SIN

SIN
BUKAN PENYAKIT MEDIS



Cklek...


Seorang dokter keluar dari ruangan dimana Carrel diperiksa. Anna dan Fikry yang sudah menunggu sajak tadi pun bergegas menghampiri dokter tersebut..


"Dokter, gimana kondisi Pak Carrel?" Anna bertanya dengan raut wajah panik.


"Sebelumnya, perkenalkan, saya dokter Aska, bisa kita bicara di ruangan saya?" Dokter Aska bertanya dengan sopan.


Tentu saja Anna cepat-cepat menyetujuinya karena ia sudah sangat khawatir dengan kondiri atasannya.


Setelah mendapat persetujuan dari Anna, Aska berjalan menuju ruangannya. Anna dan Fikry mengekor dokter Aska dengan perasaan harap-harap cemas.


Di dalam ruangan dokter Aska..


"Silahkan duduk.." Mempersilahkan Anna dan Fikry untuk duduk.


Anna dan Fikry bergegas duduk tanpa mengeluarkan suara apapun..


"Saya tidak akan berbasa-basi, pak carrel terserang penyakit non-medis," dokter Aska menjelaskan.


"Udah aku duga, tadi hawanya gak enak banget.." batin Anna.


"Terus gimana nih?" Fikry bertanya seraya menyenggol pelan lengan Anna.


"Gue juga bingung.." Anna menjawab pertanyaan Fikry.


"Bukankah kalian paham mengenai hal-hal seperti ini?" dokter Aska berkata to the point.


"Eh??" Anna terkejut.


"Maaf, maksud dokter bagaimana ya? Saya tidak paham.." Fikry pura-pura tidak tahu apa yang dimaksud dokter Aska.


"Kalian tidak perlu menutupi kemampuan kalian, saya bisa melihatnya.." dokter Aska berkata santai.


"Bagaimana dokter bisa tahu tentang kemampuan ini?" Anna bertanya penasaran.


"Saya tahu semua, bagaimana kamu mendapatkan kemampuan ini saya juga tahu.." dokter Aska menjawab pertanyaan Anna.


Anna dan Fikry diam tidak dapat berkata apa-apa karena sangat terkejut.


"Saya turut berduka atas sahabat-sahabat kalian, kalian beruntung bisa selamat.." dokter Aska berkata sembari mengambil sesuatu dari laci mejanya.


"Ini kartu nama saya.." dokter Aska memberikan


kartu nama kepada Fikry


"Saya punya kenalan yang bisa membantu tuan Carrel.. Jika kalian setuju, saya bisa mengantarkan kalian untuk menemui dia.." dokter Aska menjelaskan agar Anna dan Fikry tidak bingung.


"Terima kasih banyak, dok.." Anna berterima kasih kepada dokter Aska


"Terima kasih, dok.. Nanti saya akan menghubungi dokter.." Fikry menambahkan


"Ya, saya senang jika bisa membantu.." dokter Aska menjawab dengan senyum ramah


"Kalau begitu saya dan Anna permisi.." Fikry pamit kepada dokter Aska.


o o O o o


Keesokan harinya, setelah Fikry dan Anna mempertimbangkan ucapan dokter Aska, Fikry menghubungi nomor yang tertera di kartu nama dokter Aska.


tutt.. tuttt...


"Halo, selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" Suara khas dokter Aska terdengar menyapa


"Selamat pagi, dokter Aska, ini saya Fikry.." Fikry menyapa balik dokter Aska


"Fikry?" Dokter Aska bertanya sembari mengingat-ingat


"Ya, yang kemarin membawa pak Carrel ke rumah sakit.." Fikry menjelaskan


"Oh ya, saya ingat.." Dokter Aska menjawab santai


"Saya dan Anna sudah mempertimbangkan untuk setuju dengan dokter Aska, kapan dokter Aska memiliki waktu untuk bertemu?" Fikry to the point


"Besok?" Dokter Aska memberi tawaran


"Baik, nanti saya akan menghubungi Anna.." Fikry menyetujuinya


"Besok pagi saya akan kirim lokasi dimana kita bertemu.." Dokter Aska menimpali


"Baik, terima kasih, dok.." Fikry menjawab santai


"Ya.." Dokter Aska berkata lalu menutup sambungan telepon


***


Setelah menghubungi dokter Aska, Fikry segera mengabari Anna tentang apa yang telah diperbincangkan bersama dokter Aska.


BERSAMBUNG...