakuti kalian?" Ucapan tersebut lagi lagi keluar dari mulut wanita yang telah mereka temui
"Maaf.. Perkenalkan, nama saya Ningsih.." Wanita tersebut berkata dengan suara yang lebih lembut dari sebelumnya.
Sebelum Andi, Fikry, dan Anna memperkenal-kan diri, tiba-tiba...
* * *
"HEY!!"
Suara tersebut membuat Andi, Fikry, dan Anna terkejut. Mereka bertiga bergegas menengok ke arah sumber suara, mata mereka terkunci pada satu sosok dihadapan mereka.
"ZIDAN!!" Anna berteriak tak percaya ketika melihat sang kekasih yang hilang beberapa hari lalu telah kembali
"Kemana aja lo?!" Andi bertanya dengan nada gembira
Fikry merasa ada yang aneh, ia memicingkan matanya ke arah Zidan..
" Tapi..." Ucapan Fikry terputus
"Gue mau omong berdua sama lo.." Zidan berkata kepada Fikry dan bergegas menjauhi Andi, Anna, dan Ningsih
Fikry hanya mengiyakan dan mengikuti langkah kaki Zidan..
"Cewek tadi bukan manusia.." Zidan berkata sembari menatap Fikry
"Maksud lo Ningsih?" Fikry bertanya penasaran
"Iya, dia bukan manusia.." Zidan mengulangi perkataan nya dengan raut wajah datar
"Tapi gue ngga ngerasain aura nya.." Fikry masih tidak percaya dengan ucapan Zidan
"Dia udah lama ada disini, dia bisa manipulasi.." Zidan menjelaskan kepada Fikry
" Terus lo.... " Ucapan Fikry lagi-lagi terputus karena Zidan
" Sekarang kita harus cepet-cepet keluar dari sini.. " Zidan berkata sembari meninggalkan Fikry
Fikry masih belum bisa mencerna kejadian tersebut.
Setelah Fikry dan Zidan berkumpul kembali dengan Andi dan Anna mereka bergegas untuk meninggalkan desa, namun rencana mereka tidak disetujui oleh Ningsih
"Mbak, kita mau pamit lanjutin perjalanan.." Andi yang belum tahu bahwa Ningsih bukan lah manusia berkata dengan nada yang sangat sopan
"Cah bagus, kalian mau kemana.. Ini sudah malam lo.." Ningsih berkata dengan logat khas nya
"Maaf.. Kita harus segera pulang, kita sudah beberapa hari didalam hutan ini.. Orang tua kita pasti khawatir.." Fikry berusaha mencari alasan untuk meninggalkan tempat tersebut
"Sudah beberapa hari, atau sudah tahu, cah bagus?" Ningsih berkata sembari menatap tajam ke arah Fikry dan Zidan secara bergantian
Andi dan Anna yang tidak tahu apa-apa dibuat bingung oleh perkataan yang baru saja dilontar-kan oleh Ningsih..
"Maksud nya apaan sih?" Andi berbisik kepada Anna yang berada disebelahnya
"Maaf, kita harus pergi sekarang.." Zidan berkata dengan nada tegas
"Apa kalian yakin? Sudah larut malam, apa kalian tidak takut?" Ningsih kembali berkata dengan suara lirih namun terdengar menyeramkan
"Kalian ada di desa ku.. Kalau kalian mau keluar dengan selamat, harus menuruti perintahku.." Ningsih berbisik tepat di samping Fikry
Fikry tidak bisa berkata-kata. Fikry melihat ke arah Zidan untuk meminta pendapat, dan Zidan hanya menganggukan kepala..
Akhirnya mereka memutuskan untuk bermalam di desa tersebut..
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
23.50
Ningsih mengajak Andi, Fikry, Zidan, dan Anna untuk beristirahat di dalam rumahnya.
"Silahkan tunggu, saya akan menyiapkan santapan untuk kalian.." Ningsih berkata dengan raut wajah puas
Saat Ningsih meninggalkan mereka, Zidan berkata...
"Nanti kalo dikasih makanan, kalian jangan makan.. Dan kalo dikasih minuman, jangan telen semua air yang kalian minum.." Zidan menjelaskan dengan nada tegas
"Gimana caranya?" Andi bertanya dengan raut wajah kebingungan
"Gimana pun caranya, jangan sampe kalian telen semua air itu.." Zidan menegaskan kembali ucapannya
Sesaat setelah Zidan berkata seperti itu, Ningsih menghampiri mereka sembari membawa makanan dan tiga gelas berisi air putih.
Ningsih menaruh minuman yang telah ia bawa dihadapan Andi, Fikry, dan Anna..
"Zidan ngga minum?" Anna bertanya kepada Zidan dengan suara lirih
"Tadi dia sudah minum, cah ayu.. " Ningsih menjawab pertanyaan Anna
"Silahkan diminum.." Ningsih melanjutkan ucapannya sembari mempersilahkan Andi, Fikry, dan Anna untuk meminum air tersebut
Mereka menuruti ucapan Ningsih tanpa lupa pesan yang diberikan oleh Zidan.
Anna mengeluarkan sedikit air yang telah ia minum melalui ujung bibir sebelah kanan..
Fikry mengeluarkan air dengan pura-pura tersedak..
Sedangkan Andi menelan semua air yang telah ia minum. Ningsih selalu memperhatikkan nya, hal itu membuat ia tidak berani untuk mengeluarkan sedikit air dari mulutnya.
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
BERSAMBUNG.....
kira-kira apa yang bakal terjadi ya?
penasaran?
tunggu episode selanjutnya..
💕💕💕💕💕💕