SIN

SIN
PULANG



• P R E V I O U S •


"Rianna, dari kelas 10 aku ada perasaan sama kamu.. Kamu mau ngga jadi pacarku?" Fikry berkata sembari meraih kedua tangan Rianna


"Fikry, sebenernya aku juga suka sama kamu.. Tapi aku ngga bisa, dua hari yang lalu Zidan nembak aku.." Suara Anna terdengar lirih


Hal yang membuat ku terkejut adalah Rianna ternyata juga menyukai Fikry.


Aku bergegas menuju ke tempat parkir sekolah, aku mengirim pesan kepada Rianna bahwa aku telah menunggu nya tempat parkir..


Setelah Rianna datang menghampiri ku, aku bergegas menyalakan motorku.. Aku bertingkah seolah aku tidak tahu apa yang sedang terjadi..


FLASHBACK OFF


* * *


"Jadi? Lo tau semua?" Fikry berkata dengan suara bergetar


"Maaf.." Zidan kembali berkata lirih


"Kamu egois banget Zidann.." Anna berkata dan mulai terisak


Zidan hanya diam tertunduk tanpa mengeluarkan satu kata pun..


"Anna, udah.. Kasian Zidan.." Fikry berkata sembari menepuk pundak Anna


"Aku masih belum paham.. Semuanya terlalu rumit.." Anna berkata dengan suara meninggi


"Zidan, boleh aku jelasin ke Anna?" Fikry bertanya kepada Zidan


Zidan mengangguk tanda setuju


o o O o o


"Anna.. Sebenernya dari awal kita ketemu Zidan aku udah tau tentang hal ini. Aku mau kasih tau kamu kalo Zidan udah ngga ada, tapi dia cegah aku.." Fikry menjelaskan dengan suara lirih


"Kalo emang Zidan udah ngga ada, aku ngga akan bisa lihat dia Fik.." Anna berusaha mengelak


"Anna.. Kamu bisa lihat Zidan karena dia sengaja tunjukin wujudnya ke kita..." Fikry masih menjelaskan dengan sabar


"Tapi buat apaaa??" Suara Anna terdengar sedikit bergetar


"Karena Zidan mau bantuin kita cari jalan keluar.." Fikry berkata lirih


"Kapan Zidan meninggal??" Anna menitikkan air mata


"Dia ngga kasih tau.." Fikry berkata sembari menghela napas panjang


"Yang aku tau, dia meninggal di desa gaib.." Fikry berkata dengan mata berkaca-kaca


Anna hanya terdiam, ia tidak tahu harus bagaimana.. Perasaannya saat ini benar-benar kacau. Rasa sedih, kecewa, dan marah semua tercampur menjadi satu. Bahkan terbesit pula rasa bersalah di dalam hatinya..


"Saya harus pergi.." Ucapan tersebut terlontar dari mulut Zidan


Tubuh Zidan memancarkan cahaya tipis berwarna putih, perlahan tubuhnya menghilang dari hadapan Fikry dan Anna.


Fikry dan Anna kembali menitikkan air mata sembari saling menguatkan.


X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X


Setelah merasa lebih tenang, Fikry dan Anna bergegas untuk keluar dari hutan yang telah merenggut nyawa keempat sahabat mereka..


 


"Hahh... Akhirnyaaaa!!" Anna berkata ketika mobil yang membawa mereka ke tempat tersebut telah terlihat


Fikry dan Anna yang merasa bahagia pun segera berpelukkan..


"Anna, Kita harus lapor tentang kejadian ini.." Fikry berkata sembari melepaskan pelukkan nya


"Aku setuju, aku ngga rela kalo empat sahabat aku hilang begitu aja.." Anna berkata tanpa ragu


Fikry dan Anna bergegas untuk kembali ke kota asal mereka menggunakan mobil yang telah dibawa sebelumnya..


X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X


Setelah beberapa jam perjalanan, mereka telah kembali ke kota asal mereka..


"Kita lapor sekarang atau mau pulang dulu?" Fikry bertanya kepada Anna yang berada disampingnya


" Gimana kalo kita makan dulu, terus setelah makan kita langsung ke kantor polisi.. " Anna berkata seraya mengembangkan senyuman


"Boleh.." Fikry menjawab santai


o o O o o


 


Setelah selesai makan, mereka bergagas menuju kantor polisi.. Mereka membuat laporan tanpa menutup-nutupi satu kejadian pun.. Tak butuh waktu lama untuk membuat laporan tersebut..


"Selesai, besok tinggal kabarin keluarga Andi, Ronald, Zidan, dan Rere.." Anna berkata sembari melangkahkan kaki untuk keluar dari kantor polisi


Fikry yang berada disamping Anna hanya bisa mengangguk setuju


X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X


BERSAMBUNG...


hay semua..


udah mau tamat nih..


tunggu kelanjutan ceritanya ya!!


💕💕💕💕💕💕