
• P R E V I O U S •
Pria tersebut nampak bingung, lalu tiba-tiba dia berkata..
"Le, maaf ya.. Bapak tidak bermaksud ganggu malam-malam.. Seingat bapak, tadi bapak baru berteduh.. Tiba-tiba ada anak muda menghampiri bapak.. Wajahnya mirip sekali sama jenengan, tapi postur tubuhnya lebih kecil dan rambutnya sedikit ikal.. Setelah itu bapak lupa, tiba-tiba sudah ada disini.." Pria tersebut menjelaskan dengan logat jawa yang khas
"Andii..." Aku berkata lirih
Pria paruh baya dihadapanku menatapku bingung.
"Oh, maaf pak.. Malam ini bapak bermalam disini saja.. Besok pagi saya antar bapak pulang.." Aku berkata dengan ramah
FLASHBACK OFF
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
Fikry dan Anna hanya bisa diam termenung, tak lama setelah itu mereka berdua berniat untuk meninggalkan rumah Andi.
"Mas Rio, kita pamit dulu. Kita kesini cuma mau kasih kabar tentang Andi.." Fikry berkata dengan badan sedikit membungkuk
"Mas Rio yang sabar ya.." Anna melanjutkan ucapan Fikry
"Kita sekeluarga sudah ikhlas.." Mas Rio berkata sembari tersenyum ramah
Setelah berpamitan, Fikry dan Anna bergegas untuk meninggalkan rumah Andi.
o o O o o
Saat di perjalanan, Fikry bertanya kepada Anna..
"Anna, sejak kapan kamu bisa lihat mereka?" Fikry bertanya dengan raut wajah yang susah ditebak
"Fik, aku juga ngga tau.." Anna menjawab lirih
Fikry lagi-lagi hanya bisa menghela napas panjang
"Kamu prank aku ya?" Anna bertanya dengan raut wajah kesal
"Buat apa sih Ann prank kaya gini?" Fikry menjawab pertanyaan Anna dengan tatapan serius
"Dari kecil kan aku ngga bisa lihat mereka.." Anna kembali memprotes ucapan Fikry
"Anna, ngga ada yang ngga mungkin. Semua bisa aja terjadi.." Fikry berusaha memberitahu Anna
"Tapi kan aku ngga belajar kaya gituan Fik.." Anna berkata dengan wajah yang masih terlihat kesal
"Melihat kematian." Fikry berkata lirih
"Hah?" Anna yang tidak paham maksud Fikry hanya bisa mengernyitkan keningnya
"Orang bisa lihat makhluk gaib banyak penyebab nya Ann.. Salah satu nya karena dia pernah melihat kematian secara langsung." Fikry menjelaskan sembari menggenggam tangan Anna
Anna tidak tahu harus berkata apa, ia hanya bisa diam dan menggenggam erat tangan Fikry.
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
Sudah beberapa hari berlalu, bahkan saat ini Fikry dan Anna sudah kembali dari kota kelahiran Andi.
o o O o o
20.15
kringg.. kriinggg... kriiingggg....
Suara telpon rumah milik Fikry memecah keheningan malam
"Selamat malam.." Fikry menyapa dengan nada ramah
"Selamat malam Fikry, ini Om Agung.." Suara dari ayah Ronald terdengar jelas disebrang sana
"Eh, Om Agung.. Ada apa ya Om?" Fikry bertanya canggung
"Om sudah dengar kabar tentang Ronald dari Pak Puji.." Om Agung berkata dengan suara lirih
"Om, saya minta maaf karena tidak bisa menjaga Ronald.." Fikry merasa bersalah
"Kejadian ini bukan salah kamu, berhenti menyalahkan diri sendiri.." Om Agung berkata ramah
Fikry tidak bisa berkata apapun, hatinya hancur mengingat kejadian yang telah merenggut nyawa keempat sahabatnya. Ia hanya diam menahan air mata.
"Fikry, apakah kamu mau mengantar Om untuk mencari jasad Ronald dan yang lainnya?" Om Agung bertanya dengan suara ramah
"Tentu saya mau, tapi itu terlalu bahaya Om.." Fikry berkata lirih
"Kamu tenang saja, saya sudah mempersiapkan semuanya." Om Agung berkata santai
"Baik Om, kapan kita berangkat?" Fikry memantapkan hatinya
"Lusa.." Om Agung menjawab pertanyaan Fikry
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
2 hari telah berlalu, Fikry dan Anna sudah siap untuk kembali kedalam hutan tersebut.
Fikry dan Anna bergegas menuju ke rumah Ronald. Setibanya mereka berdua di rumah Ronald, mereka dikejutkan oleh adanya tiga anggota kepolisian dan dua orang ustad.
Hal yang membuat Fikry dan Anna heran adalah, tak lama setelah mereka berdua tiba di rumah Ronald, Tante Ririn (Ibu Rere) juga tiba di sana.
Tante Ririn yang baru saja menginjakkan kaki nya dirumah Ronald bergegas menghampiri Fikry dan Anna.
"Anna, maafin Tante.." Tante Ririn berkata sembari memeluk erat Anna
"Tante, Anna tau kok.. Tante pasti sedih banget.." Anna berkata sembari membalas pelukan Tante Ririn
"Tante udah salah paham sama kalian berdua, maafin tante.." Tante Ririn berkata seraya melepaskan pelukan dari Anna dan menatap ke arah Fikry
Fikry hanya bisa tersenyum ramah dan menganggukan kepalanya.
o o O o o
Setelah semua siap, mereka memulai perjalanan. Selama perjalanan, mereka hanya diam. Tak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka.
Perjalanan yang cukup panjang telah mereka lalui, tak terasa akhirnya mereka telah sampai di tempat yang telah merenggut nyawa orang-orang tersayang.
Ketika Ayah Ronald mulai mengajak memasuki hutan tersebut, Fikry dan Anna saling melemparkan tatapan ragu.
Salah satu ustad yang berdiri didekat Fikry menepuk bahu Fikry dan memberitahu bahwa semua akan baik-baik saja. Akhirnya Fikry dan Anna mulai melangkahkan kaki untuk menyusuri kembali hutan tersebut.
Selama menyusuri hutan tersebut, Fikry dan Anna berada di barisan paling depan untuk memberi arahan.
Sudah cukup lama mereka menyusuri hutan tersebut, dan akhirnya mereka menemukan jasad Ronald.
Luka diwajah Ronald sudah mulai membusuk. Polisi segera mengevakuasi jasad Ronald, Om Agung terlihat sangat sedih, bahkan air matanya sudah tidak dapat terbendung lagi.
Setelah polisi selesai mengevakuasi jasad Ronald, tiba-tiba...
"Annaaaaa..." Suara lirih tersebut terdengar memanggil Anna
"Fik, denger ngga?" Anna yabg merasa terpanggil segera menahan langkah kaki Fikry
"Denger apa?" Fikry menatap Anna bingung
"Anna, ini Rere.." Suara tersebut kembali terdengar
"REREE!!" Anna berteriak sembari mencari arah sumber suara
Teriakan Anna membuat Fikry dan yang lain terkejut
"Rere?" Tante Ririn memanggil nama Rere lirih
"Itu Rere.." Fikry menunjuk ke satu arah
Anna bergegas berlari menuju arah Rere, namum dia tidak bisa mencapainya.
"Anna.. Tolong sampaikan ke mama, Rere minta maaf.. Rere salah..."
"Tante Ririn, Rere ada disini.. Dia mau minta maaf ke Tante.." Anna berkata lirih
"Rere, Nak.. Mama gak marah sama kamu, kamu bisa tunjukin dimana tubuh kamu? Mama mau kamu tenang Nak..." Tante Ririn berkata dengan suara bergetar
"Anna, tolong bilang ke mama.. Jangan cari aku lagi.. Jiwaku, Andi, dan Zidan sudah menjadi bagian dari hutan ini. Aku, Andi, dan Zidan hanya butuh doa dari kalian.."
Anna bergegas memberitahu apa yang telah disampaikan oleh Rere..
"Anna, Rere sekarang ada dimana?" Tante Ririn mulai menitikan air mata
"Di san..." Ucapan Anna terhenti
"REREEEEE!!!!" Anna berteriak sembari menitikan air mata
Tante Ririn dan yang lainnya kebingungan melihat Anna yang tiba-tiba menangis.
"Tante, Rere sudah pergi.." Fikry menjelaskan dengan suara lirih
Tante Anna hanya bisa diam sembari menitikan air mata..
Setelah semua sudah cukup tenang, kedua ustad membimbing mereka untuk memanjatkan doa untuk Rere, Andi, dan Zidan.
Mereka mulai meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan bercampur aduk.
Setelah tiba di kota asal, kekuarga Ronald bergegas mengurus jasad Ronald.
Dan akhirnya jasad Ronald dikuburkan dengan layak.
Sejak saat itu pula Anna semakin peka untuk melihat keberadaan mereka.
SEASON 1 TAMAT