SIN

SIN
Chapter 3| Berangkat sekolah



Ning..ning..ning..


Bel yang dari tadi terus bunyi, membuat Aletha terbangun dari tidurnya yang pulas.


"bitch, bangun udah siang. gue mau buka pintu dulu ya,"


Aghata lalu terbangun, sambil menutup mulutnya yang menguap menggunakan tangan kanan. "Ya udah, gue mau siapin seragam dulu. "


Aletha lalu beranjak dari atas kasur, berjalan menuju pintu. "Iya tunggu!" teriak Aletha karena dari tadi orang di balik pintu terus menekan bel.


Aletha membuka pintunya dan mendapati Arkan yang sedang berdiri tepat di depan pintu dengan menggunakan tas ransel berwarna hitam. "Hai, tungguin gue 15 menit." ucap Aletha yang kembali berlari ke dalam.


Tanpa membuang waktu Aletha meninggalkan Aghata yang masih tertidur di kasur, Aletha dengan cepat masuk ke kamar mandi. membersihkan badanya seperlunya, Aletha lalu menggunakan seragam dan menyisir rambutnya. Aletha juga tidak lupa menggunakan bedak, lipstick pinknya dan blush on berwarna peach. setelah itu mengambil tas sekolahnya dan sepatu sekolahnya.


"bitch, gue berangkat dulu ya. udah jam setengah 7 loh, cepetan nanti telat!" Ucap Aletha yang membuat Aghata membulatkan mata dengan secepat kilat Aghata berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Aletha melangkahkan kakinya yang di balut dengan sepatu bermodel boots berwarna hitam "Ya udah, langsung berangkat." ucap Aletha setelah di depan pintu.


Aletha dan Arkan lalu berdiri di depan lift menunggu pintu lift terbuka, setelah terbuka Aletha melihat kondisi lift yang sangat sepi hanya terdapat mereka berdua. Aletha menekan tombol 'lobby'. Dengan kecepatan kilat lift terbuka dan berhenti di lobby.


"Arkan," panggil Aletha.


"Hmm," balas Arkan yang sedang malas di ganggu.


"Nanti istirahat, kekantin baren yuk." ajak Aletha kepada Arkan, sambil mencari bahan pembicaraan.


"Gak, gue ada urusan." tolak Arkan sambil membuang mukanya ke arah bawah.


"Urusan apa?" tanya Aletha.


Arkan tidak menjawab, dia terus berjalan dan membuang mukanya ke bawah malas menjawab pertanyaan cewek tersebut. setelah tidak mendapatkan jawaban, Aletha geram dengan sikap Arkan.


"Arkan,"


"Hmm,"


"Tau gak persamaan lo sam kulkas?"


Arkan menggeleng


"Sama-sam dingin,"


"Ouh,"


Dengan menghela napas panjang, Aletha lalu menggelengkan kepala sambil menahan amarahnya yang dari tadi sudah memuncak.


"Lu jalanya bisa cepetan ga?!"


"Iya-iya,"


Aletha mempercepat jalanya, menyamai langkah Arkan hingga ke luar dri apartemen. "Lu tunggu sini, gue ambil motor dulu."


Aletha mengangguk


"Ga papalah dingin, yang penting ganteng." ucap Aletha sambil menatap Arkan dari belakang.


Tak lama kemudian Arkam kembali dengan membawa motor ninja berwarna hitam, berhenti tepat di depan Alerha. "Helm?" pinta Aletha.


Arkan mengambilkan helm yang sudah sengaja di sediakan, karena dia sudah tau bahwa cewek ribet ini harus menggunakan helm agar rambutnya tidak kusut.


"Pakein!"


Dengan menghebuskan napas panjang Arkan menggunaan helm tersebut ke kepala Aletha dan lalu mengeratkan helm tersebut agar tidak lepas.


"Udah, dasar cewek manja." ketus Arkan.


Aletha lalu naik ke atas motor Arkan, dengan cepat Aletha memeluk erat tubuh Arkat membuat Arkan sesak nafas.


"Maksudlu apa meluk gue? lepasin ga?! atau gue turunin lu disini?!"


"Iya maaf,"


Dengan terpaksa Aletha melepaskan pelukanya dari tubuh Arkan, Aletha lalu melihat ke arah cermin. Arkan menyalakan motornya dan lalu mengendarai dengan kecepatan standar. di perjalanan tidak ada yang di bicarakan antara mereka berdua, hanya keheningan dan angin yang mampu mengalahkan mereka di atas motor. sesampainya di SMK Budi mulia, Arkan memarkirkan motornya di parkiran. Aletha lalu turun dari atas motor, lalu berjalan di depan Arkan.


"Arkan,"


"Hmm, apa lagi?"


"Lepasin,"


"Lepasin sendiri."


"please,"


Dengan menghela napas panjang Arkan menguatkan kesabaranya untuk menghadapi cewek manja satu ini, Arkan lalu melepaskan helm dari kepala Aletha dan lalu dia letakkan di spion motornya. Arkan turun dari motornya, dan berjalan menjauhi Aletha yang masih senyum-senyum sendiri. hingga pada akhirnya.


"Arkan! tungguin gue!" teriak Aletha yang membuat semua orang melihat ke arahnya. Aletha langsung mengejar kepergian Arkan, yang tidak terlalu jauh mengejarnya.


"Urusan kita udah selesai, mending lu pergi ke kelas lu."


"Urusan kita belum selesai!"


"Tadi malam kan lu bilang kalau lu minta gue jemput lu, udah gue jemputkan? Ya udah berarti selesai dong?"


"Iya udah, Arkan gue mau nanya ke lu. boleh?"


"Tanya soal?"


"Tadi malam kan gue belum kasih tau alamat dimana lu harus jemput gue, kok lu bisa tau kalau gue ada di apartemen Aghata? atau jangan-jangan dugaan gue soal lu anterin gue waktu mabok itu benar?"


Pertanyaan dari Aletha membuat Arkan berpikir sejenak, berusaha tenang agar cewek tersebut tidak mencurigainya. "Gue tau dari teman gue, ga usah halu deh lu. gak mungkin gue dateng ke club, terus gue nolongin cewek kaya lu." ucap Arkan yang lalu pergi meninggalkan Aletha yang sedang mematung.


"Arkan!" teriak Aletha.


Arkan memutuskan untuk terus berjalan tidak memperdulikan Aletha yang berteriak memanggilnya, karena jam di pergelangan tanganya sudah menunjukkan pukul 06.35 yang bertanda bel masuk akan berbunyi. sesampainya di kelas yang bertuliskan XII-01-IPA, Arkan masuk ke dalam kelasnya dann langsung duduk di mejanya yang berada di barisan paling depan.


"Arkan, tumben lu telat. kenapa?" tanya Vino.


"Ada urusan." jawab Arkan dengan singkat.


"Urusan apaan?"


"Kepo banget sih lu! Udah diem, bu Nasiroh udah dateng. lu mau kena omel?"


"Iya gak lah."


Kedatangan bu Nasiroh menjadi sebuah ketakuan bagi semua murid siswa, guru mata pelajaran MTK, terkenal galak, tertib, disiplin, dan jika ada yang melakukan kesalahan akan kena pukulan kayu yang tebal atau cubitan yang membekas.



Setelah bel berbunyi Aletha keluar dari kelasnya berjalan melewati koridor dan lalu masuk pada kelas bertuliskan XI-IPA-02. Dan seketika semua anak laki-laki berhisteris dengan kedatangan Aletha, Aletha tidak mempedulikan laki-laki yang saat ini sedang menggodanya. Aletha menghampiri bangku Arkan dan mendapatkan Arkan sedang membaca buku.


"Udah istirahat loh, masih belajar ajah." Ucap Aletha yang melihat cowok di sampingnya begitu serius membaca buku Fisika.


Tak ada jawaban dari Arkan Aletha dengan kesal mengambil paksa buku Arkan, dan membuat Arkan menatapnyaa secara tajam. Arkan menarik pergelangan tangan Aletha membawanya keluar dari kelas.


"Lu bisa ga sih? sehari ajah ga ganggu gue?!" bentak Arkan, tapi tidak membuat cewek itu menunduk atau merasa ketakutan cewek tersebut malah tersenyum.


"Lu gila?! senyum-senyum sendiri, gue lagi ngomong sama lu, bukan lagi stand up comedy. paham?!" tanya Arkan kembali ke cewek yang ada di depanya.


"Habisnya lu kalau gue ngomong, selalu diam. gue kan kesel,"


"Lu ngapain ke kelas gue?!"


"Cuma mau ngajak ke kantin bareng, masa ga boleh."


"Kan udah gue bilang, gue ada urusan. makanya duit jangan di hambur-hamburin, beli korek kuping. cantik-cantik kok budek!" ketus Arkan secara dingin.


"Apa?! lo bilang gue cantik?! Makasih banyak Arkan! tambah sayang deh." Ucap Aletha sambil senyum kegirangan.


"Oke, gue mau tanya lu sebenarnya pengin apa? biar lu ga usah ganggu hidup gue lagi!"


"Gue pengin lu temanin gue kemana ajah, yang gue mau. atau rahasia lu gue sebar ke satu sekolah ini."


Dengan menhela napas panjang, Arkan berpikir-pikir untuk mengiyakan atau menolak permintaan cewek gila tersebut. Dan pada akhirnya Arkan memilih untuk mengiyakan, daripada harus kehilangan hobinya.


"Oke gue mau, puas?!"


"Puas banget dong, ya udah yuk ke kantin!"


Arkan dan Aletha berjalan menuju ke kantin sekolah, sesampainya di kantin Aletha duduk di bangku bernomor 04 bangku yang biasanya diduduki bersama dua sahabatnya. "Arkan, mau pesan apa?"


"Seterah lo."


"Ya udah, Bu!"


Tak lama kemudian pelayan kantin datang menghampiri meja yang diduduki oleh Aletha dan Arkan. "Iya non, mau pesan apa?" Ucap ibu-ibu yang menggunakan kerudung berwarna biru.


"Saya pesan bakso, sama jus jeruk. Harus yang spesial yah bu, soalnya kali ini saya makan sama pacar saya."


"Iyah, siap non!"


"Bilang apa lo tadi?! pacar?!"


"Iyah, ga boleh?"


"Halu banget sih lu jadi orang!"


"Yee biarin!"


HA GUYSSS, GIMANA? JANGAN LUPA LIKE AND COMENTNYA YA! BYE!