SIN

SIN
ANDI???



• P R E V I O U S •


Fikry kembali menjelaskan kejadian pilu yang telah ia alami bersama kelima sahabatnya.


Ibu Andi yang mendengar cerita Fikry hanya bisa meneteskan air mata.


"Fikry, udah.." Mas Rio memotong cerita Fikry


Fikry dan Anna hanya bisa menatap bingung kearah Mas Rio


"Kita semua udah tau Fik.." Mas Rio kembali melanjutkan ucapannya


"Hah??" Fikry dan Anna sama-sama terkejut mendengar pernyataan tersebut.


"Tau dari mana Mas?" Fikry bertanya karena penasaran


X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X


 


Mas Rio menghela napas panjang sebelum akhirnya menceritakan kejadian yang membuat Fikry dan Anna sangat terkejut.


FLASHBACK ON


Rio's POV


21.10


Malam yang sunyi dihiasi dengan rintikan air hujan yang tidak terlalu deras.


 


Aku sedang asyik bermain salah satu game online, sedangkan ke-dua orang tua ku sedang menonton televisi.


tok.. tookk... toookkk....


Aku yang bingung mendengar suara ketukan pintu pun bergegas menoleh ke arah pintu


"Rio, coba kamu lihat siapa yang malam-malam bertamu!" Ayah menyuruhku dengan suara lembut yang khas


Aku mengangguk dan bergegas menuju kearah pintu.


Setelah membuka pintu rumah...


"Maaass!!" Seseorang tiba-tiba memelukku dengan tubuhnya yang basah


Ku coba melepaskan diri, namun dia memelukku lebih erat..


Mendengar ada keributan, Ayah dan Ibu bergegas menghampiriku.


"Ini ada apa to? Sudah malam kok berisik sekali?" Ayah bertanya dengan nada penasaran


Tiba-tiba seseorang yang memelukku tadi berlutut didepan Ayah.


Kuperhatikan pria tersebut..


"Sepertinya dia berusia ±50 tahun. Tapi kenapa dia tiba-tiba memelukku? Kenapa dia berlutut didepan Ayah?" Batinku bertanya penasaran


Ayah berusaha membangunkan pria tersebut dan mengajak nya masuk ke dalam rumah


"Maaf, jika saya boleh tau.. Bapak siapa ya?" Aku bertanya karena sangat penasaran


"Mas! Ini aku Andi!!" Pria dihadapan ku berkata sembari terisak


Aku, Ayah, dan Ibu tersentak mendengar ucapan pria paruh baya tersebut


"Ibu, ini Andi bu.." Pria yang mengaku sebagai Andi meraih tangan Ibu


Aku yang masih tidak percaya segera menepis tangan nya dari tangan Ibu


"Mas! Tolong percaya!!" Pria tadi berkata dengan nada meninggi


"Aku lahir di semarang, aku punya tanda lahir di bahu kiri, aku suka warna coklat, dan aku suka banget sama sate ayam." Pria yang mengaku sebagai Andi berkata dengan mata berkaca-kaca


deg...


Semua benar..


"Tolong, jangan bikin kami bingung.." Ibu berkata dengan suara lirih


"Sudahlah.. Mas, aku cuma mau pamit.." Pria itu berkata dengan tubuh sedikit bergetar


"Pamit?" Aku yang mulai percaya pun dibikin penasaran oleh pria tersebut


Pria dihadapanku mulai menjelaskan semua peristiwa yang terjadi kepada Andi dan teman-temannya.


"Omong kosong!" Ayah ku mulai emosi, bahkan matanya terlihat berkaca-kaca


"Aku pamit.." Pria yang mengaku sebagai Andi berkata lirih


Tak lama setelah kata-kata tersebut terlontar, tubuh pria tersebut menegang, kemudian ia kehilangan kesadaran.


Ayah dan Ibu terlihat panik. Mereka menyuruh ku untuk menghubungi Andi, namun nomor Andi tidak aktif.


Ayah dan Ibu mulai menitikkan air mata. Aku berusaha menenangkan mereka, namun usaha ku sia-sia.


Aku menyuruh Ayah dan Ibu untuk menenangkan diri dikamar dan mereka pun hanya mengangguk lemah.


Aku terus menghubungi Andi, Pikiran dan Perasaan ku tidak bisa dijelaskan.


X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X


23.05


 


Pria paruh baya yang sebelumnya tak sadarkan diri mulai membuka matanya..


"Neng ndi iki??" Pria itu bertanya sembari mengedarkan pandangan


"Selamat malam.. Maaf pak, ini bapak ada dirumah saya.." Aku berkata dengan sopan


Pria tersebut nampak bingung, lalu tiba-tiba dia berkata..


"Le, maaf ya.. Bapak tidak bermaksud ganggu malam-malam.. Seingat bapak, tadi bapak sedang berteduh.. Tiba-tiba ada anak muda menghampiri bapak.. Wajahnya mirip sekali sama jenengan, tapi postur tubuhnya lebih kecil dan rambutnya sedikit ikal.. Setelah itu bapak lupa, tiba-tiba sudah ada disini.." Pria tersebut menjelaskan dengan logat jawa yang khas


"Andii..." Aku berkata lirih


Pria paruh baya dihadapanku menatapku bingung.


"Oh, maaf pak.. Malam ini bapak bermalam disini saja.. Besok pagi saya antar bapak pulang.." Aku berkata dengan ramah


FLASHBACK OFF


X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X


BERSAMBUNG...


catatan


neng ndi iki \= ini dimana


jenengan \= kamu


le \= panggilan untuk anak laki-laki


penasaran sama kelanjutan cerita?


tunggu episode selanjutnya ya..


💕💕💕💕💕💕